Dua hari berlalu semenjak Kai mengirim pesan pada Baekhyun bahwa Ia akan pergi ke Beijing untuk mengunjungi sepupunya —Xi Luhan—. Dan tiga hari ini Baekhyun benar-benar merasa bosan. Biasanya jika tidak ada Kai masih ada Sehun atau Baekboom yang akan bersukarela menemaninya, tapi dua pria menyebalkan itu juga sedang pergi. Sehun ke Guangzhou entah untuk urusan apa dan Baekboom ada pemotretan di Pulau Jeju. Sungguh mengesalkan. Seekor Mongryoong yang adorable sekalipun tak bisa mengembalikan mood terpuruk Byun Baekhyun.
.
.
.
EXPEDITION
Author : Hyundan-Byun ^^
Cast : Byun Baekhyun, Kim Jongin, Park Chanyeol, Oh Sehun, Xi Luhan.
Pairing : Chanbaek, Kaibaek
Rate : T
Length : Chaptered
Genre : Romance, Mystery, Horror, Abal.
Warning : Yaoi, BL, Gaje, DLDR. Segala Typos mengganggu.
Disclaimer : Cerita milik saya, Tokoh milik Tuhan dan milik kalian yang merasa memiliki. -_-
Summary : Kai dan Sehun rela menghabiskan seminggu suram dengan misteri bertitle 'Park Chanyeol'. Semuanya dilakukan untuk Baekhyun. Tapi kenyataan mengejutkanlah yang mereka dapatkan.. "Chanyeol ada di Seoul!"/Kaibaek /Chanbaek
.
.
CHAPTER 1
Pria tembem bermata puppy dengan surai almond itu hanya bermalas-malasan di dalam kamar. Sejak dua hari yang lalu, tak ada niat sedikitpun untuk pergi ke kampus karena ia tidak memiliki teman di sana (selain Kai dan Sehun). Lagipula Ia juga tidak ingin bertemu dengan dosen killer tinggi semampai (sepuluh meter tak sampai -_-) yang separuh buatan china-kanada dan menyebalkan itu —singkat saja Kris Wu. Jadi sekarang, hal paling menyenangkan untuk dilakukan hanyalah tiduran sambil menunggu pesan dari Kai.
Drrrt.
That's it!
Dengan tidak sabaran, Baekhyun segera membuka pesan masuk itu. Nomor yang tertera bukan nomor Kai melainkan nomor asing. Tapi mungkin saja itu pesan dari kekasihnya.
18.40
Baekhyunie aku merindukanmu. Disini tidak menyenangkan. Aku tidak mengerti apa yang mereka katakan :(
Seperti dugaan Baekhyun, itu memang dari Kai. Pasti si hitam itu tengah pusing setengah mati berada diantara orang yang tidak bisa berbahasa korea. Setau Baekhyun, dari semua family Kai yang tinggal di China, hanya Xi Luhan yang masuk kategori 'bahasa koreanya pantas'. Karena itu biasanya Kai dan mereka berkomunikasi dengan bahasa mandarin. Tapi mengingat betapa randomnya bahasa mandarin Kai.. Baekhyun jadi ingin tertawa.
18.41
Aku juga merindukanmu, hitam. Cepatlah pulang, jangan tinggalkan aku terlalu lama.
Send.
Hanya butuh sepersekian detik untuk Baekhyun mendapatkan balasan.
Drrrt.
18.41
Aku tidak akan meninggalkanmu lagi sayang, kita akan segera bertemu. Btw, aku tidak hitam!
Baekhyun menutup mulutnya untuk menahan tawa. Kai memang paling benci dikatai hitam. Kekasihnya itu selalu beranggapan bahwa warna kulitnya sekarang adalah putih yang tertunda. Benar-benar konyol.
18.43
Arasseo, arasseo. Kapan kau pulang?
Send.
Hening.
