written by : ega

--

MAKING ICHA ICHA THE MOVIES

--

Perekrutan!

Selain hawa nafsu, hayalan dan imajinasi adalah hal hakiki yang dimiliki oleh semua manusia dibumi ini.

Inspirasi akan menghasilkan inovasi begitupun sebaliknya. Adanya imajinasi akan menciptakan inspirasi yang bisa membuat inovasi seseorang akan menjadi nyata. *anjir bahasanya kopas dimana nih?

Tidak bisa dipungkiri memang, jika seseorang tengah mendapatkan inspirasi besar didalam dirinya. Maka hendaknya hal itu memang harus di realisasikan baik dalam bentuk tulisan atau tindakan yang diperlukan untuk menampung inspirasinya agar tak hilang dan menguap begitu saja.

Contohnya seperti seorang penulis, mereka yang bekerja untuk menghasilkan suatu karya yang dapat dinikmati oleh pembaca. Haruslah memiliki tingkat hayalan dan imajinasi yang tinggi, agar para pembaca bisa merasa senang dan tidak cepat bosan terhadap bacaan yang dikarang oleh si penulis.

Di daerah Negara Api, tepatnya di distrik kota industri yakni ibu kota Konoha. Disana telah tersohor seorang maestro jenius dengan hasil karyanya berupa buku novel legendaris, yang disetiap edisi terbitan terbarunya menjadi incaran seluruh masyarakat yang menggemari cerita romansa berkonden dewasa.

Kesuksesan yang sudah ia raih, rasanya sepadan dengan proses yang ia lalui dalam menulis novelnya. Dimana Jiraya atau akrabnya disapa Petapa Katak dari Gunung Merapi oleh orang-orang Konoha. Itu suka berpergian ke seluruh dunia dalam jangka waktu yang panjang. Demi memuluskan inspirasinya untuk menulis novel.

Julukan tangan dewa juga ditujukan kepada Sannin Jiraya yang telah menjadi maestro pencetus karya tulis dari buku novel seri Icha Icha yang terkenal.

Jiraya adalah seorang penulis kondang yang masih naik daun, meskipun debutnya didunia pernovelan sudah terhitung lebih dari 10 tahun lalu.

Berkat kejeniusannya dan hasil karyanya yang booming lebih dari 5 tahun menguasai puncak rating pernovelan. Sekarang Sennin Jiraya, ingin memenuhi permintaan besar dari para fansnya yang menuntut dirinya untuk membuat live action dari semua seri Icha Icha yang telah terbit.

Berita besar dimana, Sennin Jiraya kini akan menanggapi dengan serius permintaan para fans setianya untuk membuatkan film dari semua seri Icha Icha. Menjadi trending topik di stasiun televisi Konoha.

Pria tua yang masih awat muda itu, kini makin serius untuk menggarap proyek film seri Icha Icha-nya. Kontrak dari label rumah produksi sudah Jiraya tandatangani. Produser dan sutradara juga sudah siap untuk mengambil job penggarapan film yang dinilai memiliki biaya produksi termahal didunia ini.

Daftar pemain yang akan membintangi seri film Icha Icha juga sudah ada. Sebenarnya semua konten yang Jiraya perlukan untuk mewujudkan proyek film berskala triliunan itu sudah ada.

Hanya saja ada satu kendala yang tengah pelik dihadapi oleh tim produksi Seri Icha Icha tersebut. Dimana lokasi syuting yang diinginkan oleh Petapa Katak, tidak bisa mereka temukan di Konoha.

Hal itu tentu jadi masalah. Karena sang penulis novel sangat menuntut kesempurnaan dari hasil akhir filnya nanti. Jiraya tak mau melihat para penggemar setia dari novel Icha Icha, menjadi kecewa setelah menonton film yang tak sesuai dengan setting lokasi yang ada di novel.

Perlu diketahui jika, seri pertama dari novel Icha Icha itu. Mengambil setting di daerah Ibu kota Yukigakure. Tempat yang sangat dingin dan selamanya diselimuti oleh salju abadi.

Setelah melalui diskusi yang panjang dan menegangkan. Akhirnya crew film menyanggupi perpindahan lokasi syuting yang semula ada di ibu kota Konoha menjadi berpindah ke ibu kota Yukigakure.

