Akashi Mansion
"Seijuurou, bagaimana dengan kuliahmu?" tanya Akashi Masaomi, setelah aktivitas sarapan paginya. Mengawali pembicaraan, antara ayah dan anak.
"Sempurna otou-sama," jawab Seijuurou, yang juga sudah selsai dengan sarapannya.
"Kau harus ingat, keluarga Akashi haruslah sempurna..."
"Baik otou-sama..."
"Itu baru anakku..."
'Aku bukan anakmu, bahkan aku tak lagi menganggapmu ayah...'
Kuroko no Basuke (c) Fujimaki Tadatoshi
Warning : Yaoi, Shonen-ai , OCC, typo, dll.
By : Kiruna Neophilina Phantomhive
Summary : "Tetsuya, apa yang harus kulukan agar kau mencintaiku? Agar kau bisa memandangku sebagai suamimu? Menagapa kau terlihat begitu membenciku? Bahkan, aku yakin aku tak punya salah padamu. Karena, aku begitu mencintaimu.."
*0*0*0*0*
Siapa yang tak kenal Akashi?
Nama itu begitu dikenal di Jepang, karena selain memiliki dan menguasai perusahaan serta bisnis di Jepang, ada pula yang bekerja di pemerintahan. Menjadi seorang Akashi haruslah dituntut dengan kesempurnaan. Dirimu tak sempurna?
Siap-siap namamu dicoret, dari pohon keluarga
"Sudah kubilang, aku tidak mau dijodohkan otou-sama!" ucap seorang remaja berusrai scarlet dengan manik heterocome-nya, menatap kesal pada seorang pria bersurai hazel yang sudah mulai memudar karena usia.
"Kalau kau tidak mau dijodohkan, bawa pacarmu kesini Seijuurou," balas Akashi Masaomi, nama ayah dari Seijuurou.
"Otou-sama. Aku hanya sedang fokus pada pendidikanku, aku tidak mau diganggu dengan hal tidak penting seperti menjalin hubungan,"
"Kalau begitu, otou-sama carikan yang tidak akan menganggumu..."
"Terserah, jika pilihanmu tidak sesuai dengan kriteriaku. Aku akan langsung menolaknya," ucap Seijuurou, lalu pergi meninggalkan ruang kerja sang ayah dengan perasaan kesal dan marah. Ia tidak mau menjalin hubungan dengan siapa pun, bukan berarti ia aseksual. Ia hanya ingin hatinya yang bergerak sendiri. Bukan, atas paksaan. Murni atas nama cinta. (Hueeeeekkk #plakk)
*0*0*0*0*
"Tet-chan, sudah mahir memasak yah sekarang! Duh, Kaa-san kalah deh..." ucap Tetsumi, yang sedang mengupas sayuran.
"Okaa-san, kau berlebihan..." balas Tetsuya yang sedang memasukan berbagai macam rempah-rempah pada panci.
"Habisnya, dulu saat masak air saja. Pantat pancinya sampai hit-hahahaha!" ledek Tetsumi, mengingat kejadian saat anak sulungnya disuruh masak air, hasilnya malah air dipanci habis dan pantat pancinya hitam.
"Okaa-san!"
"Ha'i,ha'i! Disana masak apa aja?"
"Hm...yang penting tidak ribet,"
'Tetttt'
'Tettt'
"Biar kaa-san, yang buka pintunya," ucap Tetsumi, lalu pergi membukakan pintu setelah mendengar bunyi bel rumah. "Ara-ara~, Chi-chan! Kapan pulang ke Jepang? Ah! Ayo masuk!" lanjutnya setelah meihat, sang tamu yang ternyata adalah Mayuzumi Chihiro.
"Ob-kaa-san, tolong hentikan panggilan itu. Aku sudah bukan anak kecil lagi," ucap Mayuzumi merinding melihat Tetsumi memberi death glare-nya saat akan memanggilnya bibi, sambil melangkahkan kakinya keruang tamu.
"Tunggu sini, biar kaa-san ambilkan minum," ucap Tetsumi, lalu pergi kedapur.
"Siapa?" tanya Tetsunya sambil membersihkan peralatan memasak.
"Chi-chan, loh! Chi-chan!" jawab Tetsumi, sambil menuangkan minum ke gelas.
"Chihiro-nii?"
Tetsumi pun menganggukan kepala pelan. "Um!" jawabnya, dengan senyum lembut.
Mayuzumi Chihiro merupakan tetangga Tetsuya, mereka sangat dekat. Seperti adik dan kakak. Bahkan Tetsumi, sudah menganggap Chihiro sebagai anaknya sendiri.
"Tetsuya, sudah besar yah..." ucap Mayuzumi yang melihat adik kecilnya, sudah tumbuh dewasa.
"Ne,ne, Chi-chan! Gimana di Jerman?"
"Seperti biasa,"
"Mou! Selalu saja, seperti itu. Tahun kemarin, pun juga!"