Saat ini hanya detik jam dinding kamar yang terdengar. Baekhyun agaknya sedikit bingung, kenapa Kai lama sekali membalas pesannya? Bahkan hingga menit kelima belas tidak ada tanda-tanda pesan balasan. Apa mungkin Kai tertidur? Mustahil. Ini baru jam 7 malam. Seorang Kai hanya akan tidur jika jarum pendek jam melewati angka 11. Baekhyun hampir saja berfikir macam-macam seandainya suara getar iphone-nya tidak Terdengar.
Drrrt.
19.02
3 detik dari sekarang
Alis Baekhyun tertaut sempurna.
Apa maksud Kai dengan pesan ambigu begini?
Drrrt.
Sebuah pesan datang lagi.
19.05
Aku sampai, sayang. Temui aku.. kita menikah sekarang.
HA!?
Apa Kai sudah tidak waras? atau dia sedang bermain april mop? perasaan sekarang bulan agustus. Belum sempat Baekhyun membalas pesan itu, lagi-lagi sebuah pesan datang.
Drrrt.
Secepat kilat Baekhyun membaca pesan ini.
19.04
Baekhyunie, love. Maaf baru mengirim pesan padamu. Bagaimana kabarmu love? Apa kau merindukanku? Aku sangat sangat sangat merindukanmu. Di sini tidak menyenangkan, aku tidak mengerti apa yang mereka katakan . Kau tau, Luhan gege bukan semakin jago malah semakin hancur berbahasa korea, ditambah aku yang hancur berbahasa mandarin.. kita jadi sering ribut dalam banyak hal. Hehe. Oh ya, aku akan pulang besok jam 10 pagi. Jemput aku kalau kau tidak ada kesibukan (kau tidak boleh sibuk :v) Saranghanda.
Yours,Kai.
Baekhyun tidak bisa tidak terkejut membaca pesan ini. Matanya melotot, mulut menganga dengan tangan yang bergetar hebat. Jika Kai baru mengiriminya satu pesan, lalu dengan siapa Ia berkirim pesan tadi?
Sehunkah?
Ah!
Mungkin saja memang si albino itu. Indikasinya; pertama, Sehun pergi ke guangzhou (China) yang artinya Ia tidak mengerti apa yang mereka katakan (Sehun sangat payah berbahasa mandarin, lebih payah dari Kai). Kedua, Sehun tidak hitam. Tidak berwarna malah (albino). Ketiga, Kai sering mengatakan Sehun itu gila. Dan dari pesan yang isinya ajakan menikah, bisa dipastikan sehun memang gila —maksudnya bisa dipastikan itu dari Sehun.
Baekhyunpun bersiap mengetik sumpah serapah untuk bocah putih itu, tapi getar iphone-nya berhasil menggagalkan rencana Baekhyun.
Drrrt.
19.14
Perpustakaan Seoul High School, jam 8 malam. Kutunggu sayang.
Park 'pabo', Chanyeol.
Dan Iphone Baekhyun merosot dari genggamannya.
.
.
####
Dua hari yang lalu..
Expedition Day One
TOK TOK TOK
Sehun melangkah dengan malas menuju pintu kamarnya, Ia baru bangun tidur dan bisa dilihat ada kantong mata berwarna hitam yang kontras dengan warna kulitnya serta membuat Ia terlihat sangat mengerikan. Salahkan seorang Kim Jongin yang semalam menyuruhnya aneh-aneh. Dalihnya sih untuk penyelidikan.
Penyelidikan kepalanya!
TOK TOK TOK!
Dengan kesal Sehun membuka pintu yang diketuk tidak sabaran dari luar itu. Saat pintu terbuka dengan sempurna, nampaklah sosok dengan pakaian yang rapi menjurus ke resmi. Siapa lagi kalau bukan Kim Jongin.
"Pagi Sehun. Kau sudah bersiap-siap untuk ekspedisi kita?" Tanya Kai penuh selidik.
