Chapter 2

.

.

.

.

Sorry, pengumuman sebentar :

Untuk ff My Girlfriend from a social media reviewnye min 20 yah buat di post sequelnya. Soalnya sequelnya itu 'enseh' jdi cukup berat buat saya bikin ff 'enseh' tapi yang review segitu *liat review MGFSM*

Untuk ff Sorry, I Love You, lagi diproses ceritanya jdi yang dipost duluan ini dulu ._.

.

.

Balasan Review

ReszaWYF : Okeh, ini udah update. Thank's for review.

L-Uira : Wkwkw. Terserah kris mau diapain sama kmu. Thank's for review

Dark Shine : Udh lanjut. Thank's for review

KTHS : Okeh, thank's for review

ShinJiWoo920202 : Udh lanjut kok. Thank's for review.

Princess huang : Udh lanjut kok. Thank's for review.

Kt : Tulisannya bisa digedein lg kgak? Penasaran it, kantor 'penasaran' yak? *garing*. Thank's for review.

Bubble : kebiasaan kts emg suka ngompor2in tao spaya kgak sama Kris -_- pdahal kris adalah seorang pangeran yang diberikan oleh tuhan :v. Okeh, thank's for review.

Missjelek : Udh lanjut kok. Thank's for review.

Raetaoris : Kok elu tau nama gw? Kita kenal yah? Apa elu temen fb gw? *bukannya sombong*. Thank's for review.

Junghyema : biasa, playboy emg suka keak getoh. Hoho, saya bingung kenapa pd kaget kalo saya namja -_-. Thank's for review.

Devimalik : Udh lanjut kok. Thank's for review.

Rima-TAOma : Udh lanjut kok. Thank's for review.

anjarW : iye, gw C-A-S-S-I-O-P-E-I-A. Dan saya member keenamnya #plak. Kris bukan tunangannya Tao, tpi suaminya Tao *asek*. Thank's for review.

Paradisea Rubra : iya, kalo saya seorang pahlawan kesiangan,*?* saya bkalan bantuin Tao. Thank's for review.

Fuawaliyaah : Jambak aje, gw persilahkan =D

Aswshn : Jangan kan bermodis, culunpun Tao tetep keren kok. Wkwk, woles, saya sebagai KTHS kgak bakalan ngejadiin Kray :v. Thank's for review, kak.

Nada lim : Udh lanjut kok. Thank's for review.

Triyuniaulia4 : Kalo baca jan terlalu serius. Kalo baca pake mata yah. Thank's for review.

Kirei thelittlethieves : okeh udh lanjut. Thank's for review.

Hibiki kurenai :Makasih udh memberi saran. Chap 1 aje berantakan apa lgi chap ini -_-, Thank's for review.

Happy Reading !

.

.

Aku membulatkan mataku. Aku tidak percaya kalo aku di jodohkan oleh lelaki bernama Kris Wu. Apakah dia kakak kelasku yang tidak punya hati itu? Tapi batinku berkata 'Semoga Kris Wu bukan kakak kelasku yang belagu itu. Nama Kris Wu itu kan banyak'.

"Bagaimana Tao? Apa kau mau menerima perjodohannya?" tanya Mama.

"Aku harus bertemu dan kenal dengan orangnya dulu, Ma. Mama kan tau, aku harus kenal seseorang yang mau berteman denganku. Ya walaupun aku tidak mempunyai teman kecuali Baekhyun dan Chanyeol gege"

"Baiklah. Mama akan rencana kan dulu dengan nenek Park dan . Nanti kau tinggal tunggu kabarnya. Ayo kita makan siang dulu"

Tao POV Off

oOoOoOoOo

Kris POV

Malam ini, tidak biasanya aku melihat bintang yang berkedip indah. Dan memikirkan seseorang, yaitu Tao. Aku tidak percaya Tao bisa berubah menjadi lebih Cantik,Imut dan manis. Berarti ada hikmahnya juga aku menindasnya. Bagaimana aku bisa dekat dengannya yah? Hey Kris, bagaimana dengan Lay?

"Kris, kau sudah pulang? Bagaimana sekolahmu?" kata seorang wanita tua.

