Sebelumnya..

"Perkenalkan Namaku Hyuuga Hinata, Senang bertemu denganmu, Naruto-san.."katanya, Aku kebingungan melihatnya, tiba – tiba juga tanganku merespon uluran tanganya dengan sendirinya,

Hei ?

"Uzumaki Naruto..Senang Juga bertemu denganmu..Hyuuga-san.."kataku, mulutku sendiri yang berbicara,

"Selamat Datang di Anbu of Kohagakure Organization, Mulai sekarang Kamu adalah salah satu Member disini, Mohon Bantuannya.."katanya sambil membungkukkan badannya, Aku jadi tidak enak begini.

"Eh tak usah seperti itu.."kataku, Aku tak rela membiarkannya begitu,

"Aku mohon padamu, Bertarunglah bersama Kami, Anbu of Konohagakure, Kami butuh Kekuatanmu..Naruto-san.."lanjutnya, Aku jadi tambah bingung, Apa yang harus Aku tanggapi..Tidak enak juga sih melihatnya seperti itu terhadapku,

"Ya sudah jangan membungkukkan badanmu seperti itu, Aku akan membantu Kalian,"

"Benarkah ?"tanyanya, Aku mengangguk sambil tersenyum

"Yeah..Mohon Bimbingannya juga Hyuuga-san.."kataku, Ku lihat Dia tersenyum, tatapannya sekarang..adalah tatapan bahagia, senang, Aku bisa merasakannya, itulah mengapa Aku ingin membantunya, Dia seperti..Gadis yang selalu dalam mimpiku setiap malam, Aku selalu memimpikannya, hampir setiap hari Aku memimpinya, dan sekarang seperti nyata saja dalam mimpi, kemudian Aku menoleh ke arah paman yang sedari tadi memperhatikanku, Dia tersenyum pula,

"Namaku Umino Iruka.."katanya, Aku tersenyum saja menanggapinya.

Aku tak peduli dengan Dunia apa ini, dan Dunia sebelumnya juga..Aku akan menikmati Hidup ini, apapun hidup itu..Jalani saja dengan penuh nikmat, Aku tak akan pernah untuk menarik ucapanku, Inilah Jalanku.

.

.

.

REMEMBER THE MEMORIES, THE HERO OF MAGICAL SWORDMAN

.

.

.

Kisah Yang Menceritakan Seorang Pahlawan Pendekar Sihir yang bertujuan untuk mengambil Ingatan tentang dirinya yang sebenarnya serta mengembalikan Dunia yang sebenarnya.

Fic Lanjutan dari THE HERO OF MAGICAL SWORDMAN

.

GENRE-NYA FANTASY, WAR, ROMANCE

.

GAK SUKA ? EXIT AJA, SUKA ? TERTARIK ? BACA! :p

.

INGAT NARUTO HANYA MILIK KISHIMOTO-SENSEI, AUTHOR CUMAN MINJEM KARAKTERNYA DOANG :v

.

Selamat Membaca.. .

CHAPTER 2 – Pendekar Sihir ?

.

.

.

.

NORMAL POV

"Naruto-san silahkan nikmati dulu teh nya.."ucap sesorang gadis berambut indigo sambil meninggalkan secangkir tehnya, Naruto yang mendengarnya hanya tersenyum.

"Terima kasih.."Naruto menerima secangkir teh itu kemudian meminumnya sedikit – sedikit.

"Jadi..bisa Naruto-san ceritakan kenapa bisa disini ? dan kapan terakhir Naruto-san meninggalkan duniamu itu ?"tanya Hinata langsung to the point, Naruto menundukkan kepalanya.

"Entahlah..Aku terakhir di Duniaku ketika Aku mulai memasuki Kelasku, baru saja memasuki ruangannya tiba – tiba Aku terbentur dengan sangat keras, itu cukup sakit.."ungkap Naruto, Hinata menganggukkan kepalanya,

"Uhm.."

