Rated : T
Genre: Friendship/Hurt
Disclamer: Bleach adalah milik Tite Kubo, dan cerita ini adalah milik saya.(^-^)/
Pairing: always! IchiRuki!
Author's Note: Untuk pembaca, saya ingin mengatakan kalau cerita ini di ambil dari sudut pandang Rukia.
Warning: OOC gila! EYD tidak sempurna! Dll, dsb, etc...
Saya ingin mengucapkan terimakasih untuk para pembaca yang sudah membaca fic saya ini dan juga para reviewer saya berterima kasih sekali karena sudah mereview fic saya! Jangan pernah bosan untuk membaca dan mereview fic saya ya?
Saya ucapkan SELAMAT MEMBACA DAN JANGAN LUPA REVIEW~!
BAD FEELING
Akhirnya hari ulang tahun sekolah tiba dan ini artinya lomba membuat kue tart itu sudah dimulai dari sekarang! Huft agak susah juga membuat kue bertingkat, awalnya kami harus membuat kuenya dulu baru kita menghiasnya katanya sih nilai dekorasi kue juga penting dan soal rasa kami tidak perlu menghawatirkannya karena soal memasak serahkan padaku dan Renji pasti dijamin pasti kelompok kelas kami menang. Setelah satu jam kue kami sudah siap dan inilah tahap untuk mendekorasi kue, aku mengolesi kue dengan krim putih sedangkan Ichigo dan Renji membuat garnis dari buah-buahan lalu Orihime sedang membuat krim lain dengan warna berbeda yang aku butuhkan, garis selesai Renji mulai menaruh garnis di atas kue yang sudah aku hias dengan krim berbagai warna, di tingkat pertama di pinggir kue ditempeli buah kiwi yang dipotong tipis dan bagian atasnya diberi buah strowbery yang sudah dibentuk bunga lalu Renji juga menambahkan buah anggur yang sudah dibelah dua dan ditata seperti batu yang ditumpuk dan kue yang di tingkat ke dua kebanyakan didekorasi Ichigo, kulit jeruk yang dikupas melintang ditambahkan di pinggir kue dan membiarkan kulit jeruk itu bergelantung dan di atas kue diberi buah belimbing yang ditata melingkar di tengah kue diberi bebagai macam buah buahan yang sudah dipiting kecil-kecil, kue bikinan kami memang penuh dengan buah-buahan yang menggambarkan musim panas yang menggila.
"Hm bagaimana menurutmu?" tanya Renji padaku.
"Kue tart yang meriah " kataku sambil memperhatikan kue tart kami yang sudah selesai.
"Menurutmu kita akan mendapat juara ke berapa?" Renji melepas clemeknya.
"Hm kalau juara satu mungkin tidak ya?" aku melipat tanganku ke depan.
"Jangan terlalu menghayal! Lihat yang lainnya dulu donk! Ada yang lebih bagus dari kita tahu!" kata Renji sambil menunjuk ke kelompok yang lain.
"Renji! Kita foto-foto yuk? Kamu duluan, cepat berdiri di sebelah kue tart aku yang akan mengambil fotomu" aku mengambil ponselku.
Aku mengarahkan kamera ponselku ke tempat Renji yang sudah berdiri di sebelah kue tart buatan kami dengan fose seenaknya, setelah mengambil foto Renji aku bermaksud mengambil foto kue tart kami tapi aku menemukan objek yang membuat mataku memanas dan jantungku berdegup kencang. Sial! Aku mencoba untuk kembali fokus, tapi aku tidak bisa aku langsung berlari keluar dari ruang memasak dan tidak memperdulikan ponselku yang jatuh.
"Rukia!" panggil Renji saat melihatku keluar dari ruang memasak.
