Kyungsoo's Surrender (REMAKE)
HunSoo Version
.
.
Original Story Sarah's Surrender
by. Lydia Chance
.
.
Cast :
Sehun
Kyungsoo (GS)
Other Cast (Temukan sendiri ^^)
.
.
Genre :
Romance, Mature
.
.
Bab 1
.
.++.
Oh Sehun memasukkan buku check ke dalam saku belakang jeans nya lalu berbalik dan berjalan meninggalkan petugas administrasi sekolah. Dia bersumpah, orang berikutnya yang meminta uang kepadanya akan merasakan kemarahan terbesarnya. Ketidaksabaran menyebabkan tambahan lonjakan emosinya yang sudah melonjak. Apakah orang baik di Duluth, Texas percaya bahwa dia telah membagikan kekayaannya? apakah mereka berpikir dia menyimpan jutaan kekayaan itu hanya untuk dirinya dan tak pernah mengamalkannya sedikitpun? Dia memberikan semua yang baik dan sangat murah hati. Tapi jelas, itu tak cukup dan penduduk kota selalu datang dengan cara-cara baru yang lebih baik untuk menghabiskan uangnya. Hanya untuk bulan ini saja, dia telah mengeluarkan uangnya untuk cafetaria baru bagi gereja pembatis lokal. Gereja yang tak pernah dia datangi dan tak pernah berniat untuk dia datangi. Dia telah mendanai pembangunan sayap baru dari ruang pribadi gedung di sebuah klinik yang akan terus menaikkan tingkat perawatan di sebuah rumah sakit kecil. Dan baru saja pagi ini, Dia telah menulis sebuah check yang bernilai cukup besar untuk memberikan ipad versi terbaru kepada setiap murid di sebuah sekolah. Apa yang harus dia lakukan dan harus dilakukan dengan cepat adalah membangun sebuah yayasan untuk orang di wilayah ini dan mempekerjakan seseorang yang kompeten untuk menjalankannya, dengan demikian dia akan dibiarkan sendiri dan meminimumkan interaksinya dengan orang.
Dia mengakui sepenuhnya bahwa dia adalah orang yang tidak bersosialisasi. Dia terus terang tidak menikmati bersosialisasi dengan orang. Tak perduli dengan kerumunan orang, tidak suka pembicaraan basa basi atau sejenisnya.
Dia menyimpan hampir semua hal untuk dirinya sendiri. Pembantunya yang membelikan kebutuhan bahan makanannya, Dia melakukan semua transaksi perbankan secara online. Dia seorang penyendiri dan dia suka seperti itu. Dia punya satu alasan kenapa harus mencari teman dan hanya satu alasan. Alasan itu adalah seks. jika dia tak memiliki sebuah dorongan seksual yang merajalela, dia mungkin bahkan tak akan pernah merasa perlu untuk meninggalkan peternakan miliknya.
Tapi dia akan selalu memiliki libido yang sangat aktif, dan saat dia menunjukkan mukanya di kota, seseorang atau lainnya akan selalu mengejar uangnya. Masalahnya adalah dia menghabiskan hidupnya di sini dan cerita kesuksesannya telah berkembang dan menyebar secara luas. Orang mengenalnya baik karena melihatnya secara langsung atau lewat reputasinya.
Dia melangkah dengan lebar melewati tempat parkir sekolah dan membuka pintu mobil truknya. Saat dia menarik diri dari sekolah dan menuju ke kota, pikirannya berada di cara yang paling cepat untuk mendirikan sebuah yayasan. Dia benar-benar tak keberatan untuk membagikan uangnya; ini hanya masalah berhubungan dengan orang dan banyak sekali detail yang membuatnya gila. Dia tak ingin diganggu dengan hal itu lagi. tapi semakin dia memberikan kontribusi untuk beberapa penyebab atau lainnya, biasanya hanya untuk menyingkirkan seseorang, semakin menyebar bahwa dia adalah orang yang bisa menolong suatu urusan.
Pikirannya fokus kepada masalahnya, Dia masuk ke dalam salah satu dari hanya dua pom bensin yang dimiliki oleh kota kecil Duluth dan diam sampai ke samping pompa diesel. Dia turun dari truk 4x4 miliknya, memasukkan debit card ke dalam slot dan mulai mengisi bensin ke dalam tangki pertama dari dua tangki yang dimiliki truknya.