"Lalu Aku tiba disini, di Dunia ini, Ku lihat sekelilingku..sangatlah berbeda dengan apa yang Aku lihat di Duniaku walau memang sama tata letaknya.."

"Uhm.."

"Akhirnya Aku bertemu denganmu, Kau menyapaku sebelumnya sambil mengatakan hal – hal aneh yang membuatku tambah rumit untuk mengartikan kata – katamu..Begitulah..Apa cukup ?"Naruto selesai mengungkapkan penjelasannya kenapa ia bisa disini,

"Itu sudah lebih dari cukup kok.."kata Hinata,

"Sekarang Apa ?"tanya Naruto,

"Sekarang Aku akan mengenalkan semua yang ada di Dunia ini Naruto-san..Mari ikut denganku.."Mereka berdua berjalan keluar dari sebuah rumah kecil tampak sederhana.

...

"Disinilah tempat peristirahatan para Pahlawan..Mereka yang senantiasa mempertaruhkan nyawa Mereka demi Perdamaian ini, Perang Dunia Ke 4 telah usai beberapa minggu lalu, Ayah dan Ibuku juga gugur dalam perang itu, Kakakku juga"Hinata menjelaskan semua hal yang ada di Dunia itu, setelah itu Hinata mengajak Naruto ke pemakaman.

"Aku turut berduka cita atas hal buruk yang menimpamu, ngomong – ngomong tadi saat di Ruangan itu kok Mereka menyebutku Pahlawan, kenapa ?"tanya Naruto, Hinata tersenyum.

"Jika di pikir – pikir lagi, Kamu tampak mirip dengan Pahlawan itu Naruto-san.."jawab Hinata, dalam hatinya Dia berbohong, padahal orang yang di maksud Hinata adalah dirinya sendiri, Naruto Uzumaki Pahlawannya.

"Benarkah ? Pahlawan yang Kau maksud itu seperti apa ?"

"Dia..Pemberani, pantang menyerah, bisa membuat seluruh Dunia menyatu menjadi sebuah Aliansi, dan juga..Dia tak pernah menarik kata – katanya lagi, Itu membuatku..semakin terkagum melihatnya."Hinata mengatakannya sambil menahan malu yang sedang melandainya,

"Hebat sekali Dia, Aku harap Aku bisa bertemu dengannya.."

Kau tak bisa bertemu dengannya, Justru..Kaulah sendiri orangnya.. batin Hinata

"Oh iya Hinata-s"Naruto terputus ucapannya, sembari melihat Hinata,

"Panggil saja Hinata, lebih baik seperti itu.."Hinata langsung menyanggah ucapannya,

"Baik, Hinata..Dunia ini..Dunia Sihir kan ? Semua orang hampir bisa menggunakan Sihir kan ?"tanya Naruto, Hinata mengangguk

"Ya..Di Dunia ini terbagi 2 Macam Pengguna Sihir, Pertama.."Naruto mulai mendengarkannya dengan baik – baik.

"Pertama..Pengguna Sihir Pedang, Mereka mempunyai sebuah Kekuatan dari Pedangnya serta Sihir yang mengalir dalam tubuh Mereka, biasanya disebut dengan Chakra, semakin Chakra Mereka kuat semakin Kuat Penggunanya.."Naruto mengangguk mengerti

"Selanjutnya ?"

"Selanjutnya..Pengguna Sihir Tembakan, Mereka mempunyai sebuah Kekuatan dari Senjata Api Mereka, seperti hal nya, Handgun, Rifle Sniper, Shotgun, dan lain – lain, Mereka juga harus menggunakan Chakra untuk menggukannya, sama halnya Pengguna Sihir Pedang, tetapi..ada juga yang menggunakan Keduanya.."Hinata memelankan suaranya, Naruto yang melihatnya tampak kebingungan, Hinata menunduk,

"Kenapa ?"tanya Naruto, melihat Hinata tertunduk begitu.