Sehun menghela nafas.
"Ini masih jam 7 Kai. Kita take off jam 10. Kau mengganggu tidurku jika kau ingin tau." Kai mengangguk-angguk.
"Terima kasih. Aku tidak ingin tau."
Oke.
Dengan geram Sehun segera berbalik dan melempar dirinya ke atas ranjang. Seperti biasa, tak perlu disuruh Kai akan langsung masuk dan mengacak-acak isi kamar Sehun yang memang sudah berantakan.
"Sehun, ayo siapkan barang-barangmu sekarang atau aku akan menghancurkan kamarmu!"
Masih dengan malas-malasan Sehun menjawab Kai, "Terima kasih, jangan repot-repot. Kamarku memang sudah hancur. Lagipula barang-barangku sudah disiapkan oleh maid-ku dan kopernya sudah ada di bagasi, oke? jadi jangan ganggu Aku tidur." Kai mengangguk mengerti.
"Baiklah. Setengah jam saja, ingat? Setelah itu cepat mandi dan bersiap. Beijing menunggu kita. Luhan juga."
Mendengar kata Luhan, senyum tipis terukir di bibir Sehun. Iapun mengacungkan ibu jarinya pada Kai dan mulai terlelap.
####
Sementara Sehun bersiap-siap, Kai mengirim pesan pada Baekhyun bahwa Ia akan pergi ke Beijing mengunjungi Luhan. Setelah itu Ia mengirim pesan lagi—kali ini lewat ponsel Sehun— pada Baekhyun juga dan mengatakan Sehun akan pergi ke Guangzhou, China. Izin telah didapat Kai beralih pada layar laptop Sehun yang menampilkan foto seseorang. Seorang pria bernama Park Chanyeol —yang Kai akui tampan dan sempat membuat iri juga. Lalu setelahnya, Kai meng-klik icon email dan membuka email dari Kim Jong Dae —butler Sehun yang menjabat sebagai agen rahasia dalam misi kai ini—.
From : Kim Jongdae
To : Sehoon
Subyek : Informasi
Selamat pagi Tuan Muda. Saya sudah mendapatkan informasi tentang pria bernama Park Chanyeol. Dia anak bungsu dari Park Jihoon, Pemilik Haesang Corp dan Xiawei Corp. Lahir di Seoul, 27 November 1994, dan sering berpindah-pindah tempat tinggal. Tapi tidak pernah diluar Seoul. Saat SMA, pemuda ini satu sekolah dengan tuan Baekhyun. Mereka berpacaran selama 2 tahun, dari kelas 1 sampai kelas 2. Lalu saat kelas 3 Park Chanyeol pindah ke Beijing. Itulah sebabnya tidak ada alumni Seoul High School bernama Park Chanyeol.
Oke.
Dari sini, salah satu pertanyaan Kai semalam pada Sehun tentang 'kenapa Park Chanyeol tidak ada di daftar alumni SHS 2012' sudah terjawab. Kaipun melanjutkan membaca lagi.
Saya sudah mencari tau alasan kenapa Park Chanyeol pindah ke Beijing. Dari informan terpercaya, katanya Park Chanyeol sempat terlibat kasus kekerasan terhadap seorang guru magang di sana. Guru itu pria 22 tahun bergelar S2 bernama Wu Yifan.
Tunggu.
Wu Yifan?
Namanya seperti tidak asing.
Karena kasus itu, demi menjaga nama baik sekolah dan keluarga, Keluarga Park pindah ke Beijing. Sekarang guru magang bernama Wu Yifan itu (Setelah mengambil S3 di Cambridge) menjadi dosen di Universitas Seoul. Baru setahun mengajar di kampus Tuan Muda dan Tuan Kai.
Ha!?
Jadi benar-benar Wu yang itu?!
Si dosen killer tinggi semampai yang separuh buatan China kanada dan menyebalkan? —singkatnya Kris Wu.