Sebuah mobil masuk ke sisi lain dari pompa bensin dan seorang wanita keluar. Dia seorang wanita dengan tinggi rata rata dan badan rata rata dan hanya itu yang dapat dia amati karena pompa bensin berdiri diantara mereka. Dia tidak mengenali model sedan model lama ini, dan berpikir wanita ini hanya numpang lewat saja di kota dan bukan penduduk lokal.
Pompa berbunyi klik, menandakan tangki pertama miliknya penuh lalu dia memindahkan mulut pompa ke tangki lainnya. Dia menarik tuas sehingga pompa akan mengisi secara otomatis lalu dia masuk ke dalam toko serba ada untuk membeli sebotol air.
Dia membuka tutup botol, meminum setengahnya lalu berjalan kembali menuju truknya.
Dia harus berjalan melewati wanita yang ada di pompa, dan sangat jelas terlihat wanita itu mengalami masalah. Diam-diam mengutuk orang yang tidak kompeten dan wanita pada khususnya, dia berhenti dan memaksa dirinya untuk bicara pada punggung ramping saat dia tiba di belakang wanita itu. "Butuh bantuan?" suaranya kaku dan terdengar pendek karena jarang bicara dan tidak membantu sama sekali bahkan untuk dirinya sendiri.
.
.
.++
Do Kyungsoo menekan terus menerus tuas pompa dan berusaha untuk membuatnya memberikan suara klik yang menandakan pompa siap untuk mengisi tangkinya.
Tidak Beruntung.
Dia mengigit pipi bagian dalamnya, memasukkan credit card ke dalam kantong bagian belakang celananya, dan menyadari bahwa dia harus berjalan dengan malu ke dalam toko dan mengatakan dia tidak bisa membuat pompanya bekerja. Dia hampir mengerang dengan keras. Dia benci gagal mengisi bensin. Setiap pom bensin sepertinya berbeda; setiap pompa memiliki pikirannya sendiri. Kenapa dia bisa mengontrol kelas yang berisi remaja-remaja yang sulit dikendalikan saat mengajar persamaan kuadrat, akan tetapi dia tak bisa membuat pompa bensin sederhana bekerja?
Dia baru saja akan menggantung mulut pompa kembali saat dia mendengar suara yang dalam, kata-kata yang hampir menjijikkan datang dari belakangnya. Mana yang akan lebih buruk? kembali ke dalam toko dan mendengarkan instruksi yang bersungut-sungut dari petugas toko lalu kembali kemari dan mungkin gagal lagi? atau menerima pertolongan dari pria yang suara dalamnya itu menyampaikan bahwa dia tak lebih dari seorang wanita dungu.
Dengan dua pilihan di dalam pikiran seperti itu, dia membalikkan badannya dengan anggun untuk berhadapan dengan pria itu, yang memang dia telah hakimi lebih dulu melalui nada suaranya. Begitu dia membalikkan badannya, Pria itu berdiri tepat di depannya, dan matanya mendarat di dadanya lalu perlahan lahan pandangannya berjalan menuju wajahnya. Dia hampir berhasil untuk mengontrol nafas yang mencoba untuk meninggalkan tenggorokannya. Pikiran pertamanya adalah sangat disayangkan seorang pria seperti ini tidak memiliki sopan santun. lalu, Bukankah mereka semua seperti itu? Bukankah semua pria yang berada pada level yang sama seperti ini tahu bahwa mereka adalah karunia Tuhan untuk para wanita? dan bukankah mereka semua begitu manjanya hingga berpikir bahwa mereka bisa menjalani hidup dengan bersikap sekasar mereka mau dan tidak berusaha sekecil apapun untuk bersopan santun? atau bahkan dia berpikir dengan menawarkan bantuan dia melakukan tugasnya. Tugasnya, anggukannya untuk kebaikan terhadap manusia.
Benar. Pria ini tidak terlihat seperti ia memiliki tulang yang baik di suatu tempat di dalam tubuhnya. Tubuh indahnya yang sulit dilukiskan. pria ini baik baik saja, tidak ada yang patut dipertanyakan. Dan juga tidak ada pertanyaan bahwa pria ini juga menyadari hal itu. Dia merasa pertahanannya mengingatkannya dan otot-ototnya menegang saat dia mencuri beberapa detik untuk mempelajari pria ini. Ia tinggi, dengan bahu yang lebar yang dia pakai di dalam postur kaku, yang membuat dia bahkan tampak lebih tidak bersahabat dari nada suaranya dari caranya berbicara. Tubuhnya ramping dan berotot, dengan kepadatan yang solid yang menjeritkan kekuatan dan kemampuan. Pria ini memancarkan aura kepercayaan diri yang keluar darinya dalam gelombang arogan.