"Biasanya yang menggunakan Kedua Sihir itu disebut Dual Magical, Mereka sangat Kuat, tapi..itu jarang sekali ada orang yang menggunakannya, dengan kata lain, sangat Terbatas pengguna Sihir seperti itu, juga..bagi yang Mereka yang menggunakan Kedua Sihir membutuhkan Chakra yang besar serta Kuat, jika tidak..Mereka akan mati, "Hinata masih tertunduk,

"..."

"Sebenarnya bisa juga orang menggunakan satu sihir menjadi dua, ya tapi..itu..Mereka akan Mati, karena Chakra Mereka tak bisa menampung Kekuatannnya, Begitulah..Kamu mengerti, Naruto-san ?"Hinata mengakhiri penjelasannya tentang Pengguna Sihir, Naruto mengangguk.

"Aku mengerti..Apa Aku juga bisa menggunakannya ?"tanya Naruto,

"Bisa.."

"Bagaimana Caranya ?"

"Lihatlah ini..Seperti inilah Caranya.."

EXCHANGE : SHUKUHASOU SWORD RELEASE

Hinata mengeluarkan Pedang miliknya dengan sihir, Naruto terkagum melihatnya,

"Hebat sekali..Jadi Kau seorang Pengguna Sihir Pedang juga Hinata ?"Naruto tertegun..

"Ya.."

"Baiklah..Saatnya Aku juga mencobanya.."Naruto mulai melakukan percis apa yang Hinata lakukan, Hinata yang mendengarnya, terkaget seketika.

"Tidak..jangan..jangan..Naruto-san belum saa—"Hinata terlambat mengatakannya,

EXCHANGE : DUAL KUNAI NO TANKEN RELEASEE...

Tuingg *sfk

"Ahai..berhasil."Naruto berhasil mengeluarkan Pedangnya, sebuah Dua Kunai Belati, Hinata yang meihatnya sangat terkaget, kekagetannya melebihi dari yang sebelumnya,

Bagaimana Dia bisa melakukannya ? Bukannya Dia itu..Amnesia ? Mustahil sekali.. batin Hinata

"Naruto-san bagaimana Kau bisa melakukannya ?"Hinata bertanya kepadanya, Naruto membuang mukanya,

"Entahlah..setelah melihat yang Kau lakukan, Aku jadi teringat sesuatu..Rasanya..Aku pernah melakukannya, akhirnya..Aku mencobanya, ternyata berhasil juga..Aku tak tahu kenapa.."Jelas Naruto,

"Begitukah ? Bagus sekali Naruto-san, tapi..Naruto-san..Apakah Kau mengingat sesuatu tentang Kunaimu itu ? atau dengan blaze mu itu.."tanya Hinata,

"Yeah..Aku cukup mengingatnya, Aku seperti..Pernah bertarung dengan Kunai ini, Kunai ini..selalu Aku gunakan dalam setiap pertarungan, Itulah yang Aku ingat Aku tak tahu lagi apa yang Aku ingat, tapi kenapa ya ?"

"Aku mengerti..Oh Iya Naruto-san, Apa kau..Menging—"belum sempat Hinata menyelesaikan perkataannya tiba – tiba,

DUAGGG BRUSHSHSH *sfk

Tiba – tiba datang seseorang yang menyerang Mereka dengan sebuah Ledakan besar dari langit, untungnya, Hinata segera menghindarinya,

"Kau tak apa – apa Naruto-san ?"tanya Hinata pada Naruto,

"Aku tidak apa – apa..Apa barusan ?"tampaknya Naruto tak apa – apa, Dia melihat ke sekelilingnya, hanya kabut ledakan yang di sekitarnya.