"Heum, baik-baik saja nek. Bagaimana keadaan nenek? Apa penyakit nenek semakin parah? Hah? Penyakit nenek semakin parah? Syukurlah kalo begitu" tanyaku ke ibu dari ibuku. Dan aku segera mendapatkan hadiah jitakan 'manis' dari nenekku.

"Kau.. Dasar cucu kurang ajar! Akan nenek jodohkan kau dengan cucu sahabat nenek!" kata nenek-ku yang sukses membuat mataku melotot.

"Maksud nenek? Aku akan dijodohkan?"

"Iya, kau akan nenek jodohkan dengan seorang lelaki cantik dan imut. Kau pasti menyukainya. Dan tadi nenek tadi dapat informasi dari Mama-mu kalo besok malam ada acara makan malam disini. Sekalian kalian pendekatan" kata nenek-ku sambil terkikik.

"Tidak! Aku menolak keras perjodohan sialan itu! Dan lagi pula aku sudah punya Yixingie" ucapku sambil mengunyah cemilan yang tersedia di meja balkon.

"Benar kau menolak perjodohan itu? Se-tidaknya besok kau ikut makan malam dirumah calon istrimu. Lihat lah dulu calon istrimu"

"Oke-oke, aku ikut makan malam. Dan sekarang aku ingin istirahat dulu. Muachh, bye nenek"pamitku dan mengecup jidat nenek-ku tersayang. Ya setidaknya aku melihat lelaki yang dijodohkan olehku seperti apa dulu.

~ KrisTao !

Eoh? Inikah rumahnya? Besar tetapi terlalu mewah menurutku. Aku segera turun dari mobil dan tangan kiriku di gandeng oleh nenek-ku, sedangkan tangan kananku membawa buah-buahan untuk lelaki yang ingin di jodohkan olehku. Karena risih, aku punya inisiatif untuk melepaskan tangan nenek dari tangan kiriku.

"Maaf nek, punggungku gatal. Nenek jalan duluan saja bersama Mama dan Papa. Tenang saja, aku tidak akan kabur dari sini" ucap ku sambil pura-pura menggaruk punggungku yang bermaksud untuk melepaskan tangan nenek. Nenek hanya mengangguk dan berjalan di depanku dan aku pun berjalan pelan di belakangnya. Pintu pun di buka oleh seorang pelayan yang bekerja disana.

"Selamat datang keluarga Wu. Kalian sudah ditunggu di ruang makan. Silahkan saya antar." ucap pelayan lelaki dengan sopan. Mama,Papa dan nenek tersenyum lebar. Sedangkan aku hanya merengut.

"Kris, kau kenapa? Jangan merengut seperti itu. Kau terlihat jelek sekali. Ehh tapi kau memang sudah jelek sih" kata Papa yang juga menyindirku. Dan Papa pun tertawa kecil. Ingin rasanya aku menampar lelaki tua bangka ini kalo tidak mengingat dia adalah orang tua ku.

"Kalian sudah datang. Ahh, senang bertemu lagi dengan kalian. Ayok duduklah dulu keluarga Wu. Aku akan memanggil anak-ku di kamar" ucap ibu dari calon istri. Ah, bukan calon istriku, aku kan menolak perjodohan ini.

Dengan kilat wanita paruh baya itu pun kembali menarik seseorang yang katanya calon istriku. Tapi aku hanya melihatnya sekilas dan selanjutnya aku memerhatikan langit-langit ruang makan.

"Mama, aku masih ngantuk. Kenapa asal tarik aku saja!" sebentar. Aku mengenal suara ini. Aku menoleh dan..

"Tao! Apakah benar kau Tao? Nenek, aku menyetujui perjodohan ini" kataku sangat senang.

Tao berdiri dan menyilangkan tangannya di depan dadanya.

"Isshh berisik sekali sih. Siapa kau? Kau kenal denganku?" tanyanya bertubi-tubi tapi pertanyaan itu membuat aku terdiam. Kenapa dia jadi judes seperti itu? Apa dia amnesia karena kejadian kemarin?

"Kau tidak mengenalku? Aku Kris Wu, kakak kelasmu" jawabku dan dia menatapku sinis.