"Hahahaha,"
"Chihiro-nii, kenapa balik ke Jepang lagi?"
'Bletakk'
Tetsumi pun menjitak Tetsuya, setelah mengucapkan pertanyaan bermakna sindiran. "Tentu saja! Jepang tanah kelahirannya," ucapnya.
"Ah, aku berniat menjadi penulis dan berkarya di sini saja. Lagi pula aku khawatir dengan 'Kaa-san' (Ibu Mayuzumi), penyakitnya makin jadi.."
"Capek-capek kuliah diluar, ujung-ujungnya balik lagi.."
'Bletakkk'
"Apa salahnya? Lagi pula, Chi-chan mendapat beasiswa," ucap Tetsumi kembali menjitak anaknya, yang tiba-tiba menjadi sensi.
Sebenarnya Tetsuya senang. Sangat senang, melihat dan mengetahui Mayuzumi akan tinggal kembali di Jepang. Dia sangat menghormati Mayuzumi, dia begitu pintar dimata Tetsuya. Dulu waktu mereka kecil, Tetsuya selalu menanyakan ini itu dan Mayuzumi dengan pintarnya menjawab semua pertanyaan Tetsuya.
Saat mengetahui Mayuzumi mendapat beasiswa ke Jerman, ia sangat senang. Namun juga sakit, bukan sakit karena ditinggal Mayuzumi ke Jerman. Tapi, sakit karena sang ayah membanding-bandingkannya dengan Mayuzumi. Itu pun tidak sehari! Selama ujian masuk kuliah berlangsung, ayahnya selalu saja membandingkannya. Seperti tidak menghargai semua usahanya. Sudah hampir 2 jam mereka berbincang, dan ntah sudah berapa kali Tetsuya dijitak Tetsumi.
"Kalau begitu aku pulang dulu kaa-san, Tetsuya..."
"Tet-chan, sebaiknya kau antar Chi-chan!"
"Ha'i,ha'i!"
*0*0*0*0*
"Tetsuya, kau dari tadi menyindiriku. Apa kau tidak senang, nii-chanmu ini kembali?" tanya Mayuzumi, sambil menatap Tetsuya yang berjalan didepannya.
"Tidak,"
"Hoo...jadi senang nih? Tetsuya, tsudender ternyata,"
"Tidak juga,"
"Duh, jadi yang mana?"
Tetsuya menghela nafasnya, dan berbalik menatap Mayuzumi. "Chihiro-nii, okaeri..." ucapnya dengan senyum lembut.
"Haha..kau ini! Tadaima," balas Mayuzumi, sambil mengacak-ngacak rambut Tetsuya. "Kalau ada apa-apa, cerita saja padaku!" lanjutnya.
*0*0*0*0*
Sudah 3 hari Tetsuya berlibur di rumahnya, dan selama 3 hari itu pula ia menemani adiknya berlatih basket bersama Taiga. Belajar bareng bersama Mayuzumi, dan tak lupa mendengar ocehan ayahnya yang membuat kupingnya panas.
Kini Tetsuya sudah berada di apartement-nya, dan membereskan barang-barangnya. Terutama persediaan makanan, dari sang ibu yang tak kira-kira memberinya 1 dus besar. Setelah membereskan semuanya, Tetsuya kembali kekamarnya dan berniat untuk istirahat. Namun, semua itu dibatalkan setelah melihat pesan dari temannya, dan bersiap-siap pergi ke tempat yang dijanjikan.
*0*0*0*0*
"Jadi? Kukira ada hal penting, ternyata hanya hal bodoh. Kau tahu? Kau membuatku kecewa Kise-kun.." ucap Kuroko, sambil menatap kesal orang yang kini duduk dihadapannya.
"Ini penting bagikussu! Kumohon, Kurokocchi~," ucap Kise menatap penuh harap pada Kuroko.
Kini mereka berdua berada di Majiba, membicarakan kesialan Kise yang mendapat undangan acara TV. Namun syaratnya adalah harus berpasangan, wanita dan pria. Kise tidak mau, menggunakan wanita sebagai pasangannya, ia takut wanita itu akan menjadi salah paham. Walaupun sudah dijelaskan keadaannya. Dengan akal sehatnya, yang dipertanyakan. Kise pun, memberi pesan pada Kuroko dengan modus keadaan gawat, karena kalau tidak begitu temannya yang satu itu tidak akan memenuhi permintaanya untuk bertemu.
"Kenapa harus aku? Kau bisa cari pria lain, Kise-kun.."
"Datte sa, aku cuma tahu Kurokocchi~. Lagi pula, tak akan ada yang menyadari gende-awwww!" balas Kise sambil memegang hidungnya, yang dicubit oleh Kuroko.
