~coffe prince~

Main cast : SHINee member

Genre : romance, friendship

Disclaimer : SHINee © SM Entertaiment

A/N : Untuk chap 2 ini ceritanya lebih ke 2min couple ya!^^ sama seperti biasanya, cukup banyak typo berserakan, OOC dan sekali lagi saya ingatkan kalau Taemin dan Key itu GENDERSWITCH! Yah intinya dari semua kata-kata saya adalah ... Happy reading readers!

.

Cafe bernuansa cokelat dengan berbagai macam harum kopi itu terllihat penuh seperti biasa. yang berbeda sekarang hanyalah ada dua orang yeoja cantik yang membantu para coffe prince di cafe tersebut.

"Hei Minho! Pesanan untuk meja nomor 5 belum kau antarkan juga? Mereka sudah meunggu dari 10 menit yang lalu!"

"Ayolah hyung! Kalau kau masih bisa berteriak seperti itu padaku kenapa bukan kau saja yang mengatarkannya!"

Minho dan Onew masih sibuk mengitari cafe tersebut untuk mengantarkan semua pesanan ke meja-meja yang semakin siang semakin ramai. Lalu kemana perginya dua yeoja cantik yang mungkin sekarang bisa kita panggil coffe princess?

Taemin yang memang belum makan dari pagi kini sedang menikmati makan siangnya di tempat khusus pegawai, sedangkan Key terus memperhatikan pelanggan yang rasanya tak mau berkurang itu. Terkadang senyum tercetak di bibir tipisnya, membuatnya terlihat semakin cantik bukan?

"Eonni, kenapa kau tidak makan? Setelah ini bagian kita yang melayani para pelanggan itu," Taemin berhasil mengalihkan pandangan Key kepadanya.

Dilihatnya sekotak makanan yang sudah tersaji di meja yang tak jauh dari tempatnya kini duduk. Pandangannya beralih ke Taemin lalu tersenyum. "Baiklah, kurasa para namja itu sebentar lagi akan kehabisan suaranya karena teriak-teriak seperti itu."

Sekitar 20 menit Taemin dan Key selesai menghabiskan makanannya ketika Onew masuk dengan keringat bercucuran membuat rambutnya basah. Matanya menyapu seluruh ruangan sebelum akhirnya tertuju pada Key. "Ayo ikut aku! Kodok itu sudah seperti orang stres sekarang. Ini hari minggu, tapi yah pertama kalinya toko begitu penuh seperti ini."

Key yang tak mengerti hanya mengangguk dan pasrah diseret Onew ke dalam cafe.

Tak lama Minho masuk tak kalah berkeringatnya dibanding Onew. Ditatapnya Taemin yang masih menghabiskan susu pisangnya. "Kau masih disini?"

Taemin hanya mengangguk dan masih berkonsentrasi pada suus pisangnya. MInho mengambil kotak makan siangnya dan mulai makan. Suasana canggung menyelimuti mereka berdua. Tak ada yang berbicara karena masing-masing memiliki kegiatan sendiri.

"Ini pertama kalinya kau bekerja?" tanya Minho tiba-tiba. Taemin menoleh dan sekali lagi hanya mengangguk lalu menundukkan kepalanya lagi, kembali fokus pada suus pisangnya.

"Kau mennyukai suus pisang?" tanya Minho lagi yang masih tetap hanya dibalas anggukan oleh Taemin.

Minho berpikir sejenak dan kembali mencoba bertanya. "Apa kau senang sekarang memiliki tempat tinggal?" sejenak Minho berpikir mungkin Taemin hanya akan mengangguk lagi, namun sebuah suara mengejutkan Minho.

"Aku senang! Tadinya aku bingung akan kemana setelah tahu kalau apartemen dan uangku semuanya hilang, untung aku bertemu denganmu. Aku sangat berterima kasih padamu! Kalau tak ada kau aku tak tahu sekarang bagaimana."

Minho tersenyum memandang yeoja di depannya ini. wajahnya masih menunduk tapi masih dapat dilihatnya semburat merah di pipinya yang putih. Tak tahukah Taemin betapa senangnya mata namja didepannya itu untuk terus menatap wajahmu?

"A, a, aku harus kembali ke dalam. Eonni pasti sibuk kalau hanya berdua saja, selamat makan Minho-ssi."