"Sepertinya Ada yang menyerang Kita secara tiba – tiba Naruto-san, bersembunyilah, Aku akan menghadapinya."ucap Hinata, tapi

"AWAS HINATA!"teriak Naruto, Naruto mulai menyadari ada ranjau di sekitar tanah dekat Hinata, Hinata tampak tak menyadarinya, daya sensitif perasanya memang kurang peka dibanding dengan Naruto. Naruto tak tinggal diam, Dia melompat dan mendorong Hinata supaya tak terkena ledakan ranjau yang ada di tanah sekitarnya.

DUAAKKKKKKKKKKKK *sfk

Mereka berdua terlempar, Hinata merasa tertindih seseorang, Dia membuka matanya dengan tatapan tak percaya,

"NARUTO-SAN ?"sepertinya Naruto telah menyelamatkan hidupnya dari ranjau yang meledak, jika tidak mungkin Hinata sudah mati.

"NARUTO-SANNNNN?"Naruto hanya bisa terdiam serta Dia merasa seluruh tubuhnya tampak lumpuh,

Apa ini..Tubuhku..Aku tak bisa menggerakkannya..Ada apa ini ? Penglihatanku..Sial..Penglihatanku mulai kabur, Sial..Apa Aku akan berakhir seperti ini..Eh..Tunggu Apa itu ? Itu..?

FLASHBACK

Naruto melihat seorang Pemuda Pendekar Pedang Sihir di depannya, orang yang sedang di lihatnya sedang bertarung dengan hebatnya, Dia melihat ke belakang orang itu..banyak Warga yang sedang di lindunginya, Pemuda yang sedang bertarung itu tampak semangat untuk mengalahkan para Penjahat itu, Naruto semakin mendekatkan penglihatannya, sekarang tampak Penglihatannya mulai jelas tidak blur seperti tadi.

Itu kan ?

Naruto menyaksikannya dengan saksama, ya benar orang yang sedang bertarung itu adalah Dirinya sendiri, Naruto kebingungan melihatnya.

"Pergilah dari Desa ini, Cepatlah Aku tak akan membunuh kalian.."ucap Pemuda itu yang mengalahkan orang – orang jahat itu,

"Baik – baik..Maafkan kami..Kami pergiiiii..."Para penjahat itu pergi meninggalkannya, Pemuda itu menghela nafas, kemudian Dia membalikkan badannya.

"Syukurlah..sekarang para penjahat itu sudah pergi, Kalian sudah aman,"kata Pemuda itu,

"Terima kasih nak muda.."

"Terima kasih banyak.."

"Makasih.."

Orang – orang yang telah di selamatkan olehnya sangat bersyukur diselamatkan oleh pemuda itu, Pemuda itu tersenyum menanggapinya,

"Ini sudah menjadi tugasku untuk melindungi orang – orang..Aku pergi dulu.."Pemuda menghilang dengan cepat.

Apakah itu Aku ? batin Naruto,

Sekarang scene nya sedikit berbeda dari yang sebelumnya, memang masih sebuah Pertarungan Scenenya, tapi berbeda tempat.

"Sasuke..Ayo Kita kalahkan Mereka, dan juarai Pertandingan Pendekar Penembak Sihir ini.."

"Yeah..Ayo Narutoo.."

Scene nya di Colosseum

Pemuda itu sedang menyerangnya dengan sekuat tenaganya, semua Pukulannya mengenai lawannya, lawannya sedikit kelelahan, sekarang lawannya sepertinya akan mengeluarkan jutsu untuk membalas serangan Naruto.

AMATERASU !

Keluarlah Api hitam dari Mata lawannya, Naruto terkaget sekarang Posisinya sangat tidak menguntungkan, Dia tidak bisa menghindar dari serangan yang di lancarkan lawannya,

"NARUTO MENUNDUK!"seseorang meneriakinya, seseorang itu memegang anak panah yang di pegang oleh doujutsunya, Susanoo,

DEPPP *sfk

Anak panahnya berhasil mengenai Api hitamnya,

"Sasuke ?"Pemuda itu meliriknya,

"Cepat selesaikan Dia Narutoooo"ucap orang yang menyelamatkan dari Api Hitam Amaterasu.

