KIDS
.
"Legend of the Tree House"
.
MEANIE + Soonyoung ver.
.
OOC, Kids mode On, Typo.
.
Kim Jong Soo 1214
.
Enjoy!
...
...
"Gyu...! Wonu...!"
Teriak Jeonghan dari dapur.
"Ya, Mama!"
Keduanya balas serempak.
Lari kencang dari kamar,
masih dibalut piyama.
"Kalian belum mandi?"
Jeonghan tatap lekat kedua putra kembarnya.
Balas gelengan sekali, serempak lagi.
"Kalian lupa, ya? Hari ini kan Mama ajak kalian kerumah Soonyoung."
Gyu berkedip polos, Wonu senyum perlihatkan gigi susunya.
"Gyu lupa..."
yang paling kecil menyahut.
"Wonu ingat, tapi jadi lupa gala-gala Gyu."
"Kenapa jadi Gyu?"
"Tidak apa-apa, hanya ingin belkata sepelti itu saja."
Jeonghan tabok keningnya.
Merasa aneh dengan percakapan kedua putra.
"Cepat mandi, Mama belikan hadiah jika kalian pintar mandi sendiri."
"Siap, Mama!"
Keduanya buru-buru lari lagi.
Kekamar mandi.
Mendengar kata 'hadiah', siapa yang akan menolak?
.
.
Gyu dan Wonu,
Miliki saudara sepupu yang begitu manis.
Namanya Soonyoung.
Pemilik pipi tembam dengan bentuk poni rata didepan.
Seperti batok kelapa.
Tapi makin lucu dengan mata sipitnya.
.
.
Wonu suka Soonyoung.
Suka mengerjainya.
Karena Soonyoung mudah sekali tertawa.
Tidak seperti Gyu,
sedikit-sedikit menangis dan minta cium.
Wonu kan kesal.
.
.
Apalagi Soonyoung miliki daya imajinasi tinggi.
Dia penggemar misteri.
Dan Wonu akan kerasan jika diajaknya berpetualang.
Tidak seperti Gyu,
yang akan merengek minta pulang jika sedang bersenang-senang.
Wonu kan jadi tambah kesal.
.
.
Gyu melipat kedua tangan didepan dada.
Duduk pada sofa bulu ruang tengah rumah Soonyoung.
Kaki pendeknya menggantung,
sepatu biru tak mau dilepas dari sana.
Bibirnya juga maju,
raut kesal yang begitu ketara.
Gyu sudah tebak,
jika Mama ajak mereka kerumah Soonyoung, pasti akan berakhir seperti ini.
Ditinggal sendiri.
Menyebalkan.
.
.
"Gyu tidak mau ikut main?"
tanya Soonyoung dengan muka polosnya.
"Gyu tidak mau ikut kalau mainnya hantu-hantuan."
Merengut.
"Gyu payah."
Saudara kembarnya mencibir.
"Kita main lego saja, ya?"
Mata Gyu berbinar.
"Tidak ah. Lego itu mainan anak kecil, tahu."
Eung... sepertinya Soonyoung tak sadar diri kalau dirinya juga masih kecil.
"Tapi Gyu ingin main lego. Mama sudah bawakan lho..."
Bujuknya setengah merana.
"Main kehalaman belakang lebih selu."
Wonu timpal secepat kilat.
Soonyoung tatap Wonu dengan muka ceria.
Tanda-tanda petualangan anehnya akan segera terlaksana.
"Youngie punya celita bagus tentang lumah pohon apel yang ada dihalaman tetangga. Bagaimana kalau kita kesana?"
Wonu angguk-angguk setuju.
Dengan senyum cerah tergambar dirautnya.
.
.
Gyu bukannya takut hantu, bukan.
Gyu hanya tak suka tempat gelap.
Dia sadar diri kalau kulitnya sudah gelap.
Kalau Gyu hilang, Mama pasti sulit menemukannya.
Kan repot.
.
.
Gyu lihat dua makluk pendek itu berjalan keluar rumah.
Kehalaman belakang lebih tepatnya.
Gyu komat-kamit tak jelas.
Kebiasaan Papa yang diturunkan padanya.
Selain Gyu takut gelap, Gyu miliki alasan lain.
Apalagi?
Tentu saja Wonu.
Gyu itu tak benar-benar menyukai Soonyoung.
Kecuali jika Soonyoung memberinya banyak cokelat dan permen bola-bola.
Selebihnya, Gyu menganggap makluk mirip marmut itu bagai benalu.
Eh?
Iya,
karena Soonyoung akan mencuri Wonu darinya.
Gyu tak suka.
.
.
"Jangan jauh-jauh. Nanti Mama mencali."