Taemin keluar dengan buru-buru hingga tak sadar kalau ada orang didepannya. Beberapa kali ia membungkuk untuk meminta maaf sebelum akhirnya bergabung bersama Key di meja depan. Minho hanya tersenyum memandang tingkah temannya itu.

"Kodok! Sedang apa kau? Melamun seperti itu. Aku tahu pekerjaan kita hari ini begitu melelahkan tapi apa itu membuat jiwamu melayang pergi dan meninggalkan raganya disini?"

Minho menoleh melihat hyungnya yang sekarang sudah duduk sembari membawa sekotak makanan. "Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan." Dan ia pun kembali melahap bekal makan siangnya.

.

"Kerja bagus! Hari ini cafe kita penuh, berarti penghasilan meningkat."

Pukul 9 malam, Sun cafe kini sudah kosong. Hanya tinggal 4 orang yang sedang beristirahat di kursi yang belum mereka naikkan. Sangat terlihat wajah mereka yang lelah dan bersimbah keringat.

"Dan itu berarti kami mendapat uang tambahan! Akhirnya aku bisa makan ayam!" teriak Onew.

"Hyung, bukannya tadi siang kau juga makan dengan ayam?"

"Itu masih kurang, kau hanya memberiku paha ayam yang super kecil."

"Kalau kau mau ayam yang lebih besar, bayar dulu hutangmu padaku!"

Dan begitulah potongan percakapan antara para remaja itu sebelum berkemas dan meninggalkan cafe. Minho dan Taemin yang diberi tugas untuk membeli keperluan sehari-hari mereka berempat di apartemen pergi dengan bus, sedangkan Onjongkey harus ke apartemen Key dulu untuk membantu memindahkan barang-barang Key ke apartemen mereka.

.

"Key, haruskah boneka-boneka ini kau bawa juga? Dan ini, selimutnya juga?" Omel Onew yang bertugas mengangkat barang-barang milik Key keluar dari apartemennya.

Key menyipitkan mata kucingnya memandang Onew tajam. "Kalau kau tak mau membawanya, biar aku yang bawa! Kau itu namja tapi begitu cerewet."

Akhirnya dengan berat hati Onew membawa barang-barang yang menurutnya tak berguna itu ke dalam mobil Jonghyun yang sudah terparkir di halaman depan aprtemen Key.

Kira-kira 2 jam baru mereka selesai memindahkan semua barang milik Key dan berpamitan pada pemilik apartemen.

"Key, kau di depan! Kau seorang wanita. biarkan Onew hyung duduk dibelakang dengan barang-barang itu," ucap Jonghyun enteng.

Membuka pintu mobil belakang dan mempersilahkan Onew masuk. Dengan kesal Onew masuk sembari merutuki nasibnya kini. Dia sudah bekerja seharian di cafe, lalu membawa semua barang-barang Key yang tak bisa dihitung berapa banyak dan sekarang dia harus duduk di kursi belakang dengan semua barang-barang ini!

Key masuk ke dalam mobil diikuti Jonghyun. Mobil bewarna hitam itu pun melaju membelah malam yang ramai di tengah pusat Seoul.

"Kuharap Minho dan Taemin membeli banyak makanan, aku lapar," kata Key sambil memegangi perutnya.

Lampu merah didepan jalan membuat Jonghyun menghentikan mobilnya secara mendadak. beberapa barang yang ditumpuk sebelah Onew jatuh menimpanya. Masih dengan kesal Onew mengangkat barang-barang itu dan memegang kepalanya yang sakit.

Namun sepertinya dua orang di depannya tak mempedulikan penderitaan Onew. "Kau mau berhenti dulu? Kita bisa makan di restoran dekat sini," ucap Jonghyun.

"A, aniyo! Bukannya sebentar lagi kita sampai ke apartemen kan? Aku yakin mereka sudah menyiapkan makanan untuk kita," jawan Key ramah.

Sejujurnya dia memang lapar, tapi tak enak juga menerima penawaran bosnya yang sudah berbaik hati membolehkannya kerja dicafenya, lalu mengijinkannya tinggal di apartemen dan juga mengantarkannya memindahkan barang-barangnya.

"Kalau begitu cepatlah! Lihat Jong, lampunya sudah berubah warna sekitar 1 menit yang lalu dan apa kau tidak mendengar bunyi klakson di belakang kita?"

Tersadar dari lamunanya Jonghyun menoleh pada kaca spionnya dan segera melajukan lagi mobilnya.

.