Melihat kematanya, Nafas Kyungsoo kembali tertangkap dalam goresan warna yang berasal dari gelap, bola berkilau. Matanya begitu coklat gelap, hampir hitam, dan dia begitu tak nyaman melihat pria ini secara langsung, sehingga pandangannya dengan cepat meninggalkan matanya dan beralih pada detail wajahnya yang lain. pria ini memiliki kulit susu, dan warna putih pada wajahnya yang berasal dari matahari hanya menambahkan kehitam-hitamannya. Dia memiliki dagu tajam terpahat dan alur kembar yang mengurung mulutnya. Ada garis mengkerut di dahinya diantara mata dalam bentuk V, dan seperti terpahat secara permanen di atas kulitnya. Itu ketidaksempurnaan tunggal di wajahnya, jika tidak pria ini benar benar tampan sempurna, dan itu ditambahkan ke dalam maskulinitas yang melekat padanya. Rambut coklatnya dipotong pendek akan tetapi ciuman matahari pada rambutnya menyorot dengan begitu banyak variasi yang hampir terlihat seperti rancangan salon. akan tetapi dia tahu salon tidak bisa melakukan itu. ia bukan tipe pria yang pernah masuk ke dalam salon sebelumnya. Dia yakin tukang potong rambut professional yang ia datangi hanya tukang cukur rambut biasa.
Kulitnya ditarik dengan kencang oleh tulang pipinya dan struktur tulangnya diperbesar oleh matanya yang gelap. Benar benar wajah yang begitu tampan, tidak ada yang sensitif mengenai itu. Pria ini tak diragukan lagi merupakan sesuatu yang dipikirkan tuhan di dalam pikiran-Nya ketika dia menciptakan seorang "pria". Walaupun wajahnya begitu sedap dipandang, bukan sedap dipandang dengan cara yang bisa digambarkan dengan cara feminin. Ia tidak ayu, dan ia tidak cantik. Dia memiliki wajah pria, dengan dahi yang luas dan hidung tumpul yang terlalu besar.
Untuk beberapa saat dia berpikir seperti apa pria ini saat dia masih kecil. Ia pasti telah menjadi anak yang suci, mungkin hampir polos karena dia belum memiliki "ketampanan" nya. Anak pria yang neneknya akan memberikan komentar.
Bahwa seperti itulah seorang anak pria harusnya terlihat. Seorang anak pria. Tidak ayu seperti anak wanita. Dan lalu, seorang anak pria seperti ini lah yang akan tumbuh menjadi seorang pria. Semua pria. Murni maskulin tanpa satu ons pun yang akan melembutkan tepi kepriaannya. Semua hal ini berputar di pikirannya yang kabur saat ia melihat kearah pria itu. Pandangan di wajahnya memperlihatkan seolah-olah dia hama yang ingin ia lumatkan sehingga ia tak akan perlu terganggu lagi. Ia tidak tersenyum. Ia tidak menawarkan penghiburan dalam bentuk sopan santun yang sederhana atau bahkan kesabaran. ia begitu kaku sehingga ia tampak seperti granit, seperti ia sebuah batu. Beberapa kata yang ia ucapkan kasar, tidak fleksible, Kebandelan di matanya bagai batu, diisi dengan kilatan keras kepala yang mengirimkan perasaan dingin ke tulang belakangnya.
Sarafnya menjadi kaku dan ia mengetahui, tanpa ragu, ia tidak menginginkan bantuannya. Ia lebih memilih pergi tanpa membeli dan mungkin kehabisan bensin daripada menerima bantuan dari pria ini. Ia bahkan tak ingin berdiri dekat satu detik lebih lama lagi dengan pria ini dari yang seharusnya dia lakukan. Dia menelan ludah dan melangkah satu kali ke samping pria ini saat ia menjawab sesingkat saat pria itu bertanya "Tidak, terima kasih ".
