Title: The Other Side of Me

Author: Lee Shikuni

Archip: Yaoi, Chapter, M (for Crime)

Genre: Crime, Family, Romance

Cast:

-Jung Ho Seok a.k.a J-Hope (BTS)

-Jeon Jung Kook (BTS)

-And OC

Warning: Typo(s), GJ, Amburadul, Yaoi Fanfic! Pair: HopeKook, DLDR! RnR, please...

A/n: Reirei: Udh lanjut, nih... ^^

Caca: Ini Shi lanjut Noona... :3 Silahkan dibaca... ^^

Ok, ini ide... sebenernya mentok. Dipaksain malah alurnya jd kecepetan. Haduh~ Semoga ini gk mengecewakan. Hope U like it! Happy reading~ ^^

AUTHOR POV

#Flashback

"Eomma, eomma!" panggilan penuh nada panik itu terdengar samar di telinga Ho Seok yang masih mencoba membuka matanya.

Badannya lemas; bahkan ia tak bisa merasakan apapun dari tubuhnya yang kotor dan tak terurus itu. Ho Seok menyadari ada yang mendekatinya. Tapi tak tahu rupa, tak tahu siapa -suaranya asing di telinganya- dan tak tahu orang itu sedang apa.

"Eom- -harus- -sel- -dia!" Ho Seok diambang batas sadarnya. Kalimat itu terdengar berpotongan tak lengkap di telinganya.

Setelahnya Ho Seok merasa tubuhnya melayang, dia dapat melihat raut khawatir wajah seorang anak laki-laki kecil yang tak dikenalnya. Hingga mata itu memberat, dan tertutup rapat.

#Flashback

"Annyeong~!" sebuah sapaan terdengar familiar di telinga Ho Seok. Ho Seok langsung mengintip dari balik pohon di halaman belakang panti asuhan yang selama 2 tahun ini menjadi tempat tinggalnya semenjak ia angkat kaki dari 'masa lalu'nya. Diam-diam Ho Seok tersenyum kecil melihat seorang namja yang berbeda 2 tahun dengannya tengah menyapa satu per satu anak panti yang lain.

Ho Seok meraba dada bidangnya. Merasakan debaran dan getaran aneh; tapi nyaman, yang menjalari tubuhnya. Sudut-sudut bibirnya terus tertarik meski sedikit untuk menciptakan senyum kecil, sedang matanya hanya penuh dengan sosok yang tengah ia tatap itu.

Senyumnya, tawanya, suaranya, tingkahnya, sifatnya... Ho Seok menyukai semua itu! Semua yang ada pada-

"Hoppie Hyung?" panggil namja yang sedari tadi ditatap Ho Seok. Ho Seok agak gelagapan saat baru menyadari orang yang sedari bangun tidur ia pikirkan itu ternyata sudah ada di hadapannya. Ho Seok kembali mengontrol dirinya dan mengusap tengkuknya.

"Annyeong, Kookkie~ah." sapa Ho Seok pelan. Yang dipanggil terkekeh manis. Ho Seok semakin menarik sudut bibirnya. Kenapa sebegini bahagianya hanya melihat seseorang tersenyum di depanmu?

"Hihi... Aku merindukanmu, Hyung." ujar orang itu dan duduk di atas rerumputan diikuti Ho Seok.

"Aku juga." gumam Ho Seok.

"Mwo?"

"Lupakan."

"Ah, Hyung. Aku ingin punya teman di rumah." mulailah orang itu bercerita sementara Ho Seok mengangguk menanggapinya; karena ia tahu orang di sebelahnya ini anak tunggal. "Aku ingin punya seorang Hyung." Ho Seok tertegun dan menatap orang di sebelahnya dengan perlahan.

"Kau serius?" orang itu mengangguk. "Kau tahu? Itu agak aneh. Hmm... Kau tahu kan, kenapa?" orang itu langsung cemberut dan menundukkan kepalanya. "Mianhne."

