Chapter 2

.

.

.

Siang hari yg panas dikota padat penduduk Seoul, meski mentari bersinar dgn ganas memanaskan suhu skitar namun tak menyurutkan aktifitas manusia untuk setia berlalu lalang dijalan panas ini bertemankan payung cantik untuk menghindari teriknya paparan sinar matahari.

"uuhhhh~...panas sekali" keluh Tao, si namja manis berkulit tan dgn lingkaran panda dimatanya yg sedang mengipasi dirinya dgn tangan, 2 kancing teratas kemeja yg ia kenakan sudah terpisah jauh.

"umin hyung~ tidak bisakah kau membuat salju dirumah ini, sumpah suhu disini panas sekali" rengek Bo Xian, namja lainnya yg terlihat lebih mungil dgn eyeliner cantiknya yg hampir luntur karna keringat.

"kau fikir aku ini apa, eoh?!" decit Xiumin, si namja chubby yg dipanggil umin itu.

"ya, tiang! Makanya kau jangan bernafas kriting, nafasmu itu seperti api neraka, kau ingin membuatku menjadi serigala gurih apa, eoh?!" gerutu Kai, si namja tan yg kini malah sudah menanggalkan kaos tanpa lengannya memamerkan lekuk tubuh berototnya.

"haish, dasar bola bulu gila, kau menyuruhku mati dgn tak bernafas, eoh?!" sungut Chanlie si namja tinggi bertelinga lebar yg terlihat uring-uringan dilantai.

"eoh? Sejak kapan Chanlie bernafas seperti api neraka?! Apa kau sakit Chanlie" ini Lay, si namja manis berdimple yg tadinya menyenderkan kepalanya pada bahu namjachingunya kini menatap 2 namja yg sedang bersungut ditempat itu.

"..." mendengar celotehan Lay, semua pun menepuk dahi frustasi.

"ya, Luhan hyung! Kenapa kau malah bermesraan dgn si albino terus! Bantu aku mengangkat barang-barang karna aku ingin menyapu debu-debu disudut-sudut itu" omel Kyungsoo, namja bermata bulat itu kini ngacungkan sapunya jengah.

"hn..." Luhan si namja cantik bermata rusa itu pun mengarahkan tangannya pada sofa tepat Kyungsoo berdiri dan mengangkatnya dgn power telekinesisnya sambil berfokus pada Shixun yg sedang membaringkan kepalanya pada pangkuan namja cantik itu.

"haish..." merungut, meski sofa itu sudah Luhan angkat Kyungsoo tetap merungut karna ia harus membersihkan rumah itu sendirian.

"Luhannie hyung, meski Yifan ge menyemburkan api naga yg membuat tempat ini kepanasan namun hatiku akan tetap dingin selagi kau mengusap kepalaku seperti ini" gombal, yap itulah sibungsu vampire dingin yg akan selalu tersenyum lembut dan bertingkah aneh bila sudah berdekatan dgn serigala manis dihadapannya ini.

"albino, gombalanmu itu menjijikan sumpah" decit Kai memasang wajah jijiknya dgn gestur ingin muntah.

"menyahut saja kutu" umpat Sehun.

"gege~ Luhan hyung digombalin albino, aku juga mau~" rengek Tao sambil menarik-narik ujung lengan baju Yi Fan yg masih memasang wajah flatnya itu (#bayangkan seorang Kris Wu menggombali panda kesanyangannya itu, apa jadinya dunia ini?!)

"Luhan hyung, lemari itu" dan Kyungsoo masih sibuk dgn debu-debu yg seakan mengajaknya berperang (?)

"hn..." sementara Luhan yg hatinya berbunga musim semi hanya tersenyum sambil menuruti apa permintaan Kyungsoo.

"Luhan hyung, bisa tolong sofa yg diduduki YiFan ge" ucap Kyungsoo lagi.

"hn..." tangan Luhan pun bergerak lincah mengikuti arahan Kyungsoo tanpa harus melihatnya karna kedua bola mata cantik itu terlalu sulit berpaling dari vampire albino yg kini memejamkan matanya damai dipangkuan Luhan.

"uuwwaaa...Luhan! kalau mau menganggkat sofa yg benar! Aku bisa jatuh" omel Yi Fan ketakutan karna sofa itu kini melayang tanpa mengawasan si pemilik power.

"dui bu qi...(maaf)" ucap santai Luhan yg malah tersenyum pada Shixun dipangguannya.

