Just love you

Cast:

Tan Eunhyuk

Choi Donghae

Kim Ryeowook

Tan Heechul

Dan member lain seiring berjalannya cerita

Synopsis:

"Kenapa kau sangat menyebalkan!"/ "Apapun yang terjadi, aku hanya mencintaimu… hanya kamu dan tidak akan berubah!"/ "Bodoh sekali dia membuat namja sepertimu menangis!"/ "Setelah kita lulus, ayo kembali ke sini!" HAEHYUK STORY

Warning: yaoi/BL (sudah pasti ), AU, EYD dimana-mana, OOC, membosankan akut (tidak menerima complain efek samping), membingungkan, cerita pasaran

.

Tidak menerima flame, lebih baik saran yang membangun oke?

Jadi jika tidak suka, jangan dibaca

.

.

.

Chapter 2

Bel istirahat berbunyi. Semua siswa berlari kelapangan. Melihat sang idola nomor 1 tengah menjalankan hukuman di bawah sinar matahari yang terik. Ada yang sengaja membawakan air, makanan, payung dan barang-barang lain yang dianggap dapat membantu. Tidak hanya itu, banyak yeoja yang menangis merapati sang idola. Tapi apa? bahkan Donghae tidak melirik satupun dari mereka. Dia tetap berlari walaupun keringat membanjirinya.

Hanya satu namja yang tetap dikelas. Namja itu terus diam menatap bangku kosong disebelahnya. hal ini terus dia lakukan bahkan sampai sang sahabat menepuk pundaknya.

"HYUKKIE!"

"Oh n-nde,"

"Gwenchana? Hari ini kau terlihat sangat murung!"

"Sebenarnya aku yang dihukum," kata Eunhyuk tanpa menatap lawan bicaranya. "Donghae diberi buku oleh si ketua kelas dan dia malah memberikan buku itu padaku, sekarang dia yang terkena hukuman!"

"Yah aku tahu! Tatapan si ketua kelas menggambarkan seberapa bencinya dia padamu!"

"Sekarang aku tidak peduli dengan hal itu! yang aku pedulikan, kenapa Donghae melakukannya, bukakah kami adalah musuh bebuyutan? Seharusnya dia menertawakanku bukannya menolong!"

"Hyukkie! Aku memberimu satu rahasia, terkadang apa yang kita nilai dari luar tidak semuanya benar! aku baru tahu saat berhadapan dengan Yeye hyung… dari luar dia terlihat tertutup, aneh dan menakutkan tapi saat kita mengenalnya secara dekat dia kebalikan dari itu semua!" jelas Ryeowook sambil mengelus pundak sahabat berwajah manisnya. "Mungkin kau harus berterimakasih? eum.. tidak ada salahnya sih! Bukan berarti berterimakasih itu adalah kalah, mungkin dengan ini kau juga akan tahu kenapa Donghae menolongmu,"

"N-nde kau benar! mungkin kau harus mencatat di buku sejarah kalau duo fish yang terkenal tidak pernah akur, hari ini untuk pertama kalinya tidak bertengkar tapi malah mengajak genjatan senjata, ya~ untuk hari ini saja!" kata Eunhyuk sambil berdiri dari bangkunya. Ryeowook tersenyum sebagai balasan.

…haehyuk…

Donghae menghembuskan napas saat bel masuk berbunyi. Dia memilih duduk di bangku dekat pohon saat tidak mendapati para murid berisik itu lagi. Donghae meluruskan kaki, sambil membuka dua kancing bajunya. Tidak ada yang Donghae lakukan selain diam menunggu panas di tubuhnya reda. Bayangkan, dari pagi sampai siang terhitung 3 jam lebih dia berlari mengelilingi lapangan sepak bola yang bisa dibilang luas ini.

Dia terus diam, Sampai melihat sekotak susu strawberry yang dijulurkan didepannya. Donghae menoleh mendapati Eunhyuk tengah menatap keatas tanpa mengatakan apa-apa.

"Ambilah," kata Eunhyuk saat lama tidak ada reaksi dari Donghae.

"Tumben, apa kau berniat meracuniku?"

"Yaa… aku sudah menelan semua egoku untuk datang kesini, tapi kau malah berkata seperti itu! oke, biar aku sendiri yang minum!" kata Eunhyuk sambil meminum susu strawberrynya. Donghae tersenyum kecil, lalu dengan sekali gerak mengambil susu kotak itu. "Hei a…!" Eunhyuk terdiam dengan mulut terbuka, melihat Donghae minum dibekas tempatnya.