Tubuh pria ini menghadangnya begitu tiba-tiba dan dilakukan dengan mulus sehingga ia tak percaya dia melakukannya. Matanya memandang dengan sedikit kepanikan.
"Nona, Kau membutuhkan pertolongan, Betul kan?" Kali ini ia bicara dengan nada yang sedikit lebih baik. Ia memiliki perasaan pria ini bisa melihat ke dalam dirinya dan mengetahui ia telah menempatkan sarafnya ke tepi rasa ketidaknyamanan dan berusaha untuk memperbaikinya.
Ia harus menjawab pria ini dengan cepat sehingga ia bisa pergi dengan cepat, tapi ia bukan orang yang kasar dan orang yang tak perduli dengan konfrontasi apapun. Ia hanya ingin melalui ini dan mendapatkan bensinnya dan kembali ke jalan " Ya, tapi sepertinya Anda terburu-buru dan saya tidak ingin mengganggu."
"Itu tidak masalah, Sayang".
Suaranya turun satu oktaf saat dia melemparkan botol air minumnya ke dalam jendela truknya dan berjalan ke depan, perubahan tajam pada sikapnya tidak membuat Kyungsoo melupakannya begitu saja. Fakta bahwa ia memanggilnya "Sayang" dengan suara yang lebih lembut dan ketidaksabaran yang dia radiasikan awalnya yang sekarang tampaknya telah menghilang hanya mempunyai satu arti dari dua kemungkinan. Dia mungkin sekarang memiliki pemikiran lain dari sikap kasarnya tadi dan kemudian menyesalinya atau dia memiliki pandangan yang lebih baik padanya sekarang dan menyukai apa yang dia lihat.
Ia berani bertaruh sampai dollar terakhirnya bahwa yang terakhirlah yang benar. Oh tentu saja, pria yang berdiri di depannya ini bisa menjadi seorang manipulator ulung jika dia menginginkannya. Dan saat dia tak menginginkannya? Baik, lalu "persetan dengan hal lain di dunia ini" mungkin adalah moto hidupnya.
Tapi saat ini, pria ini memandang padanya seperti bensin bukan satu satunya hal yang ia ingin pompa.
Bajingan. Dia bisa tahu pria ini; itu sudah pasti. Ia bukannya tak paham seperti apa penampilan dirinya sendiri. Menurut pendapatnya, penampilannya oke, cantik setidaknya - sangat cantik tentunya tidak, walau dia tak pernah kekurangan kencan atau teman pria. Akan tetapi saat ini mereka berdiri di dalam pom bensin sepi di kota kecil di tengah hamparan luas wilayah dimana seorang wanita lajang tidak lazim ada di sana. Sehingga dia bukan saja menjadi aroma sedap hari ini akan tetapi mungkin menjadi satu satunya aroma yang tersedia untuk beberapa mil persegi. Dan dia merupakan aroma baru.
Tatapannya turun ke jari manis pria ini, tak ada cincin di jarinya bahkan tak ada garis putih yang menandakan disitu pernah ada cincin. Saat ia me-reset pompa bensin dan dengan sedikit usaha saja pompa mulai mengisi mobilnya, dia dengan enggan memberi sedikit nilai pada pertolongannya. Setidaknya ia tak tampak seperti tukang selingkuh atau orang yang sombong.
Sehun bersandar pada mobil wanita ini dan mengisi tangki mobilnya sepelan mungkin sementara tubuhnya memberikan peringatan seksual penuh. Darah mengalir dengan cepat ke pangkal pahanya dengan begitu sengit sehingga dia harus menjepit dirinya. Dia memandangnya lagi sekilas sementara perutnya tergulung dalam gulungan murni dari nafsu.
Da tak pernah melihat wanita ini sebelumnya, Jika dia pernah, Dia akan ingat pukulan di dalam perutnya saat dia melihat matanya dan mengendus bau dari aromanya. Dia ingin menendang pantatnya sendiri karena telah membiarkannya melihat ketidaksopanannya beberapa saat lalu. Dia telah kasar, dia tahu itu, dan sekarang Ia berdiri sejauh mungkin darinya dan ia bersikap begitu penuh kesopanan yang meneriakkan bahwa pertahanannya terhadap dia sudah disiagakan.
Ini menempatkan dirinya di belakang bola 8. Akan tetapi dia tak akan membuang waktu membuat hal itu memperlambatnya.