"Oh, aku baru ingat. Maaf yah aku sedikit amnesia karna kejadian kemarin ada kakak kelasku yang menindasku di sekolah. Padahal aku menyukainya malahan aku menyatakan cinta padanya. Tapi bukannya di balas baik-baik dia malah membalasnya seperti ini 'Anak culun seperti kau tidak pantas menjadi pacarku dan bla~bla~bla' aku malas melanjutkannya. Tapi sekarang, dia malah menyetujui perjodohannya denganku. Yah bisa di bilang kakak kelasku itu sangat munafik dan melihat dari fisik saja" sindir Tao. Aku melihat keluargaku dan keluarga Tao menatap Tao bingung.

"Maksudmu apa, Tao? Kau seperti sedang menyindir seseorang. Apa kakak kelasmu ada disini?" tanya Mama Tao.

"Tentu saja aku sedang menyindir seseorang yaitu kakak kelas yang menindasku waktu aku masih culun. Ya namanya seperti lelaki yang dijodohkan denganku atau mungkin kakak kelasku dan dia adalah orang yang sama. Sudahlah aku mau melanjutkan tidurku dulu. Bye semua." jawab Tao dan tiba-tiba dia pergi keluar ruang makan. Aku berlari mengejarnya.

Aku menarik tangannya dan membalikkan badannya ke hadapanku

"Tao! Dengarkan penjelasanku dulu! Aku minta maaf atas kejadian itu. Aku khilaf, Tao. Tolong maafkan aku."

"Kau khilaf karna aku sudah berubah seperti ini. Dan kau menyetujui perjodohan kita karena aku sudah berubah seperti apa yang kau lihat. Coba kalo aku belum berubah, masih culun seperti waktu itu apa kau menerima perjodohan ini dan mengejarku seperti ini? Tidak kan! hiks..hikss" ujar Tao sambil terisak yang membuat aku terdiam bagaikan dikutuk menjadi batu.

"Maaf. Aku mohon maafkan aku Tao. Perbuatanku telah melukaimu dan mungkin melukai perasaan mu juga" aku memeluk erat Tao.

Tao mendorongku sampai aku terjatuh ke lantai berwarna coklat muda.

"Bahkan perbuatanmu juga membuat aku membencimu! Pergilah! Jangan ganggu kehidupanku. Bahagia lah dengan pacarmu. Jangan membuatku menjadi perusak hubungamu dengan Lay karena perjodohan ini" ucap Tao yang berbicara dengan lembut tapi tajam. Dan pergi meninggalkanku.

"Tao, maafkan aku. Aku akan pergi darimu tapi tolong jangan membenciku" ucapku lirih dan mungkin masih terdengar oleh Tao.

Kris POV off

oOoOoOoOo

Tao Pov

"Tao, bagaimana tadi malam? Apakah calon suamimu sangat tampan? Apa kau menyukainya?" tanya Baekhyun sambil menyedot jus strawberrynya. Pertanyaan Baekhyun membuatku memutarkan bola mataku malas.

"Ya, aku menyukainya. Tapi dulu. Sekarang aku membencinya" jawabku.

"Baru kemarin kau bertemu dengannya sekarang kau sudah membencinya. Memang siapa calon suamimu?"

"Dia adalah Kris Wu. Dan jangan sekali-kali kau menyebut dia sebagai calon suamiku!"

"Whatt?! Kris Wu? Jangan terima perjodohan itu!"

"Maunya sih seperti itu, tapi ini wasiat dari nenek-ku. Bagaimana ini? Aku menyayangi nenekku. Semasa hidupnya, apa yang dia bilang kepadaku pasti aku turuti. Apa yang nenekku katakan tentang hal baik atau pun buruk pasti selalu benar. Yah sebelas-duabelas dengan Chanyeol gege" jelasku. Baekhyun tampak berfikir.

"Ahh, kalo semasa hidupnya kau selalu nurut, kenapa tidak sekali-sekali kau tidak menuruti kata nenekmu"

PLAK

"Bodoh, nenekku sudah meninggal. Kalo aku tidak menuruti wasiatnya bisa-bisa aku di gentayangin arwah nenekku" kataku kesal.