"Hah~ seharusnya kau bawakan aku air isotonic! Tapi lumayan lah daripada tidak ada?" kata Donghae sambil mengusap dagunya. Dia memerinyitkan alis saat melihat Eunhyuk tetap diam menatapnya. "Heh ada apa?"

"I-itu… itu bekasku tahu! Kenapa kau meminumnya?"

"Memang salah ya? oh atau kau memiliki penyakit menular?"

"Aniyo! Aku sangat sehat, eomma rutin mengecek kesahatanku!"

"Kalau begitu… apa jangan-jangan kau belum gosok gigi! Idih jorok," kata Donghae sambil menjulurkan lidah.

"Enak saja! aku pasti gosok gigi! Itu pekerjaan rutin! Kau tidak lihat deretan gigi putihku!" kata Eunhyuk sambil menunjukkan giginya.

"Lalu kenapa sampai bereaksi seperti itu?"

"I-itu karena… karena…," 'Hal itu disebut ciuman tidak langsung bodoh!' sambung Eunhyuk dalam hati.

"Wae?"

"Lupakan!" seru Eunhyuk sambil duduk disamping Donghae. dia memberikan handuk kecil yang dibawanya. Donghae tersenyum melihat gambar monyet berpipi merah di sudut handuk itu. setelahnya mereka diam. Donghae asik mengipas-ngipasi badannya yang bermandi keringat, sedangkan Eunhyuk. Namja manis ini sibuk memainkan tangan sambil sesekali melirik Donghae. "Kenapa?" tanya Eunhyuk pelan, membuat Donghae menoleh menatapnya. "Kenapa kau memberikan buku itu padaku? Seharusnya aku kan yang di hukum," Donghae tidak menjawab, membuat Eunhyuk menatapnya. Dia terpaku melihat pantulan wajahnya di mata sendu milik sang rival.

"Apa aku harus menjawab?"

"Te-tentu saja! ini sebuah pertanyaan!" kata Eunhyuk gugup dan langsung memutuskan kontak matanya.

"Aku tidak suka warna pink," jawab Donghae santai, membuat Eunhyuk kembali menatapnya.

"Mwo?"

"kau lupa warna sampul buku itu?"

"Aish… dasar aneh! Jadi kalau sampul bukunya warna selain pink kau tidak akan memberikannya padaku?"

"Tidak juga,"

"Jawablah yang jelas!"

"Karena aku tidak mengerjakan tugas itu sendiri," jawab Donghae yang membuat Eunhyuk memiringkan kepala, menambah kesan imut pada dirinya. "Aku tidak mau merusak reputasiku sebagai siswa terpandai, hanya karena salah dalam mengerjakan pr! Aku tidak pernah percaya pada orang lain yang jelas-jelas berada dibawahku,"

"Sombong!" kata Eunhyuk pelan.

"Kau mengatakan sesuatu?"

"Aniyo, mungkin angin," kata Eunhyuk asal. "Tapi bukanya tidak mengerjakan pr dan mendapat hukuman sama saja merusak reputasi?"

"Menurutku itu beda!"

"Beda darimana?"

"Karena dengan itu aku bisa…" Eunhyuk mengerutkan alis mendengar perkataan Donghae yang tidak jelas akibat suara bel pengumuman.

"Kau mengatakan sesuatu? Aku tidak bisa mendengarnya," Donghae melempar handuk penuh keringat itu kemuka Eunhyuk lalu berlari menjauh. "CHOI DONGHAE! YAA KAU SENGAJA?"

"Hehehe aku kan berniat mengembalikan?"

"DASAR IKAN BERSIRIP HIU, BEREKOR SINGA LAUT, BERKULIT IKAN PAUS, BERBADAN TERIPANG! BERMULUT GURITA! Kemari kau!" Eunhyuk mengerjar Donghae yang terus berlari sambil memeletkan lidah.

_skip time_

"Tidak berniat kembali kekelas?" tanya Donghae dari bilik kamar mandi. Eunhyuk yang tengah mencuci muka menggeleng. Saat ini mereka berada di kamar mandi club sepak bola. Eunhyuk terus mengikuti Donghae, bahkan saat namja tampan ini berniat kekamar mandi untuk menghilangkan keringatnya.

"Aniyo, aku sudah biasa membolos seperti ini… lagipula aku tidak bisa enak-enakkan dikelas sedangkan kau sedang dihukum,"

"Hoh… apa kau Tan Eunhyuk? Musuh bebuyutanku?"

