Chapter 2.
Horeee, aku bisa update juga. Untuk chap 2 ini, aku minta maaf jika ada kekurangan dan ceritanya agak gak jelas. Maklumin ne, author kan masih baru didunia per-author-an. Hehehehe. Oke, selamat membaca.
Pemandangan sore yang indah menemani perjalanan sang Kaisar bersama dengan Sanghyuk. Kaisar memerintahkan tidak ada pengawal yang boleh mengikuti mereka. Sanghyuk berjalan dengan sekali-kali berbicara tentang desa utara. Sedangkan Kaisar hanya focus untuk mendengarkan bukan menatap bibir anak laki-laki disampingnya.
Ditengah jalan, Sanghyuk melihat sahabatnya. Lee Hongbin. Sahabat Sanghyuk dari kecil, sahabat yang sudah Sanghyuk anggap seperti kakaknya sendiri.
"Hongbin hyung." Sanghyuk bergerak mendekati Hongbin yang sedang berlatih pedang.
"Oh Hai Hyukkie. Kenapa kau terlambat eoh ?" Hongbin memeluk Hyuk sebentar dan mengelus surai pirangnya. Dia segera membungkuk hormat kepada Kaisar, saat dia menyadari Hyuk tidak datang sendiri.
Sedangkan Jung Taekwoon mulai menampakkan ekspresi dinginnya. Padahal selama dengan Sanghyuk dia hanya bisa tersenyum tanpa cemberut sedikit pun. Sang Kaisar tidak menyukai namja yang saat ini masih mendekap Sanghyuk. Ingin rasanya Kaisar menarik Sanghyuk agar menjauh darinya.
"Hyung, mianhae. Tadi ayah tidak mengizinkan ku untuk kemari. Karena ada Kaisar disini." Hyuk berjinjit untuk membisikkan kalimat tersebut di telinga Hongbin.
Kaisar yang melihat itu, berdeham tidak suka. Sanghyuk segera mengetahui maksud Kaisar dengan sikapnya yang tidak sopan. Dia membungkuk meminta maaf, sedangkan Kaisar berkata "Bisa kita lanjutkan perjalanan ini."
"Tentu yang mulia."
" Apa Hongbin hyung boleh ikut ?" Sanghyuk bertanya kembali.
Sang Kaisar memandang Hongbin sejenak, kemudian menggeleng. Itu artinya 'Tidak'. Sanghyuk pun memandang Hongbin, mata cantik Sanghyuk sayu meminta maaf. Hongbin mengangguk tanda dia 'tidak apa-apa'.
"Pergilah. Temani sang Kaisar." Ucap Hongbin pelan dan mendorong Sanghyuk pelan untuk mendekat kearah sang Kaisar.
Sanghyuk dan Kaisar Jung Taekwoon melanjutkan perjalanan mereka yang sempat tertunda. Raut wajah Kaisar tetap dingin dan tidak berubah sama sekali. Sanghyuk yang melihatnya sedikit takut. Karena Sanghyuk bukan seseorang yang suka dengan diam, dia pun memulai perbincangan.
"Jika hamba boleh tahu, yang mulia ingin pergi ke tempat seperti apa sore ini ?" Hyuk mencoba menjaga nada bicaranya, agar tidak terdengar pelan seolah dia sedang takut.
"Apa disini ada sungai ?" Sang Kaisar bertanya tanpa melepaskan pandangannya dari Sanghyuk. Hal itu sontak membuat Sanghyuk segera menundukkan kepalanya.
"Tentu ada yang mulia. Mari ikuti saya." Sanghyuk berjalan sedikit didepan Kaisar untuk menuju kearah sungai di Desa Utara.
Tidak lama berjalan. Mereka berdua pun sampai di tepi aliran sungai yang tenang. Sungai ini begitu indah. Kedalaman airnya yang tidak terlalu dalam, dan ikan-ikan cantik yang berkejar-kejaran menambah kesan alam yang ada. Ada beberapa batu besar ditengah sungai.
Sanghyuk sangat menyukai tempat ini. Karena biasanya ia dan Hongbin akan bermain air atau berlatih pedang disini dari pagi sampai menjelang sore. Tanpa sepengetahuan Sanghyuk, Kaisar menatapnya penuh dengan kekaguman.