"Jung Kook~ah!" seruan suara namja berumur paruh baya terdengar di kejauhan. Orang itu -Jung Kook- dan juga Ho Seok menoleh dan mendapati senyuman lebar si pemanggil. Jung Kook ikut tersenyum tapi Ho Seok...

Jung Kook menoleh sebentar kearah Ho Seok lalu terkekeh kecil.

"Hyung jangan sedih begitu. Besok pasti aku akan kembali." ujar Jung Kook lalu pamit.

Apa yang bisa dilakukan Ho Seok? Hanya mengangguk mengiyakan dan membiarkan orang yang sangat ingin kau rengkuh itu pergi berlari kecil menghampiri sepasang suami-istri.

"Cih!" Ho Seok mendecih saat melihat adegan harmonis dikejauhan matanya. Rasanya sangat mustahil terjadi pada hidupnya.

Tunggu!

...

Kecuali...

Dan seringai menyeramkan tercetak di wajahnya. Lagi-lagi kepalanya terasa kosong.


"Annyeong...!" sapanya seperti biasa pada anak-anak panti.

Jung Kook bukan salah satu dari mereka. Jung Kook itu anak dari donatur terbesar di panti ini. Appa-nya sering berkunjung setelah Jung Kook pulang sekolah sekalian menjemputnya.

Tapi kali ini senyuman itu menghilang tiba-tiba. Wajah blank Jung Kook muncul saat mendapati di balik pohon kokoh itu kosong. Tak ada siapapun yang biasanya menyapanya gugup. Jung Kook mengernyit lalu menoleh ke kanan dan ke kiri. Tapi nihil, apa yang ia cari tak terdeteksi indera penglihatannya. Menyerah di awal; mencari sendiri, akhirnya ia memutuskan bertanya pada Ahjumma panti.

Dan yang di dapat Jung Kook dari mulutnya sendiri adalah kata: 'Oh'. J-Hope Hyung-nya ternyata sekolah. Biasanya J-Hope Hyung-nya itu pulang lebih awal darinya. Tapi sepertinya dia sedang sibuk dengan sekolahnya, itu pemikiran positif Jung Kook.


Hari-hari selanjutnya Jung Kook selalu pulang ke rumahnya setelah dari panti dengan wajah murung. Masih tak mendapati teman sepermainannya yang masih saja sibuk sekolah sepertinya.

"Ada masalah, Kookkie~ah?" tanya sang Eomma sembari mengelus kepala Aegya-nya. Jung Kook melihat jalanan luar lewat kaca mobilnya yang melaju menuju rumah, lalu menatap Eomma-nya.

"Kookkie bosan, Eomma." jawab Jung Kook dengan nada merajuk yang lucu sembari memajukan bibirnya imut. Sang Eomma terkekeh.

"Aegya Eomma bosan kenapa, eoh?" tanya Eomma-nya lagi dengan sabar. Memasang mode 'pendengar yang baik'.

"Kookkie rindu Hoppie Hyung, Eomma." mendengar jawaban itu sang Eomma mencoba tersenyum.

Sang Eomma tahu Jung Kook kesepian. Tapi dengan umurnya, ia sudah tidak bisa lagi memberikan teman rumah untuk Jung Kook yang notaben anak rumahan, bahkan sering ditinggal sendiri karena Bumo-nya sibuk bekerja.

"Tenang saja, Chagi. Hoppie pasti tidak akan sibuk sekolah lagi nanti. Lagi pula, bukankah minggu depan kau juga akan sibuk sekolah?" tanya sang Eomma yang diangguki Jung Kook beberapa detik kemudian. Kembali Jung Kook menatap jalanan di luar sana dengan sendu; tentu saja tak luput dari perhatian Eomma-nya yang tersenyum simpul.


