Kibum dan Kyuhyun membersihkan rumah Mamanya itu dengan hati riang gembira, Kyuhyun malah sering usil dengan menjahili Kibum menepuk-nepukkan kemoceng di depan wajah Kibum sehingga membuat Kibum batuk-batuk dan bersin. Kibum juga tak kalah usil, di goyang-goyangkannya sapu yang penuh debu itu diatas kepala Kyuhyun membuat rambut Kyuhyun berubah warna menjadi putih. Kepuasan tersendiri untuk Kibum, dia pun tertawa terpingkal-pingkal hingga guling-guling di lantai yang masih kotor itu.

"Hahahaha! Umurmu sama denganku, tapi kau sudah setua ini?! Lihatlah rambutmu yang sudah memutih itu? Wkwkwkw~" Tawa Kibum melihat wujud Kyuhyun sekarang. Kyuhyun tidak marah atau ambil hati, dia malah punya inisiatif membuat Kakaknya ini sakit perut karena tertawa.

"Uhuk-uhuk~ Aku memang sudah tua bangka Cu, tapi aku bisa sihir karena aku Kakek sihir~" Ucap Kyuhyun dengan suara dibuat-buat mirip kakek-kakek sambil bertumpu pada kemoceng yang dia jadikan sebagai tongkat sihir.

"Wakakakakakkkakak!" Tawa Kibum tak bisa dia tahan. Dia tertawa guling-guling hingga perutnya sakit dan Kyuhyun puas melihat kembarannya tertawa karenanya. Begitulah si kembar KiHyun, saling mengobati dan tertawa bersama walau kadang Kibum ini songongnya minta ampun dan Kyuhyun pendiemnya kumat hahaha.

Singkat cerita apartement Mama KiHyun ini sudah selesai dibereskan. Kibum sudah selesai mandi dan sekarang gantian Kyuhyun, Kibum hendak melepas handuk yang melingkar di pinggangnya untuk di kasih ke Kyuhyun, tapi Kyuhyun malah menghentikannya.

"Ja-Jangan!" Teriak Kyuhyun dengan tangan terjulur ke depan seolah memberi isyarat STOP IT!

"Kenapa?" Tanya Kibum dengan nada seperti di iklan biskuit macan itu.

"Kakak mau telanjang di depanku?" Tanya Kyuhyun.

"Memangnya kenapa? Bukankah sewaktu kecil kita sering telanjang bersama?" Tanya Kibum balik.

"Ungghh~" Kyuhyun hanya berdengung tak bisa menjawab.

"Ya ampun. Kau menganggapku seperti orang lain saja. Lagipula bagian tubuhmu yang mana yang belum pernah kulihat,hm?" Tanya Kibum mengejek kemudian melempar handuk itu kepada Kyuhyun. Kyuhyun segera berlari kedalam kamar mandi tanpa melirik Kibum sedikitpun yang hanya mengenakan cd warna hitamnya.

'Baguslah kalau dia mulai terpancing. Ini akan semakin mempermudah rencanaku. Teruslah bersikap seperti itu Kyu, jatuh cintalah padaku." Batin Kibum dalam hati.

.

.

.

"Apa-apaan dia? Diajak menjemput anak malah sibuk bekerja? Dasar tidak berubah!" Kesal Siwon dan memaki ponselnya yang barusaja tersambung dengan mantan istrinya. Pagi ini dia berniat menjemput Kyuhyun dan Kibum di rumahnya yang dulu sambil mengajak mantan istrinya. Siwon sudah memanasi mobilnya dan siap untuk meluncur, namun tiba-tiba ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk.

-Papa jangan terburu-buru menjemput kami. Kyuhyun masih trauma dengan kejadian kemarin. Beri kami waktu satu minggu Papa. Please~

From: Kibum

"Haih~" Desah Siwon dan kembali mematikan mobilnya. Namun lagi-lagi dia kembali teringat bahwa ada urusan penting dengan rekan mafianya. Dia menghidupkan kembali mobilnya dan langsung tancap gas. Dia hampir lupa untuk membalas pesan Kibum sampai-sampai dia hanya mengirimkan BBM Voice untuk Kibum yang isinya hanya satu kata "Ya"

Di tempat lain, segerombolan orang ber jas hitam-hitam pokonya semuanya serba hitam sedang menunggu kehadiran seseorang. Ada yang bermain ponsel,merokok,bahkan ada yang sempat-sempatnya menghisap daun berwarna hijau itu sebagai lalapan, orang yang dia isep itu aroma daun kemangi. Jangan mikir aneh-aneh deh, hahaha. Dan coba lihat, ada Kangin disana. Dia sedang berbicara dengan rekannya juga.