Kenapa hal yang aku benci selalu muncul ketika aku tidak menginginkannya? Hal yang selalu membuatku sakit dan tersiksa dia kembali bersamanya, rasa cemburu itu memenuhiku aku tidak suka perasaan bodoh itu! Aku sangat membencinya! Aku melangkahkan kakiku ke ruang kelas untung saja di dalam kelas tidak ada siapa-siapa.
"Sial!" umpatku sambil memukul meja yang paling depan.
Aku merasa sangat kesal dan ingin memukul wajahnya! Saat aku duduk di bangkuku Renji datang dan duduk di depanku, Renji selalu mengatakan kalau aku menyukainya sebaiknya katakan saja daripada menyesal kalau sudah tidak bertemu lagi.
"Kenapa? Kamu marah?" tanya Renji.
"Tidak perlu ditanyakan lagi" aku menyandarkan tubuhku ke sandaran kursi.
"Nih ponselmu tadi jatuh" Renji memberikan posel milikku padaku.
"Yah makasih" aku menerima ponsel milikku.
"Sebentar lagi pemenangnya akan diumumkan lho! Kamu mau melihatnya tidak?" Renji bangkit dari tempat duduknya.
"Malas..." aku memalingkan wajahku.
"Dasar! Ayo ikut saja" Renji menarikku dan membawaku ke ruang memasak.
Sampai di ruang memasak aku melihat Grimmjow, Hisagi, dan Kira yang kelihatannya masih menungguku di deretan siswa lainnya, Renji mengajakku untuk melihat kue tart dari kelas lain setelah itu aku langsung bergabung bersama Grimmjow, Hisagi, dan Kira. Seperti yang aku duga mereka pasti membahas tentang Ichigo dan Orihimeyang terlihat masih berbincang-bincang, aku tidak suka dengan topik pembicaraan ini aku langsung menyuruh mereka untuk berhenti berbicara tentang Ichigo dan mengajak mereka berkeliling untuk melihat hasil dari kelompok lain.
"Hey jangan-jangan kelompok kelas kita tidak menang" kata Hisagi mengejek.
"Iya, lihat saja kue tartnya penuh dengan buah-buahan" Grimmjow membandingkan hasil kue tart.
"Biarin yang penting kami sudah berusaha membuatnya seunik mungkin" kataku membela.
"Hey sudahlah hal seperti ini tidak perlu didebatkan" Kira berusaha untuk melerai perdebatan kecil yang sempat timbul.
Hasilnya kelompok kelas kami mendapat juara dua, lalu kami memutuskan untuk merayakan kemenangan di rumahku yah lumayan rumah tidak sepi lagi karena hari ini kakak sedang keluar kota mencari buku yang dibutuhkannya.
Sepulangnya dari sekolah aku,Renji, Grimmjow, Kira, dan Hisagi langsung pergi ke super market untuk membeli beberapa minuman dan makanan ringan dan tidak lupa untuk membeli DVD untuk ditonton, setelah belanja Renji, Grimmjow, Kira, dan Hisagi pulang ke rumah masing-masing dan mereka akan datang sebelum jam 8 jadi aku mempersiapkan semuanya sendirian di rumah.
Semuanya sudah berkumpul, tentunya acara ini hanya makan-makan dan nonton DVD yang sudah dibeli tadi siang, saat menonton DVD aku mengusulkan lebih baik sekalian menginap di rumahku berhubung besok hari minggu aku mau mengajak mereka semua piknik ke bukit. Aku terbangun saat tengah malam TV masih menyala sedangkan mereka semua sudah tertidur di lantai dan di sofa, aku hanya membangunkan Orihime yang tidur di sofa dan menyuruhnya tidur di kamar bersamaku sedangkan Grimmjow, Renji, Kira, Hisagi, dan Ichigo kuselimuti rasanya seperti mengasuh anak-anak saja, kalau mereka sedang tertidur wajah mereka tampak polos, sikap jailku kambuh lagi aku mengambil ponselku dan mengambil foto mereka.
Klik! Klik! Klik! Klik!
