Nuisance

By D2L

Rate T

Genre: Crime/Tragedy

Sumarry: Laki-laki itu gila. Hanya karena dia sudah bosan dengan dunia bisnis yang digelutinya, dia mengumpulkan semua rekan bisnisnya dalam sebuah perjalanan kapal pesiar mewah dengan iming-iming bisa mendapatkan salah satu saham perusahaan super kayanya, tapi dibalik itu dia berniat untuk menenggelamkan semua manusia-manusia itu ke dasar laut.

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

"Kau sudah bangun rupanya?" tanya Kyuhyun pada Sungmin yang terbangun dari tidurnya. Sungmin membelakkan matanya saat mendapati kini dia berada di tempat yang asing entah di mana dan parahnya lagi orang gila yang hampir membunuhnya itu kini berada satu ruangan dengannya sedang duduk dengan sebuah pistol di tangannya.

"Apa yang kau mau?" tanya Sungmin dengan nada sinis. Sungmin hendak bangun dari tempat tidur itu, tapi sayangnya dadanya terasa sakit. Dia baru sadar bahwa ada tulang rusuknya yang patah.

"Kau itu belum sembuh. Jadi diamlah di sana dan jangan banyak tingkah."

Bersamaan dengan selesainya ucapan laki-laki berambut ikal itu, sebuah tembakan melesat dari jendela besar yang ada di samping kanan Sungmin berada saat ini. Peluru itu hampir saja mengenai Kyuhyun, jika saja Kyuhyun tidak membuat kepalanya miring ke kanan sedikit dan akhirnya peluru itu harus nyasar mengenai manusia buatan dalam sebuah lukisan yang indah.

"Ternyata pengganggu yang kutunggu-tunggu sudah datang juga," ucap Kyuhyun dengan sebuah seringai.

Kyuhyun memasukkan kedua tangannya pada saku jas miliknya dan meraih dua buah pistol.

"Hay semua para pion-pion bodoh yang dengan mudahnya dicuci otaknya oleh laki-laki tua itu." Kyuhyun kemudian mengarahkan pistolnya pada jendela pecah yang tadi dan menembaki para penjaga rumah mewah ini yang bersembunyi di balik semak-semak yang ada di taman luar dari kamar mewah ini.

Tembakan Kyuhyun mengenai salah satu dari mereka dan seperti aba-aba, para penjaga rumah ini dengan pakian serba hitam mereka, atau lebih tepatnya mereka bodyguard yang disewa kini berlari ke arah jendela besar kamar tersebut, memecahkannya dan menerobos masuk ke dalam seraya terus menembakkan peluru mereka ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun berdiri dari tempat duduknya. Dia membuat ke belakang masuk ke dalam sela-sela kaki kursi itu, kemudian dia angkatnya kakinya ke atas dan membuat kursi itu juga terangkat dan terlempar melewati kepala Kyuhyun. Ketika masih berada di udara, Kyuhyun melompat kemudian menendang kursi itu dengan keras dan hancur menghantam tiga orang bodyguard dan mati lalu dengan bagian-bagian kursi kayu itu yang tersebar ke udara dan lalu melukai cukup dalam bodyguard yang ada di dekat ketiga bodygyard yang mati tertembus bagian kursi kayu itu pada bagian vital mereka.

Di saat mata para bodyguard itu terlaihkan dengan aksi lempar kursi kayu itu, Kyuhyun memanfaatkan kesempatan itu untuk menembakkan satu peluru yang mengenai dua tali yang menancapkan sebuah lampu kristal pada dindingnya. Kyuhyun melakukan tembakan lagi kemudian lampu kristal itu langsung terjatuh dan membunuh manusia-manusia yang ada di bawahnya.

Ketika Kyuhyun menundukkan kepalanya untuk melihat apakah lantai yang akan didaratnya aman, dia mendapati dua orang yang sedang menatapnya dengan kedua pistol yang terarahkan ke arahnya, tapi kemudian Kyuhyun hanya menanggapinya dengan sebuah senyuman. Dia menekan salah satu spot pada kedua pistol miliknya. dari sela-sela pistol itu muncul pisau yang langsung ditancapkan Kyuhyun pada kepala bodyguard itu dengan cepat tanpa sempat sebuah peluru mengenai dirinya.

Kyuhyun kemudian menarik paksa pisau itu keluar dari kedua bodyguard itu dan bersalto ke belakang dan mendarat dengan mulus di lantai.

"Apa yang kau lakukan!" seru Sungmin marah. Masih sama sekalit tidak bisa bergerak dari tempat tidur miliknya dan untung saja tidak satupun dari peluru milik bodyguard rumah ini yang mengenainya dan juga peluru dari Kyuhyun.