"Aduuhh sakit tau. Sepertinya dari tadi Kris memerhatikanmu" aku menoleh ke arah yang di tunjukan Baekhyun, Kris memerhatikanku. Sebenernya aku masih bingung dengan perasaanku kepada Kris. Aku ingin mencoba untuk melupakannya. Tapi bagaimana dengan perjodohannya? Ini membuatku gila! Aku mengalihkan pandanganku ke arah Chanyeol gege yang tiba-tiba datang dan meminum jus strawberry yang diminum Baekhyun sampai habis.

"Tao, apa kau tau? Kris ingin berteman denganku dan Changmin." kata Chanyeol dengan serius.

"Terus kau jawab apa?" tanya Baekhyun pada pacarnya.

"Tidak tau. Changmin yang memberi tau-ku karena Kris bilang seperti itu ke Changmin bukan kepadaku."

"Kenapa tidak ke gege saja?" tanya ku bingung.

"Kata Changmin, karena Kris merasa bersalah denganku dan dia belum siap untuk minta maaf padaku"

"Oh, kenapa dia takut denganmu? Mungkin karna kau sering nyengir-nyengir sendiri jadi dia- Hmmmpp,,mmppp" kata Baekhyun terpotong oleh ciuman Chanyeol gege. Haahh, akupun segera pergi meninggalkan kantin. Aku tidak mau menjadi obat nyamuk mereka.

oOoOoOoOo

Teng.. Teng.. Teng..

Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Saatnya seluruh siswa pulang dan istirahat. Tetapi sebelum pulang, aku di suruh Guru Matematika ku untuk menaruh buku khusus rumus matematika di perpustakaan. Baekhyun sudah pulang bersama Chanyeol gege. Untungmya aku membawa mobil sendiri.

Aku melihat jendela perpustakaan dan terlihat 2 orang lelaki, yaitu Kris dan Lay. Aku segera berjalan menuju pintu perpustakaan dan aku menempelkan telingaku. Bukan maksud untuk menguping pembicaraan mereka. Eh, tapi sama saja deh -_-.

"Kau memutuskanku? Karna perjodohan yang di buat oleh nenekmu itu?" tanya Lay ke Kris ge.

"Iya, tapi alasanku memutuskanmu bukan itu saja. Aku mendapatkan berpuluh-puluh foto kau sedang bersama Suho. Kau berpacarankan dengan guru pendek itu? Aku tidak menyangka lelaki miskin seperti kau itu sangat murahan dan tidak punya hati. Kau hanya memanfaatkan kekayaanku saja. Sebenarnya stylemu tidak ada apa-apanya"

PLAK!

"Apa kau bilang? Tidak punya hati? Kau tidak punya kaca di rumah? Bukannya tidak ada bedanya dengan dirimu yang sering menindas murid-murid culun? Kalo iya memang kenapa? Suho mempunyai hati dari pada kau. Styleku tidak ada apa-apa? Kenapa kau menyatakan perasaanmu kepadaku? Dasar Playboy!" Apa? Jadi Lay sunbae orang yang tidak punya? Dan apa tadi? Lay sunbae berpacaran dengan Suho? Guru fisika?.

"Kalo kau sudah tau aku tidak punya hati dan playboy, kenapa kau menerima cintaku, murahan? Kau hanya ingin terkenal kan? Sudahlah, aku sudah muak denganmu. Aku pergi!" ucap Kris gege. Aku segera bersembunyi di pintu sebelah kanan sedangkan Kris gege berjalan kearah kiri. Aku memasuki perpustakaan, menaruh buku rumus dan aku berjalan menuju Lay sunbae yang sedang menunduk.

"Lay sunbae? Apa kau tidak apa-apa?" tanyaku sangat hati-hati.

"Tao? Kenapa kau berada disini? Apa kau... mendengarnya?" jawab Lay takut.

"Iya, maaf aku lancang mendengar perdebatan kalian. Dan maaf karena aku telah merusak hubungan mu dengan Kris gege."

"Maksudmu? Apa kau yang di jodohkan oleh Kris?"