"Apa yang membuat mu begitu senang ?" Tanya Taekwoon penuh ingin tahu.
Sanghyuk menolehkan kepalanya kepada Kaisar dan tersenyum begitu manis lalu berkata "Karena tempat ini sangat nyaman. Dan tempat ini penuh dengan kenanganku bersama Hongbin hyung, yang mulia."
Mendengar nama namja itu lagi, sang Kaisar mulai menyesal telah bertanya.
"Apa hubungan mu dengannya ?" tanpa sadar Jung Taekwoon bertanya dengan nada cemburu.
Sanghyuk terlalu teliti dalam mendengar, dia mendengar intonasi cemburu dalam kalimat tersebut. Kenapa yang mulia terlihat tidak suka dengan Hongbin hyung ? pertanyaan itu berdengung dalam otak Sanghyuk.
"Hongbin hyung sudah ku anggap seperti hyung ku sendiri yang mulia. Dia tidak lebih dari itu. Dan kenapa yang mulia terlihat tidak suka dengannya ? apa Hongbin hyung sebelumnya mempunyai kesalahan kepada yang mulia ?" Sanghyuk pun berani menanyakan hal itu kepada Jung Taekwoon yang seorang Kaisar. Sanghyuk tahu tidak sopan, tetapi rasa ingin tahunya jauh lebih besar.
'karena dia terlihat menyukai mu. Aku tidak suka seseorang yang merebut sesuatu yang seharusnya menjadi milik ku.' Itu adalah kalimat yang ingin Taekwoon ucapkan tetapi terganti oleh kalimat seperti ini "aku hanya ingin tahu". Kalimat itu pun keluar dengan datar tanpa ekspresi dan intonasi.
Sanghyuk hanya mengeryitkan dahinya, tanda tidak mengerti dengan ucapan sang Kaisar. Sedangkan Jung Taekwoon mulai berjalan menyusuri sungai itu. Sanghyuk yang sadar dari lamunannya, mengikuti Taekwoon dari belakang.
"Sanghyuk, jika aku kembali ke Istana. Maukah engkau ikut dengan ku ?" Pertanyaan itu mengejutkan Sanghyuk. Bagaimana mungkin seorang Kaisar seperti Jung Taekwoon meminta hal itu, pasti ada sesuatu. Sanghyuk tetap diam karena bingung harus menjawab apa. Sedangkan Taekwoon tersenyum kecil karena melihat bingungnya Sanghyuk. Sanghyuk terlihat sangat menggemaskan saat sedang bingung.
Tiba-tiba Taekwoon membalikkan tubuhnya dan Sanghyuk yang masih melamun pun tanpa sengaja menabrak sang Kaisar. Sanghyuk pun hampir terjungkal kebelakang, tetapi Taekwoon dengan sigap menangkap Sanghyuk dengan memegang erat pinggang Sanghyuk. Jarak mereka saat ini sangat dekat. Bahkan Sanghyuk dapat mencium aroma tubuh Kaisar. Hal itu membuat pipi Sanghyuk memanas karena malu.
"Apakah kau baik-baik saja ?" Jung Taekwoon masih belum melepaskan Sanghyuk.
"Nde. Saya baik-baik saja yang mulia. Tetapi yang mulia bisa tolong lepaskan saya." Sanghyuk memalingkan kepalanya untuk menyembunyikan pipinya.