"Aku hanya akan membuat reka ulang film yang kubuat yang tidak pernah kau lihat sebelumnya. Ini menarikkan. Apalagi tempat pembuatan film yang aku pilih ini adalah rumah terpisah darimu dan juga ayahmu," jawab Kyuhyun singkat dan sama sekali tidak menatap Sungmin. Dia lebih sibuk membunuh saat ini.

Wajah Sungmin mengeras, tapi dia sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa dan hal itu semakin membuat Sungmin mengutuki dirinya yang saat ini sakit.

"Kalian bisa datang sekarang. Tamu yang diundang laki-laki tua itu ternyata lebih banyak dari yang kuduga," ucap Kyuhyun. Walau terdengar bahwa dia dalam situasi yang genting, tapi yang ada Kyuhyun malah semakin merekahkan seringainya menikmati panggung sebuah film yang pernah dilakoninya.

"Oh, dan jangan lupa bawa laki-laki tua bangka itu ke sini," ucap Kyuhyun kembali melalui mikrophone yang ada di telinga kanannya pada bawahan-bawahannya yang kini entah ada di mana di setiap penjuru rumah mewah ini.

Tak menunggu lama rombongan bawahan Kyuhyun dengan senjata-senjata pada kedua tangan mereka datang, dengan seorang tahanan yang membuat para bodyguard yang ada di sini menghentikan tembakan mereka karena takut mengenai majikan mereka.

Salah satu dari orang-orang Kyuhyun mendorong laki-laki yang disebut laki-laki tua bangka ke arah Kyuhyun. Sungmin memicingkan matanya dan dia mendapati seketaris dari Kyuhyunlah yang melakukan hal itu.

"Yo! lama tidak ketemu. Ternyata kau semakin tua saja," ucap Kyuhyun dengan sebuah seringai. Laki-laki tua itu ketakutan melihat ke arah Kyuhyun. Dia gemetaran, tapi kemudian para bodyguard miliknya kembali menyerang berusaha untuk menyelamatkannya tapi sayangnya itu terlambat.

"Biadap kau! Apa yang baru saja kau lakukan pada ayahku!" teriak Sungmin histeris dengan kedua mata yang kini sudah berair, melihat ayahnya yang kini perlahan terjatuh ke lantai, tidak sanggup untuk berdiri lagi ketika sebuah peluru yang dilontarkan Kyuhyun mengenai pusat kehidupan laki-laki itu, jantung yang kini sudah tidak berdetak lagi.

Kyuhyun sama sekali tidak goyah dengan teriakan Sungmin. Dia malah semakin menjadi-jadi membunuh sisa bodyguard yang sedari tadi terus saja menggangunya. Kyuhyun mulai menguap mendapati kebosanan dimana tidak ada satupun dari bodyguard itu yang memberikannya kesenangan. Mereka semua terlalu lemah dan terlalu mudah untuk dibunuh. Kyuhyun bahkan sama sekali tidak tergores sedikitpun oleh timah panas mereka.

"Aku akan pergi. Selesaikan semua kecoa yang ada di sini. Aku menunggu di helikopter," ucap Kyuhyun memasukkan kembali pistol miliknya ke dalam saku jas miliknya dan melangkah meninggalkan kamar besar nan mewah itu. Diikuti bersama dengan seketarisnya dan juga seorang bawahan pertahanannya yang kini menggendong Sungmin yang sudah tidak sadarkan diri. Laki-laki manis itu sepertinya terlalu syok dengan kejadian langsung yang dilihatnya.

"Rupanya di sini masih ada yang berjaga juga, ya? Ternyata laki-laki tua itu masih banyak juga memiliki harta untuk membuat mereka menjadi budah tidak berguna," ucap Kyuhyun langsung mengeluarkan kembali pistol miliknya dan menembaki para bodyguard yang ada di samping kirinya sedang sang bawahan menembak ke arah kiri.

"Bom. Sekarang juga!" perintah Kyuhyun.

Sang seketaris dengan cepat mengambilnya dari tasnya dan melemparkannya pada Kyuhyun. Kyuhyun menarik tuasnya dan lalu melemparkannya ke arah sana. Asap yang terjadi karena bom itu cukup banyak sehingga membuat bodyguard yang tersisa tidak bisa berkutip, tapi kemudian asap itu perlahan menghilang ketika baling-baling sebuah helikopter yang mendarat tak jauh di depan Kyuhyun dan kawan-kawannya.

"Ternyata membuat reka ulang itu cukup menyenangkan juga," ucap Kyuhyun seraya menyamkan dirinya di salah satu kursi yang ada di dalam helikopter itu, tapi salah satu tangannya tanpa tidak releks dan masuk ke dalam saku jasnya memegang erat sesuatu ,"tapi sepertinya ada penyusup di sini," ucap Kyuhyun seraya menembak tepat di kepala bawahan yang tadinya menggendong Sungmin sebelum bawahan itu sendiri melayangkan sebuah peluru mengenai kepalanya. Kyuhyun kemudian menedang tubuh bawahan itu sehingga terjatuh keluar dari helikopter sedangkan seketaris Kyuhyun membawa Sungmin duduk di salah satu kursi yang ada.

