Disclaimer : I do not own Naruto
Salam kenal nama saya malaikat008, ini cerita pertama saya…semoga bisa dinikmati, maaf klo ada kesalahan dalam penggunaan bahasa Indonesia maapun bahasa asing.
.
.
.
"Tu verus mundi Lucifer"
(you are the true light bringer of the world).
.
.
.
Part 2 The Heart Belong to You 2
Narita, Tokyo Jepang ( Waktu Kedatangan Naruto)
Private Jet type Bombardier Global Express XRS tersebut mendarat dengan nyaman di landasan pacu khusus bandara Narita, Tokyo Jepang. Tampak beberapa pasang mata kagum sekaligus merasa iri melihat Private Jet tersebut. Kagum mungkin dikarenakan Private Jet tersebut terlihat begitu gagah dan mewah dibandingkan Pesawat komersial maupun beberapa Private Jet lain yang berada di sekitarnya, Iri karena mereka tidak pernah tahu kapan mereka bisa menaiki bahkan memiliki Private Jet type Bombardier Global Express XRS yang merupakan Private Jet yang memiliki kecepatan tercepat dan mempunyai jarak tempuh terjauh dari semua Private Jet yang pernah dibuat sampai saat ini, dan mungkin juga dianggap sebagai hotel melayang berbintang lima dengan semua kenyamanan yang ditawarkan dan fasilitas mewahnya. Pintu private jet pun terbuka secara perlahan sambil menimbulkan suara desisan halus saat pintu digeser ke samping. diiringi dengan munculnya tangga besi yang digunakan untuk menaikan dan menurunkan penumpang. dari balik pintu private jet tersebut terlihat seorang pria keluar. tiap langkah kaki ketika menginjakan tangga nampak begitu anggun dan tegas dalam setiap pijakannya. Rambut pirang yang rapi acak mengadah kelangit begitu nampak mempesona di teriknya matahari. kulit tan di tanganya begitu terlihat mulus dibalut kaos putih lengan pendek bertulisakan kanji "snow" di bagian belakang begitu elegan menghias tubuh kekarnya. pria itu berhenti sejenak di tengah-tengah perjalanan menuruni tangganya. diiringi kegiatan menaikan kedua tangannya keudara dan mengadahkan wajahnya memandang langit yang begitu biru dan cerah. 'rasanya sudah lama sekali tidak merasakan kerinduan seperti ini, Jepang aku pulang semoga banyak hal indah yang bisa ketemukan disini' gumannya dalam hati. 'Apa kamu masih sama seperti dulu….merindukanku, karena aku selalu merindukanmu...' lanjutnya.
"Tuan Muda Naruto" suara itu terdengar cukup nyaring membuyarkan lamunannya. pria bersuari pirang itu pun kemudian tersadar dari alam mimpinya dan menoleh kesegala arah mencari sumber suara itu. tampak didepanya seorang pria betubuh tegak berambut panjang berwarna silver dengan masker hitam yang menutup separuh wajahnya. "uncle kishi!" jawab pria berkulit tan tersebut sambil melepaskan kacamata hitam yang menutup keindahan kedua saffire birunya dan berlari kecil menuruni sisa tangga pesawat langsung memeluk pria bermasker.
"uncle kishi, how are you? long time no see,..." kata pria bersurai pirang itu sambil memeluk erat lelaki bermasker.
"I'am fine, waka-sama…"jawab lelaki bermasker sambil menepuk-nepuk punggung pria berkulit tan.
tanpa disadari oleh kedua pria tersebut, sepasang mata berwana lavender memperhatikan tingkah laku dan mendengarkan percakapan singkat keduanya.
"ooh ya waka-sama, let me indroduce this is shion-san" sambil memperkenalkan dan menujuk kearah gadis berambut pirang, "this girl will be your personal secretary during visit waka-sama in Japan". lanjut pria bermasker tersebut.
"it pleasure too meet you shion-san, I hope we can work together in future" kata Naruto sambil mengecek wanita bersurai pirang itu dari ujung kepala sampai bawah kaki.
"The-the ple-pleasure will be-be mi-mine, Na-Namikaze-sama" jawab wanita bernama shion itu dengan malu-malu (terlihat dari warna pipinya yang tampak mulai merona merah padam) dan tergagap-gagap tidak berani menatap kedua saffire berwarna biru langit cerah tersebut.
Tampak banyak sekali tatapan mata kagum dan penasaran dari orang sekitar yang kebanyakan merupakan pegawai di bandara narita kepada pria bersurai pirang. hal ini dikarenakan kendaraan yang dikendarai pleh pria bersurai pirang dan berkulit tan tersebut. Private Jet type Bombardier Global Express XRS hanya dimiliki oleh beberapa orang penting di dunia. Serta limousin mewah merek Toyota Century Royal yang diproduksi sebanyak empat buah di dunia ini hanya dimiliki oleh keluarga bangsawan dan kerajaan di jepang yang terparkir tidak jauh dari tempat mendarat private jet.
Setelah perbincangan singkat, ketiganya segera memasuki mobil mewah Toyota Century Royal yang berwarna hitam elegan yang terparkir tidak jauh dari private jet tersebut mendarat. Dan dengan cepat mobil itu meninggalkan lokasi.
=::=
=::=
Naruto POV
Aku memandang datar pemandangan bandara Narita lewat kaca mobil, perlahan tapi pasti mobil yang ku tumpangi mulai meninggalkan bandara dan menuju jalan tol menuju ke arah pusat kota Tokyo.