Dia hanya memiliki tiga pikiran di dalam otaknya. Siapa wanita ini, Dimana dia tinggal, dan seberapa cepat kemungkinannya dia bisa mendapatkan wanita ini telanjang dan horizontal di atas permukaan datar? Perasaan-perasaan ini mengalir dalam aliran darahnya yang elemental; tak lebih dari biologis, reaksi kimia padanya yang membengkakkan pangkal pahanya dan membuat darahnya terpompa lebih cepat. Dia dapat mengenali perasaan ini dengan cepat. Dia ingin bercinta dengannya. Tidak lebih tidak kurang.
Dia mendorong pelan-pelan tekanan di tuas pompa untuk lebih memperlambat pengisian bensin kemudian melihat kearahnya "Darimana kau berasal?" Lidahnya tiba-tiba keluar dengan cepat saat ia menjilat bibirnya, Dia merasa aliran panas lain mendesis di tulang belakangnya.
"Top Hill." Suaranya lembut saat ia menyebut nama kota kecil sekitar 30 mil sebelah barat laut. Dia telah mengetahui aksen texasnya, tapi dia merasa begitu lega bahwa ia masih berada dalam cakupan berkendara dengan mobil dan tidak mungkin 500 mil atau lebih.
Dia akan tidur dengannya. Itu adalah kepastian. Ada satu alasan yang masuk akal dan satu satunya alasan kenapa dia tak akan bisa tenggelam di dalam dirinya. Dan hal itu adalah jika ia memiliki suami. Kemarahan melilit pikirannya. Kebingungan sementara menerpanya bahwa dia bereaksi sangat cepat dan keras, tapi kemudian dia mengenyahkan kebingungan itu dan kembali fokus padanya lagi.
Mata wanita ini tak mau bertemu pandang dengannya, dan dia memandang wanita ini dengan kefrustasian yang terbangun di dalam dirinya. Dia tak bisa menunjukan satu hal pun darinya yang menarik bagi dirinya; akan tetapi wanita ini benar-benar menarik dia. Wanita ini memiliki tinggi rata-rata, badan rata-rata, ukuran puting payudara yang rata-rata, dan mukanya juga sama, rata-rata. Tapi saat semua itu digabungkan menjadi satu, entah bagaimana, ia menjadi wanita paling sexy yang dia pernah lihat dalam waktu yang lama.
Gigi depannya bersatu dalam cara yang paling memikat, bibirnya begitu penuh, yang bisa dia pikirkan hanya mulut dan gigi putih itu terbuka untuk menerima penisnya.
"Kau menikah?" dia mendengar suara serak dalam nada bicaranya saat dia memotong untuk mendapatkan dan menuntut jawaban atas pertanyaan yang paling penting dalam pikirannya.
Dia bisa melihat nadi di leher wanita ini bergetar saat dia mengambil nafas dan lalu melangkah mundur beberapa langkah dalam kekagetan yang nyata sekali pada pertanyaan mencoloknya. Wanita ini menggelengkan kepalanya dengan cepat dan memandang matanya sebentar lalu dengan cepat mengalihkan pandangan pada angka tampilan digital pada pompa. " Kenapa begitu lama?"
"Kau yang jelaskan padaku kenapa Sayang" Dia mengatakan dengan nada menantang yang tak bisa dia sembunyikan dari suaranya. Dari pengamatannya yang tajam dia mengenali kekagetan yang menyebar pada air muka wanita ini, tapi wanita ini tetap diam dan berdiri canggung di belakang mobilnya.
"Siapa namamu?" dia tekun untuk mendapatkan informasi darinya sebelum transaksinya selesai dan ia pergi meninggalkannya. Dia sudah mencatat nomor kendaraannya, dan dia tak ragu, kepolisian berhutang pertolongan cukup banyak padanya sehingga dia akan bisa mendapatkan informasi tentangnya. Akan tetapi dia ingin wanita ini memberikan sendiri informasi dirinya atas keinginan pribadinya.
"Kyungsoo" dia menjawab dengan cepat dan tidak memperjelas.
Perasaan terganggu menjalar kedalam tulang belakangnya bahwa wanita ini harus membuat dia mengorek informasi dari dirinya. "Nama belakang?" dia bertanya dengan ringkas.
