Chapter 2
Aku dan Jenderal Lucy keluar dari tenda dengan berjalan berlawanan arah dari saat aku sampai disini , kami berjalan melewati beberapa tenda, sekitar 15 meter dari tenda yang dijadikan markas komando terdapat tenda pasukan medis , disana bukan hanya ada petugas medis militer tapi dari palang merah dan beberapa relawan yang ikut membantu dalam perawatan prajurit
Saat aku melintas tenda itu aroma obat yang sangat kuat dapat tercium , meski samar namun aku masih dapat mencium aroma darah dari tenda itu , disana terdapat cukup banyak orang yang dirawat
"mereka.. , apa sebelum aku disini ada sebuah serangan?"
Mendengar perkataanku jenderal lucy langsung membalas
"mereka mendapatkan serangan malam 4 hari yang lalu, dari 2 kompi pasukan yang ku tempatkan disana merekalah yang tersisa "
Mendengar jawaban mengejutkan itu aku langsung berhenti berjalan dan kembali melihat tenda tadi
2 kompi , 1 kompi berjumlah 225 orang , jadi ada 450 orang dan dari 450 orang hanya beberapa yang selamat ...
Sebenarnya aku takut untuk bertanya ... tapi aku harus tau
"maaf jenderal , tapi berapa total korban dari serangan itu , aku hanya ingin tau saja , mungkin itu dapat menjadi informasi yang berguna bagiku "
"hmm... biarku ingat , seingatku sekitar 438 orang tewas dan sisanya terluka , itu benar benar serangan telak , karena Unknow menganggu jaringan komunikasi kami , [Sitri] tidak dapat memberikan bantuan , kami mengirimkan 4 helikopter kami untuk mengirim bantuan namun sangat disayangkan mereka terlambat "
Dengan wajah murung jenderal lucy mengatakan itu dan tersenyum kecut , melihat dia seperti itu ada sebuah perasaan yang tidak enak di dadaku jadi aku mengalihkan pandangan , kami mulai lagi berjalan dengan kesunyian diantara kami
Kami terus berjalan cukup jauh , aku bisa melihat beberapa prajurit sedang memeriksa keadaan helikopter tempur , sepertinya helikopter yang mereka gunakan adalah AH-64E [Apache Guardian] yang di kembangkan oleh amerika
Helikopter modifikasi dari AH-64A ,helikopter itu memiliki antena dengan radar Longbow yang dapat mendeteksi serangan musuh helikopter ini juga dilengkapi dengan sebuah misile Anti-Tank berjenis Hellfire 2 [AGM-114 Hellfire] dan juga di lengkapi dengan meriam kaliber 30mm,saat kami sedang berjalan sambil melihat angkatan udara ,seorang wanita menggunakan seragam pilot mendekat kearah kami
"Selamat siang Jenderal "
[Salute]
Seorang wanita cantik lainnya ,dia mempunyai warna rambut merah,wajahnya cantik namun kau dapat melihat ketegasan didalam matanya , melihat wanita itu lucy tersenyum dan membalas hormat
"siang Kapten , perkenalkan dia adalah Letnan natsu dari pasukan Nato , Letnan dia adalah Kapten Erza Scarlet dari pasukan udara "
"perkenalkan, Letnan Natsu Dragneel dari pasukan NATO, Kapten Erza senang bertemu denganmu "
[salute]
"hmm..., kau cukup tampan meski rambutmu sedikit aneh tapi bukan berarti aku membencinya kau tau .., senang bertemu denganmu juga letnan"
Ta..tampan... , akhirnya ada seseorang yang mengatakan itu padaku sejak aku datang kemari , entah mengapa itu membuatku sedikit malu
"Kapten..,tolong jangan menganggu Letnan "
"Pppfff... ahahaaha.. maaf , aku benar benar minta maaf , hanya saja lihatlah .. ekspresinya benar-benar lucu saat aku mengatakannya"
"Haahhh,,, dasar ..."
Eh.. apa ini ,apa tadi dia bercanda .. oh sial aku benar-benar kesal...tapi karena dia cantik dan seksi jadi kumaafkan ..
"letnan , Kapten Erza adalah yang bertanggung jawab pada , Close Air Support [CAS] dialah yang akan melancarkan serangan dukungan udara "
"apa kita tidak mendapat bantuan dari pesawat tempur atau mungkin pembom ..?"
"kita masih dapat mendapatkan bantuan dari pasukan udara dari squadron 3 yang di tempatkan di markas udara terdekat , namun untuk mencegah kepanikan tidak akan ada bantuan dari unit pesawat Pembom "
"jadi tidak akan ada operasi Carpet Bomber..?"