"Kangin-ssi, jadi benarkan hari ini Siwon Bos kita akan mengenalkan pada kita kedua putra yang katanya kembar itu sebagai calon penerusnya?" Tanya rekan Kangin yang mempunyai wajah ke China-Chinaan itu.

"Hankyung-ssi, aku juga tak tahu pasti. Soalnya kudengar anaknya yang kecil sakit kemarin." Jawab Kangin.

"Benarkah? Kenapa kau tidak membuat BM, kita kan bisa menjenguknya?" Panik Hankyung setengah sewot.

"Kalau pakai BM nanti semua orang yang ada di kontakku tahu aku bandar mafia, babo." Balas Kangin namun lirih diakhir katanya.

"Kan ada grup?" Hankyung tak mau kalah.

"Aish kau in-"

PIM..PIM..

Suara klakson yang sudah jadi ciri khas tersebut membuat semua gerombolan itu terdiam dan berbaris dengan rapi disisi kanan dan kiri mobil. Semua seraya memberi hormat kepada sang pemilik mobil mewah tersebut. Siwon melangkahkan kakinya keluar dari kendaraan yang ia tumpangi sendiri, dan itu membuat semua mata terpana. Biasanya Siwon akan dikawal paling tidak 5 personil bodyguard yang selalu setia menjaganya, tapi kali ini?

"Senang bisa bertemu kalian disini~" Ucap Siwon bangga.

"Selamat datang Bos~" Ucap mereka semua menyambut kedatangan Siwon.

"Baiklah, seperti biasanya aku tidak suka basa-basi. Hari ini perkenalan calon penerusku ditunda karena ada sedikit masalah, anakku yang paling kecil sedang sakit tapi sudah tidak apa-apa, dia sedang liburan bersama Kakaknya dan tidak mau di ganggu." Ucap Siwon memberi pengumuman yang bagi anak buahnya itu sangat penting. Seluruh anak buah Siwon kecuali Kangin sama sekali belum pernah melihat anak-anak Siwon. Mereka hanya tahu anak Siwon itu kembar,dan berjenis kelamin laki-laki. Siwon sendiri yang merahasiakan privasi anak kembarnya karena ia takut identitas anaknya terbongkar sebelum beraksi menjadi mafia.

.

.

.

"Kakak, Kakak ngapain?" Tanya Kyuhyun mengintip dari balik pintu penghubung dapur dengan ruang tengah. Sedangkan Kibum hanya bergumam tak jelas sambil berdiri membelakanginya di depan counter dapur. Entah apa yang sedang dilakukan si sulung ini.

Greep...

Kibum menghentikan aktifitasnya mengiris tomat saat dirasakannya ada dua lengan yang melingkar di pinggangnya dan ada tubuh merapat di punggungnya. Bahkan tengkuknya terasa sedikit geli saat rambut keriting itu mengusap-usap daerah sensitifnya itu.

"Kyu? Kenapa?" Tanya Kibum.

"Aku rindu Mama, Kak" Adu Kyuhyun dengan suara manja. Kibum hanya memutar malas bola matanya dan meletakkan pisau serta tomat separuhnya kemudian melepas tangan Kyuhyun yang melingkar di pinggangnya dan berbalik menghadap Kyuhyun.

"Apa maksudmu?" Tanya Kibum datar.

"Ya aku kangen saja. Tiba-tiba ingin bertemu Mama." Jawab Kyuhyun canggung.

"Kau pasti lapar. Tunggulah sebentar, aku sedang masak nasi goreng." Ucap Kibum datar. Sementara Kyuhyun hanya menunduk dan memutar tubuhnya kemudian berjalan lesu menuju meja makan. Kibum hanya menghela nafas lagi dan memilih melanjutkan aktifitasnya.