"Ingat! sekarang kita sedang genjatan senjata, jangan mulai!"

"Terserah," Donghae kembali menyalakan sowernya.

"Yang aku herankan itu malah kau! Donghae tidak pernah bolos pelajaran, bahkan dari kelas satu sampai kelas tiga keterangan sakitmu bisa dihitung dengan jari… kenapa sekarang kau setenang ini?"

"Memang apa yang harus aku khawatirkan?"

"Tidak sayang dengan pelajaran yang kau lewatkan hari ini?"

"Tidak,"

"Wae?"

"Sebenarnya, aku tidak perlu mengikuti atau mendengarkan pelajaran membosankan itu, karena aku sudah diciptakan dengan otak brilliant,"

"Aish kapan sih kadar kesombonganmu itu hilang?"

"Lagipula lebih menyenangkan jika seperti ini! aku bahkan bersedia melakukannya setiap hari,"

"Maksudmu?"

"Hanya orang pintar yang mengerti ucapanku,"

"Oh kau mengejekku bodoh, begitu!"

"Tidak, tapi lain ceritanya jika kau merasa,"

"Jangan mulai perang lagi denganku ikan!"

Tidak lama kemudian, Donghae keluar kamar mandi, hanya dengan handuk yang melilit di bawah perut. Hal ini membuat mata Eunhyuk membulat dan cepat-cepat mengalihkan tatapan.

"Heh lembar bajuku"

"Yaa! Berpakaianlah yang benar baru keluar kamar mandi! Kau tidak malu aku ada disini?" tanya Eunhyuk sambil melempar jaket putih bergaris biru dengan celana putihnya itu. Donghae sedikit berlari kesamping saat lemparan Eunhyuk meleset.

"Wae~ Apa salahnya? bukanya kita sesama namja?" tanya Donghae sambil bersiap membuka handuknya. Eunhyuk yang melirik adegan ini langsung berteriak.

"IKAN CUCUT GANTI DIMAKAR MANDI SANA! KALAU TIDAK, AKU LEMPAR KURSI INI TEPAT DI WAJAHMU!"

"Ck merepotkan," setelah mendengar suara pintu, Eunhyuk berani melirik tempat Donghae berdiri, dia bernapas lega saat mendapati Donghae tidak ada.

"Dia pasti sengaja melakukannya! Aish menyebalkan!" rutuk Eunhyuk dalam hati sambil mengacak rambut.

…haehyuk…

Beberapa menit kemudian. Dua namja ini terlihat sedang berada di perpustakaan. Eunhyuk, si namja bersurai hitam tertegun melihat betapa luasnya perpustakaan milik sekolah. Donghae yang berjalan mendahului hanya menunjukkan senyum meremehkan melihat reaksi Eunhyuk yang bisa dikatakan berlebihan.

Lihat saja bagaimana dia berlari dari rak satu kerak lain. Mengelus patung dewa yunani yang ada disudut ruangan, mencoba sofa yang disediakan serta duduk dimeja kayu untuk belajar. Donghae yang tengah sibuk mencari buku hanya bisa menggeleng melihat tingkah kekanakan namja yang setengah tahun lebih tua darinya itu. untungnya perpustakaan ini sedang sepi dan tidak ada pengawas, jika ada… entah apa yang terjadi pada Eunhyuk.

"Waaa! Bahkan ada komik one piece! Bodohnya aku, kenapa tidak pernah tahu ya? padahal sudah dua tahun bersekolah disini?" kata Eunhyuk dengan mata berbinar.

"Baru sadar jika kau itu bodoh!"

"Donghae… lupa kita sedang genjatan senjata?" tanya Eunhyuk dengan deathglare andalannya. Donghae mendengus meremehkan. Dia mengambil sebuah buku bersampul coklat yang tidak terlalu tebal, lalu duduk disofa yang telah disediakan. Namja berwajah tampan bak pangeran dari negeri dongeng ini membuka lembar demi lembar bukunya, sesekali menatap Eunhyuk yang masih berbinar dengan tumpukan komik didepannya. Dia tersenyum, bukan seringai atau senyum mengejek melainkan sebuah senyum tulus yang menambah kesan tampannya berkali kali lipat. Tapi hal ini tidak berlangsung lama, saat Eunhyuk berjalan mendekat dengan tumpukan komik ditangan.