"Pastikan sekarang Jeju kosong. Kita akan menggunakannya secara privasi mulai sekarang," perintah Kyuhyun pada seketarisnya.

"Baik," balas seketaris itu.

.

.

.

Sungmin mengerutkan keningnya ketika dia mendengar deruan ombak ketika dia sudah mulai sadar dari tidurnya. Kemudian otaknya dengan cepat berproses kejadian terakhir yang terjadi pada dirinya sebelum dia kehilangan kesadarannya. Sungmin tersentak dan terbangun tiba-tiba, tapi kemudian dia sedikit meringis kesakitan memegang badannya. Rasa sakit akan patahnya tulangnya itu masih terasa sampai sekarang.

Sungmin mengalihkan pandangannya ke arah suara pintu terbuka dan dia melihat seketaris Kyuhyun membawa sebuah nanpam yang berisi makanan.

"Kau sebaiknya tidak banyak gerak dulu. Pemulihan tulangmu bisa semakin lambat jika kau mau tahu," ucap seketaris Kyuhyun tersebut seraya menutup pintu kamar yang di tempati Sungmin saat ini.

"Kenapa Anda tegang sekali? Apa kau takut nyawamu akan diambil seperti ayah angkat Anda? Tenang saja. Tuan tidak akan membunuh Anda karena Anda adalah korban dari kejahatan yang dilakukan orang-orang kaya terselubung itu dan itu terutama karena ayah angkat Anda," ucap sang seketaris seraya meletakkan nampan itu di atas selimut yang dipakai Sungmin.

Sungmin mengerutkan keningnya."Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti," ucap Sungmin dengan nada sinis. Dia masih belum percaya dengan orang-orang jenis seperti ini.

"Tuan hanya akan membunuh para orang-orang yang berusaha untuk mendapatkan kekayaan dengan cara yang ilegal dengan cara yang bertentangan dengan apa yang seharusnya ada, yang bertentangan dengan hukum yang sudah dibuat sedemkian rupa oleh para petinggi negara," ucap Seketaris itu sambil membuka salah satu laci meja kecil yang ada di dekat Sungmin dan mengambil sebuah laptop di sana dan menyalakannya.

Sungmin semakin mengerutkan keningnya mendengar apa yang dikatakan seketaris itu. Secara tidak langsung seketaris itu mengatakan pemboman kapal pesiar yang dilakukan Kyuhyun untuk membunuh orang kaya yang ada di atasnya sama sekali bukan perbuatan yang salah, tetapi untuk menegakkan keadilan untuk pemerintah yang melawan kriminalitas.

Sungmin membulatkan matanya ketika melihat ke arah laptop yangs sekarang seketaris itu pegang dan diletakkan di depan wajahnya. Layar laptop itu penuh dengan nama-nama rekan bisnis yang sangat dikenalnya dan juga perbuatan ilegal yang manusia-manusia itu lakukan dan dia menemukan satu nama yang paling dikenalnya yaitu nama ayah angkat yang melakukan penjualan organ-organ manusia secara ilegal pada seluruh penjuru dunia.

"Ketika Anda berada di dalam kapal pesiar yang penuh dengan orang bermasalah itu, Anda diselamatkan bukan? Itu karena seharusnya bukan Anda yang berada di sana. Anda sama sekali belum pernah melakukan tindakan kriminal, tetapi Anda berada di sana untuk menggantikan ayah angkat Anda yang sudah tahu bahwa Tuan akan melakukan pembunuhan pada semua orang yang ada di atas kapal pesiar itu, untuk sebab itu dia menyuruh Anda naik ke sana untuk menggantikan keberadaannya," jelas seketaris Kyuhyun tersebut.

"Hanya saja caranya yang cukup ekstrim dalam melakukan pembasmian yang diharapkan oleh badan rahasia negara itu semata-mata karena," seketaris itu menggantungkan perkataannya.

"Tuan hanyalah manusia yang kesepian."

.

.

.

TBC

.

.

.

A/N: Aku melanjutkan fic ini karena sepertinya fic ini cukup diminati. Tapi ini hanya akan menjadi berchpt yang pendek karena memang pada awalnya ini hanyalah sebuah drabble. Hanya sebuah karya iseng tanpa tujuan dan alur yang matang. Jadi maaf jika apa yang kalian minta ini jauh dari apa yang kalian bayangkan. Terima kasih sudah bersedia membaca bahkan mereview fic ini. Maaf, tidak bisa membalasnya untuk kali ini. *bow*