Ternyata dunia benar-benar sempit.
Saya sudah kirimkan alamat keluarga Park di Beijing pada tuan Kai. Xiumin juga sudah memesan 2 tiket Pesawat ke Beijing, tentu saja bukan kelas ekonomi, melainkan kelas termahal dan termewah sesuai permintaan tuan.
Kai memutar bola matanya jengah di sini. Tuan Muda Sehun, si pangeran yang sayangnya jomblo itu memang anti dengan yang namanya murah. Karena itulah dalam ekspedisi ini Sehun menjabat sebagai bendahara—lebih tepatnya sih bank berjalan yang bisa dimintai penarikan kapanpun—. Dan Kai yang cerdik tertawa puas dengan jabatan ketua.
Sedikit informasi Tuan, setelah pindah ke Beijing tak ada kabar pasti tentang Park Chanyeol. Baru-baru ini, satu-satunya kabar dari keluarga Park hanya anak pertama mereka (Yoora Park, 32 tahun) yang akan menikah dengan pengusaha china.
Sekian tuan.
Jika ada informasi terbaru akan segera saya kabari.
Bersamaan dengan Kai yang menamatkan membaca email Sehun, pemuda putih itu sudah siap dengan setelan casualnya. Berbeda dengan Kai yang memakai jas ala-ala pengusaha, Sehun hanya memakai pakaian seperti akan jalan-jalan santai di taman. Sangat Sehun sekali.
"Kita berangkat."
.
.
.
15.00 pm
Beijing, China
Mereka berada dalam satu mobil, Kai-Sehun-serta Luhan sebagai penyetir (Kai tidak bisa menyetir sementara Sehun malas menyetir) . Tujuan utama tentu saja menuju kediaman keluarga Park. Kai harap akan bertemu Chanyeol dan menanyakan segalanya saat itu juga, sesuai rencana.
"Aku pernah dengar, ada lebih dari 10 staf keamanan dan lebih dari 20 CCTV di rumah keluarga Park."
Luhan, yang sangat lancar berbahasa korea itu, bercerita tanpa diminta. Kai dan Sehun yang duduk di belakang menatap ke arah Luhan dengan ekspresi yang berbeda. Kai dengan ekspresi tidak tertarik dan Sehun dengan ekspresi kagum dibuat-buat. (sebenarnya ia juga tidak tertarik, tapi karena ia sedang proses pendekatan dengan Luhan, yah...)
"Wah, Keren." Beginilah komen Sehun pada akhirnya.
Kai yang sudah hafal seluk beluk sifat Sehun tak ayal menguap malas.
"Memang kenapa kalau ada 10 staf keamanan dan 20 CCTV? Kita harus takut? Kitakan mau bertamu, bukan merampok!"
Kai berucap dengan sewot. Luhan dan Sehun yang mendengar itu sama-sama melotot pada Kai.
"Kau fikir bertamu di kediaman Park semudah kentut di keramaian?! Hei, sadar Kai. Ini keluarga Park! Yang bisa menemui mereka hanya orang penting. Orang-orang seperti kita bisa ditendang dulu sebelum mencapai pintu!" Luhan berucap berapi-api. Ia dasarnya memang cerewet dan agak emosi-an. Tapi meski begitu, sebenarnya Luhan sangat pintar dan baik hati.
"IYA!" Sehun mengangguk setuju, membuat Kai semakin jengah.
"Karena itu, nanti kita mengaku sebagai teman Chanyeol saat SMA, ge. Bilang saja kita rindu padanya dan ingin bertemu. Mudah bukan?"
"Mudah kepalamu!" Luhan membantah, "Lagipula untuk apa sih kau mencari dia segala, pake lagak mau membunuhnya pula!"
Kai mengernyit tidak mengerti.