"Hahaha! Lihatlah, aku bahkan tidak memiliki semua seri ini! aku harus membaca semuanya! Kalau tahu begini, waktu bolosku yang kemarin-kemarin itu tidak akan membosankan!" kata Eunhyuk sambil menatap komiknya. Donghae menggeleng dan kembali sibuk dengan buku ditanganya. Setengah jam mereka habiskan dalam diam. Terlalu asik dengan bukunya masing-masing.

"Bwahahaha ini lucu sekali! Luffy, Sanji, Choper, dan kenapa Zoro ikut-ikutan bodoh hahahaha!" Eunhyuk terus tertawa sambil memegang perutnya yang terasa kaku. "Donghae coba lihat i…" Eunhyuk menghentikan ucapanya saat melihat Donghae tengah tertidur. namja manis ini mendekat, melihat lebih intens wajah musuh bebuyutannya itu.

Bulu mata yang panjang, hidung mancung, rambut berwarna brunette yang khas dengan poni miring, ditambah bentuk bibir tipis yang menunjang ketampanannya. Walaupun dia terkenal siswa terpandai, tapi tidak ada kata kuper atau kurang modis pada dirinya. Tubuhnya yang atletis, dadanya yang bidang, dan stylenya yang patut diacungi jempol membuat Eunhyuk sepersekian detik terpana. Baru kali ini dia melihat Donghae secara jelas, tanpa teriakan ataupun aksi pukul memukul. Namja berkulit seputih susu ini hanya bisa diam, terus memperhatikan namja disampingnya. Donghae menggerakkan tubuh mencoba mencari posisi yang nyaman. Hal ini membuat Eunhyuk salah tingkah, wajahnya yang putih langsung berubah merah. Apalagi saat merasakan kepala Donghae jatuh ke bahunya. Eunhyuk membulatkan mata dan menatap namja yang tengah tertidur pulas ini. dia berdecak tanda bingung. Disatu sisi dia risih terhadap sikap Donghae yang entah kenapa membuat jantunya berdetak kencang, disisi lain dia merasa ada sesuatu yang membuat perutnya terasa aneh. Seperti terjatuh dari tempat yang tinggi.

Akhirnya setelah bergelut dengan perasaannya, namja penyuka makanan manis ini memilih tetap pada posisinya. Tentunya dengan hati yang terus bertanya, apa yang terjadi padanya kali ini?

…haehyuk…

"Ini semua salah namja setengah ikan itu! aish… sekarang bagaimana caraku untuk pulang? Mana handphoneku mati, pasti eomma kepikiran! Ayolah motor kesayanganku~ hiduplah! Jangan suka marah seperti ini, jebal?" Eunhyuk terus menggerutu sambil berusaha menghidupkan sepeda motornya. "Ck, tidak ada cara lain!" setelah mendengus kesal, namja pemilik gummy smile ini memilih menuntun sepeda motornya. Belum sampai gerbang, hujan turun. Eunhyuk kembali memarkirkan sepedanya dan berlari mencari tempat berteduh.

"Ah~ kenapa hari ini aku begitu sial! Apa mungkin tuhan tidak mengijinkanku untuk genjatan senjata dengan Donghae?" Eunhyuk hanya menatap derasnya air hujan dari pinggir gedung. "Dingin sekali… eothoke? Sepertinya hujan ini tidak akan berhenti dengan cepat!" kata Eunhyuk sambil menggosok tanganya yang mulai memucat. "Kenapa tadi aku membiarkanya tidur di pundakku, dan dengan bodohnya aku juga ikut tertidur…sekarang lihat, aku harus mengalami kesialan seperti ini! mana dengan tanpa rasa terimakasih dia pergi begitu saja! apa tidak ada ucapan terimakasih setelah apa yang aku lakukan? Dia tidak tahu apa pundakku sampai pegal, sepedaku itu juga rewel, coba saja aku tidak pulang telat aku pasti sudah meminta bantuan pak satpam! Sekarang apa yang harus aku lakukan? Sekolah juga sudah sepi, eomma Hyukkie takut sendirian hiks…" Eunhyuk terus menangis, menenggelamkan wajahnya di antara lutut. Sampai akhirnya dia merasakan sorotan lampu, dengan mata menyipit namja manis ini menatap kedepan. Menemukan sebuah mobil sport hitam yang terparkir tidak jauh darinya.