Minho dan Taemin yang mendapat tugas berbelanja sudah sampai di salah satu super market yang menurutnya paling dekat dengan apartemen. Mengecek semua catatan yang telah ditulis oleh Onew.

"Kita lebih baik ke tempat peralatan mandi dulu. Setelah itu baru ke tempat sayuran dan buah-buahan dan terakhir ke tempat makanan, otte?" tanya Minho, sedangkan Taemin hanya mengangguk sambil mendorong troli mereka ke arah peralatan mandi.

"Kau tak usah kaget kalau kita belanja langsung banyak. ini semua persediaan kita selama sebulan, walau aku tak yakin bertahan sebulan karena sekarang ditambah kalian berdua. mungkin tengah bulan nanti kita harus kembali kesini, ahh tunggu! Disini kita berbagi tugas. Kau bisa mengambil beberapa sabun dan sampo, dan aku akan mengambil pasta gigi dan keperluan lainnya." terang Minho yang sekarang sudah menghilang mencari pasta gigi.

Taemin mendorong trolinya mendekati tempat sabun, mengambil beberapa sabun cair lalu kembali bergerak mencari sampo. Beberapa menit kemudian Minho telah kembali dengan beberapa barang. Mereka melanjutkan membeli membeli sayuran, buah-buahan, makanan dan minuman ringan.

"Mmm.. tunggu Minho-ssi, aku harus membeli..."

"Ne? Kau harus membeli apa?"

Taemin memandanng kakinya, mukanya bewarna merah kini. "I,itu aku harus membeli..."

Minho memandang Taemin bingung. "Ya, kau mau membeli apa?"

Taemin memandang Minho sebentar dan kembali memandang kakinya. "Aku dan Key eonni kan yeoja, jadi kami butuh..." muka Taemin kini benar-benar merah layaknya kepiting rebus.

Minho berpikir sebentar. "Ah ya! aku mengerti, aku dan Onew hyung kan namja jadi aku lupa. ok, ambillah, aku menunggu disini!"

Tak lama Taemin sudah kembali. "Kau mau es krim? Biar aku yang traktir," ucap Minho ramah, Taemin mengangguk. Mereka berdua pun membeli es krim dan setelah membayar semua belanjaan mulai berjalan ke apartemen.

.

Musim panas di Seoul tak menyurutkan orang-orang untuk menghabiskan malamnya di luar rumah. Hari ini Seoul tidak diguyur hujan dan itu menyebabkan udara benar-benar panas.

Sepasang remaja tegah berjalan diantara banyaknya orang yang berlalu-lalang dijalanan ini, padahal jam telah menunjukkan waktu 23.00. Di masing-masing tangan mereka membawa kantung hitam besar berisi beberapa belanjaan.

Jangan berharap sepasang remaja itu sedang berkenan sekaligus berbelanja seperti pasangan lainnya, mereka baru bertemu pagi tadi dan mereka baru saja selesai berbelanja untuk keperluan mereka di apartemen bersama 2 teman lainnya.

"Bagaimana kalau kita membeli beberapa makanan disini? Mungkin beberapa ramen dan kimbab. Aku yakin mereka bertiga belum makan," saran Minho. Mereka berdua pun mendekat ke sebuah kedai yang menjual beberapa makanan.

Tak banyak yang terjadi memang, Taemin dan Minho tak banyak bicara, mereka berdua hanya menghabiskan waktu untuk melihat-lihat sekeliling. Setelah membeli beberapa makanan untuk dimakan nanti mereka melanjutkan perjalanan menuju apartemen.

"Kalian akhirnya datang, aku hampir mati kelaparan," ucap Key. Sedangkan Jonghyun hanya tersenyum dan Onew yang masih kesal entah berada dimana.

"Maaf kami terlambat, tadi sekalian membeli ramen dan beberapa makanan untuk dimakan, tunggu, kemana Onew hyung? Kukira kalian bersamanya?" Minho celingukan mencari si chicken maniac itu.

Key menunjuk ke salah satu pintu kamar. "Tadi dia langsung masuk ke kamar itu."

Setelah menyimpan barang belanjaannya Minho bergegas ke kamar miliknya dan Onew. Perlahan dibukanya pintu itu, Onew sedang membaca buku seperti biasa. Walau raut wajah kesal tercetak jelas diwajahnya. "Kau kenapa hyung? Apa kau masih mempermasalahkan paha ayam super kecil yang aku berikan tadi? Ayolah, aku kan hanya bercanda tadi. Besok akan aku belikan kau paha ayam super besar!"