"hish, cinta memang membutakan orang, serigala saja bisa buta" sungut Kyungsoo melihat Luhan yg masih asik bermesraan tanpa niat membantunya sama sekali.

"Luhan hyung, karpetnya..." ucap Kyungsoo lagi.

"Luhan hyung, mejanya..." kesal, Kyungsoo pun memanfaatkan keadaan dgn menyuruh-nyuruh Luhan.

"Luhan hyung, buku itu..."

"Luhan hyung, vas bunganya..."

"Luhan hyung, lemari sepatu..."

"Luhan hyung, lempar Shixun ke luar..."

"UUWAAAA...LUHANNIE HYUUUUNGGG" karna tidak fokus Luhan pun benar-benar melempar Shixun keluar.

"BRAAAKKK..." dan menghantam Kaja jendela hingga hancur.

"hoaaaa...KEEREEEEENNNNN" sorak heboh Bo Xian, Chanlie dan Kai bersamaan yg kini tengah bertepuk tangan riuh.

"aigoo, Shixun-ah..." kejut Luhan yg langsung menghampiri namja albino yg tersungkur dan jatuh dihalaman belakang.

"ANNDWAEEEEE...BUNGA-BUNGA KUUUUU" histeris Lay saat melihat ternyata Shixun mendarat diatas taman bunganya.

"jendelanya masih dicicil~..." ucap frustasi Suho.

"kau mencicil jendela Suho-ya?!" Lay yg tadinya meraung-raung meratapi nasib tragis (?) bunga-bunganya pun mengerjap didepan Suho.

"ng...a...itu...ngh...ah! bunganya Lay-ah" bingung menjawab Suho pun mengalihkan.

"bunga?!" memiringkan kepalanya bingung Lay menatap polos Suho.

"AAAA...BUNGA KUUU...BUNGAKUUU" kembali histeris Lay saat melihat ketamannya yg sudah tak berbentuk.

"Shixun-ah, gwaenchanha? (kau baik-baik saja?)" mengacuhkan SuLay couple, Luhan pun membantu Shixun berdiri.

"eoh, Shixun-ah...kenapa kau berbaring ditanah seperti itu, lihat bajumu kan jadi kotor" oceh Lay melihat Shixun yg dibantu Luhan mendudukkan dirinya.

"siapa yg berbaring sih hyung, aku ini dilempar Luhan hyung tadi" sungut Shixun membersihkan tanah yg menempel dibajunya.

"Luhan hyung, tadi aku tak terlalu melihat kejadiannya, ada siaran ulangnya?!" ucap Bo Xian dgn cengiran idiot Chanlie dibibirnya, membuat Shixun mendelik tajam.

"siaran ulang?! Apa akan ada pertandingan bola?! Memangnya Luhan bisa mengulang siarannya?!" Lay menyahut membuat semua orang frustasi.

"Lay-ah, bunganya..." menyabarkan diri akan sikap Lay yg memang polos entah dongo Suho berusaha mengalihkan Lay agar berhenti bertanya.

"eoh?! HUUUAAAA...Suho-ya! Kau masukkan sianida yah pada pupuk tanamanku, kenapa mereka rusak semua?!" pekik histeris Lay.

"Tao! Kau jangan suka lari-lari ditaman ku, lihat sekarang bungaku rusak semua! Shixun-ah, tidurlah dikamar sana jangan diatas bungaku! Chanlie, kalau berlatih sembur api dikamar mandi saja yg ada airnya agar bungaku tak mati seperti ini! Suho-ya kau harus bertanggung jawab" kembali Lay mengoceh membuat semuanya pening bukan main.

'sumpah, kalau bukan gege-ku yg paling ku sayang sudah aku lempar keantartika serigala satu ini' rutuk hati Kyungsoo.

'ampuni dosa serigala malang ini wahai dewa, kenapa serigala manisku ini kau racuni,eoh?!' melas hati Suho.

'akan aku sambit batu besok disekolah, sepertinya otak Lay-gege bergeser 30 derajat dari posisi' jengah hati Tao.

'untung bukan keturunan vampire, bisa gila aku bila ia keturunan vampire' decit hati Yi fan.

"Lay-ah, kenapa repot repot mengomel sih, kan kau bisa menggunakan powermu untuk menumbuhkan mereka kembali" ucap Chen jengah dgn serigala satu ini.

"ah! Kau benar juga Chen-hyung, Suho-ya kau harus banyak belajar dari Chen dia sekarang lebih pintar darimu" ucap Lay menasehati.

'matilah aku, kena ceramah akhirnya' pasrah hati Suho.