Aku menundukkan kepalaku. Aku takut Lay sunbae marah.

"E-eum iya. Maaf kalo aku yang merusak hubungan kalian"

Lay sunbae mengernyitkan dahinya.

"Haha,, tidak apa-apa. Asal kau tau saja, sebenarnya aku dan Suho hyung sudah menjalin hubungan lebih dulu di banding Kris. Bahkan aku dan dia sudah bertunangan. Bukan maksudku untuk mempermainkan Kris, aku hanya ingin merubah sifat playboynya. Kau tau sendiri kan kalo dia di juluki Playboy di sekolah ini" aku hanya mengangguk dan serius mendengarkan curhatan Lay sunbae.

"Tetapi, dia sangat serius padaku. Buktinya, aku dan dia sudah tiga tahun pacaran dan dia mempertahankan hubungan kita. Setelah aku tau dia benar-benar serius kepadaku, aku ingin sekali memutuskannya tapi tidak punya waktu untuk berbicara kepadanya. Dan dari sekaranglah aku harus berpisah dengan Kris dan menyebarkan hubunganku dan Suho hyung ke publik" lanjut kata Lay sunbae yang dengan polosnya menceritakan semua kepadaku.

"Oh, tapi tadi sunbae menunduk terlihat menyesal diputusi Kris gege? Apa sunbae tidak sayang sama Kris ge?" tanyaku.

"Menyesal? Tidak. Aku tidak menyesal sama sekali. Sejak dia bertemu denganmu, sikap dia kepadaku sangat berbeda dengan sikap sebelumnya. Aku berharap dia segera memutuskan ku. Dan harapanku terkabul, Tao. Aku sangat berterima kasih untuk nenek Park dan kau karna sudah membuatku dan dia berpisah sekarang. Sayang? Aku sayang hanya sebatas sahabat. Aku juga tidak tau kenapa rasa sayang sebagai sahabat lebih kuat dari pada rasa sayang sebagai kekasih" Lay sunbae menoleh kepadaku dan tersenyum.

"Tao, tolong terimalah perjodohan itu. Sepertinya Kris menyukaimu saat ini. Apa perasaan sukamu masih ada untuk Kris? Ceritalah padaku"

"Apa sih sunbae ini. Aku juga tidak tau sunbae. Di satu sisi aku membenci sikap dia seperti mengejek orang lain dan di satu sisi lagi aku menyukai sikap pemimpinnya karena aku sangat suka lelaki yang punya sikap pemimpin tapi aku tidak suka yang sombong" Lay sunbae terkikik kecil.

"Tao, aku mohon jadilah penggantiku. Kris menyukaimu. Bahagialah dengan Kris. Ku mohon, Tao. Terimalah perjodohan itu, jangan kau tolak. Maafkan sikap Kris. Sebenarnya sia sangat perhatian kepada orang yang dia sayang. Terimalah demi aku, Tao" tiba-tiba Lay sunbae berjongkok di depanku.

"Ahh, sunbae. Bangunlah. Aku akan memikirkannya dulu" kataku sambil membangunkan tubuhnya.

"Terima kasih, Tao. Heum, kau jangan memanggilku sunbae. Panggil saja gege. Oke?" ucap Lay gege yang sudah bangun sambil mengacungkan ibu jarinya. Aku hanya tersenyum dan mengangguk.

Tao POV Off

.

.

.

.

Author POV

Kris berada di parkiran sedang menunggu seseorang yang sekarang ia sukai. Dari tadi, ia tidak bertemu Tao. Dan dia tidak tau apakah Tao sudah pulang atau belum. Dia mendapat ancaman dari ibunya jika dia tidak pulang bersama Tao, dia akan tinggal sendiri di Kanada bersama orang-orang udik yang tidak se-level dengan Kris*?*.

"Tao.." teriak Kris kepada orang yang berjalan menuju parkiran.

"Apa?" jawab Tao dengan judes.

"Kau pulang dengan ku yah?"

"Tidak. Aku membawa mobil sendiri. Kau pulang saja duluan"

"Aku mohon, Tao. Pulanglah denganku. Aku tidak mau dilempar Mama ke Kanada dengan orang-orang udik" mohon Kris sambil menggoncangkan tubuh Tao.