"Aku menolak,"
"Ku mohon! Kumohon~ Kurokocchi~,"
"Tetap menolak,"
*0*0*0*0*
Sudah dua hari, sejak permintaan aneh itu. Kise terus saja menerornya. Baik dikampus, di tempat magang, bahkan sampai di apartement-nya! Sudah cukup! Kuroko hanya ingin hidup tenang. Kini, Kuroko sudah berada di butik, yang Kise beritahu lewat pesannya. Ia menatap, dirinya didepan cermin. Wig baby blue yang bersurai panjang itu sudah disanggul kebelakang, jepitan bunga sakura berada di kedua sisinya. Kimono putih bermotif musim semi itu membungkus tubuhnya, bagian bawah kimono tersebut, tampak dibuat terbuka agar memudahkannya berjalan. Tak lupa tudung, yang menyatu dengan kimono agar tidak terlalu tampak tersorot. (Penampilannya hampir mirip Momo di game omnyouji).
"T,tenshissu!" ucap Kise, yang melihat penampilan Kuroko.
Anggun
"Berisik Kise-kun," ucap Kuroko, yang menatap kesal Kise yang kini berada dihadapannya. Ia tampak gagah dengan kimono yang ia pakai.
"Baiklah, ayo kita berangkat..."
'Semoga tidak ada yang mengenaliku,'
*0*0*0*0*
'Ckrek..'
'Ckrek...'
'Ckrekk..'
Bunyi DSLR tampak menggema didepan gedung pertemuan, banyak media yang menyorot acara ini. Dimana semua aktor dan artis, yang sedang naik daun. Hadir dalam acara yang katanya untuk menjalin hubungan.
"Kise Ryouta, da! Cepat ambil photonya!"
"Kise Ryouta, aktor pendatang baru yang baru-baru ini menggeser peringkat pertama sang raja aktor,"
"Akhh! Nande da! Pasangannya tak menampakan wajahnya,"
Sedangkan yang diphoto hanya berjalan, dengan senyum andalannya. Tak lupa tangan kanannya menggandeng pasangannya dengan gentle-nya. Pasangannya? Oh..dia menundukan kepalanya. MALU!. Sehingga tudungnya merosot menutupi semua bagian rambutnya.
"Ara ara ara~, Kise-kun. Kau tampak tampan, seperti biasa.." ucap seorang perempuan muda, dengan penampilannya yang bertema victoria.
"Nanami-chan, kau juga tampak cantik dengan gaun itu," balas Kise, sambil tersenyum membuat paras tampannya makin menjadi.
"Are, kau sendiri Kise-kun? Bukannya harus berpasangan?" tanya seorang pria berbalut tuxedo hitam.
"Manager! Tentu saja aku berdua dengan malaikatku," jawab Kise, yang mengerti kalau pasangannya sudah bersembunyi dibaliknya. Membuat hawa keberadaannya yang tipis, semakin tipis oleh aura Kise. "Hora honey..." lanjutnya.
Ingin rasanya Kuroko menghajar Kise saat itu juga, tapi ia tahan dulu semua. "H,hajimemashite...Aoi Tetsuna, desu.." ucapnya sambil membungkuk sopan, lalu memperlihatkan wajahnya. Membuat orang disekitarnya, tampak terpana melihat dirinya.
"Aoi-san, apa kau berniat menjadi artis? Atau aktor?"
"Aoi-san, jika kau berniat ke dunia hiburan. Hubungi aku..."
Dan masih banyak lagi tawaran yang menjumpai dirinya. Kuroko? Oh, dia menolak tawaran mereka dengan anggunnya. Hingga membuat orang terpana, bahkan mereka rela jika harus bertekuk lutut dihadapannya. Selama acara berlangsung, Kuroko diharuskan membuka tudungnya agar tidak tampak seperti orang yang mencurigakan. Lagi pula, tak ada kameraman saat didalam gedung.
*0*0*0*0*
Beberapa hari setelah kejadian itu, dan Kuroko mendapat hasil perjanjiannya dengan Kise. Ia dikejutkan dengan majalah yang menampilkan wajahnya, dan ditempatkan disampul majalah itu. apalagi judul majalahnya yang aneh itu.
'Fallen Angel'
Tidak hanya disampul, bahkan 1 majalah itu memuat semua fotonya! Ia yakin, foto-foto itu diambil saat dirinya berpisah dengan Kise dan berada ditaman seorang diri. Kuroko pun pergi meninggalkan teman sekelasnya, yang masih membicarakan pemepuan dalam majalah itu.
'Aoi Tetsuna'
Cih, ia tak mau lagi menyamar jadi perempuan. Biarlah Aoi tetsuna, hilang ditelan waktu.
TBC
Yey...akhirnya, sempat juga melanjutkan fanfic ini~, dan ada kabar bagus niih~ fanfic lainya akan menyusul dalam waktu dekat ^o^/
DON'T LOVE ME!
MY LIFE!
Lalu-lalu, ada spoiler nih~. Tetang fanfic baru!
Bercerita tentang Akashi Seijuurou dengan liburan panasnya, yang ia habiskan di pedesaan, dan harus menurunkan tahtanya dari bangsawan sebagai pekerja dipemandian air panas.
Nantikan yah~