Gyu genggam tangan Wonu erat,
mencoba peringati.
"Tidak. Kan hanya disini saja, Gyu."
Wonu keras kepala.
"Tapi sudah tellalu jauh, Wonu."
"Belum jauh. Lumah Soonyoung saja masih tellihat."
Soonyoung angguk-angguk,
setujui ucapan Wonu.
Gyu hela napas panjang.
Percuma hentikan mereka jika sudah seperti ini.
Tapi...
Salahkan sifat isengnya.
Gyu miliki ide luar biasa.
.
.
Gyu tahu kelemahan Soonyoung.
Dia itu sok berani.
Padahal lihat lutut berdarah saja sudah menangis.
Dan itu yang menjadi kunci Gyu kali ini.
.
.
"Tunggu..."
Gyu kembali pegang tangan Wonu.
"Ada apa lagi, Gyu?"
Kesal Wonu.
"Sebelum kita pelgi ke lumah pohon itu, kalian halus dengalkan celita Gyu dulu."
"Hah?"
Soonyoung lebarkan matanya.
Tumben sekali Gyu mau cerita.
"Tentang apa?"
"Tentang Legenda Lumah Pohon."
Gyu buat rautnya meyakinkan,
hingga kedua makluk pendek itu penasaran.
Jarang-jarang sekali Gyu miliki cerita seperti itu.
"Menyelamkan, tidak?"
Soonyoung kepo.
"Sangat."
Gyu dramatisir kalimatnya.
"Wonu mau dengaaal!"
Kakak kembarnya kelewat semangat.
Ketiganya duduk diatas rumput,
bersila dengan manisnya.
Bocah-bocah balita.
.
.
"Dengal..."
Gyu mulai cerita.
"...Gyu pelnah baca buku tentang Legenda Lumah Pohon."
"Lalu?"
Soonyoung tak sabar.
"Disana ada dua saudala yang miliki Lumah Pohonnya..."
"...dulu bagus, tapi sudah lapuk kalena tak pelnah dikunjungi."
Wonu antusias.
Sepertinya cerita Gyu menarik.
"Suatu ketika, ada dua anak kecil yang penasalan dengan Lumah Pohonnya, meleka datang kesana."
"Sendilian?"
tanya Wonu.
Gyu anggukan kepala sekali.
"Anak yang lebih pendek bilang dia akan naiki Lumah Pohon lebih dulu untuk melihat keadaan..."
"...dan anak yang tinggi menyetujuinya."
Gyu tatap bergantian saudara pun sepupunya.
"Ia menunggu begitu lama..."
"...sangat lama!"
Gyu tekan kalimatnya,
supaya terkesan seram.
"Kalian tahu apa yang teljadi?"
Wonu dan Soonyoung geleng kepala.
Tak tahu tentu saja.
"Anak yang pendek tak pelnah muncul lagi..."
"K-kenapa?"
Soonyoung kian penasaran.
"Kalena ketika anak yang tinggi menatap keatas Lumah Pohon, tiba-tiba potongan tubuh temannya jatuh dali sana..."
Soonyoung lebarkan mata sipitnya.
Bulu kuduknya tiba-tiba saja berdiri.
Soonyoung anti dengan potongan-potongan tubuh.
"Gyu jangan belcanda~"
Wonu genggam erat lengan Gyu.
"Gyu selius, tahu."
ucapnya mantab.
"Dan pada malam-malam teltentu, potongan tubuh itu akan datang menemui siapa saja yang datang kelumah pohonnya."
Gyu lanjutkan cerita.
Lihat wajah Soonyoung yang sudah merah padam.
"Kalian tahu bagaimana wujudnya?"
Wonu geleng,
Soonyoung pun ikut geleng.
"Wajahnya..."
"...sepelti ini, WUAAAA!"
"Ahhhh... Mamaaa!"
Soonyoung lari kencang,
Sebab wajah Gyu yang dibuat seram.
Dasar hitam.
.
.
"Kau nakal!"
Wonu tabok kepala Gyu tak perasaan.
"Kalau tidak begitu, Wonu akan telus belsama malmut pendek itu. Kan Gyu kesepian."
"Ish!"
Beranjak,
tinggalkan Gyu yang nyengir lebar.
.
.
Tahu kan?
Gyu itu memang nakal.
Sengaja sekali menakut-nakuti Soonyoung.
Belum tahu saja,
kalau Soonyoung tak akan tinggal diam setelah ini.
.
.
Kkeut!
.
.
Yuhuuu~
Lagi pengen bikin cerita ringan.
Maka tercetuslah chapter dua. Kkkkk~
Kalau tak ada aral melintang, weekend post PANTOMIME
.
.
End?