Ho Seok menunggu dengan gelisah di balik pohon kokoh, tempat dimana ia biasa menunggu malaikatnya yang selalu sukses membuatnya gugup tak karuan. Ho Seok menoleh ke segala arah hanya untuk mendapati anak panti lain yang sedang bermain, lalu menghela nafas; setengah bosan, setengah putus asa.

"Hosiki..." panggil seorang Ahjumma dengan umur paruh baya mendekati Ho Seok yang menatapnya bingung. "Menunggu seseorang?" Ho Seok mengalihkan tatapan kembali ke depan, lalu menunduk tak menjawab. "Jung Kook~ah?" tebak Ahjumma itu. Butuh beberapa detik untuk Ho Seok agar menganggukan kepalanya dengan rasa malu menyeruak dalam dirinya. Sebisa mungkin tak membuat perubahan fisik yang kontras; seperti pipi yang memerah, misalnya.

"Ahjumma dengar ia sedang sibuk ujian saat ini. Dia sangat sedih tak bisa menemuimu seminggu yang lalu. Ah, bagaimana ujianmu?" tanya Ahjumma panti dengan senyumnya. Ho Seok mendengarkan dengan baik.

"Kookkie? ... Ujian?" gumam Ho Seok bertanya. Ahjumma mengangguk pelan.

"Ia jadi tak bersemangat setiap kali datang ke sini. Dan sering kali pulang dengan wajah tertekuk. Tapi jika menunggumu pulang pasti lama, Hosiki." ujar Ahjumma panti sabar.

Ho Seok terdiam lama. Ia sangat merindukan Jung Kook. Apa dia bisa menahan dirinya untuk tidak bisa bertemu dengan Jung Kook selama seminggu? Oh, hell! Yang benar, saja! He will die! Baiklah, pikiran Ho Seok mulai berlebihan. Emmh... Bagaimana caranya menyusuli Jung Kook ke rumahnya? Pikiran ini ntah darimana datangnya. Jika dibiarkan, Ho Seok benar-benar terobsesi dengan Jung Kook.

"He will be mine!" gumam Ho Seok mantap.


Ho Seok mengintip dari balik pohon saat sepasang suami-istri datang mengunjungi panti; Bumo Jung Kook. Dan Ho Seok menggeram saat tak melihat keberadaan Jung Kook. Ho Seok putuskan untuk mendekat dan menyapa, mungkin bisa membuat perubahan.

"Annyeong, Ahjumma... Ahjussi..." sapa Ho Seok mencoba ramah; mencoba terlihat baik di mata Bumo Jung Kook; perhatian.

"Annyeong, Hoppie..." sapa mereka berdua kompak. Ho Seok tersenyum; mencoba selebar mungkin, lalu celingukan.

"Mencari Kookkie?" tanya Ahjumma Jeon. Ho Seok mengangguk lemah.

"Kookkie eoddie?" tanya Ho Seok pelan. Kecewa masih tak mendapati Jung Kook di panti hari ini.

"Mianhne, Kookkie sedang fokus ujian untuk seminggu ini. Jadi tidak bisa bertemu Hoppie untuk sementara." jawab Ahjumma Jeon sabar.

"Sama seperti yang di katakan Ahjumma." gumam Ho Seok.

"Mwo?"

"Ah, sampaikan salamku untuk Kookkie ne, Ahjumma? Hope akan selalu menunggunya di balik pohon." setelah mendapat anggukan, Ho Seok kembali ;bersembunyi -berdiam diri- di balik pohon. Sepertinya ia benar-benar harus menekan rasa rindunya untuk seminggu ini.

AUTHOR POV END

~TBC~

A/n: Eotthae? Maaf klo maksa. #bow Tp kyknya Shi gk bsa tiap minggu update #bowagain Mianhne... Shi lgi sibuk sama sekolah. Tp pasti lanjut. Perkiraan cm bsa update 2 minggu sekali. Maaf... bgt! Dan itu bru perkiraan. Bentar lgi mau UAS 1 soalnya. :D Review, please... ^^