Ok, Langsung saja
Here We Go…
Disclaimers : Masashi Kishimoto sensei
Rated : T
Warning : OOC, gender bender, gaje, alur kecepatan , typo(s), Copy-Cat and etc
DON'T LIKE, DON'T READ
Ghost Story: Sasuke's Brother
Chapter 2
By Minerva · in Fanfiction Anime, fanfiction Indonesia
~Tapi sedikit saya edit ^^~
Pada pagi hari yang riuh ramai itu Sasuke baru saja melangkahkan kakinya bersama Sakura menuju kampus mereka tercinta yang penuh dengan berbagai Dosen dari yang waras hingga nggak waras dan dari yang sinting hingga gila pun ada di sini. *Ini kampus ato rumah sakit jiwa ya?*
Purple line let me set on my world (my world)
Dare mo arui takoto nai this way
Yume wo negai de ikikita wo shikashi tsusuketeru
Jibun rashiku My Progression
Tsuyoi kimochi wo motte koedemiseru
Jonetsu no purple line
*Jiaaaah ringtone Sasuke nggak kalah keren dari Sorry Sorry punya Naruto*
"Halo?"
"Sasukeeeee…" suara cempreng terdengar hingga membuat Sasuke menjauhkan kuping dari hp-nya.
" Hn, Baka Aniki. Ada apa nelpon-nelpon aku?" kata Sasuke dengan nada tidak suka yang kentara sekali.
"Jiaaaah, sopan dikit sama kakakmu yang ganteng ini.."
'Aish! Cuih-cuih! Batin Sasuke dalam hati.'
"Ya udah, to the point aja. Ada apaan nelpon?"
"Aku mau nge-kost di tempatmu nih. Boleh kaaan? Aku dapet beasiswa di UK. Hehehehe…"
Sasuke mengeluh dalam hati. "Terserah." jawab Sasuke.
"Ok! dua hari lagi aku sampe di tempatmu. Dari Suna ke Konoha tuh jauh tauuu!"
"Yah, kakak jangan alay dong! Kan nggak sampe segitunya kaliii!" ucap Sasuke yang mulai eneg ngomong sama kakaknya.
"Ya udah, dadaaaah Sasukeeee!"
~tut~
"Aish! Cuih-cuih-cuih!"
"Kenapa lu Sas? Kek abis di telpon banci kaleng aja." tanya Sakura.
"Hah, banci kaleng? Lebih parah dari itu." jawab Sasuke. Sebenarnya Itachi bukan banci, malah sifatnya jauh dari cewek. Tapi overprotective-nya sama adeknya tersayang itu udah keterlaluan sangat, mirip emak-emak yang ngurus anaknya yang bandel mana Itachi narsisnya selangit lagi. Makanya Sasuke ogah banget kalo di telepon kakaknya.
Sasuke yang baru pulang pukul delapan malam, dikarenakan dia kerja di kafe pulang dengan muka bete. Dan ketika ia akan menuju kamarnya, dia mendengar suara piring yang beradu sama sendok. Sasuke yang takut ada maling atau apa pun dengan cepat menuju dapur.
Dan betapa tercenganngya ia ketika melihat Itachi sedang mengambil piring untuk dia makan. Masa untuk Akamaru sih, kan Akamaru udah ada jatahnya. *Author: Getok* Ok ok, lanjuuut.
"Kak Itachi!" ucap Sasuke nyaris histeris.
"Hai Sasuke! SURPRISE!" ucapnya lalu memeluk Sasuke erat-erat.
"Uhuk…lepas Aniki! Nyesek nih!" kata Sasuke. Itachi melepaskan pelukannya dari adiknya itu. "Bukannya Aniki bakal datangnya dua hari lagi?"
"Hehehehe… kakak Cuma pengen kasih kamu kejutan aja kok." ucapnya sambil cengar-cengir.
"Ya udah. Aku mau kekamar dulu kak!" jawab Sasuke.
"Ok!" balas Itachi. Sasuke menatap kulkas yang tertera beberapa note untuk para penghuni lain.
Makanan ada di tudung, kalau mau makan ambil aja, tapi jangan di abisin semua. Aku ada kuliah malem. Kalo pengen yang anget, panesin sendiri!