"Membunuh? Aku bukan kriminal, ge. Yang kumaksud dengan melenyapkan itu adalah menyelesaikan masalah antara Chanyeol dan Baekhyunku. Dari yang kulihat Baekhyun masih terikat permasalahan dengan masa lalunya. Karena itu Aku ingin melenyapkan Park Chanyeol dari fikirannya!"
CKIITT
Tiba-tiba Luhan me-rem mobil secara mendadak. Membuat kepala Kai dan Sehun terkantuk bangku di depan.
"EOMMA!" Jerit Sehun.
"YAK!" "Marah ya marah ge, tapi jangan membahayakan nyawa orang begini!" Kesal Kai. Dielusnya kening benjol miliknya penuh sayang, sementara itu, di sebelahnya Sehun terlihat sangat kesakitan.
"Maaf Kai, Sehun. Ada kucing menyebrang tadi.. kan kasian kalo tertabrak..." Ucap Luhan lembut dengan wajah bayi tak berdosa.
Mendengar dan melihat itu, Kai dan Sehun spontan tersentuh.
"Sudah deh, keluar dari mobilku sekarang! Sudah sampai tau!" Luhan kembali ke mode cerewetnya.
Dasar alter ego! - Kai mengumpat.
####
"Wah, ini lebih besar dari rumahmu Hun.."
Kai terkagum menatap gerbang setinggi 4 meter dengan ukiran-ukiran China itu. Di dalam sana, ada halaman dan taman yang Luas Dengan beberapa pohon ek dan pohon cemara yang menghiasi. Jangan Lupakan, rumah megah bercat putih bak istana yang tinggi menjulang. Benar-benar indah.
"Memang apa peduliku?" Sehun mencibir. Jujur saja Ia tidak merasa peduli. Ia bukan tipe orang yang mudah kagum selain pada miliknya. Yang penting Aku kaya dan selain itu Whatever. Kurang lebih seperti itulah prinsip seorang Oh Sehun.
"Hey, bagaimana kalau Chanyeol tidak ada di rumah, Kai?" Luhan mulai berhipotesa.
"Ya kita tunggu sampai pulang." Jawab Kai santai.
"Bagaimana kalau dia tidak pulang?" Sehun ikut-ikutan berhipotesa.
"Mana mungkin tidak pulang hun? Inikan rumahnya!" Ucap Kai menahan marah.
"Tapi kata Paman Jongdae tidak ada kabar tentang Chanyeol kan?" Sehun belum menyerah.
"Terus? Kalau tidak ada kabar, dia tidak pulang ke rumah? begitu?!" Bentak Kai emosi.
Sehun terdiam, berfikir.
"Yang dikatakan Sehun ada benarnya, Kai. Bisa saja kan Chanyeol tidak ada di rumah?" Pembelaan dari Luhan membuat Sehun seperti menemukan roh baru. Matanya bersinar penuh kebahagiaan. Berbanding terbalik dengan mata Kai yang meredup penuh kefrustasian.
"Kalau tidak ada di rumahnya dia ada dimana?! Di hotel?! Di motel?! Di kos-kosan?!" Agaknya Kai heran, kenapa dia harus mengajak si menyebalkan Sehun dan si cerewat Luhan sih!
"Mungkin saja dia di Korea!" Tebak Sehun.
Kai ber-rolling eyes.
"Atau di Seoul!" Sahut Luhan.
Kai menepuk jidatnya.
"Atau di Panti Jompo!" Sehun lagi.
Sepasang tanduk mulai muncul di kepala Kai.
"Atau di Rumah Sakit Jiwa!" Tambah Luhan
Kai sudah tidak tahan!
"Atau di kuburan?! Hentikan omong kosong kalian! Kapan kita masuk rumahnya sih!?" Tepat setelah Kai meneriakkan ini, pintu gerbang terbuka otomatis, Menampakkan sebuah Lamborgini merah yang hendak keluar gerbang.