Tetapi sang Kaisar tidak berniat sedikit pun untuk melepaskan Sanghyuk. Malahan semakin mengeratkan pelukannya sehingga jarak mereka sangat dekat. Dari jarak sedekat ini Taekwoon dapat merasakan hembusan nafas gugup Sanghyuk. Taekwoon pun mendekatkan bibirnya dengan bibir Sanghyuk, ketika bibir mereka saling menyentuh. Taekwoon mengecup bibir tipis Sanghyuk. Rasa manis bibir Sanghyuk membuat Tekwoon terus mengecup bibir itu. Taekwoon pun tanpa meminta izin melumat bibir Sanghyuk begitu lembut. Sedangkan Sanghyuk masih tertegun dan bingung harus melakukan apa. Tetapi dengan reflex Sanghyuk membalas ciuman Taekwoon. Sanghyuk pun mulai ikut melumat bibir atas Taekwoon. Taekwoon menggigit bibir bawah Sanghyuk, Sanghyuk pun membuka mulutnya. Tanpa melewatkan kesempatan yang ada, lidah Taekwoon masuk dan mulai beradu dengan lidah Sanghyuk yang sudah menunggu. Ciuman mereka begitu penuh gairah. Taekwoon semakin menekan tengkuk Sanghyuk untuk memperdalam ciuman mereka. Kecipak saliva dapat didengar dari dua lidah mereka yang sedang bermain. Tangan Sanghyuk meremas rambut sang Kaisar dengan lembut, untuk menyalurkan semua kenikmatan yang dia rasakan. Lidah Taekwoon selalu memenangkan permainan mereka. Itu membuat sang Kaisar sangat mendominasi ciuman cinta mereka.
Sanghyuk mulai merasa kehabisan nafas. Dia mencengkram pakaian depan sutra sang Kaisar. Sang Kaisar pun dengan sangat tidak rela melepaskan ciuman mereka. Terlihat benang saliva tipis yang menghubungkan mulut mereka saat Taekwoon menjauhi wajah Sanghyuk. Wajah Sanghyuk begitu memerah. Sang Kaisar mengangkat dagu Sanghyuk dengan telunjuk jarinya.
"Lihat aku Sanghyuk."
"Maafkan hamba yang mulia. Hamba sudah lancang." Sanghyuk kembali menundukkan kepalanya karena telah berani melakukan perbuatan seperti itu.
"Tidak Sanghyuk. Jangan meminta maaf. Ini bukan kesalahan mu. Hanya aku saja yang tidak dapat menahan nafsu ku. Maaf."
Perkataan sang Kaisar membuat Sanghyuk diam tidak dapat bersuara.
"Sanghyuk, ikutlah aku kembali ke istana. Jadilah milik ku Sanghyuk. Aku membutuhkan mu." Taekwoon kembali berucap sambil menggenggam kedua tangan Sanghyuk.
"Jika saya ikut dengan yang mulia, apa yang akan mulia lakukan ? Alasan apa yang akan mulia sampaikan kepada penghuni istana dengan kehadiran saya ?" pertanyaan Sanghyuk membuat Taekwoon menyunggingkan senyumnya.
"Tidak ada alasan Sanghyuk. Kau hanya harus menemani ku. Aku akan menempatkan mu di samping ku. Aku akan berbicara jujur dengan ayah mu. Tetapi apa kau tidak keberatan jika kita menyembunyikan hubungan kita ?"
Sanghyuk benar-benar tidak tahu dia harus berkata apa. Perasaannya untuk sang Kaisar sangatlah aneh. Dia tidak mengetahui jenis perasaan seperti ini. Dan tanpa pemikiran dua kali dia mengangguk dan tersenyum kepada Taekwoon.
Taekwoon memeluk Sanghyuk dengan sangat erat. Dia begitu senang, bahwa dia tidak akan kesepian lagi. Dan dia percaya bahwa Sanghyuk adalah pasangannya yang dikirim oleh Dewa.
Entah kenapa Sanghyuk juga merasa bahagia. Tetapi ada sedikit perasaan ragu dengan kelanjutan hidupnya. Apakah keputusan yang sudah dia ambil ini benar ? Sanghyuk hanya dapat berharap bahwa Dewa akan melancarkan semua jalan hidupnya.
######
Tbc.
Untuk yang udah review, terima kasih banyak sudah mau menyempatkan menulis review. Author bener-bener seneng bangeet, saat tau ini fanfic diterima oleh para reader. Padahal author sempet mikir, kalau nie fanfic bakalan gak ada yang baca. Sekali lagi terima kasih. Review para reader membuat semangat author meningkat. Dan author mohon do'anya ya, agar lancar untuk menjalani tes SBMPTN tanggal 9 Juni. Mohon do'anya para reader yang author cintai dan sayangi. Do'akan author lulus dan dapat berkuliah diuniversitas yang author inginkan.
Sekali lagi, author gak bakalan bosen mengingatkan reader-nim untuk review. Hehehehehe.