"tentu saja tidak akan ada..."
Mendengar aku berkata seperti itu ,sepertinya membuat kapten erza sedikit kesal
"Hey.. letnan, apa kami masih belum cukup untuk mendukungmu..?"
"tidak ,, aku tidak bermaksud untuk menyinggungmu dan unitmu aku hanya bertanya oke.. maaf "
"hmm..."
Sial ada apa dengannya.. ya aku tau kalau aku bicara terlalu kasar padanya
Melihat eksperiku kapten erza mulai tertawa lagi
"hahahaha... , aku hanya bercanda kau tau, aku tidak marah ,yahh.. memang untuk dukungan udara memang paling efektif lewat pesawat tempur namun squadronku juga tidak kalah dengan mereka kau tau ..., jangan khawatir soal dukungan udara dan serahkan saja pada kami .., kami akan melindungi bokong kalian "
"a..ahahaha , ya terima kasih aku bergantung padamu kapten"
"hey saat hanya ada kita, mari lupakan formalitas, kau bisa memanggilku erza kau tau,kalau begitu sampai jumpa "
Setelah mengatakan itu dia pergi dan meninggalkan kami ,aku hanya tersenyum sambil berkata 'oke'
Oohhh ..rupanya dia orang yang lumayan baik... melihat erza berlari kecil aku dapat melihat sesuatu memantul di pakaianya .wooww dan bokong ya lihat itu haha ... sampai nanti seksi...
Melihat aku memperhatikan erza dengan mata mesum
"Ehemm,,, Letnan"
"woahh..ap..apa ?"
"bisa kita lanjutkan.."
"te..tentu.."
Kami kembali berjalan , ada apa denganya tatapanya tadi benar-benar menakutkan...
...
Kami berjalan dan melewati kafetarian , oh sepertinya banyak prajurit sedang makan siang.. , yah melihat dari waktunya memang ini sudah waktunya makan siang.., beberapa prajurit yang melihat kami langsung memberi hormat
Kami masuk kedalam kefetarian , aku dapat merasakan kegugupan dari para prajurit yang sedang menikmati makan siang mereka .. oohh aku benar – benar menyesal kawan
Tanpa menghiraukan para prajurit yang gugup lucy mulai menjelaskan
"disini adalah tempat kau makan , yah untuk menunya setiap hari akan di ubah tergantung persediaan , untuk persediaan suplai makanan , militer telah mempersiapkan cukup banyak jadi kau tidak perlu khawatir , di samping tenda kafetarian ini adalah tempat penyimpanan amunisi dan persenjataan – "
Lucy seakan mencari seseorang dia melihat seorang wanita yang duduk sedang menikmati makananya dan berlajan mendekati mereka tentu saja aku juga mengikutinya
Seorang wanita berambut biru dengan menggunakan seragam militer sedang makan dengan elegan dan tenang , sepertinya dia tidak sendiri seorang wanita lain berambut putih yang juga disana ,dia seperti petugas mira wajahnya hampir sama yang beda adalah rambut putihnya yang pendek sebahu
"Juvia dan Lisanna juga , kebetulan sekali aku ingin memperkenalkan kalian dengan atasan baru kalian mulai sekarang , Letnan mereka adalah bagian dari kompi F yang akan kau pimpin nanti biarku perkenalkan yang berambut biru adalah petugas medik Sersan 2 Juvia Lockser dan yang berambut putih ini adalah Penembak jitu pasukanmu Kopral Lisanna Strauss"
Aku tersenyum pada mereka dan memperkenalkan diri namun saat aku melihat wajah lisanna aku jadi penasaran apakah mereka bersaudara karena mereka memiliki nama Strauss
"boleh aku bertanya , apa hubungan Kopral Lisanna dan staff Sersan Mirajane Strauss ...apa kalian bersaudara..?"
Lisanna yang mendengar pertanyaanku langsung tersenyum dan mengangguk
"benar , kami berasal dari Rusia sebenarnya kami 3 bersaudara aku masih memiliki 1 kaka laki-laki namun dia tidak di pindah tugaskan seperti kami berdua "
"jadi seperti itu .. , yaahh kau juga tak kalah cantik dengan kakamu – "
Mendengar aku memujinya wajahnya memerah dan dia sedikit menundukan kepalanya
"karena kau adalah seorang penembak jitu aku sangat berharap besar padamu kopral "
Lisanna langsung berdiri dan memberi hormat
"sir,saya tidak akan mengecewakan anda !"
Aku lalu mengalihkan pandanganku pada juvia
" kau seorang petugas medis , apa hanya kau seorang ..?"
