Pairing : Yesung and Ryeowook (Author cuma bisa ngintip dari ventilasi pintu sambil mimisan)
Rate : NC-17 (Lemon tapi masih lemon setengah matang)
Genre : Romance Fluff
Summary : Setelah 1 tahun masa pacaran YeWook. Akankah akhirnya mereka 'melebur'?.
Disclaimer : AKH! Tahu kayak begini aku bawa handycam atau kamera ToT Lumayan buat di jual!
Warning : Untuk Rate aku biasanya pakai kebiasaanku di luar, Jadi NC-17 untukku sama dengan NC-21 ==' Rawan Kosa Kata! Step by Step buat ".."
Song Fic : Hm.. Enaknya lagu apa yah yang bisa bikin suasana panas dingin?
Mood : Dag Dig Dug Duer
'
Author by baby kyumin
'
.
.
.
Yesung terus menciumi bibir Ryeowook, Mengemut bibir bawahnya seraya menggigit pelan, Menjilati bibir atas dan bawah sebelum memasukkan lagi lidahnya ke dalan gua hangat Ryeowook. Tangannya mulai meraba-raba tubuh atas Ryeowook yang tak berbusana. Merasakan kulit lembut sang kekasih dengan tangannya.
Di lepas ciumannya dan mengarah ke dagu, Mengecup sekali dagu Ryeowook sebelum turun ke leher. Mengemut kulit putih tak ada pertahanan itu dengan liar, Membuat bekas merah bahwa Ryeowook adalah miliknya seorang di sana yang di yakinin akan menghitam keesokan harinya.
Ryeowook mendesah dalam diam, di gigit bibir bawahnya mencoba menahan keluar, Di elus punggung Yesung memberitahukan bahwa dia juga menikmatinya, Walau di tahan.
Ryeowook memejamkan matanya, menikmati saat-saat lidah basah Yesung menari-nari di dada nya. Dia menggeliat kecil tiap kali lidah Yesung menggoda puting-nya, Memberikan kecupan sebelum melahapnya. Tubuh Ryeowook bergidik bergetar, Bagai menerima sengatan listrik di seluruh tubuhnya saat mulut Yesung terus mengemut salah satu puting-nya, Sedangkan di dalam mulut, Lidah Yesung terus menari-nari menyitari sang puting. Ryeowook mendekap mulutnya dengan tangan agar suara tak keluar. Terutama saat jari Yesung memainkan puting-nya yang lain.
Lelah menggoda puting Ryeowook. Yesung mengecup tiap jengkal kulit dada Ryeowook, Tangannya turun ke celana jeans Ryeowook, Mengelus paha kecil yang masih terbungkus celana.
Ryeowook mendesah pelan merasakan tangan Yesung yang mengelus pahanya, Pelan memang, Tapi entah mengapa begitu menggoda.
Hati-hati di buka sabuk celana Ryeowook. Melepas kaitannya, dan menurunkan perlahan resleting. Di elus sekali lagi kedua paha Ryeowook dan berkata, "Apa kau yakin?".
Ryeowook menatap Yesung yang ada di antara kakinya, Senyum lembut terlihat di wajahnya, dan mengangguk.
Di tarik celana jeans Ryeowook yang di pakainya. Ryeowook mengangkat pinggulnya sedikit supaya mempermudah. Melepas dan membuangnya entah kemana di sudut kamar.
Di elus tonjolan di antara selangkangan Ryeowook, Sesekali meremas pelan barang yang masih di tutupi celana dalam itu. Ryeowook mengerang akan godaan yang terus menerus di dapatnya. Di gigit bibir bawahnya, "Jangan menggodaku lagi Hyung" pintanya.
Yesung tersenyum, Di kecup tonjolan yang mulai membesar di balik celana dalam itu, Terlihat basah sedikit di sana.
Begitu celana dalam Ryeowook terlepas. Ryeowook menggigil sedikit karena sensasi dari angin dingin yang menggelitik di kemaluannya. Yesung hanya memandang wajah Ryeowook yang manis, tanpa sadar bibirnya melengkung membuat garis senyum.