Sialnya setelah lokasi syuting berpindah ke Yukigakure. Pemeran utama laki-laki dari seri Icha Icha mengundurkan diri karena ia tidak mau syuting ditempat yang dingin.

Dengan kepala yang pusing dan emosi yang hampir meledak. Mengingat deadline dari perilisan film sudah dekat. Dan pr Petapa Katak justru makin bertambah jadinya, yaitu : pembuatan kembali teaser video baru, spanduk, pamflet dan konferensi pers resmi. Dimana, Jiraya akan menjelaskan ulang alasan penggantian tokoh utama dari filmnya.

Kosongnya posisi pemeran utama membuat Jiraya akhrinya meminta bantuan dari teman lamanya yang tinggal di Yukigakure, untuk mencari pengganti dari pemeran utama laki-laki tersebut.

Teman lamanya Jiraya, yang juga membantu menyediakan lokasi syuting di Yukigakure malah merekomendasikan putra bungsu dari pemilik Kastil Shiroikabe untuk bermain di film Icha Icha.

Begitu sial nasibnya Jiraya, yang harus berurusan dengan pewaris Kastil Shiroikabe di Yukigakure. Karena kebetulan juga akan ada beberapa adegan yang akan mengambil gambar tempat di labirin kristal milik Kastil Shiroikabe. Maka Jiraya harus membayar mahal untuk penyewaan labirin kristal sebagai tempat syuting filmnya.

--

--

Masalah lokasi sukses teratasi!.

Ok. Kita tinggalkan masalah diatas dan kembali ke topik awal. Dimana pemeran utama laki-laki akan digantikan oleh putra bungsu pemilik Kastil Shiroikabe.

Jiraya harus berjuang!!

Untuk mendapatkan tandatangan kontak dari Namikaze bungsu itu, tidaklah mudah! Ada banyak sekali syarat mutlak yang harus ia penuhi.

Petapa Katak bisa saja mencari aktor lain untuk membintangi filmnya sebagai pemeran utama laki-laki. Namun untuk kali ini pilihan sutradaranya tidak bisa Jiraya tentang.

Sutradara muda : Itachi Uchiha, sangat menginginkan putra bungsu pemilik Kastil Shiroikabe yang bermana : Namikaze Naruto itu, sebagai pemeran utama.

Entah apa yang membuat Itachi begitu terobsesi oleh Namikaze muda itu. Yang jelas, Jiraya hanya baru mendengar kabar burung, jika Namikaze Naruto itu. Merupakan aktor elit yang paling berbakat di Yukigakure. Tapi namanya belum menyentuh pasar akting di ibu kota Konohagakure atau Sunagakure.

--

--

"Aku mau royalty yang tertera di kontrak, harus sudah dibayar lunas sebelum... Aku memulai syuting perdana untuk film Icha Icha mu itu!!"

Jiraya melongo menatap wajah datar penuh kesongongan dari remaja angkuh yang duduk didepannya.

"Tidak bisa! Kau harus tau, jika dana dari pihak rumah produksi terhitung baru seperempatnya saja yang keluar... Dari jumlah total biaya produksi film... Kontrakmu ini terdengar tidak realistis nak!"

Petapa Katak mencerca deretan kata yang tertulis di atas kertas yang Namikaze Naruto sodorkan.

"Itu syarat dariku... Semua orang sudah tau jika aku lebih senang mendapat bayaran dimuka daripada bayaran diakhir"

Ruangan yang menyerupai perpustakaan di Kastil Shiroikabe itu, seperti mengeluarkan asap yang kasat mata. Para penghuni yang didominasi oleh crew film mendesah pasrah dengan keinginan dari calon pemeran utama mereka.

Sedangkan diluar ruangan, para crew sebenarnya sudah ditunggu kehadirannya oleh para pemain film lainnya yang akan melakukan proses reading perdana mereka untuk seri Icha Icha.

"Itachi, kita tidak bisa melakukan ini. Jika semua uang dipakai untuk membayar Naruto.. Maka kita tidak bisa menyediakan property syuting yang harus dibeli dengan uang itu!" Bisik Jiraya kepada Itachi.

