Tap… tap… tap… seorang wanita datang menemui ibiki dan mulai berbisik kepada dia, beberapa menit menunggu.
"Baiklah" gumam ibiki.
"Nomor 300 ikutlah dengan wanita ini keruang kepala sekolah" ucap ibiki.
"Ayo" ajak shizune sedangkan aku hanya mengikuti langkah kaki perempuan tersebut
MINNA-SAN, GIMANA KABAR PASTI BAIK DONG #PLAK.
ANE MAU MELANJUTKAN CHAPTER BERIKUTNYA NIH MAAF JIKA BARU …
*SELAMAT BINGUNG EH, SELAMAT BACA MAKSUDNYA"
DISCLAMER : CERITA PUNYA SAYA, TAPI PEMILIK KOMIK PUNYA MASASHI KISHIMOTO DAN SAYA MINJAM DULU CERITANYA …
(AUTHOR DIBACOK SAMA TAKUMI-SAN)
PAIRING : HINANARU X HANANARU
RATED : T+
GENRE : ACTION, SCI-FI, SUPER POWER, ROMANCE.
WARNING : OOC, EJAAN KADANG ADA YANG SALAH DAN TIDAK SESUAI, BANYAK KATA-KATA KASAR DAN MEMBINGUNGNYA SERTA TYPO.
CHAPTER 2 : MY STRENGTH IS MY SHIELD.
Aku berjalan menyisiri lorong ruangan kelas untuk bertemu dengan kepala sekolah. semua mata dari senior memperhatikan ku dengan tatapan yang bermacam-macam, tapi aku tetap berjalan dengan santai dan menepiskan pikiran yang tidak ingin kupikirkan. mengikuti asisten kepala sekolah tersebut, aku melihat senior kelas perempuan yang kutemui di ujian test sebelumnya dengan senyum kecil yang terukir diwajahnya membuat siapapun yang melihatnya akan nyaman dan senang, rambut ungu panjangnya yang halus ditambah dengan mata yang setenang aliran air sungai bermandikan bulan purnama ungu yang sangat indah. Aku pun lalu menepiskan pandanganku dan melihat kedepan kembali mengabaikan senyuman wanita tersebut.
SKIP TIME.
Ckret… cegh. Bunyi pintu yang dibuka oleh asisten kepala sekolah itupun memasuki ruangan bersama diriku. akupun hanya mengikuti orang itu masuk saja.
"Tsunade-sama, aku membawa dia" ucap shizune.
"Kerja bagus shizune, tolong tinggalkan kami sendirian, aku ingin berbicara dengan dia" ujar tsunade meminta kepada shizune untuk keluar.
"Hai" jawab shizune meninggalkan aku dan kepala sekolah.
"Sebelumnya maafkan aku karena sudah membawa mu kesini. Aku tak menyangka blaze mu bukan senjata tapi perisai mungkin kau orang satu dari seribu pengguna blaze berbeda, tapi kau tak keberatan kan jika kenyataan blaze mu seperti itu. Bisa kau tunjuk kan blaze mu itu padaku" ucap tsunade.
"Baiklah, Blaze" gumam ku mengambil perisai dalam tubuhku.
"Heh… perisai yang mengagumkan" ucap tsunade memegang blaze ku.
"Baiklah saatnya uji coba, kembalilah kelantai bawah" ucap tsunade menyuruhku kembali kelantai bawah tempat ujian masuk sebelumnya.
Aku pun hanya menurut kembali kelantai bawah.
SKIP TIME.
Sampai dilantai bawah aku pun dilihat oleh orang-orang seangkatan ku.
"Selamat buat peserta yang telah lulus di ujian pertama dan sekarang ujian kedua akan segera dimulai, peraturan nya mudah. Kalian serang lah orang yang berada didekat kalian dengan blaze kalian masing-masing waktu pertarungan lima menit, jika kalian bisa bertahan selama lima menit kalian menang dan-…"
"Eh…tunggu kenapa kami harus melakukan itu?!" ujar siswa A yang tidak setuju dengan aturan ujian tersebut
"Benar – benar?" jawab semua murid yang setuju dengan siswa A begitupun ucapan semua orang yang terkejut dengan pertarungan mendadak ini.
"Ini adalah aturan yang kubuat tidak ada yang boleh menolaknya dan jika kalian tidak saling menyerang kalian akan dianggap gagal jadi bersiaplah diposisi kalian masing-masing,kalian paham!" ujar tsunade tersenyum licik.
"Tch dasar licik!" batinku sudah curiga.
"Mulai!" teriak tsunade dengan tegasnya memberikan kode bahwa pertarungan dimulai.
Semua orang mengaktifkan blaze mereka masing-masing dan saling bertarung satu sama lain.
"Tch, apa yang dipikirkan kepala sekolah gila itu" batinku kesal melihat mereka saling menyerang satu sama lain.
"Oii kau, blaze milik mu bukanlah senjata, tapi perisai. ayo kita bermain sebentar. Aku ingin bermain denganmu, namaku inuzuka kiba" ujar seseorang menghampiriku dengan tato segitiga dimukanya.