"Baik.."Pemuda itu mengeluarkan tiruannya dalam kabut atau lebih tepatnya, bunshinnya.

KAGE BUNSHIN NO JUTSU

Pemuda itu mulai membuat bola angin di tangannya, dibantu oleh bunshinnya.

"Baiklah..Rasakan ini, Jutsu terbaruku.."Pemuda itu berhasil membuat jurusnya, bola angin yang besar serta berbentuk shukiken di sekeliling bola angin itu,

FUTON : RASEN SHURIKEN

Pemuda itu meleparkan Bola Angon yang berbentuk Shuriken itu kepada lawannya,

Duakkk *sfk

"Sasuke..Kita berhasil.."ucap Pemuda itu sambil menoleh kearah partner nya,

"Yeah.."Mereka saling tepuk tangan..

Siapa Lelaki yang menjadi Partnerku dalam Kejuaraan itu ? Namanya Sasuke ? Tapi..Aku memang seperti mengenalnya.. batin Naruto, kini ia sedang duduk menyaksikan masa – masa sebelumnya. Scenenya mulau berubah lagi,

Scenenya sekarang di dekat Air terjun, Ada 2 patung legenda Pendekar Sihir disana terpampang.

"Sasuke..jangan pergi ! Kau ingin pergi dari Impian Kita ?"

"Berhentilah mengejarku Naruto..Itu hanyalah Impian konyol kecil Kita, Kita sudah dewasa Naruto, Kita sudah tumbuh, berhentilah keanak – anakkan.."

"Bukan begitu, Kita bisa menyatukan Dunia ini serta membawa Perdamaian atau lebih tepatnya sebuah Obligasi."

"Itu hanya omong kosongmu saja Naruto.."

"Kau jangan pergi ke tempat Orochimaru, untuk apa ? Kau akan menjadi alat permainannya saja ?"

"Aku tidak peduli, yang terpenting Aku harus menjadi lebih kuat..tidak..harus menjadi sangat Kuat, Ya Sangat Kuat, bukan lebih.."

"Sasuke..? Kalau begitu Aku akan menghentikanmu dan membawamu kembali Ke Desa Konoha.."

...

Bruaggggg *sfk

"Kau kalah Naruto, Jangan menghalangiku..Sejujurnya Aku tak ingin membunuhmu..tapi..Aku harus membunuhmu saja.."

"Sasuke ?"

"Tck..Terlalu cepat jika kau mati, Aku akan menunggumu kelak..membunuh orang lemah hanya akan merusak reputasiku saja..Dasar lemah.."

"Sasuke..Ja—Ja—Jang—Jangan..Pergi."Pemuda itu ambruk telak, orang yang sedang di kejarnya, pergi meninggalkannya,

Aku bertarung dengan orang yang bernama Sasuke ? Mengapa Aku begitu peduli terhadapnya ? Siapa Dia ?

Naruto merubah posisinya, Dia kini sedang membaringkan tubuhnya, menunggu Scene masa lalunya, Scenenya benar berubah lagi,

Baiklah Scenenya berubah lagi..Sekarang Apa ?

Sruttthh *sfk

"Bodoh..Apa Kau ingin membunuh Adikmu sendiri Sasuke ?"

"Diamlah, Aku tidak peduli.."

"DIA ADIKKMU ? BUKANNNYA KAU PERNAH BILANG BAHWA KAU AKAN SELALU MENJAGANYA SERTA MELINDUNGINYA ?"

"Berisik..Asal Kau tahu..Dia bukanlah Adik Kandungku, Dia Adik..TIRIKU,"

"Mengapa Kau mempersalahkannya ? lagipula Kalian mempunyai Ayah yang sama..tidak ada yang berbeda diantara Kalian.."

