YOONGI POV
Di dalam kisah cinta itu pasti ada manis dan pahit. Di dalam nya pasti ada senang dan susah. Tapi mengapa di dalam kisah cintaku terlalu banyak pahit dan susah ? Kisah cintaku yang baru berjalan 216 jam 40 menit 20 detik ini terlalu menyakitkan, terlalu menyakitiku maksudnya.
Di antara dua belah pihak, antara aku dan Jimin, kenapa harus aku yang selalu tersakiti ? Mungkin hanya Tuhan yang tahu akhirnya.
"Yoongi hyung ayo makan.."
Aku pun bangun dari tidur ku dan pergi ke toilet hanya untuk sekedar mencuci muka. Ku tatap wajahku, mata yang sedikit bengkak, hidung yang masih memerah, apa aku terlalu kelihatan habis menangis ? Ya, aku menangis gara-gara Park Jimin dengan brengsek nya berkata jika dia tidak mempunyai kekasih, lalu.. AKU INI APA ?!
Ku langkahkan kaki ku keluar kamar mandi dan berjalan ke meja makan, disana semuanya sudah berkumpul dan duduk rapi, sepertinya mereka menungguku.
"Maaf.. aku terlambat.." ucapku seadanya lalu mendudukan diriku di kursi yang tersisa, di depan Jimin.
"Tidak apa-apa hyung.. ayo makan.." jawab Namjoon.
Suara khas orang makan pun terdengar disana. Mulai dari Hoseok, Taehyung dan Jungkook yang berebut makanan, Seokjin hyung yang rebut menasihati mereka agar tidak rebutan, suara klontang klanting yang berasal dari Namjoon, dan… Jimin yang hanya tersenyum melihat kelakuan mereka. Tapi anehnya aku tidak nafsu makan. Ah, lebih baik aku pergi.
"Aku selesai.." ucapku lalu berlalu begitu saja.
"Hyung tunggu !" panggil Jimin.
"Hm?"
"Ikut aku" ucapnya lalu menarik tanganku.
"Hyung.. kau kenapa ?" Tanya Jimin padaku.
"Aku-"
"Kau menjauhiku ?" lanjut Jimin memutus perkataanku.
"Bu-"
"Kau seperti tidak mencintaiku hyung.."
Bungkam.
Aku pun langsung bungkam dengan perkataan Jimin barusan. Dia bilang aku tidak mencintainya ? Lalu untuk apa aku menangisinya semalaman ? Menangisinya hanya karna dia berbicara dengan seorang yeoja cantik lalu mengatakan bahwa ia tidak mempunyai kekasih, bukankah dia yang sepertinya tidak mencintaiku ? karna dia tidak mengakuiku sebagai kekasih nya ?
"Hyung.. lebih baik kita akhiri saja semua ini"
Tesss
Airmataku tak dapat ku bendung, mengalir begitu saja tanpa permisi, Jimin pun langsung pergi begitu saja membuat hatiku sakit. Jimin tak sekali pun mengizinkan ku untuk berbicara.
Jimin egois.
Apakah itu yang dinamakan cinta ?
Lebih percaya kepada 'kemungkinan'
Harusnya aku yang berkata , sepertinya Jimin tidak benar-benar mencintaiku. Aku hanya dicintai hari itu saja tetapi tidak untuk seterusnya.
Airmataku masih mengalir dengan derasnya, dengan penuh usaha agar tidak keluar isakan menjijikan dari mulutku. Aku berjalan ke kamar dan berbaring kembali di kasur.
"Yoongi.. Kita libur hari ini, kita akan bersenang-senang, ayo bersiap"
"Tidak Jin hyung.. Aku di rumah saja.." ucapku dengan suara yang serak. Dengan sigap Jin hyung langsung berada di depanku dan menangkup kedua pipiku.
"Yoongi, kau habis menangis ?"
"T-tidak hyung.."
"Kau tidak bisa membohongiku"
"Aku rindu keluarga ku di Daegu hyung…"
BOHONG !
Ya, aku berbohong kepada Jin hyung.
"Kau bisa pulang ke Daegu, kita cuti selama 1 minggu hyung.. Kau ingin pulang hari ini juga ?"
"Hm.. tapi hyung.. ku mohon jangan beri tahu ini pada Jimin"
Kenapa ? Karena tidak ada yang mengetahui hubunganku dan Jimin selama ini, hubungan kami terlalu tersembunyi sehingga tidak ada yang mengetahuinya selain aku,Jimin dan Tuhan.
"Baiklah.. bersiaplah.. kau berangkat setelah kami pergi.. akan ku beri tahu manager hyung dan member lain kecuali Jimin"
-TBC-