TIN TIN
"Hey kalian, cepat menyingkir!" Seorang security gembul datang menghampiri.
Tiga anak adam yang tadi ribut sendiri inipun menatap ke arah Lamborgini itu penuh tanda tanya.
"Mungkin itu Park Chanyeol." Bisik Luhan di telinga Kai.
Kai memicingkan matanya untuk memastikan, tapi kaca mobil yang gelap itu menghalangi pandangannya.
"Mungkin saja. Ayo kita tiarap."
Sehun dan Luhan yang mendengar perintah Kai ini sontak melototi Kai.
"Apa? Kubilang tiarap kan, bukan melotot!"
Dengan rasa ikhlas yang hanya setengah, Sehun dan Luhan menurut.
"YAK! Apa yang kalian lakukan! Kalian mau dilindas! Kubilang cepat menyingkir bukan?!" Security gembul tadi berkacak pinggang dan mengacung-acungkan tongkatnya kesal. Kai, Sehun dan Luhan tidak bergeming sedikitpun.
"Kami akan menyingkir asal Park Chanyeol mau bicara dengan kami dulu!" Kai menantang.
Security Itu pun menjadi semakin berang.
"Kalian pasti wartawan-wartawan gila lagi kan?! Cepat menyingkir! Atau kuminta Nona melindas kalian!"
"Lindas saja!"
Sekali lagi, ucapan Kai membuat Sehun dan Luhan melotot hebat.
"Astaga! kalian ini be—"
"Ada apa paman? Siapa kalian?" Seorang perempuan cantik yang sangat mirip dengan Chanyeol mendekat dalam langkah yang amat anggun. Luhan menatap perempuan itu iri, merasa kalah cantik, sementara Kai mendesah kecewa karena ternyata itu bukan orang yang dicarinya —Park Chanyeol—.
"Kami teman Chanyeol." Kai berdiri diikuti Sehun dan Luhan. "Kami ingin bertemu dengannya."
Nona itu tersenyum miring.
"Aku tidak ingat Chanyeol punya teman seperti kalian. Jadi, cepat pergi!"
Setelah mengatakan itu, Si Nona cantik melangkah kembali hendak masuk ke mobil. Tapi Kai belum ingin menyerah. Ia harus bertemu Chanyeol!
"Tidak! Kami akan tetap di sini sampai bertemu Chanyeol!" Tekad Kai.
Entah kenapa, untuk sebuah alasan yang tak bisa dijelaskan, Sehun tiba-tiba berfirasat buruk.
"Oh begitu. Baiklah. Sekedar informasi saja, Aku adalah seorang driver yang kejam. Aku pernah melindas rusa dan membuatnya segepeng rempeyek. Dan kurasa hari ini akan ada tiga orang manusia yang bernasib seburuk rusa itu.. Lihat saja!" Nona tadi tersenyum evil sebelum masuk ke dalam kemudi mobil.
Kai nampak bergetar, Sehun menahan kencing, sementara Luhan hampir lupa cara bernafas.
BRUUMMM!
"KYAAA!"
Akhirnya baik Kai, Sehun ataupun Luhan sama-sama berlarian ke segala arah. Menghindari maut yang ingin menjemput.
Expedition Day One - Failed
.
.
.
.
.
TBC!
Huft.
Maaf saya mengupdate FF ini terlalu lama. Ide yang terkantuk ama Bad responses sempat bikin aku gak mood -_-
But... Utang ya utang, dan aku harus tanggungjawab. So, i continue this FF and abracadabra.. THIS IS CHAPTER 1 THAT VERY WEIRD.
Oh ya, buat yang nanya baekki itu punya dua kekasihkah.. Of course no. Kuharap Chapter ini memberi penerangan :D
And... Chanbaeknya tunggu chap depan ya! Jadi CBS sabar dulu ;)
Last, Thank buat yang udah read/review/ follow/favorit.
BYE-BYE.
Hyundan Byun