"hyung, lebih baik bawa aku kekamar sebelum dongonya Lay-ge menggerogoti otakku juga" bisik Shixun pada Luhan disebelahnya.

"Chanlie, main petak umpet yuuk" ajak Bo Xian yg langsung menarik namja tiang itu masuk kedalam.

"petak umpet?! Bo Xian ge~, Tao juga mau ikut" teriak Tao yg menyusul Bo Xian dan Chanlie masuk kedalam.

"pelan pelan hyung, kakiku terkilir" sementara itu Shixun dan Luhan sudah berada di kamar Shixun dan mendudukkan namja albino itu dikasurnya.

"hish, kau cerewet sekali" omel Luhan.

"ini juga karnamu hyung, kenapa juga aku dilempar keluar begitu" oceh Shixun mempoutkan bibirnya, disisi inilah Shixun akan menjadi dirinya si magnae vampire yg imut dan innocent.

"siapa juga yg mengalihkan konsentrasiku, kau kan?!" sengit Luhan sambil meluruskan kaki namja albino itu.

"Krek, a-akh! Aww, astaga hyung! Kau ingin mematahkan kakiku, eoh?!" sentak Shixun saat Luhan mencoba menarik kaki namja albino itu agar tak kakuk lagi.

"cerewet, kau itu vampire! Kenapa lemah sekali sih!" omel Luhan tak kalah galak.

"..." dan Shixun pun hanya merutuk sebal dan bergumam tak jelas.

"..." Luhan pun berbaik hati membantu mengobati kaki terkilir Shixun meski namja albino itu terus menggerutu tak jelas.

"Krek!" sekali lagi tanpa sengaja saat Luhan mencoba meluruskan kaki Shixun bunyi tulang bergesek itupun terdengar lagi.

"AKH! ASTAGA HYUNG! KENAPA TAK BUNUH AKU SAJA, EOH?! OH TUHAN SUMPAH INI KAKIKU AKAN PATAH PERMANEN" teriak nyaring Shixun memekik keras membuat semua orang dirumah itu panik bukan main.

"apa itu suara Shixun?!" tanya Bo Xian.

"sepertinya begitu, ada apa dgn bocah itu?!" sahut Chanlie.

"dua...empat...delapan...satu...hyung sembunyinya sudah belum Tao lupa berikutnya angka berapa?!" tanya Tao yg rupanya menjadi sasaran kejahilan Chanlie dan Bo Xian dgn menyuruh namja serigala bermata panda itu berhitung dalam permainan petak umpet itu.

"sembilan puluh satu setelahnya Tao..." sahut Bo xian yg rasanya ingin tertawa guling guling merasa sukses mengerjai namja polos keturunan dongo Lay itu.

"oh iya, sembilan puluh satu...enam puluh tiga..." dan dgn polosnya namja panda itu kembali berhitung dgn hitungan yg entah mengapa membuat author jengah mendengarnya.

"kkkk~ astaga TaoTao memang polos sekali" kekeh keduanya dan mulai kocar kacir mencari tempat bersembunyi.

"hyuuuunnggg~..." sementara itu Kai si namja berkulit eksotis itu terlihat sedang membuntuti Kyungsoo namja bermata bulat yg terlihat sibuk didapur.

"hyuuunggg~..." rengeknya lagi.

"apa sih!" galak Kyungsoo membuat namja tan itu mengerucutkan bibirnya.

"itu menjijikan Kai, sumpah...meski Sehun si albino sang keturunan vampire paling menyebalkan dimuka bumi ini, namun ia masih lebih cocok beraegyo dibandingkan dirimu" ucap Kyungsoo bergidik ngeri melihat sikap sok imut Kai.

"hyuuunng~ aku kan Cuma lapar dan memintamu membuatkan sesuatu untuk aku makan" sungut Kai sebal melipatkan kedua tangannya didepan dada.

"atau...kau ingin aku memakanmu saja, eoh?! Ahh~ kau sungguh nakal hyung menggodaku dgn pura-pura jutek seperti itu" ucap Kai dgn otak bertingkat kemeseuman akut.

"pltak!" dan satu centong sayurpun mendarat mulus dihidung namja tan itu.

"astaga hyung, itu sakit!" omel Kai memegang hidungnya yg memerah.

"berhenti berpikiran mesum atau akan ku kubur kau hidup-hidup dibawah dapur ini Kkamjong!" ancam Kyungsoo dgn panci dan spatula di masing-masing tangannya.