"Sampai kapan kau mau disini? Kajja!" Eunhyuk menoleh saat suara yang tidak asing ditelinganya itu terdengar. Dia mendapati Donghae sudah berdiri memayunginya. Seketika mimic wajah Eunhyuk berubah. seperti dejavu, dia tidak tahu harus mengatakan atau berbicara apa pada namja berwajah tampan ini. "Kenapa kau malah diam? Cepat berdiri, dan masuk kemobil! Disini dingin tahu?"

"N-nde" dengan wajah bodoh Eunhyuk berjalan disamping Donghae.

"Buka jasmu," perkataan Donghae langsung membuat pikiran Eunhyuk kembali, dia menatap Donghae sambil membulatkan mata.

"Mwo? Untuk? Yaa jangan bilang kalau kau ingin…" Eunhyuk langsung menyilangkan tangan didepan dada. Berusaha membuat formasi perlindungan yang membuat Donghae mau tidak mau tertawa. "Kenapa malah tertawa?"

"Karena kau bodoh dan berotak mesum!"

"Mworago?"

"Buka jas basahmu dan ganti dengan jaketku," kata Donghae sambil menunjuk jaket merah dengan tudung bulu di jok belakang. Eunhyuk menunduk malu akibat perbuatannya itu. dia tetap menunduk bahkan sampai mobil ini berjalan meninggalkan sekolah.

"Lho Tunggu, sepeda motorku!"

"Gwenchana, nanti aku akan menyuruh orang untuk membawanya ke bengkel." Setelah mengatakan hal itu, baik Donghae maupun Eunhyuk diam. Tidak ada yang berniat memulai pembicaraan. Donghae sibuk mengemudi, sedangkan Eunhyuk terus memainkan tangannya sambil sesekali melirik namja disampingnya.

'Kruuuuk~' suara yang tiba-tiba keluar itu membuat Donghae menoleh. Eunhyuk menggigit bibir bawahnya sambil memegang perut karena malu.

"Didepan ada cafe, kau mau mampir?"

"Tidak usah!" setelah mengatakan hal itu suara yang berasal dari perut Eunhyuk kembali terdengar. Namja berkulit seputih susu ini begitu merutuki kebodohannya. saking malunya namja manis ini tetap menunduk.

"Aku tidak menerima penolakan." ucapan Donghae membuat Eunhyuk menatapnya. Dia tidak menyangka musuh bebuyutannya ini bahkan tidak tertawa ataupun mengejek melihat tingkah konyolnya itu. hatinya kembali bergejolak aneh, membuat semburat merah tergambar jelas di pipinya.

_Skip time_

"Kau tidak ingin masuk?"

"Ani, sudah malam,"

"Baiklah." Eunhyuk membuka pintu pagar, dia terdiam sejenak lalu menatap Donghae yang masih berdiri di samping mobilnya. "Untuk hari… gomawo,"

"Kau berterimakasih padaku? Aigoo apakah hari ini hari keberuntunganku?"

"Jangan mulai! Hanya hari ini saja, besok genjatan senjata ini berakhir dan kita tetap jadi musuh!" kata Eunhyuk sambil berkacak pinggang. Donghae tersenyum melihat kelakuan namja 6 bulan lebih tua darinya ini.

"Jaljayo~" kata Donghae dengan angelic smilenya yang membuat Eunhyuk diam. Baru kali ini dia mengetahui senyum Donghae yang seperti ini. bahkan dia terus diam sampai mobil Donghae pergi.

"Hyukkie, kaukah itu?" suara inilah yang membuat Eunhyuk tersadar dari acara melamunnya. Dia menatap sang eomma dan tertawa canggung.

"Nde eomma," pintu dibuka menampakkan yeoja cantik bersurai hitam panjang.

"Kenapa sampai telat? Tidak ada kabar! Eomma sangat khawatir!"

"Mian eomma, tadi Hyukkie ketiduran di perpustakaan, handphone mati dan sepeda mogok,"

"Mwo? tapi kau tidak apa-apakan?" sang eomma memeriksa Eunhyuk dari atas sampai bawah. "Lalu bagaimana kau bisa pulang? Tadi juga hujan!"

"Hehehe gwenchana eomma! Tadi Hyukkie diantar teman," kata Eunhyuk sambil berjalan ke dalam rumah.

"Oh pantas ada suara mobil~ siapa? Ryeowook kah? Atau Yesung? Atau teman-teman teather? kenapa tidak disuruh masuk?"

"Ani, dia si ikan!"

"Si ikan? Tunggu bukankah Hyukkie bilang punya musuh namanya si ikan?"