Mendengar pertanyaanku juvia yang sudah menyelesaikan makanya berdiri dan memberi hormat
" tidak pak ,dengan saya ada 3 orang lainya "
"hmmm ... ,begitu aku bergantung padamu sersan , Nyawa kami ada di tanganmu "
"sir , serahkan pada saya!"
Setelah sedikit pembicaraan kecil , akhirnya aku dan lucy pun ikut makan disana karena sudah waktunya untuk makan siang ., dan setelah mengobrol dengan mereka aku mengetahui sesuatu
Sepertinya kapten dari kompi F yang akanku pimpin tewas dalam konflik senjata dengan Unknow 2 hari yang lalu , dan karena kekurangan orang berpangkat tinggi akhirnya mereka meminta nato untuk mengirimkan seorang kapten atau letnan yang berpengalaman untuk mengisi kekosongan itu
Dan aku di beritau kalau jumlah orang yang di tempatkan disini adalah 3000 - 4500 orang di gabung dengan pasukan angkatan udara dan pasukan suplai sepertinya itu adalah jumlah keseluruhan dari pasukan yang di tempatkan di base ini
Selsai makan aku dan lucy melanjutkan tur kami , di sepanjang jalan aku dapat melihat beberapa APC (Armoured personnel carrier) dan juga MBT (Main Battel Tank) yang sedang dalam perawatan tim mekanik , sepertinya disini mereka mempunyai tank M1- Abrams buatan amerika dan juga Leclerc buatan perancis
...
Setelah berkeliling base , aku akhirnya sampai di sebuah tenda yang jaraknya tidak jauh dari tenda komando
Pemandangan matahari terbenam di padang pasir benar-benar terasa berbeda , tubuhku sudah cukup lelah dari perjalanan dan aku ingin segera beristirahat
"tenda ini adalah tempat juvia , lisanna , mira , erza dan tentu saja aku beristirahat "
"mengapa 2 orang anak buahku tidur di tenda seorang jenderal ..?"
"karena aku dekat dengan mereka dan aku meminta mereka tidur disini , aku adalah seorang jenderal , letnan ingat itu "
"jadi kau menyalah gunakan kekuasaanmu untuk itu hah..., jadi sekarang dimana tenda tempatku tidur ma'am ?"
"disini"
"..."
Eh.. apa aku hanya salah dengar atau tadi dia berkata 'disini' ahaha... tidak itu pasti bercanda , tapi ...
"maafkan aku sepertinya tadi kurang jelas, bisa anda katakan lagi , ma'am "
Dengan wajah malas lucy mengatakanya dengan datar
"kau tidur disini , di tenda ini "
"di dalam tenda ini ..?"
"benar"
"bersama kalian ...?"
"benar"
Masih mempertahankan wajah datarnya lucy mengatakan itu ,dia malah membuat tatapan seakan dia mengatakan ' mengapa kau begitu terkejut'
"aku mengerti ..."
Aaa...AA...AAAPPPPPAAAAA...!
Tidak tidak tidak... , dia pasti bercanda maksudku
"dengan segala hormat jenderal ... ,saya ini laki-laki dan kalian..itu ... –"
"perempuan .., kami tau itu letnan"
"lalu jika anda tau mengapa anda –"
"kau disini untuk mengawasi mereka saat aku ada di ruang CIC letnan, lagi pula 2 anak buahmu berada di tenda ini itu mungkin akan menjadi kesempatan bagus untuk memperdekat dan mengakrabkan diri dengan mereka "
"apa tidak ada tenda yang lain , atau mungkin aku harus tidur di tenda pasukanku "
"maaf letnan namun beberapa tenda sudah penuh dan yang kosong hanya ini , meskipun ada kami sudah mengunakanya untuk menyimpan bahan bakar dan amunisi dan peralatan yang lain ,jadi kau hanya bisa tidur disini "
Oohh... siaaall... tidak.. maksudku terima kasih tuhan...!
"bayangkan ini letnan, kau tidur dengan wanita cantik di samping kiri dan kananmu bukankah itu impian semua laki-laki , maksudku di kelilingi wanita cantik saat tidur "
"sejujurnya aku memang sangat bahagia sekali "
"kalau begitu bagus ., aku tau kau sangat lelah hari ini sekarang beristirahatlah besok kita akan melanjutkanya , besok aku akan membawamu bertemu dengan pasukanmu yang lain "
"ba...baik "
"..."
Melihatku dengan tatapan tajam aku memperbaiki posturku
"YES MA'AM !"
[Salute]
"bagus"
Dia keluar dengan tersenyum ... hmmm , baik aku harap aku dapat beristirahat ...
Namun pada kenyataanya aku tidak dapat tidur karena sesuatu didalam diriku sepertinya terlalu bersemangat...
TBC