"DIAM! MANA MUNGKIN AKU PUNYA PERASAAN SEORANG KAKAK YANG MENYAYANGI BUKAN ADIK KANDUNGNYA, TENTUNYA KITA AKAN MEMBENCINYA, IBUNYA TELAH MENIKUNG AYAHKU TAHU!BETAPA SAKITNYA HATI IBUKU KETIKA ITU..KAU TIDAK TAHU APAPUN NARUTO TENTANGKU..JANGAN SO TAHU TENTANG DIRIKU.."

"Tidak..Aku memang tahu tentang dirimu..Semuanya Aku tahu, Ya Semuanya..Aku sangat mengetahuinya..Adikmu sendirilah..Hinatalah yang menceritakannya padaku, Ibumu sebenarnya mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkanmu, lalu Ibumu meminta Ibu Hinata untuk menggantikan tempatnya, Ibumu tidak mau Kau kesepian karena tidak punya seorang Ibu, Kau seorang Anak yang tidak mau berpisah dengan seorang Ibu..dan asal tahu juga..AKU TIDAK BERSAMA IBU KANDUNGKU JUGA..AKU DI ADOPSI OLEH ORANG LAIN..BANYAK PEREMPUAN YANG MENJADI IBUKU..MEREKA TULUS MENJAGAKU HINGGA AKU BESAR SEKARANG..KAULAH YANG SANGAT TIDAK MENGERTI APAPUN SASUKEEEE"

"Naruto..?"

"Saat Umurku 7 tahun, Aku di tinggal oleh Ibu Kandungku, kemudian Aku bertemu seseorang gadis uchiha yang berumur 3 tahun lebih tau dariku, Aku menganggap gadis itu adalah Kakakku, gadis itu membiarkan Aku di adopsi oleh orang tuanya, itu berlangsung 8 tahun lamanya, orang tua gadis itu yang mengadopsiku selama 8 tahun itu, tewas di bunuh oleh seseorang, tinggal Aku bersama gadis itu, lalu..Aku bertemu dengan seorang Petugas Keamanan Negara, dan Petugas Keamanan Negara itulah yang menjadi Ibuku selanjutnya, Aku menyebutnya Master, karena Dialah yang melatihku bersama Kakakku, tapi itu tidak bertahan lama hanya 2 tahun lamanya, Saat umutku 17 tahun, Kakakkulah yang menjadi Ibuku, Aku menganggapnya sebagai Ibuku, Aku sangat menyayanginya, dna Aku akan melindunginya apapun yang terjadi.."

"Jadi Perempuan muda yang kala itu Aku berkunjung ke rumahmu adalah Ibumu atau lebih tepatnya Kakakkmu ?"

"Ya.."

"Aku menyadari bahwa Hidupmu itu lebih susah, lebih sakit daripada hidupku, tapi..Aku memiliki hidupku sendiri.."

"Jika itu jawabanmu, Aku tak akan membiarkan seorang Kakak yang kotor akan mengotori tubuh Adiknya sendiri.."

"Majulah Narutooo.."

"Aku akan menang kali ini..:"

...

"Sialan Kau.."

"Sudah hentikan pertarungan yang tak berarti ini.."

"Hmmph..Aku rasa Aku harus mengobati lukaku, Kau memang sudah menjadi lebih Kuat Naruto..:

"Tunggu—Tck..Sial.."

Apa ? Aku mengatakan semua itu ? Aku pernah punya banyak ibu rupanya ? Sekarang Scene Apa lagi yang akan kulihat diriku.. batin Naruto

Scene berikutnya..

"Menyerahlah Naruto, semakin Kau bertarung, semakin banyak temanmu menjadi korban selanjutnya.."

"Aku tidak akan menyerah.."

"Menyerahlah..!"

"TIDAK AKAN.."

...

"Aku tahu, Kau merindukan seorang gadis, Rin kan namanya..Obito ?"

"..."