"kenapa?" ia bertanya dengan skeptis yang membuat Sehun menggertakkan giginya. Sejak kapan dia harus memaksa hanya untuk mendapatkan nama seorang wanita.
"Hanya berusaha ramah tamah Kyungsoo"
"Aku menghargai anda membantu memompa bensin, akan tetapi aku mohon maaf jika aku harus mengatakan bahwa Anda orang asing dan - "
Dia memotongnya "Kita tak harus menjadi orang asing, pernah mendengar orang yang berusaha untuk saling mengenal?"
"Aku tak melihat itu perlu dilakukan" Sehun meletakkan tuas pompa kembali dan memutar tutup tangki gas mobilnya. Dia mengambil struk pembayaran yang dikeluarkan mesin dan memasukkannya ke dalam saku. Saat mengeluarkan tissue dari mesin dan membersihkan tangannya, dia tetap menempatkan dirinya diantara Kyungsoo dan mobilnya, dan hal itu mencegahnya untuk mencoba pergi.
Dia melemparkan tissue ke dalam keranjang sampah dan segera berjalan menuju kearahnya. Dia tak pernah malu terhadap wanita. Dia selalu pergi mengejar apa yang dia inginkan dan dia menginginkan yang satu ini saat ini.
Dia sampai dihadapannya dan mengangkat dagunya dengan satu jari. "Hal ini sangat perlu. Siapa nama belakangmu?" Dia mendesak.
Kyungsoo menyentakkan dagunya darinya, dan menolak permintaannya dengan permintaannya sendiri, "berikan struk pembayaranku". Ia menjulurkan tangannya, telapak tangan ke atas, dan menunggu kertas struk.
"ini bukan struk pembayaranmu, siapa nama belakangmu?" Dia mengambil tangannya yang terjulur dengan tangannya dan mempelajari telapak tangannya yang memerah dengan mengerutkan dahi.
"Apa maksudmu? Aku menginginkan struk pembayaran itu" ia bermaksud untuk menarik tangannya kembali akan tetapi dia menahannya.
"Ini struk pembayaranku, Debit cardku, Struk pembayaranku. Siapa nama belakangmu?" Dia kembali memandang wajahnya dan melihat keraguan sebelum dia mengalihkan pandangan ke dada feminin nya yang sesak dengan pergolakan.
Kyungsoo terkejut. Apakah dia telah begitu mengacaukan pikirannya sehingga ia tak sadar dia telah menggunakan kartunya sendiri? Dan kenapa pula dia mau membayar untuk pembeliannya? Ini gila.
"Engkau tak boleh membayar bensinku!"
Sehun memandangnya dengan seksama. "Baru saja aku membayarnya, Say" Dia mengklarifikasinya dengan jelas, ingin terus berlanjut. "Siapa Nama Belakangmu?" Dia tak ingin menyerah. Dia tahu dia terdengar seperti anjing yang tak ingin melepaskan tulangnya, tapi dia menginginkan informasinya dan dia akan mendapatkannya.
"Kau gila. Bensin itu seharga lebih dari 50 dollar" kejengkelan bersamaan dengan kekaguman mewarnai nada suaranya.
"Ya benar" Dia menyetujuinya "Siapa nama belakangmu?"
Permintaannya diikuti oleh kesunyian dan kegelisahan memanaskan darahnya. Dia begitu amat sangat menginginkannya dan sekarang penolakannya untuk memenuhi apa yang dia butuhkan darinya hanya membuat dia makin tertarik.
Tubuhnya menegang oleh wajah tenang pemarah darinya dan realisasi bahwa dia tidak bisa melewati hambatan yang ia ciptakan. Ia akan memberikan informasi yang dia inginkan; mereka selalu memberikannya. Ia mungkin tampak ragu-ragu sekarang, tapi segera setelah ia menemukan betapa dalam kantongnya, ia akan merubah suaranya.
Dia tetap memegang tangannya sementara dia meletakkan jari-jari tangannya melewati sisi wajahnya dan dia merasakan kehalusan pipinya. Tubuhnya mengeras dan tanpa ragu ia akan menyentakkannya lagi darinya, akan tetapi sisa kekagetan dari perbuatannya yang bersedia membayar bensinnya memberikannya beberapa menit tambahan sebelum ia lari.