"Kenapa kau memandangku begitu Hyung" tanya Ryeowook malu, Wajahnya merona merah, Bibirnya cemberut, Pipinya sengaja di kembungkan, Dan tangannya menutupi kemaluannya yang berdiri tegak.
Yesung menggeleng pelan, Di buka dengan perlahan tangan Ryeowook yang menutupi kemaluannya, "Kau terlihat seperti malaikat kecil" ungkapnya. Ryeowook berdecak bingung, "Memangnya Hyung pernah bertemu malaikat?" tanyanya polos. "hmm... ddangkkomang yang cerita seperti apa itu malaikat" jawab Yesung dengan wajah yang terlihat sedikit bodoh, Polos tapi sebenarnya tak ada maksud untuk mempermainkan. Ryeowook mengeluh marah, Membuang muka ke samping "Kau mempermainkanku" ucapnya kesal.
Yesung menghela napas, Sebenarnya dia tak ingin membuat suasana ini berubah tak nyaman, Tapi entah mengapa sifat anehnya tiba-tiba muncul lagi, "Tentu saja aku pernah melihat seorang malaikat. Dan dia ada di hadapanku sekarang" seraya berkata seperti itu, Yesung menurunkan tubuhnya. Tangannya memegang batang kemaluan Ryeowook, Sedangkan bibirnya mengecup kepala penis itu.
Ryeowook menggigil karena sensasi itu. Di pejamkan kedua matanya, di cengkram erat kain seprai di kedua tangannya.
"Tubuhmu tegang sekali" ucap Yesung menggoda. Di kecup sekali lagi kepala penis itu, di jilat pre-cum bening yang sudah keluar, membuat Ryeowook tak kuasa menahan desahannya.
Suara desahan Ryeowook entah mengapa bagai tali pecut bagi Yesung untuk berbuat lebih. Di masukkan kepala penis Ryeowook ke dalam mulutnya, Menghisap pre-cum yang terus keluar, setelah semua bersih, di masukkan seluruh batang kemaluan Ryeowook ke dalam mulutnya.
Ryeowook memekik akibat sensasi hangat mulut Yesung yang menyelimuti kemaluannya. Dia terus mendesah tak karuan saat mulut Yesung terus melumat kemaluannya. Memasukkan dan mengeluarkan kemaluannya dalam gua hangat itu.
Di cengkram rambut Yesung seraya melengkungkan tubuhnya akibat kenikmatan yang terus-menerus di terimanya melalui kemaluannya. Mulutnya terbuka tapi hanya suara erangan yang keluar, di pejamkan matanya saat di rasa orgasmenya mendekat.
"Hyung...oh...ohhh..."
Yesung terus mengemut penis Ryeowook, Namun saat dia merasakan Ryeowook yang semakin mendekat dengan orgasmenya, Di hisap kuat-kuat kepala penis Ryeowook, Sedangkan lidahnya bermain-main di kepala penis Ryeowook, Menjilati lubang kecil di sana.
"Akh... akh... Hyu...ng" ucap Ryeowook di antara desahannya, Dia merasa semakin dekat, dan dekat. Otot perutnya mengencang menandakan orgasmenya akan keluar. Dan saat orgasmenya datang, dia mengangkat tubuhnya ke atas sedikit, menyodokkan lebih dalam penisnya di dalam mulut Yesung. Yesung tak keberatan walau dia hampir tersedak, tetap di hisap dan di emut sekuat mungkin kepala penis Ryeowook, sedangkan tangannya mengocok turun naik batang kemaluan Ryeowook, membuat kemaluan Ryeowook akhirnya mengeluarkan cairan putih.
Ryewook menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur, tubuhnya lemas akibat orgasme, napasnya tersengal-sengal berusaha mengisi paru-parunya dengan udara, dan keringat membasahi tubuhnya.
Yesung menelan cairan putih Ryeowook yang masuk ke dalam mulutnya, tapi hanya sebagian, sedangkan sisanya di biarkan tercecer di bulu jambut kemaluan Ryeowook dan telapak tangannya.