"Hn, aku tak punya niat bertarung sama sekali, tapi jika kau memaksa ayo kita lakukan" jawabku tersenyum kecil.
"Blaze" teriak kami berdua bersama, memunculkan blaze kami masing-masing.
"Oh, blaze milik dia cakar besi" batin ku melihat orang itu.
"Kau akan kalah, hiiiaaat…" teriak pria tersebut berlari kearah ku mengayunkan blaze miliknya.
Traaang… wussh…sreeek. Aku pun terlempar mundur akibat serangan orang itu.
"Ugh, dia kuat!" batin ku sedikit kewalahan.
Trang… trang… trang… bunyi blaze yang saling beradu, pria tersebut terus menyerangku tanpa ampun sedangkan aku hanya dalam posisi bertahan.
"Ayo… serang aku, kenapa kau diam saja apakah kau sudah menyerah, kalau seperti ini terus kau hanya seorang pengguna blaze lemah.
"Diam" gumam ku menunduk kan kepalaku.
"Kenapa kau tak menyerang, apa karena blaze mu perisai jadi kau tidak bisa menyerang-…Huh?" kiba pun terdiam karena melihat diriku yang tiba – tiba menjadi berbeda.
"Aku bilang diam!" ujar ku memotong perkataan pria itu dengan memukulnya sangat kuat.
Buagh… wush…duar. Brak… tubuh pria tersebut pun tersungkur ditanah dengan parahnya.
"ARRGH… k-kekuatan apa itu, d-dia sangat kuat. Agh" ringgis kiba yang terluka dan akhirnya pingsan.
"Apa itu tadi, k-kekuatanku seperti melesat keluar dengan besarnya" batinku memandang tangan kanan ku sendiri dan tanpa sadar semua orang melihatku dengan heran nya.
TOOOOOT… bunyi alarm telah berakhir. pertarungan kami pun selesai dan menyisahkan seratus lima puluh orang peserta dari tiga ratus peserta.
"Selamat atas keberhasilan kalian, mulai dari sekarang kalian akan menjadi tentara pilihan yang akan menyelamatkan dunia ini, selamat datang diakademi konoha high school para exceed" ujar tsunade memberikan tepuk tangan kepada para murid-murid baru yang diikuti semua guru dan penguji.
Semua siswa dan siswi senang karena pertarungan mereka membawakan hasil yang baik, tapi tidak denganku, yang masih kurang kuat. Tanpa kusadari bahwa ada seseorang yang mengawasiku dari lantai atas dengan tatapan khawatir ke diriku.
SKIP TIME.
DIRUANGAN KELAS.
Kami semua berada dikelas untuk menerima pengarahan dari kepala sekolah kami, sampai akhirnya datanglah wali kelas kami.
"Konnichiwa, selamat buat kalian yang berhasil lulus. Namaku Maito Guy, mulai dari sekarang kalian akan menjadi orang yang kuat dan gagah sepertiku, jadi kalian harus seperti aku. Ok…cliing" ujar wali kelas dengan pose memamerkan deretan gigi yang bersih dan putih.
"Gurunya gak normal" batin semua murid termasuk diriku.
"Aku ingin memberitahu kalian terlebih dahulu soal ujian tertulis kalian dikelas ini, orang yang mendapat nilai terbaik dikelas ini adalah Haruno Sakura diperingkat tiga, Uchiha Sasuke diperingkat dua dan yang terakhir diperingkat satu adalah Uzumaki Menma" ujar guy didalam kelas.
"Kalian bertiga memiliki hak untuk memilih partner yang berada dikelas ini secara bebas atau dengan kelas manapun, tapi karena kepala sekolah mendapatkan seorang siswa yang spesial maka kebijakan itu tidak digunakan untuk angkatan ini saja. Aku akan memberikan sedikit pengarahan sedikit kepada kalian semua. Setiap siswa yang duduk disamping kalian akan menjadi rekan kalian selama masa pendidikan 6 bulan sebelum menuju medan perang sebenarnya. Kalian boleh bertukar dengan orang lain jika kalian mau, tentunya kalian harus bisa berteman baik dan bisa bekerja sama, kalian mengerti, aku akan memberikan waktu 10 menit… dimulai dari sekarang!" lanjut guy tersenyum sambil duduk dikursi guru dan membaca buku.
BEBERAPA DETIK KEMUDIAN.
"Heh… apa – apaan itu!" ujar semua siswa dikelasku terkejut atas pengarahan wali kelas kami yang tiba-tiba.
"Heii.. tukeran ya denganku" ujar siswa a.
"Boleh, jadilah rekanku" ujar siswa b.
"S-sakura-san, jadilah rekan ku ya" ujar lee dengan semangat yang tertera nama dikartu siswanya.
"Gomenasai, a-aku tidak bisa soalnya sudah dengan dia" jawab sakura menolak dengan lembut.
"Aaah… tidak mungkin" batin lee ditolak oleh sakura.