"Iya tidak apa-apa... Menurutku urusan property belum menjadi prioritas tuan Jiraya. Malahan kehadiran pemain yang lengkap akan mempermudah proses syuting saat ini"

Menguap sudah isi kepala Jiraya. Sutradara berbakat itu tak bisa di ajak bernego. Dan malah memihak kepada remaja angkuh yang besar kepala itu.

"Baiklah-baiklah... Jika semua sudah bersikeras, maka aku tidak punya pilihan. Aku akan mengabulkan permintaanmu sesuai dengan kontrak itu. Tetapi sebagai gantinya kau, Namikaze Naruto! Akan menjadi pemeran utama permanen untuk setiap sequel dari seri Icha Icha yang akan difilmkan!! Bagaimana kau setuju!???"

Naruto menyipitkan matanya, sedikit terkejut dengan tawaran negosiasi dari Jiraya. Ayahnya Namikaze Minato bahkan mengurungkan niatnya untuk menyesap cangkir kramik berisi seduhan kopi panas khas Yukigakure.

"Jadi, kau berusaha mengikat putraku?"

"Bukan mengikat tuan Minato, tatapi memberikan pilihan yang setimpal. Karena kami.. Tidak mau merugi dalam proses produksi film ini"

"Bagaimana Naruto?" Sang ayah kini menyerahkan keputusannya kepada Naruto.

"Aku mengajukan kenaikan royalty sebanyak empat kali lipat, disetiap seri Icha Icha yang akan aku bintangi.. Jika kau tidak bisa membayar dimuka, maka kita sudahi perbincangan menyebalkan ini!"

--

--

--

Di dermaga yang penuh salju ibukota Yukigakure.

"Hah... Dingin sekali!!!"

Seorang gadis menyeret kopernya ditengah tumpukan salju. Ia barusaja turun dari tumpangan kapal laut yang membawanya berlayar dari Konoha menuju ke ibukota Yukigakure.

Suhu yang dingin serasa menggigit tulang. Itulah yang dirasakannya. Tanpa perintah gigi-gigi nya bergemeretuk akibat tubuhnya yang tidak kuat menahan hawa dingin disana.

Meskipun dirinya sudah memakai jaket sangat tebal. Cuaca yang ekstrim disini seolah menguliti tubuhnya luar-dalam.

"Nona Sakura..."

"Ah, apa anda tuan Sandayu?"

Gadis itu menghampiri seorang pria berkacamata yang memanggil namanya. Kepulan embun yang terhembus dari hidungnya terlihat jelas ketika ia bernapas disepanjang jalan dermaga.

"Iya saya Sandayu. Mari ikut saya ke Kastil Shiroikabe.. Semua orang sudah menunggu anda disana"

"Baiklah semoga kita tidak terlambat"

--

--

Didalam Kastil Shiroikabe

"Ok. Sekarang langsung saja kita mulai briefing dan proses readingnya.."

"-Apa semuanya sudah dapat skrip filmnya?" Itachi berdiri ditengah-tengah para pemain film Icha Icha.

Sutradara kawakan yang khas dengan potongan rambut ekor kuda ditambah keriput pada wajahnya itu terlihat keren.

"Dimana Haruno?" bisik Itachi.

"Aku sudah menyuruh Sandayu untuk menjemputnya di dermaga. Gara-gara air laut yang tertutup es, kapal yang ditumpangi Sakura jadi terlambat sampai disini" Jawab Jiraya.

"Oh baiklah.. Aku pikir dia tidak akan datang."

"Wah ini deskripsi yang benar-benar mirip seperti yang dinovel.. Aku sungguh terharu bisa ikut membintangi film Icha Icha ini.. Jiraya-sama anda memang jenius!" seruan ditambah suara tangis haru yang lebay : Maito Guy membuat Jiraya mundur beberapa langkah. Orang itu terlalu ekspresif hingga Jiraya merasa takut ada didekatnya.

"Apa-apaan ini?"

Semua mata tertuju pada sosok remaja jabrik yang duduk ditengah-tengah barisan pemain dan crew film.

"Kenapa? Apa ada yang salah?? Apa copy-an yang kau dapat itu tidak lengkap???" cerca Jiraya.

"Di skrip yang kau berikan... Kenapa dialognya begitu sedikit! Dan apa ini! Kenapa adegan ciumannya ada di setiap lembar skrip yang kau tulis!!!!"