Kini Yesung merangkak menaiki tubuh Ryeowook yang masih terkapar lemas. Di cium bibir Ryeowook yang sedikit terbuka karena terengah-engah. Menciumnya dengan seluruh perasaannya.
Ryeowook yang di cium Yesung merasakan sesuatu yang aneh dari ciuman itu. Terasa rasa asin di dalam mulut Yesung yang biasanya manis. Di antara ciuman itu, entah mengapa dia merasa Yesung memberikan sesuatu ke dalam mulutnya, membuatnya terpaksa menelan.
Ryeowook merasa mual dan jijik saat menelan benda cair asing itu. Tapi karena yesung tak menghentikan ciumannya, dia tak bisa protes. Saat Yesung melepaskan ciuman mereka, Ryeowook secepat mungkin menghirup udara segar, mengisi paru-parunya yang sempat kosong.
"Yang tadi itu apa Hyung? Rasanya aneh, kental dan..." keluh Ryeowook seraya memperlihatkan wajah yang ingin muntah sambil mendekap mulutnya agar bisa menahan.
Yesung tertawa kecil melihat reaksi kekasihnya, di sisihkan tangan Ryeowook yang masih mendekap mulutnya, dan mengecup sekilas, "itu tadi rasa-mu Wookie".
Ryeowook menyengitkan dahinya tak mengerti, menatap Yesung yang masih tersenyum tanpa memberitahukan maksud sebenarnya walau dia bertanya. Entah butuh waktu berapa menit sampai akhirnya wajah Ryeowook berubah dari bingung menjadi terkejut saat dia akhirnya mulai mengerti. Wajahnya langsung merona memerah, bahkan sampai ke telinganya.
Yesung langsung tertawa terbahak-bahak saat dia yakin Ryeowook akhirnya mengerti. Ryeowook yang kesal memukul pelan lengan Yesung, mencoba menunjukkan kekesalannya.
"Kau jahat Hyung, kenapa memberikan itu padaku" kesalnya.
Yesung tersenyum, di elus pipi Ryeowook, "Memangnya kenapa?"
"Ukh... Kenapa kau malah bertanya begitu. Tentu saja karena rasanya... ukh... menjijikan. Mengingat aku menelannya saja sudah membuatku mual. Terutama rasa asin dan kekentalannya. Ukh"
"Benarkah? Tapi untukku rasanya manis."
Ryeowook menggembungkan pipinya protes, saat dia ingin berbicara, tiba-tiba Yesung menciumnya, membuatnya pasrah tak protes lagi.
"Shtt... Kita sudahi perdebatan tak berguna ini. Aku benar-benar sudah tak tahan ingin memilikimu" goda Yesung saat bibir mereka terpisah.
Ryeowook hanya menatap Yesung, entah mengapa menurutnya mata kekasihnya saat ini begitu menghanyutkannya. Dadanya berdegup kencang, rasa takut tiba-tiba menyelimutinya. Tapi dia mencoba tak memperdulikan semua itu. Di benamkan wajahnya di sela lekukan leher Yesung dan berbisik pelan, "Miliki aku seutuhnya Hyung".
.
.
.
TBC (Aku perlu ke rumah sakit buat infus darah dulu dan ingatkan aku bawa handycam!)
.
Kaget aku, yang Hits fic ini sedikit o.0
Pada ga suka Lemon yah?
Hufh~ Jadi kecewa aku ToT
"soalnya ga semua orang suka yadong kayak kamu"
Yaiks! Jangan tiba-tiba kasih koment Snow!
"tapi itu benarkan? Otakmu isinya hanya yadong sampai lebih memilih baca lemon daripada yang biasa"
I... Itu~~~ *main-mainin jari sambil buang muka entah ngelihat ke mana
"..."
Akh! Udah! Ga usah basah hal ga penting! *lempar Snow balik ke kutub selatan
Sip. Entah kalian suka ato ga sama yang namanya lemon *tapi mending apel deh, bisa buat diet
RnR-nya yah *, *
Mau ku buktiin ke Snow, kalau lemon juga bisa berjaya! *apa maksudnya tuh?