Tidak pernah terpikirkan sebelumnya kalau aku akan menginjakan kaki lagi di Negara ini, tempat semua kenangan yang sengaja ingin aku tutup rapat-rapat dan aku lupakan. Ku pejamkan mata sambil menghela nafas pelan. Aku merasa begitu letih serasa semua persendianku melonggar sehingga semua tulangku terasa terlepas dari tempatnya. Bagaimana tidak, baru saja setelah menginjakan kaki di London untuk mengistirahatkan raga setelah seminggu melakukan kunjungan ke beberapa negara di Eropa Selatan seperti Italy (Milan, Turin), Spain (Madrid, Barcelona), France (Paris) untuk mengecek beberapa proyek Namikaze Corp. Tiba-Tiba Kaa-san tercantik dan tercintaku menelepon menyuruh (Memaksa) untuk berlibur selama setahun penuh di Jepang. Aku tahu harus berlibur untuk mengistirahatkan tubuhku yang selalu berkerja lembur untuk mengerjakan semua yang selalu berkas- berkas yang menumpuk. selain itu selama tujuh tahun terakhir aku selau menyibukan diri dengan semua perkerjaan dan tidak pernah melakukan rencana liburan atau cuti (walaupun sudah sering di paksa oleh kakek, nenek serta kedua orangtuaku untuk meluangkan waktu beristirahat dan berlibur) dengan alasan ingin mengejar beberapa impian yang belum terwujud. Tapi tetap saja ini terasa menyebalkan! dipaksa liburan disaat kau sedang fokus - fokusnya bekerja mengejar suatu mimpi. Memang Kaa-san sudah merencanakan dan mempersiapkan segalanya termasuk menyuruh paman Iruka yang merupakan sekertaris kepercayaanku untuk mengambil alih pekerjaanku selama liburanku di Jepang. Tapi Arrrhh! tetap saja aku tidak terima!.
End Of Naruto POV
"Arrh….." guman Naruto plen tetapi sempat terdengar jelas oleh gadis berambut pirang yang duduk di sampingnya.
"Is-is Th-there any pro-problem Na-Namikaze-sama?" tanya gadis itu dengan lembut.
"Hn...nothing shion-san" jawab Naruto sekenaanya "And Shion-san, Don't to be too formal call me, just Naruto is enough"; "And dont't be nervous in front of me, I'm bot going to bite you so take it easy OK" lanjut naruto dengan nada datar diiringi tertawa kecil menatap ke arah Shion yang menundukan kepala tidak berani memandang balik tatapannya.
"Al-Alright Na-Nami-Nami eeh Na-Naruto-sama,...i-it's o-okay if I-I c-call y-you like t-that?" tanya Shion dengan ragu-ragu dan tergagap-gagap.
"Yup.." jawab Naruto dengan singkat padat dan jelas.
"Hn.. Shion-san what my schedule today?, if there're any important files from Company in london or Uncle Iruka? tanya Naruto sambil mencoba berpikir tentang berkas-berkas penting yang tertinggal di London yang seharusnya dia selesaikan Hari ini.
"if there's a major problem in London and Eroupe, Iruka-san will call me immediatly Waka-sama, so take it easy please..., and enjoy the holiday Waka-sama…" Timpal kakashi mencoba mejawab agar menenangkan Tuan Mudanya yang nampak gelisah meninggalkan perusahaannya yang tersebar di seluruh penjuru Eropa.
"Thanks Uncle Kishi" jawab Naruto sambil mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya mencoba membuang jauh-jauh ketegangan yang menumpuk dikepalanya.
"The Schedule is still empty Naruto-sama, only Minato-sama and Kushina-sama want to meet you immediatly".
"Ok…" jawab Naruto dengan singkat dan datar.
kendaraan melaju dengan begitu lembut dan cepat pemandangan diluar hanya berisi mobil-mobil yang berlalu-lalang di jalanan tol Tokyo. Suasana didalam limousin nampak begitu tenang dan sepi hanya hembusan nafas yang terdengar setelah sebelumnya terjadi percakapan yang cukup serius tapi singkat. Sesekali Naruto memandang kedepan dan kesamping jendela mencoba menikmati pemadangan yang disajikan selama perjalanan. sedangkan Shion masih dalam posisi kepala tertunduk dan malu karena duduk disamping Tuan Mudanya.
Tiba-tiba Naruto membuyarkan kesunyian yang sejenak terjadi didalam limousin. "Uncle Kishi, before we go home can you escort me to meet someone, I want to meet Her …." kata Naruto
"Hai...Waka-sama" jawab kakashi sambil melihat kaca spion mobil kabin tengah, tampak kesedihan terpancar dari wajah Naruto ketika melakukan permintaan kepada kakashi.
"Many years passed, I don't meet his properly"; "I want to tell many stories over past few year" tanpa disadari setetes airmata tidak sengaja jatuh dari pelupuk mata Naruto. 'I want to meet her, someone who has always belonged to my heart' guman Naruto dengan hati yang begitu teriris-iris.
Shion yang duduk disamping Naruto hanya bisa mendengar pelan kegundahan sang Tuan Muda dan tidak sengaja melihat kedua saffire biru Tuan Mudanya nampak berkaca-kaca. Dirinya tidak berani menatap terlalu lama wajah sayu dari Tuan Mudanya. dan kepalanya pun kembali tertunduk ke jok bawah sambil mencoba menerka apa yang sedang dipikirkan oleh Tuan Mudanya, dan mencoba menebak siapakah gerangan yang hendak ditemui oleh Tuan Mudanya.
Limousin melaju dengan tenanganya meninggalkan jalan tol berbelok ke arah pinggiran kota Tokyo, menjauhi tujuan semula yaitu Mansion keluarga Uzumaki-Namikaze.
====TBC ====
(ditunggu reviewnya)