Kyuhyun duduk di meja makan sambil lengan kanannya menyangga dagunya. Diperhatikannya tubuh Kibum yang sedang membelakanginya itu, lama sekali Kyuhyun menatap tubuh sang Kakak hingga imajinasi-imajinasi aneh mulai hinggap di otaknya yang masih terbilang 'polos' (?)

"Kak?"

"Hm?"

"Apa kau punya pacar?"

Pertanyaan itu mampu menghentikan aktifitas Kibum untuk yang kedua kalinya. Kibum tersenyum miring kemudian melanjutkan aktifitasnya kembali dan menjawab pertanyaan Kyuhyun.

"Memangnya kenapa?"

"Aku hanya ingin tahu saja."

"Eumm, Kyu. Sebenarnya aku punya rahasia, tapi nanti saja aku ceritakan."

"Kapan?"

"Ya nanti, makan dulu lah."

Kyuhyun hanya manyun dan kembali menyangga dagu dan kembali memperhatikan tubuh kakaknya dari belakang. Tidak tinggi, tapi tidak juga pendek. Kalau di perhatikan bahunya masih sempit sama seperti Kyuhyun. Tampan sih. Kyuhyun malah berkhayal yang aneh-aneh mengenai kakaknya dan semakin penasaran apakah Kibum sudah punya pacar atau belum. Niatnya Kyuhyun ingin curhat mengenai dirinya karena dia merasa aneh dengan dirinya sendiri terutama orientasi seks-nya.

Akhirnya setelah lama menunggu, makanan yang Kibum masak pun jadi juga. Dua piring nasi goreng tersaji di atas meja makan, Kyuhyun berbinar melihat makanan itu, langsung saja dia meraih garpu dan sendok kemudian menyantap makanan itu. Kibum hanya tersenyum maklum melihat tingkah Kyuhyun.

"Enak?" Tanya Kibum sambil melepas apron kotak-kotak yang melingkar di pinggangnya.

"Enaklah, orang tinggal makan..Aeemmm nyam nyam.." Jawab Kyuhyun kurangajar, namun Kibum tak marah dan malah mengumbar senyum kemudian duduk di kursi sebelah Kyuhyun untuk menyantap makan malamnya. Namun Kibum berdo'a terlebih dahulu dan itu membuat Kyuhyun mengehentikan aktifitasnya.

"Oh iya, aku belum berdo'a." Ucap Kyuhyun tiba-tiba dan meletakkan garpu sendoknya kemudian mengatupkan kedua telapak tangannya menyusul Kibum berdo'a.

"Amin~" Ucap KiHyun bersamaan.

"Ya? Do'a apa yang kau panjatkan?" Tanya Kibum sedikit tertawa.

"Do'a mau makan." Jawab Kyuhyun sebelum memasukkan sesendok nasi kedalam mulutnya. Sementara Kibum hanya geleng-geleng dan memakan makanannya.

"Hmm~ Tidak buruk." Ucap Kibum memuji masakannya sendiri.

"Ini untukku,ya? Enak sih." Ujar Kyuhyun sambil mencomot daging ayam dipiring Kibum.

"Ck! Perusuh!" Sungut Kibum dan memiringkan badannya agar piringnya tak bisa di jangkau Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya nyengir.

Mereka makan diselingi canda,pura-pura marah,baikan,cubit-cubitan,dan tertawa hingga tinggal beberapa sendok lagi makanan di piring mereka habis. Kyuhyun membuka suara setelah sebelumnya mereka fokus dengan makanan masing-masing dan saling terdiam.

"Kak, apa rencanamu sebenarnya?" Tanya Kyuhyun.

"Makan dulu." Jawab Kibum singkat.

"Ini sudah mau habis, ayo katakan apa rencanamu~ Ah iya, juga pertanyaanku yang tadi, kau sudah punya pacar apa belum, Kak~?" Kyuhyun mulai merajuk.

"Nanti ku katakan. Habiskan dulu makanmu." Lagi-lagi jawaban Kibum membuat Kyuhyun merengut.

"Aaah~ Kakak mah gitu~" Rajuk Kyuhyun.

"Yasudah, chapter depan saja,ya?"