"Nde, tapi hari ini kami adakan genjatan senjata,"

"Aigoo kau ini! sekali-kali ajaklah dia kemari, eomma juga ingin berkenalan dengan si ikan?"

"Tidak! dia musuh eomma, hanya hari ini saja ada dispensasi!"

"Arra~arra, cepat ganti dan makan! Eomma sudah memasakkan sup kaldu untukmu,"

"Jinjja? Waaa asik! Makan lagi!"

Ditempat lain.

Donghae memarkirkan mobilnya, dengan senyum kecil dia berjalan memasuki rumah. Donghae diam dengan mimic wajah yang langsung berubah saat melewati meja makan. Disana seorang namja berumur tengah duduk sambil membaca buku. Namja berkacamata itu melirik sebelum menutup bukunya.

"Kau sudah pulang?" tidak ada sahutan. Donghae memilih diam dan berjalan ke kamarnya. "Donghae, makanlah dulu! jarang-jarang kan appa bisa makan bersamamu?" Donghae tetap berjalan dan membanting pintu kamar. Tidak memperdulikan namja berkemeja putih itu yang menatap sedih kearahnya.

…haehyuk…

"Lalu bagaimana lanjutan ceritanya?"

"Maksudmu Wookie?" tanya Eunhyuk sambil menyumpit mie di mangkok besarnya.

"Aish… pura-pura tidak tahu! Padahal dirinya menjadi orang kedua yang membolos dari kelas! Lalu waktu membolos yang lumayan panjang itu~ apa yang kau lakukan dengan 'Donghae'?" Ryeowook sengaja menekan kata Donghae, yang membuat Eunhyuk hampir tersedak.

"Wookie jangan keras-keras!"

"Habis, kau pura-pura tidak tahu! Ayo ceritakan!"

"Tidak ada apa-apa kok! Aku hanya yah berterimakasih lalu kami pergi ke perpustakaan." Setelah mengatakan itu semburat merah langsung tampak pada kedua pipi namja penyuka manis ini. Ryeowook tertawa geli sambil mencolek pipi Eunhyuk.

"Hem begitukah~ tapi kenapa wajahmu memerah?"

"Sungguh tidak terjadi apa-apa! kami musuh ingat!"

"Ketua!" seruan itu membuat Eunhyuk dan Ryeowook langsung menoleh.

"Wae? Ada apa dengan kalian?" tanya Eunhyuk sambil menatap teman clubnya satu persatu.

"Ada berita gawat! Gawat ketua! Heboh, berbahaya! huwaaa eothoke?" teriak namja bersurai blonde. Membuat seisi kantin melihatnya.

"Lebih baik kita ke ruangan dulu!"

_Skip time_

"Mwo! osis tidak boleh seenaknya seperti itu!" tanya Eunhyuk dengan wajah mengeras.

"Nde, ketua? Mereka akan mengumumkan hal ini besok,"

"Ketua eothoke? Bagaimana kalau club ini benar-benar di hentikan!"

"Huweee ini masa-masa terakhir ketua dan kakak kelas tiga! Tapi malah club tidak bisa dipertahankan, hiks hiks,"

"Cih pasti ada yang sengaja menghasut ketua osis untuk menyetujui rencana ini,"

"Tidak bisa! aku benar-benar tidak terima!"

"Ketua mau kemana?"

"Hyukkie, jangan emosi,"

"Bagaimana aku tidak emosi Wookie, aku hanya ingin tahu atas dasar apa mereka hendak membubarkan club kita!" setelah mengatakan itu Eunhyuk langsung berlari pergi, menyisahkan para anggota club yang khawatir.

"Argh… capek juga! Latihan kali ini begitu keras!"

"Itu karena kau terlambat! Makanya jangan jadi tukang tidur!"

"Apa kau bilang, tukang tidur? yaa jangan mengejekku seenaknya!" namja bersurai hitam berdiri itu mencoba memukul temannya, tapi namja disampingnya ini terus mengelak.

"Berhentilah kalian, daripada bertengkar sana beli minum!"

"Punya hak apa kau menyuruh kami?" tanya mereka berdua berbarengan.

"Ketua jangan cegah aku untuk membantai mereka!"

"Berisik!" kata namja kekar dengan aura hitamnya, yang membuat ketiga namja ini diam.

"Mian Kangin sunbe~" ucap ketiganya takut. Sang ketua, atau yang kita kenal Choi Donghae hanya menggelengkan kepala dan kembali sibuk dengan handphonenya.

"Hei bukankah itu ketua club teather?"

