Kuroshitsuji Punya Yana Toboso

cuman 'mainin' plotnya, dan mungkin efek samping stress. Jangan salahkan saya yang amatir ini oke?

Terima kasih kepada lagu Kagayaku sora no shijima ni wa.


. . . .

Aku melangkahkan kaki sambil membopong sesosok tubuh kecil di pangkuanku. Aku tersenyum kepadanya dan dia hanya menunduk dengan wajah yang memerah. Aku tidak tahu apa yang dipikirkannya, tapi sepertinya dia tidak kelihatan gelisah sama sekali.

Gugurkan mawar sedih perlahan di genggaman

Kucoba merendam semua apa yang akan terjadi, tetapi aku tidak bisa. Pikiranku terlalu penuh dengan sesosok tubuh ini. Sebentar lagi semua akan berakhir, ya semua akan berakhir. Peluh yang anak ini rasa akan menghilang segera, aku telah melakukan tugasku dan aku meminta imbalannya untuk ini.

Jiwa...

Ya jiwa , . .aku meminta imbalan jiwa anak ini. tapi kenapa aku merasakan sesuatu yang aneh? Aku bisa merasakan kepedihan yang amat dalam, aku merasakan ketidakrelaan anak ini mati.

Aku sudah sampai di tempat tujuanku, tempat yang anak ini pinta, tempat dimana kami bisa melihat matahari terbenam dan kini sudah saatnya.

"Sebastian" mata biru itu melihatku dengan tatapan, entah apa. Marah? pasrah ? atau takut?

"ya bocchan?"tanyaku dengan senyuman tipis agar dia tidak mengggapku pedofil wajah mesum lagi. Dia tidak merespon, hanya kesunyian yang menyapa, yah ini lah saatnya. Saat dia akan menutup mata, menghentikan nafas untuk selamanya, menghentikan kerja organ tubuhnya, dibekas reruntuhan ini, aku tidak peduli. Dia bersinar dengan senyuman yang pertama dan terakhir kali ini aku melihatnya as his own private butler.

Bola mataku berubah menjadi warna kemerahan, dan siap untuk memulai makan malam.

memori kenangan tiga tahun itu mulai menari-nari dibenakku, memperlihatkan kejadian-kejadian yang sangat tidak biasa sebagai manusia biasa. bukan? sebagai iblis kelaparan. pikiranku kembali pada kegaduhan yang dibuat para 3 pelayan idiot, bocchan yang marah, bocchan yang cemberut, bocchan yang kesal, bocchan yang bersemu merah, bocchan yang mati.

Tidak ada yang bisa menggantikan kenangan lama ini, biar saja menguap seperti kepulan asap hilang oleh angin. Akan ku buat nisan yang indah untuknya, akan ku petik mawar untuknya, akan ku rangkai mawar untuknya, akan ku kuliti jasad tubuhnya ini, Ciel Phantomhive.

padahal dia masih muda.

akhirnya, setelah 3 tahun menjadi seorang pelayan, aku bisa memakan makanan yang aku yakin lezatnya pasti melebihi jiwa manapun. Aku mendekatkan wajahku, rasanya hangat sekali pipinya dan sebelum wajahku mengenai beberapa centi dari wajah lembutnya...

"CUT! CUT! CUUUUUUUUUT! Bagus sekali Sebastian, BAGUZ! Hari ini kita sukses besar!" Alois memberikan applause meriah disertai isakan tangis lebaynya

Yah, kami sedang pembuatan kuroshitsuji season II yang di co-sutradai oleh Alois Trancy, bocah ingusan.

Fin

setelah resmi mengakhiri pembuatan debut film ini, Mata Alois mengikuti pergerakan Claude di seberang sana, membersihkan noda kotor tangannya karena memberi makan burung kuning itu. Burung kuning dengan paruh yang sangat aneh.

Salah seorang kru mendatangi Alois "ada apa?" tanyanya, tangan Alois menjauhkan perkamen jadwal miliknya dengan kesal "bawakan aku sangkar burung, jebakan tikus atau apapun sekarang!" dengan nada kesal. Enggak terima dirinya diduakan oleh burung.

"apa hebatnya burung kuning itu dibanding gue?!"

Tanyakanlah kepada Soal Ujian Nasional yang bersinar terang.

Fin


Uki heeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeii thanks mau read cerita ini :3 hanya ini yang bisa aku lakukan sebelum hibernasi sebentar lagi ,hehe maaaf kalau serba kekurangan banget T^T enggak sengaja jalan-jalan difolder fanfic lusuh milikku ternyata... aku belum menulis lagi :3 domo, hatur nuwun supportnya :')