"Ne… Sasuke-kun, jadilah rekanku ya…ya" ucap gadis berambut kuning ekor kuda.
"Tidak…tidak denganku saja, sasuke-kun" ujar gadis berambut merah memakai kacamata.
"Sumimasen, tapi aku sudah satu tim dengan sakura, jadi aku minta maaf" ujar sasuke dengan nada yang sedikit tenang.
"Heh…tidak mungkin" gumam Karin dan ino sedih.
"Ne…menma-kun satu rekan yah denganku-…" mohon siswi c.
"Tidak denganku saja" ucap siswi d memotong perkataan siswi c.
"Warui,… carilah rekan yang lebih baik dariku saja" jawab ku tersenyum tanpa arti dan mengambil headset untuk mendengarkan musik lalu menidurkan diriku dengan kedua tangan didepan meja.
"Heh…kenapa?"gumam para teman-teman yang ingin mengajak ku untuk bergabung satu tim tapi aku menolaknya membuat mereka menyerah mengajak ku dan mencari rekan yang lain.
"Sejak kejadian itu, aku tak pernah ingin menjadi tipe orang yang banyak bicara, meski saat ini aku bersama semua teman-teman baruku, tapi sebagian kepribadianku selalu menolak dan ingin sendiri. Aku yang sekarang diakui sebagai exceed, tapi… menyebalkan mereka hanya memanfaatkan status dan pengalamanku saja untuk terlihat hebat disemua orang" batin ku kesal.
SKIP TIME.
"semua orang sudah memiliki partner rekan masing-masing, lalu sekarang kalian beristirahatlah untuk aktivitas-… tunggu, kau yang berambut kuning mana rekan mu, eto… Uzumaki-san" Tanya guy.
"Aku sendiri" jawabku malas.
"Jika kau tidak punya rekan kau akan kesulitan untuk menjalani setiap tugas. tujuan sekolah ini dibuat rekan adalah untuk bekerja sama dan saling memperkuat blaze kalian, tapi jika kau tetap bersih keras aku tidak bisa memaksanya" ujar guy pasrah menjelaskan kepadaku.
"Lalu isilah angket ini, kalian punya waktu 2 hari dari sekarang, jika kalian tidak cocok dengan rekan kalian atau tidak menyukainya kalian bisa bertukar dengan orang lain, kalian paham" ucap guy memberikan angket.
"Hai" jawab semua murid mulai meninggalkan ruangan kelas dan masuk keruangan kamar masing-masing yang sudah tertera disetiap brosur tersebut sesuai absen mereka semua.
MALAM TIBA.
Semua orang beristirahat karena aktivitas pertarungan sebelumnya, tidak dengan ku yang duduk dibangku taman menikmati bintang-bintang malam.
"Kamu belum tidur?" Tanya seorang gadis berambut indigo mendatangiku, membuatku tersadar dari lamunan dan mencari asal suara.
"Seragam senior kah"batin ku menebak.
"Belum, a-ano…kalau begitu aku permisi senpai, jaa-…"
"Kamu tidak memakai nama asli mu, aku melihatmu menolak kekuatan blazemu, lalu kamu menolak satu tim dengan orang lain, sebenarnya apa yang kamu pikirkan?" tebak hinata membuatku terkejut lalu terdiam.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin sendiri saja" jawab ku tenang dan mulai pergi kembali.
"Hoh… kamu memang pria yang menarik bagaimana kalau kita coba bertarung!" tawar gadis senior itu.
"Bertarung?, aku tidak mau bertarung untuk saat ini dengan anda senpai, jadi aku minta maaf, mungkin lain kali saja" jawab ku mulai pergi kembali.
"Heh,.. kamu benar-benar orang yang angkuh ya uzumaki menma atau bisa dipanggil namikaze naruto-kun, anak dari namikaze minato-san dan uzumaki kushina-san. Apa aku benar" ucap gadis tersebut masih membaca buku duduk ditaman dan membuatku berhenti melangkah.
"Bagaimana kau tahu nama asliku?" Tanya ku dingin.
"Tenang saja aku belum memberitahu yang lain, aku ingin mengajukan suatu persyaratan, jika kamu menang kamu boleh melakukan apapun terhadapku dan aku akan memberitahu semua informasi tentang semua yang ingin kamu ketahui disekolah ini maupun diluar dinding ini, tapi jika aku yang menang kamu harus menjadi rekan ku dan membantuku untuk suatu misi tertentu yang ingin aku jalankan, bagaimana Na-mi-ka-ze Na-ru-to-kun?!"tawar senpai ku mendekati diriku yang masih terdiam dan memeluk ku dari belakang tanpa memberitahuku.
Aku pun berpikir dan memutuskan dengan segera.
"Baiklah aku terima tawaran mu" jawabku tegas.
APA YANG AKAN TERJADI SETELAH INI APAKAH NARUTO AKAN MENANG MELAWAN HINATA…
SAMPAI JUMPA DICHAPTER BERIKUTNYA, JAA….