Jiraya menyeringai. Rupanya ia baru sadar jika remaja arogan itu sepertinya tidak tau isi dari novel Icha Icha yang ditulisnya. Dasar remaja polos. Mati kau sekarang hahahaha.. Nista Jiraya mengutuk Naruto.

"Kenapa terkejut begitu??? Itu benar kok. Tidak ada yang salah dari skrip yang kau baca itu wahai anak muda" Pria bermasker yang menyender penuh gaya di pojokan ruangan menjawab keheranan Naruto.

"Ini gila!!... Sebenarnya film apa ini?" umpat sang pemeran utama dengan nistanya.

"Wah sepertinya dia belum membaca novel Icha Icha yang legendaris itu.."

"Aduh polos sekali kau nak.. Jika kau keberatan. Biar aku saja yang menggantikan peranmu hm..???? Hahahaha..."

Godaan melayang deras ke arah Naruto. Remaja itu membanting skrip tebal yang ia baca tadi.

BRAKKK...

"Hei, hie.. Jangan emosian begitu..."

"Sudah terlambat bagimu untuk protes Naruto! Percuma.. Ingat kontrak kita!" itulah senjata andalan Jiraya dan Itachi untuk melawan dan mengancam Naruto.

Perlu pengerasan dan ketegasan agar bisa mengontrol remaja itu. Harga dirinya yang tinggi akan Jiraya injak-injak sampai gepeng. Yeaaahhh!

Puk!

Pria bermasker yang menjadi penyunting skrip bersama Jiraya. Mengetuk kepala jabrik Naruto dengan sebuah buku.

"Bacalah... Itu adalah seri pertama dari novel Icha Icha dan semua hal yang ada disana akan kau lakukan bersama pemeran utama wanita"

Wajah Naruto tertekuk. Ia mengambil novel yang Kakashi sodorkan padanya. Buku kecil bersampul orange itu kelihatan sudah sangat lusuh.

Beberapa menit kemudian, setelah yang lainnya selesai di briefing dan siap untuk syuting pembuatan teaser baru. Naruto terhentak dan segera berdiri dari duduknya.

"Buku laknat itu membuat kepalaku pusing!"

"Kau sakit???"

"Lebih buruk dari itu!"

"Kenapa?" Jiraya datang menghampiri Naruto.

"Hei kau! Apa Kau yang menulis semua ini?" nyalang Naruto.

"Iya.. Kau pikir siapa lagi" jawab Petapa Katak sambil menguap. Udara dingin membuat Jiraya mengantuk lebih cepat dari jam yang seharusnya.

"Kau pria mesum! ceritamu ini tidak lebih dari potongan-potongan film porno yang dikoleksi oleh temanku!.. Dan kau menyuruhku untuk memerankan tokoh seorang pria bodoh yang haus seks!???" Suara Naruto meninggi dibagian akhir.

Keheningan melanda tempat itu. Wajah keterkejutan semua orang terpatri hanya untuk Naruto.

"Itu memang novelku. Gendrenya memang begitu... Aku tau kau pasti akan cocok memerankan tokoh 'Naruto' yang kebetulan sama dengan nama aslimu" balas Jiraya dengan malas.

"Kau keparat!!.." Desis Naruto.

Hup!!...

Jiraya dengan cepat membekap mulut Naruto. Sebelum remaja itu mengoceh lebih banyak lagi.

"Stop. Stop. Stop!... Jangan berkata kasar lagi.. Aku tau kau akan menikmatinya nanti, ditambah pemeran wanitanya cantik dan seksi, akan pas untuk memuaskan nafsu seks dari tokoh 'Naruto' yang akan kau perankan"

"Azegdtatqialmznana!!..." Gerutu Naruto di balik bekapan Jiraya.

"Hehehehe.. Aku sudah tidak sabar melihatmu syuting untuk pembuatan teaser terbarunya besok."

Braasshhhh...

Semburan darah keluar dari hidung Jiraya. Pria ubanan itu sudah membayangkan live action dari hasil karya tulisannya.

Entah kegilaan apa yang akan terjadi nanti. Tapi semua orang yang ada malah bersorak untuk menyemangati Naruto.

--

--

--

.

.

.

.

.