Sakura
Haloooou, bagi siapa pun yang datang ke rumah lebih awal. Tolong kasih makan Akamaru, gue ada siaran mendadak nih. Ya, ya? Please! Jangan sampe kalian nelantarin dia kalo kalian nggak mau di bantai sama gue.
Kiba
Dua pesan yang di tempel oleh Sakura dan Kiba membuat Sasuke berhenti sejenak di depan kulkas. Sasuke males banget kalo buat panasin makanan, akhirnya dia memutuskan menunggu Sakura pulang. Nah kalo Akamaru, urusannya lain. kalo di bantai Kiba, lebih baik jangan sampai. Soalnya dia pernah ngeliat Lee di gigit rabies oleh Kiba. Hiiiiy!
Sasuke pun terpaksa harus memberi makan Akamaru. Ketika ia menaruh makanan Akamaru pada tempatnya yang sudah licin *Akamaru rakus juga ya?*. Setelah itu Sasuke pun mencari anjing putih mini itu.
"Akamaru!" panggil Sasuke, ketika terdengar gonggongan anjing di ruang makan Sasuke menghampiri sang empu-nya suara, yaitu Akamaru.
"Akamaru!" panggil Sasuke.
"Sasuke, singkirkan anjing ini. Dia dari tadi nyalak terus di sini. Mengganggu makan malamku tau!" gerutu Itachi.
"Hn!" balas Sasuke. Setelah ia menyeret Akamaru ke depan makannya, Akamaru pun diam dan memakan makanan itu. Setelah melihat Akamaru makan dengan khusyu, Sasuke pun berjalan menuju kamarnya. Tapi, ia tercengang ketika di dapatinya ruang makan itu gelap.
Di dalam kegelapan, ia dapat melihat Itachi duduk sambil memeluk kakinya dan gemetaran. Sasuke yang merasa ada sesuatu yang tidak beres, segera menghampiri kakaknya itu.
"Aniki kenapa?" dan tiba-tiba Itachi memeluk adiknya masih gemetaran.
"Takuuut. Takuuut!" lirih Itachi.
"Hah? Takut kenapa Aniki?" tanya Sasuke. Dan Itachi menunjuk ke ruang tengah yang ada TV gede. Sasuke yang berjiwa penasaran menghampiri ruang tengah yang terang benderang itu. Betapa kagetnya ia ketika melihat Itachi sedang duduk di sofa ruang tengah sambil mengutak-atik sebuah tanktop_ralat laptop.
Sasuke bengong. Kalo yang di sana Itachi, terus yang tadi duduk di ruang makan siapa?
"Oi Sasuke! Ngapain bengong di sana? Ke sini dong. Mau liat foto-fotoku selama di Suna nggak?"
"Ah, eh…." Sasuke bingung mau jawab apa. Dia menengok ke ruang makan dan Itachi yang ketakutan tadi sudah tidak ada. Lenyap entah kemana. Akhirnya Sasuke dengan was-was menghampiri Itachi yang duduk di sofa.
Dan lalu Itachi menunjukkan foto-fotonya bersama teman-teman Akatsuki-nya pada Sasuke. Hingga tiba-tiba bel rumah berdering. Sasuke pun beranjak untuk membuka pintu. Dan di dapatinya Naruto, Gaara, Sakura, Shikamaru, Kiba dan….
Itachi?
Muncul di depan pintu Rumah Ceria.
"Sas, ni kakak lu ya? Tadi kami ketemu di jalan. Katanya dia pengen ke sini, jadi bareng deh." ucap Kiba.
"SURPRISE! Aniki udah ada di sini!" Itachi memeluk Sasuke yang berdiri dengan pandangan tidak percaya.
"Sas, kok diem? Aniki lo itu. Nggak kangen apa?" ujar Naruto heran.
"Kalo ini Kak Itachi, terus yang di dalem tadi siapa ya?"
"HAH?" mereka ber-enam kaget.
"Aku baru nyampe kok. Dan, tadi ketemu di jalan sama Kiba. Lagian aku juga baru tau ini rumah kalian. Waaaah, luas juga ya?" puji Itachi sambil menatap berkeliling.
BRUKKK!
"Kyaaaaa, Sasuke pingsan!"
teriak Sakura.
"Sas! Oi, Sas! Bangun!"
~FIN~
Saatnya
*REVIEW*