"Iya, untuk apa dia berjalan tergesa-gesa seperti itu?" pertanyaan kedua namja ini membuat Donghae tertarik. Dia menatap kesamping, dan menemukan Eunhyuk yang tengah berjalan cepat dengan tangan terkepal serta mulut terkatup rapat.

"Aigoo apa kalian tidak tahu, club teather akan dibubarkan!"

"Jinjja? Kenapa bisa?"

"Hei darimana kau tahu?"

"Aku tahu dari yeojachinguku! Katanya rapat osis kemarin membahas hal ini, bahkan ketua osis sudah setuju! Tinggal membuat pengumuman, dan laporan pada Kang songsaenim, jika disetujui mereka akan benar-benar bubar!"

"Mwo? tapi bagaimana bisa? dan kenapa terdengar sangat mudah?"

"Aku tidak tahu, yeojachinguku tidak terlalu detail menjelaskan, yang pasti club teather diambang kehancuran!"

"Kejam…"

"Aku sih tidak peduli, asalkan bukan club kita! Lagipula hanya club teather kan yang terkenal payah?" kata namja kurus bersurai merah.

"Benar juga!" obrolan ini semakin membuat Donghae penasaran. Dia menepuk pundak teman-temannya.

"Guys, kali ini aku tidak bisa ikut!"

"Ketua mau kemana? Bukankah kita ingin merayakan keberhasilan?"

"Pergilah tanpa aku." Donghae berlari menjauhi teman satu clubnya yang bingung dengan sikap sang ketua.

"Ada apa dengan ketua?"

"Bukannya tadi ketua yang paling bersemangat?"

"Sungguh membingungkan!" kelima namja ini menoleh saat merasakan aura hitam dibelakang mereka.

"Mulut kalian itu memang berisik seperti yeoja! Cepat jalan atau…" Kangin mengepalkan tangan, otot-otot kekar itu membuat kelima namja ini meneguk ludah.

"MIAN SUNBE…!"

Eunhyuk menghembuskan napas berat sebelum menggedor pintu ruang osis yang sejak tadi tidak terbuka.

"Aish berisik, tidak punya sopan santun ya?"

"Ya jelas sih dia dari club teather!" perkataan itu membuat emosi Eunhyuk semakin naik.

"Aku kesini mewakili club teather ingin bertanya, terkait membubaran club! dan kenapa tidak ada pemberitauan yang jelas terkait hal ini?" tanya Eunhyuk sambil meremas tangannya erat bermaksud meredam emosi.

"Itu karena clubmu tidak layak disekolah ini!"

"Huh apa itu yang kau sebut club?"

"Mworago?"

"Ada apa ini ribut-ribut?" suara dari belakang itu membuat Eunhyuk menoleh. Disana berdiri beberapa orang, termasuk namja berkacamata bertubuh tinggi yang diketahui sebagai ketua osis.

"Ketua…" anggota osis yang membuat emosi Eunhyuk meningkat tadi membungkuk pada namja yang masuk kedalam siswa terpopuler itu. Eunhyuk terus menatap sang ketua osis dengan tajam. Tidak pernah dia seemosi ini.

"Aku dari club teather, datang kesini hanya ingin meminta kejelasan perihal rencana osis yang menurutku sangat tidak rasional itu?"

"Kita bicara didalam saja."

#Eunhyuk pov

Di ruang rapat osis.

"Jadi bisa dijelaskan kenapa club teather harus bubar?" tanyaku yang sejak tadi terus menahan emosi. Lihat bahkan mereka diam, mengacuhkanku. Apa ini yang dinamakan etika?

"Karena kami merasa club teather tidak ada perkembangan, hanya main-main dan tidak serius mengembangkan bakat," kata yeoja bersurai panjang dengan wajah jahatnya. aku membulatkan mata mendengar yeoja yang tidak lain adalah ketua kelasku ini terus berceloteh. "Ini adalah bukti kalian terus bermain-main," yeoja itu menyerahkan beberapa lembar foto. Disana aku dapat melihat anggota clubku tengah bermain kartu dengan wajah penuh coretan. "Beberapa event kalian tidak menunjukkan hasil memuaskan, kalian tidak pernah memenangkan lomba ataupun pertandingan persahabatan yang seharusnya dapat di menangkan dengan mudah,"

"Itu menunjukkan bagaimana kualitas kalian sebagai club! Apakah club seperti itu pantas di pertahankan?"

