Chapter: 21
Pulang
Balas Reveiw dulu ya….
Chikara kyoshiro : Makasih! Gak ush panggil kak aku'kan juga pendatang baru. Panggil Hikaru-chan aja (ngarep *plakk* )
Chihiesen : Ehehe, sori yaw motongnya pas SAIINO, batre laptopku abis si hehehe, lama ya nunggunya?
Karinuuzumaki : OK deh, sori ya! Maklum, author baru. Mudah-mudahan yang berikutnya ini lebih baik :-)
Schneeglocke : Thanks reviewnya, ntar kubuatin SasuNaru deh!
Yoona Furukawa : Yang penting kamu nge-rivew udah bikin seneng kok, thanks
Summary : Kalau perjalanan pulang Neji bisa jadian sama Tenten, Sakura bisa mendeteksi perasaan Sasuke padanya, bagaimana dengan SAIINO, SHIKATEMA, dan NARUHINA? Silahkan lihat dan reviem, flame juga diterima
YAP! Langsung ke cerita!
INO's POV
Buset, keren banget ni cowok! Aku baru tahu ada cowok yang lebih cakep dari Sasuke (pdhal cakepan Sasuke *plakk!* digampar sama Sai Lovers) wah aku ga bakal puas kalo belum liatin muka dia seharian.
"Maaf ya."
Buset cakep banget, apa dia terlihat khawatir untukku? Senangnya….
"Hey? Kau baik-baik saja? Mau kuantar pulang saja?"
Beneran ya dia mau nganter aku pulang? Ugh! Dari tadi aku speechless mudah-mudahan aku bisa jawab.
"Eh, ngg… a… aku baik kok… a…ku ju…juga salah. Ino, Ino Yamanaka."
Wah, kenapa cara bicaraku jadi mirip Hinata sih? Eh! Kenapa tanganku terasa dipegang oleh sesuatu yang lembut ya dari tadi? Oh, ternyata tanpa menunggu jawabanku yang susah payah kuucapkan itu dia sudah lebih dulu menggandengku lembut dan menaikkanku ke MoGe-nya, memintaku naik. Dia pun melingkarkan tanganku ke pinggangnya. OMG! Aku ga sabar mau kasi tahu temen-temenku yang lain….
INO's POV END
SHIKATEMA
TEMARI's POV
Sumpah tadi kok aku sempat minta dia nganter aku ya? Ugh! Bisa-bisa aku dianggap cewek agresif! Payah! Tapi, kenapa ya aku bisa suka sama Shikamaru yang pemalas itu (*wakh* dipukul Shikamaru)?
SHIKAMARU's POV
Nie cewek kenapa ya? Tumben-tumbenan ngajak pulang bareng tambah lagi sekarang dia ngeliatain aku terus dengan tampang aneh.
DEG… DEG… DEG…
Buset, kenapa aku bisa Deg-Degan gini dilihatin sama dia? Nggak mungkin aku suka sama dia. Atau? Atau aku aja ya yang nggak paham sama perasaanku sendiri? Kami-sama jawab aku… Fyuh… sampe juga dirumahnya. Eh, tapi dia kok masih ngelihatin aku ya? Harusnya dia turun.
"Temari."
"Eh-Uh, Ya?"
"Kita sudah sampai."
"Oh, makasih. Bye."
Aku bisa liat mukanya yang memerah itu meski dia buru-buru masuk rumah, dia tambah manis. WEITS! Apa kubilang tadi? Manis? OMG kayaknya aku suka beneran nih sama cewek satu ini.
"Aiishiteru."
Apa yang kukatakan tadi? Oh tidak, dia dengar tidak ya? Mudah-mudahan tidak, toh dia sudah masuk rumah dari tadi lagipula aku bilangnya pelan-pelan kok.
SHIKAMARU's POV END
Tanpa disadari Shikamaru, Temari mendengar apa yang dikatakan Shikamaru tersebut sebab sebenarnya Temari masih melihat Shikamaru dari jendela kamarnya yang dekat dengan ruang tamu.
NARUHINA
Naruto dan Hinata sudah sampai di kediaman Hyuuga, Seorang perempuan bermata Indigo dan berambut keunguan (Berambut? Kayak apa aja) keluar dari mobil berwarna Orange ditemani Pemuda dengan rambut jabrik berwarna kuning dan dengan mata biru sebiru batu Sapphire.
"Daah Hime-chan!"