Selesai! Lumayan untuk koleksi album fotoku, aku langsung masuk ke dalam kamar rupanya Orihime sudah tertidur aku mengarahkan kamera ponsel ke wajahnya aku merasa aneh saat akan mengambil fotonya, aku merasa perasaan ini salah aku cemburu pada sahabatku sendiri kenapa aku bisa mempunyai perasaan seperti ini? Orihime kan juga sahabatku kenapa aku bisa mempunyai pikiran seburuk itu padanya? Aku kembali memfokuskan kamera ponselku ke wajah Orihime.
Klik!
Wajahnya memang cantik seperti malaikat rambut coklatnya tergerai bebas wajahnya juga terlihat polos kalau sedang tidur, aku sadar kalau ini aneh aku berpikiran buruk pada sahabatku karena dia lebih dekat dengan orang yang aku suka, akhirnya aku tahu kalau sebenarnya kekuatan persahabatan itu lebih kuat dari pada cinta. Sahabat akan selalu ada di sampingmu dan menemanimu selalu sedangkan cinta itu mungkin hanya seketika itu saja dan mungkin tidak akan berlanjut. Pilihan sudah aku tetapkan, aku tidak akan melanjutkan perasaan suka ini.
Hari ini kami piknik ke bukit dan berencana makan siang di atas bukit sambil menikmati pemandangan yang luas, aku tidak mau ketinggalan untuk mendokumentasikan kesempatan kali ini aku mengambil foto dengan objek beragam dari kamera kesayanganku, saat mereka makan siang, sedang bercanda, dan pemandangn yang terhampar tidak akan aku lewatkan.
"Bagaimana kalau kita buat permainan?" usul Grimmjow disela-sela makan siang.
"Permainan apa?" tanya Orihime yang duduk di sebelahku.
"Setelah makan siang saja aku jelaskan" jawab Grimmjow.
Setelah makan siang kami beristirahat sebentar sambil berbaring di rerumputan menunggu sore datang, melihat langit memang menyenagkan banyak yang bisa dipikirkan kalau melihat langit.
"Katanya ada permainan, permainan apa?" tanya Hisagi yang kelihatannya tertarik.
"Baiklah, aturannya gampang kok tinggal menutup mata sambil berbaring dan taruh satu helai daun di kening kalian lalu pikirkan orang yang kalian suka, kalau daunnya terbang berarti itu tandanya orang yang kalian suka mengetahui perasaan kalian" jelas Grimmjow.
"Lalu bagaimana cara menentukan pemenangnya?" tanya Kira.
"Tidak ada yang menang atau kalah kan?" kataku.
Grimmjow mengangguk, aku tahu apa tujuan mereka menciptakan permainan tidak jelas ini aku hanya menuruti mereka saja, semuanya mengikuti seperti yang sudah dijelaskan Grimmjow. Aku juga mengikutinya dan yah aku tidak akan memikirkan Ichigo lagi, semuanya menutup mata.
"Hey ayo tinggalkan mereka berdua" bisik Grimmjow yang nyaris tidak terdengar pada Renji, Kira, Hisagi, dan Orihime.
Mereka menjauh, aku merasa daun yang ada di keningku terbawa angin yang behembus cukup kencang aku membuka mataku dan melihat ternyata hanya ada aku dan Ichigo saja yang masih berbaring di rerumputan sedangkan yang lain sudah tidak ada.
"Kemana mereka?" pikirku.
Aku dan Ichigo hanya saling diam dan tidak berbicara rasanya memang tidak menyenangkan aku memutuskan untuk mencari mereka yang sudah meninggalkan aku berdua dengan Ichigo tapi saat aku akan beranjak tiba-tiba saja Ichigo menarik tanganku.
"Aku ingin menanyakan sesuatu..." katanya.
=================================To Be Countinue========================
Yeh! Chapter dua selesai! ! Yah mohon REVIEW nya!
Oh ya maaf tidak bisa membalas review.
REVIEW PLEASE!