Dia bisa saja mempererat kesepakatan dan mengatakan padanya siapa dia sebenarnya, karena semua orang di lima wilayah daerah sini mengetahui siapa dia. Yang dia inginkan darinya hanya satu, semakin cepat semakin baik. Jika ia tidur dengannya hanya karena dia lebih kaya dari dosa, kenapa dia begitu perduli? akan tetapi dia ragu untuk mengatakan padanya, tantangan yang ia hadirkan menyerang ke dalam darahnya, Itu panas tambahan yang membuatnya tergoda untuk terus bermain dengannya.
Dia memutuskan untuk mencoba kembali tanpa mengungkapkan identitasnya. "Kau mungkin benar untuk tidak mengatakannya padaku, aku mungkin saja seorang pemerkosa atau seorang pembunuh. Bagus untukmu Sayang. Jadi bagaimana kita harus mengakhiri hal ini?" Nafasnya tersentak dan ia menggelengkan kepalanya.
Dia merasa terganggu dengan penolakannya akan tetapi melanjutkan untuk merayunya. "Orang bertemu di berbagai tempat Kyungsoo" Dia sengaja menggunakan namanya untuk membangun keintiman diantara mereka. "Engkau tidak menikah, aku juga tidak. Jadi kita bertemu di pom bensin. Bagaimana aku bisa bertemu denganmu lagi jika kau meninggalkanku sekarang tanpa petunjuk apapun."
Kyungsoo benar-benar tercengang. Tak pernah dalam jutaan tahun hal seperti ini menimpa dirinya. Sekolah baru saja selesai untuk libur musim panas, dia menyetir sebegitu jauh dari Dallas dan yang dia inginkan hanya sampai di farm dan bisa tidur dengan lelap sebelum dia harus menghadapi masalah yang alam sadarnya tidak ingin lepaskan.
Tapi pria ini menghalangi jalannya.
Dia pernah bertemu tipe seperti ini sebelumnya. Dia bahkan pernah menikahinya saat dia masih lebih muda. Tapi dia tak akan pernah begitu bodoh lagi untuk berhubungan dengan pria seperti ini lagi. Tidak. Dia sudah memiliki hidupnya yang secara utuh telah terencana. Dia memiliki seorang pria yang baik di Dallas yang perduli padanya dan memperlakukannya seperti putri. Tidak ada alasan untuk mengguncangkan kapal itu. Pria seperti ini benar-benar diluar perhitungan.
Bukannya Sehun ingin terlibat dengannya. Kyungsoo juga tidak sebodoh itu. Atau naif. Kyungsoo tahu apa yang dia inginkan mulai dari cahaya redup dimatanya sampai caranya memenuhi ruang geraknya.
Saat Kyungsoo tetap berdiri di depannya, pikiran Kyungsoo berpacu, dia samar-samar menyadari sebuah mobil memasuki pom bensin. Dari sudut matanya, dia bisa mengatakan bahwa itu sebuah mobil patroli polisi. Kedatangan orang baru ini sama sekali tidak mengganggu pria yang sekarang berdiri di hadapannya. Kyungsoo tahu ia mengenali mobil ini karena ia mengalihkan matanya dari dia untuk beberapa detik dan melihat ke arah mobil itu. Akan tetapi ia tidak kaku, tidak bergeming, tidak memperlihatkan dia sedang melakukan hal yang salah atau abnormal. Jadi mungkin Ia bukan seorang pemerkosa. Ia hanya seorang player (ahli merayu wanita). Dan ia sedang mencoba mempermainkannya.
Polisi keluar dari mobilnya dan dengan santai melangkah "Apa kabar Sehun".
pria itu menyapa Sehun yang tetap memegang tangannya tak melepaskan pandangan darinya saat ia menjawab "Baik Sam".
Saling menyapa dengan simple, santai dan to the point. Tapi itu menyampaikan beberapa hal kepadanya. Walaupun pria yang sedang memegang perhatiannya ini berpakaian jeans yang sangat tidak bereputasi dan sepatu bot yang lecet, akan tetapi dia dipanggil dengan nama pertama oleh polisi lokal. Dan ia dipanggil Sehun.
Hal itu memberikannya banyak perasaan aman yang dia butuhkan dan saat ini dia hanya ingin berlalu darinya secepat yang dia bisa.
"Do Kyungsoo". Dia menjawab pertanyaannya yang telah ia tanyakan sejak tadi padanya dengan tujuan agar ia damai sehingga dia bisa pergi.