"Baguslah kalo kau di lempar ke Kanada. Sekolah ini akan bersih dari namanya orang yang tidak punya hati sepertimu dan kau bisa belajar dengan orang udik disana bagaimana menghargai orang lain" jelas Tao dengan ekspresi kesal.

"Ckck, cantik-cantik kok galak sih. Sudahlah, ayo pulang denganku, my love" ujar Kris sambil mencolek dagu Tao.

"Katanya kau tidak akan menggangguku lagi, huhh" ucap Tao sambil menyilangkan tangannya di depan dada.

"Karena kau belum memaafkanku"

"Yasudah aku memaafkanmu. Tapi kau jangan sekali-kali melakukannya lagi ke orang lain"

"Ok, Dear. Berarti kau menerima perjodohan nenek kita? Terus kita menikah dan melakukan malam pertama yang sangatt.. Uhh, aku tidak bisa melanjukannya"

"..."

"..."

"Tidak, tidak, tidak. Dasar mesum"

"Ayo pulang denganku. Aku mohon beri aku kesempatan."

"Mobilku?" tanya Tao pada Kris sambil menunjuk mobil Ferarri merahnya.

"Kau bisa mengambilnya besok, sayang." jawab Kris bosan.

"Terus aku berangkat pakai apa?"

"Aku akan menjemputmu besok. Kau kode denganku ya? Haahaa, aku tau kau ingin berangkat sekolah denganku. Padahal mobil di rumahmu banyak yang nganggur" goda Kris. Pipi Tao menjadi merah. 'Sial! Kenapa aku tidak kefikiran seperti itu!" batin Tao.

"Kau menyebalkan sekali Kris Wu!" geram Tao yang berjalan ke mobil Kris.

"Yesss!"

(0-0)

(0-0)

(0-0)

(0-0)

"Tao, apa kau sudah makan?" tanya Kris yang sedang menyetir mobilnya.

"Kau kira aku bawa bekal, seperti anak kecil!" jawab Tao dengan ekspresi datar.

"Okeh, bagaimana kalo kita makan di restorant China di dekat rumahku? Aku sering mengajak orang-orang yang aku sayang. Seperti Mama,Papa,Nenek dan keluarga ku yang lain"

"Orang yang kau sayang? Lay gege tidak termasuk?" tanya Tao untuk memancing Kris. Kris memutarkan bola matanya malas.

"Sudahlah Tao. Jangan sebut namanya jika kita sedang berdua"

"Kita tidak sedang berdua, ge. Masih ada tuhan dan juga malaikat. Mereka tidak tidur walaupun kita melakukan hal yang tidak-tidak"

"Yaa, aku tau Tao -_-. Kita sudah sampai"

Tao dan Kris turun dari mobil mahal milik Kris. Setelah turun, mata Tao terlihat berbinar-binar. Dia sedang melihat boneka Panda besar yang berada di toko depan restorant itu. Tao langsung melangkah kan kaki ramping dan jenjangnya dengan cepat ke arah toko itu. Kris yang melihat itu langsung mengejar Tao.

"Tao, kau mau kemana?" teriak Kris karena Tao sudah agak jauh darinya.

"Aku mau membeli boneka panda itu, ge" sahut Tao tanpa mengalihkan pandangannya dari boneka Panda itu. Dan Tao segera menyebrang jalan besar.

"TAO! AWAS ... !"

-TBC-

Chapter 2'a gimana nih readers?

Dan apakah ada yg bisa nebak siapa yang bilang 'Tao awas'? =D

Hahaaa.. saya ngerasa sikap Kris disini OOC banget dari sikap yang ada di chapter 1 -_-.

Terus keak'a chap ini kgak ngefeel yah? Apa emg dari chap 1 kgak ngefeel? Insyaallah endingnya kena *kena pa'an?*.

Ada yang bingung kgak kenapa neneknya Kris itu marganya Park? Karna itu ibu dari ibunya Kris. Jdi jelas kan?*enggaaakk* pinteerrr!

Okeh, sampai bertemu lgi di chap depan. Ass.