"Hi… Hime?"
"Iya, kamu'kan putri keluarga Hyuuga."
"Ta… tapi pelayan keluarga kami juga memanggilku Hi… Hime."
'Sialan, aku sama kayak pembantunya, gapappa'lah ngeles aja.'
"Itu bukan sekedar 'Hime-chan' tapi itu nama kesayanganku buat kamu. Selama aku suka kamu, kamu akan menjadi putri di hatiku."
Kata-kata itu sukses membuat Hinata memerah, Naruto yang tidak peka malah mkendekati Hinata yang sukses membuat Hinata tambah merah dan kaget. Jantungnya dag-dig-dug tak karuan sampai akhirnya "BLUGH!" Hinata pingsan dengan sukses di pelukan Naruto yang masih sempat menangkapnya sebelum Hinata jatuh. Tepat saat itu juga Neji datang lalu menatapnya dengan tatapan deathglare.
"Apa yang kamu lakukan pada adikku, hah?"
"Ne.. Neji, ini tidak seperti yang kau bayangkan!"
Dengan susah payah Naruto menceritakan ceritanya lalu tiba-tiba Neji tertawa, Naruto sangat kaget, dia belum pernah melihat Neji tertawa sepuas itu. Neji tertawa dengan sangat keras membuat Hinata bangun, menyadari dia ada di pelukan Naruto muka Hinata kembali memerah lalu segera kabur masuk rumahnya.
"Tak heran Sasuke memanggilmu Baka, BAKA! Huahaha"
'Dia yang gila, atau aku yang gila? Atau jangan-jangan yang gila authornya? Sudahlah! Lebih baik aku pulang saja.'
SAIINO
INO's POV
Wah, cowok ini selain keren juga baik gak kayak Sasuke yang dingin! Eh, kok aku jadi banding-bandingin dia sih sama Sasuke? Jangan-jangan ini yang namanya 'Love at First Sight?' eh, udah sampe sini wah, berarti tinggal sebentar dong kesempatanku bareng dia ugh! Ah iya, dia'kan ga tau rumahku jadi aku buat lewat jalan yang muter-muter aja dah!
INO's POV END
Ino terus menerus membuat Sai muter-muter sampai bensin Sai habis. (NAH lho Ino! Makannya jangan suka usil! *plakk!* ditampar Ino. Ternyata mereka sudah dekat dengan rumah Ino lalu Ino menagajak Sai kerumahnya. Kemudian merekapun duduk bersama dan Ino sibuk menyedot bensin motor kakaknya buat dikasihin ke Sai. (Ceritanya Ino punya kakak namanya Deidara tapi disini tidak diceritakan) Ino dengan sukses memindahkan bensinnya lalu ia meminta maaf dan menceritakan yang sebenarnya dengan rasamalu yang teramat sangat.
"Oh gitu, kamu gak begitu slah sih soalnya sebenarnya aku juga mau lebih lama sama kamu, apa ini yang namanya 'Love at the first sight?'" kata Sai sambil menunjukkan senyum khasnya.
"Eh hehehe… Aku Ino kelas 3 IPA 1, kamu?"
"3 IPA 1 juga, kebetulan ya. Aku murid baru disini baru tadi pendaftarannya. Eh, aku pulang dulu ya Ino."
Sai pun pulang, Ino sangat tidak sabar untuk bertemu dengan teman-temannya dan menceritakan kejadian tersebut maka Ino menelpon teman-temannya untuk bertemu di Taman Konoha jam 7 nanti.
Jam 7 di Konoha Park…
Ino datang dengan semangat ke tempat itu, saking semangatnya dia datang jam 6 sore. Dia merutuki temannya yang baru pada datang satu jam kemudian.
"Eh kok baru datang sih?" kata Ino manyun
"I… Ino-chan tapi i… ini baru jam 7."
"Eh, iya! Maaf! Duduk, duduk!"
Ino kemudian menceritakan semua yang dialaminya demikian juga Sakura, Hinata, Temari dan Tenten sampai larut malam kemudian mereka pulang ke rumah mereka masing-masing. Dan ternyata mereka semua tidak langsung tidur, mereka masih tenggelam dalam pikiran masing-masing membayangkan pangeran idaman mereka.
Wah, ternyata belum berubah banyak, malah jadi tambah parah n Gaje uh ya udah yang (masih) mau setia tau ending nie cerita tunggu Chapter berikutnya YAKK…. (ALAY banget)