Pada jawabannya, senyum pelan pelan melintasi mulutnya dan bukannya membiarkannya pergi, sepertinya malah memberikan efek berlawanan saat tangan yang tadinya menggenggamnya kini terbuka dan jari jarinya terjalin dengannya memegangnya dengan genggaman yang lebih erat. "Tidak begitu sulit kan ?"
Telapak tangannya yang kasar menyentuhnya dan getaran yang dalam dari kata-katanya yang diucapkan dengan pelan-pelan mengirimkan sedikit aliran panas ke perutnya. Dia dengan cepat mengenyahkannya dengan mengatakan pada dirinya sendiri bahwa dia hanya seorang manusia, lagipula, dan ia tanpa diragukan lagi adalah pria paling menarik yang pernah berada sedekat ini dengannya semasa hidupnya hingga kini.
Akan tetapi itu tidak berarti dia menginginkan untuk melakukan sesuatu dengan itu atau memiliki alasan untuk melanjutkan hal ini lebih jauh lagi. Dia mencoba untuk menarik tangannya darinya. "Begini saja, saya akan mengambil tas saya dan memberikan uang tunai pada Anda untuk bensin tadi"
"Tidak"
"Ini tidak benar, aku tidak tahu siapa kamu-"
"Kita bisa memperbaiki hal itu dengan cepat. Kita bisa menepi dan minum secangkir kopi."
Saat ia mengatakan pelan-pelan kata-katanya dengan aksen selatan, aksen yang sangat mengingatkan pada Matthew McConaughey, yang mengirimkan aliran panas ke perutnya, dia mengindikasikan hampir tak terlihat, lewat memiringkan kepalanya, restoran, tepat di seberang jalan dari tempat mereka berdiri sekarang.
Tentu saja tidak mungkin dia pergi minum kopi dengan pria yang tidak dia kenal. "Tidak, aku tidak bisa, aku-"
"Tentu kau bisa, apa yang begitu penting hingga kau tak bisa berhenti dan memberikan 10 menit waktumu?"
Ia bertanya dengan suara serak benar-benar berlawanan dengan ibu jarinya yang membelai punggung tangannya.
Kyungsoo mengambil nafas panjang dan mengatakan sesuatu yang akan mengakhiri selingan kecil ini.
"Aku sudah bertunangan."
.
.
.++
TBC
.
Hi aku update Chapter pertama ya,.
OhYa nih. Mungkin beberapa dari kalian kemarin ada sempat baca Salah satu Review di FF remake ku yang Chansoo, Soal aku hoby Post FF Remake untuk cari Review..
Aku mau jelasin ya,, ^^
Pertama Aku hanya ingin berbagi novel yang menurutku bagus, karena aku hoby baca, lagipula aku sama sekali tak merubah apapun dari karya itu hanya nama karena ini FanFiction, dan kalau aku Gak hargai atau plagiat aku gak bakal nyebutin nama Penulis aslinya..
Aku sudah bilang kan di beberapa FF ku, kalau Remake hanya selingan sambil nyelesaiin FFku sendiri, gak ada maksud apapun. Kalaupun aku nulis "JanganLupaReview", setidaknya kalian reader pasti ada juga yang author kan jadi ngerti maksudku nulis itu. ^^
Setidaknya kita disini ingin tahu apa reader suka atau tidak dengan FF yang kita post sebagai masukan, kritik, saran dan apresiasi...
Hell! Satu lagi ya. Kalau bilang remake tinggal ganti edit sana sini coba aja loe edit buku novel yang tetralogy bahasa spanyol trus loe ganti ke indonesia. Bayangin otak loe pusing kagak?
Belum lagi typo yang bertebaran, pliss don't just jugde me. TT
If you don't like it just close #Done
#MaafyaCurhatGini ^^
.
.
Kalau memang menurut kalian terlalu nyampah aku ngepost FF Remake, bilang aja ya biar aku hapus semua FF remake di work Ffn ku..
Jujur kemarin agak nyesek aja baca Review itu, padahal aku gak cuma post FF remake, yang asli FF ku juga aku post padahal
Huhuhu TT
.
Terimakasih ya buat semua yang udah Review untukku atau FF yang udah aku post..
Terima kasih ^^
.
.
.
SEKALI LAGI MAAF YA.. AKU JADI CURHAT OHOH.
TT NesyaRera TT