"Bahkan catatan kalian dari tahun ketahun semakin merosot, club menyedihkan seperti itu tidak layak berada di sekolah ini! selain memalukan hal itu dapat mengubah citra sekolah kita!"

"Bukankah club teather juga pernah dapat mendali penghargaan dan piagam-piagam lain?" tanyaku tidak terima.

"Itu tidak masuk dalam hitungan,"

"Mwo? wae?"

"Karena hal ini sudah terjadi satu tahun yang lalu, lagipula piagam saja tidak cukup untuk menunjukkan potensi kalian,"

"Nama club kalian juga sangat jelek, terkait perkelahian dan ajang bolos untuk para anggota club,"

"Club kalian juga terbilang aneh dan memalukan! Banyak gossip miring yang tidak layak diperlihatkan disekolah, maksudku anggota kalian yang… penyimpang," ketua kelas sialan! seakan kepalaku pecah, dengan berani aku mengebrak meja. aku tidak peduli berapa puluh mata yang melihatku. Ini semua sudah keterlaluan, alasan yang tidak masuk akal.

"Ini yang kalian bilang alasan! KALIAN SEMUA TIDAK BERHAK MENGHAKIMI SEPERTI ITU? alasan kalian tidak rasional, apa itu yang namanya osis?" tanyaku masih sambil berdiri. "Memang tahun ini kami selalu gagal, tapi kami tetap berjuang untuk mendapatkan kemenangan! Apa menurut kalian menang saja itu penting? Untuk bermain-main… saya tidak mengelak jika anggota saya seperti ini tapi apakah itu bisa dikatakan sebuah alasan? Lalu bagaimana dengan club sepak bola yang tampak jelas hanya bermain-main atau club lain disekolah ini!"

"Kau menyingung club sepak bola? Apa kau tidak tahu bagaimana terkenalnya club itu disekolah dan mata para guru, bukan hanya dilingkukan ini tapi juga sekolah-sekolah yang lain! Mereka memiliki banyak prestasi!"

"Oh begitukah, jadi anggota harus menarik dulu baru bisa dikatakan club membanggakan!"

"Apa katamu?"

"Untuk urusan perkelahian dan ajang bolos, maaf saya kira itu mengada-ada! Saya berani bertaruh bahwa anggota saya tidak pernah melakukan hal itu! dan untuk menyimpang… maaf, itu urusan pribadi yang bahkan semua orang berhak memilikinya! Jika hanya karena alasan ini kalian membubarkan club teather, maaf saya selaku ketua teather akan menolak,"

"Tidak bisa seperti itu!"

"Kami sudah rapat dengan songsaenim, dan mereka menyetujuinya!"

"Benarkah? Jika begitu saya yang akan menemui songsaenim!" Eunhyuk berjalan pergi sampai akhirnya…

"Tunggu, apa yang kau lakukan hanya akan memperkeruh masalah," Eunhyuk menoleh mendapati ketua osis yang tengah menatapnya. "Bagaimana kalau clubmu memperlihatkan kebolehan yang kau banggakan itu, jika memang kau berhasil dan dirasa layak maka kami tidak akan membubarkan club teather,"

"Ketua…"

"Ketua tapi…" anggota yang hendak protes itu diam saat melihat tatapan tajam sang ketua osis.

"Baik aku setuju! Aku akan membuktikan kebolehan clubku pada kalian! Tapi kalian harus berjanji jika aku berhasil, kalian tidak akan menganggu club teather lagi!"

"Dan jika gagal?"

"Kami tidak akan gagal,"

"Arasheo, bulan bahasa… tunjukkan pada kami kebolehan club teather."

.

.TBC

.

.

Hai saia kembali

Gomawo untuk semuanya yang uda nyempetin baca dan meripiu ^^

Hehehe banyak yang bilang Donghae modus ya? kasihan lu haek #ditenggelemkan di sungai amazon #Donghae appa mah gitu orangnya

Bener kan masa SMA itu kisah cinta yang aneh tapi ndak bisa dilupakan!

Terimakasih banyak untuk:

Eunhyuk Jinyoung02

Jiae-haehyuk

Callmehachi

Yenie cho94

Hyukmyboo

Nyukkunyuk

Cho w lee 794

Susan haehyuk

Wonhaesung love

Nanaxz

HAEHYUK IS REAL

Jangan lupa jika membaca sempatkan meripiu panpic jelek ini juga ya… #curahan hati :)

Saia sangat berterimakasih untuk itu^^

Maapkan saia jika lama updet, maap #bow

Oke see you next chap