Onew menoleh, menghadap sahabat terdekatnya itu. Terlihat berpikir, lalu menjawab. "Aku tak marah hanya karena paha ayam itu. Tapi kalau kau menawariku, baiklah aku terima! Hahahaha.."

Minho memukul Onew dengan sebuah bantal yang tak jauh dari tempatnya berada. "Lalu apa yang membuatmu tak berkumpul dengan mereka di depan?"

Onew menghela nafas berat, "Aku hanya lelah. Barang-barang ku sudah aku pindahkan kesini. Dan jangan ganggu aku karena aku mau tidur, ok?"

Minho hanya memandang sahabat sekaligus hyung nya itu, mengangkat bahu dan kembali bergabung dengan Jonghyun, Key, dan Taemin.

"Ada apa dengannya? " tanya Jonghyun.

Minho mengangkat bahunya. "Dia bilang hanya lelah. Yah hari ini memang begitu melelahkan. Ah ya, kalian berdua bisa menggunakan kamar yang sebelah. Ada dua kasur disitu, dan ada satu kamar mandi yang bisa kita pakai bergantian. Selebihnya kalian bisa memeriksanya besok karena ini sudah malam. Jonghyun hyung, kau tidak akan menginap disinikan? Kalau kau menginap , mungkin kau bisa tidur di sofa itu!" jelas Minho panjang lebar.

Jonghyun memandang sofa yang baru saja ditunjuk oleh Minho. Lalu bangkit membawa kunci mobilnya. "Aku lebih baik pulang, kurasa kasurku lebih nyama daripada sofa itu. Terima kasih untuk makanannya. Selamat malam dan sampai berjumpa besok di tempat kerja! Aku tak mau tahu kalian harus datang pukul 9 tepat!"

"Baiklah!" Teriak Minho sebelum pintu apartemen itu tertutup sempurna.

"Sebaiknya kalian juga tidur, biar aku yang membereskan tempat ini. Aku tahu kalian pasti lelah. Selamat malam!" ucap Minho kepada Taemin dan Key yang sudah berjalan menuju kamar mereka.

"Selamat malam juga Minho-ssi!"

.

Sinar matahari masuk melalui celah-celah korden tepat kearah mata kucing milik salah satu yeoja dikamar itu. Badannya terasa begitu lelah, namun mengingat dia harus bekerja dengan berat hati memaksakan tubuhnya untuk bangun. Dilihatnya Taemin sudah tidak ada, tercium aroma masakan dari arah dapur, dan ia yakin Taemin sudah bangun lebih pagi.

Keluar kamarnya dengan sebuah handuk tersampir di bahunya. Hanya ada Minho dan Taemin di dapur, mereka sedang membereskan meja untuk sarapan.

"Kau sudah bangun Key? Cepatlah mandi dan kita sarapan bersama," ucap Minho yang dibalas sebuah anggukan.

Berjalan dengan gontai menuju kamar mandi dan menutupnya. Menyalakan kran air hingga memenuhi bath up dan mandi. Setidaknya dengan mandi menghilangkan rasa kantuknya.

.

Namja bermata sipit itu terbangun dengan malas. Melirik kasur disebelahnya yang sudah kosong. Menggeliat pelan dan turun dari kasurnya. Matanya masih mengantuk, terlihat jelas karena matanya yang sipit semakin tak kelihatan.

Berjalan pelan keluar dari kamar, dilihatnya Minho dan Taemin masih sedang sibuk menyiapkan sarapan. Diliriknya jam yag menunjukkan pukul 07.15. Menghela nafas dan berjalan ke kamar mandi. Membuka pintu kamar mandi dan terdiam...

"YA! KAU LEE JINKI, SEDANG APA KAU DISITU! AKU SEDANG MANDI TAHU, CEPAT TUTUP PINTUNYA! DASAR AYAM PREVERT!"

TBC~

Gimana chap 2 ini? ngaco ya? maklum ini kan ff udah lama banget jadi udah lupa cerita awalnya. Yah semoga readers suka^^ terima kasih juga buat yang udah review di ff sebelumnya dan juga di ff yang dulu. Nih udah saya lanjut ya, maaf kalau lama banget T.T ok, saya udah keabisan kata-kata jadi sekali Gamsahamnida, dan saya harap readers bisa meninggalkan review walau cuma beberapa kata, karena itu begitu berarti buat saya^^b