"Jika Dia melihatmu sekarang, pasti Dia..akan sangat sedih, bukannya Kau ingin menjadi Pemimpin juga ?"

"..."

"Ayolah bertarunglah bersama kami, berjuanglah bersama Kami, Kau masih bisa meraih impian itu Obito..."

"Naruto..?"

"Aku menyadarinya, Kau Identik denganku Obito, Kita mempunyai sifat yang sama, keinginan yang sama, bahkan Impian yang sama.."

"Terima Kasih Naruto.."

Itukah Perang Besar Dunia Ke-4 ? Menakjubkan sekali..tapi..seperti yang Hinata bilang..banyak korban yang meninggal karena itu..Sekarang Aku ingat Semuanya, Diriku yang dulu, Siapa diriku..Aku..mengingatnya..Sekarang..Aku akan memperbaikinya..

FLASHBACK END

"Naruto-sann?Naruto-san..?"

"Jangan khawatir Hinata.."Naruto tiba – tiba terbangun,

"Naruto-san ?"Hinata yang melihatnya aneh, Kenapa baru saja Dia pingsan karena Ledakan yang menyelamatkannya tiba – tiba keadaanya seperti semula lagi, ada apa dengannya,

"Aku sudah ingat Semuanya.."

"Semuanya ?"

"Yeah..Dari awal sampai Akhir..memang sangatlah konyol alurnya, Aku harus membawa Kakakmu kembali Hinata.."ucap Naruto, Hinata terkaget seketika, Kenapa Naruto mengetahui Kakakknya, ia tahu keadaannya, bukannya Amnesia ? Apa - benar ingat.

"Naruto-san ?"

"Kupikir caramu menyebutku sangatlah Aneh sekali.."

"Apa ?"

Tuinggg..Duakk *sfk

Bom kembali meluncur dari atas, tapi seseorang menahannya dengan tangannya,

"Naruto..-kun?"ucap Hinata sambil memejamkan matanya, Dia sudah ada di pelukannya, Hinata tampak memerah wajahnya,

"Ya tepat..Begitulah caranya yang benar Kau menyebutku..Aku akan melindungimu Hinata.."ucap Naruto, kemudian Dia melepaskan pelukannya, dan berlari mengejar musuhnya,

"Naruto-kun ?"

"Tunggu disana, jaga dirimu baik – baik..Aku akan menjatuhkan musuhnya.."

Hinata..Akhirnya Aku mengingatnya..Kenangan itu tak akan lupakan lagi, tak akan lagi, Aku janji..Hanya demi sebuah kekuatan..tak akan ku korbankan Ingatanku..

...

"Jadi Dia sudah ingat kembali ?"tanya seseorang dengan jubah hitamnya,

"Ya..Yondaime Maou-sama..Itu akan menjadi bencana untuk Kita..Deidara sang Pendekar Pedang Zodiak Libra telah di kalahkan olehnya.."

"Siapkan Ke 4 Pendekar Pedang Zodiak Pisces, Capricorn, Taurus, dan Aries untuk menangkapnya."

"Di mengerti Yondaime Maou-sama.."

"Aku mengandalkanmu..Pendekar Pedang Zodiac Ke-13, Orochimaru"

Bersambung..

NEXT ON CHAPTER 3 – AKU AKAN MENGALAHKAN RAJA IBLIS ITU

SILAHKAN DI REVIEW UNTUK MEMPERCEPAT UPDATENYA JUGA SEMANGAT MENULISNYA AUTHOR..

SESUAI JANJI..AUTHOR BAKAL UPDATE HARI MINGGU UNTUK PARA READERS..

JANGAN LUPA REVIEW AJA YA..BISA TAHU BESOK ATAU LUSA UPDATE.. :3 HIHIHI..

TERIMA KASIH BANYAK UDAH BACA, NANTIKAN CHAPTER BERIKUTNYA

SALAM AUTHOR HAIKALUZUMAKI