"hyung, kau lupa aku ini kan bisa menteleport diriku kemana saja, yakin dgn menguburku kau akan selamat, hyung" tantang Kai.

"hish! Kau ingin mencoba menjadi tulang kering atau sop daging, eoh?!" sengit Kyungsoo.

"hyung, kau ingin memasakkan aku sop daging?! Astaga, hyung-ku ini memang perhatian...tau saja apa favorit-ku" ucap Kai berbinar.

"baiklah, sop daging...ide bagus, kalau begitu berikan daging berkulit tan-mu itu untuk ku masak dan disantap malam ini" seringai serigala Kyungsoo pun muncul menghiasi wajah bulat menggemaskannya.

"m-mwo?!" sontak Kai langsung bergidik ngeri saat Kyungsoo mengacungkan pisau tajam nan mengkilap yg siap menggores kulitnya.

"AAAAAA...ANDWAEEEEE..." seketika itu juga Kai lari kocar kacir.

"BRUUKK..." dan sialnya ia menabrak susatu yg tinggi besar, keriting, lebar dan panas (?).

"akh! Aww, kepala ku! Aduduh, tiang apa sih yg aku tabrak ini" keluh Kai memegangi kepalanya.

"hish! Dasar hitam gosong, jalan pakai matai sedikit kenapa?!" omel sesuatu (?) yg Kai tabrak itu.

"yeolli, kau baik baik saja?! Tidak ikut menjadi hitam kan setelah menabrak makhluk ini?!" tanya Bo Xian menghampiri namja tampan nan tinggi berambut keritik itu.

"sial, kau fikir aku ini arang apa?! Yg sekali sentuh bisa ikut hitam, lagi pula aku ini tak hitam tapi eksotis, tau?!" sungut Kai yg rupanya ia menabrak Chanlie dan Bo xian yg masih bermain petak umpet.

"aha! Chanlie ge dan Bo Xian ge ketahuan bersembunyi didepan kkamjong" seru Tao yg sudah menatap mereka dgn senyum kemenangannya.

"yahh~ ini karna si hitam berbulu kutu itu sih" rutuk Bo Xian.

"seenak jidat saja menghinaku!" sembur Kai tak terima.

"sekarang Chanlie ge yg jaga dan aku juga Bo Xian ge akan bersembunyi, Chanlie ge hitung yg benar yah dan jangan mengintip" titah Tao.

"panda, kalian sedang bermain apa memangnya?!" tanya Kai.

"kkamjong juga mau ikut main?!" tanya Tao.

"tidak boleh, kalau kkamjong berbulu ini ikutan bermain akan susah dicarinya saat gelap, kan nanti ia tak terlihat kalau sembunyi dikolong kasur karna kulitnya sama sama hitam" tolak Bo Xian.

"sudah puas menghinaku?!" decit Kai.

"belum..." ucap Bo Xian sambil mengerjap lucu.

"sok imut kau vampire pemakan eyeliner" umpat Kai.

"ya! Jadi siapa sekarang yg jaga?!" tanya Chanlie yg merasa dihirauka oleh 3 makhluk berbeda jenis (?) itu.

"tentu saja kau yoda!" sentak ketiganya yg membuat Chanlie harus menutup telinga lebarnya dgn ember kamar mandi sakin lebarnya itu telinga O.O

.

.

.

.

.

Continued~

.

.

.

.

.

annyeong ^^ Niel's back, sorry banget yah buat low updatenya n mungkin chap kali ini agak sedikit pendek atau bahkan pendek banget yah T^T

iya ini Niel lagi bingung mencari inspirasi namun Niel berharap di chap ini pun Niel bisa membuat readers semua tertawa senang membacanya ^^ (meski pun kependekan T^T)

balasa review :

Geust 28: kkkk~ thanks, senangnya bisa bikin readers tertawa n jangan dibayangin tapi dihayatin aja bagaimana nasip Suho yg harus selalu menyabarkan diri akan sikap mimi Lay kalo terus-terusan kambuh :D

Kantong Doraemon: hehehehe, makasih yah reviewnya bikin Niel senyum senyum sendiri bacanya (Niel gk gila loh =3=), ini udh Niel lanjutin kok jadi selamat membaca yah ^^, yah semoga aja ceritanya bisa asik dibaca ^^

itu beberapa review tanpa akun yg Niel balas dari chao sebelumnya, buat semua yg udh review Niel ucapin terima kasih, gomapseumnida, xie xie, arigatou, thanks deh n semoga mau untuk review lagi di chap ini ^^

.

#salam ShinNiel ^^