Tidak hanya Muggle yang memiliki barang inovasi dengan wujud aneh tapi sangat berguna. Di Toko TERSERAH, Anda bisa menemukan barang-barang aneh, atau mungkin yang tampaknya biasa saja, tapi bisa sangat berguna!
Kami, Fred dan George, dengan bantuan beberapa peri rumah, berhasil membuat barang sihir inovasi! Segera datang ke alamat yang tertera, atau hubungi nomor di bawah ini untuk pemesanan.
Ayo, cepat! Sebelum kehabisan!
'Kamu mau beli apa?'
'TERSERAH!'
Toko Terserah.
.
.
Disclaimer: Harry Potter milik JKR. Author tidak mengambil keuntungan.
Warning: anggap di dunia sihir sudah menggunakan telepon kabel dan ponsel. AR, mungkin OOC, pairing mungkin beragam tapi pairing tetap canon, three-shot kumpulan drabble, 2/3.
.
Toko TERSERAH
Chapter 2: Kami Menyediakan Barang Unik
by Fei Mei
.
.
TWO IN ONE
.
Suatu ketika Trelawney dipanggil untuk menghadap pada kepala sekolah, Albus Dumbledore. Masih agak trauma, karena terakhir kali ia dipanggil secara pribadi, ia malah diusir oleh Umbridge, ini dengan cemas ia diantar McGonagall ke ruangan kepala sekolah sambil berusaha menenangkan sang guru Ramalan bahwa ia tidak akan dipecat apalagi diusir.
Masuk ruangan, kedua wanita itu melihat Dumbledore sedang duduk di kursinya. Ia tersenyum melihat keduanya datang. Jelas itu berbeda dengan senyum Umbridge. Jadi Trelawney pun memberanikan diri untuk menanyakan alasan kenapa ia dipanggil menghadapnya.
"Jangan gugup, Sybil," ujar Dumbledore ramah. "Aku hanya berpikir, karena guru Astronomi kita sedang cuti, dan sulit untuk mencari guru yang berkompeten di zaman sekarang, mungkin untuk tahun ini kita bisa menggabungkan dua kelas sekaligus: Ramalan dan Astronomi."
Baik Trelawney dan McGonagall terkejut. Kalau Trelawney, mungkin sudah jelas. Kalau McGonagall, sepertinya ia baru mendengar ide ini. Padahal biasa Dumbledore akan minta pendapatnya dulu sebelum mengambil tindakan.
"Dan membiarkannya mengajar kelas itu seorang diri?" tanya McGonagall. "Albus, Sybil ini guru Ramalan, bagaimana ia akan mengajar Astronomi?"
Dumbledore tertawa layaknya Sinterklas, dan itu membuat McGonagall makin curiga kalau sebenarnya pria tua inilah si Sinterklas yang tiap tengah malam antara tanggal 24 dan 25 Desember masuk ke rumah-rumah Muggle untuk meninggalkan hadiah.
"Jangan khawatir, Minerva," kata sang kepala sekolah dengan kalem. "Aku tidak akan mengusulkan sesuatu tanpa menyiapkan solusi. Nah, inilah solusinya—silakan dibaca." Dumbledore menyodorkan kertas selebaran pada dua tamu wanitanya. Trelawney dan McGonagall membetulkan posisi kacamata mereka untuk bisa membaca dengan jelas.
'Apa yang ada dalam pikiranmu jika mendengar atau melihat sebuah teropong? Pasti tentang benda langit, astronomi, kan? Nah, teropong kami ini sangat istimewa, karena kau tidak hanya akan bisa belajar ilmu perbintangan! Di Toko TERSERAH, kau bisa mendapatkan teropong keren bernama TERopong SatElit RAHmat! Selain untuk belajar Astronomi, Anda juga akan bisa meramal! Keren, kan? Ayo pesan selagi ada! Catatan: garansi dua tahun.'
.
.
INGIN CURHAT
.
Pansy Parkinson diputusin Draco Malfoy. Bukan, bukan bagian kepala, tangan, kaki, atau jari yang dibuat putus oleh Draco. Melainkan hatinya! Loh, kalau hatinya lepas, tewas, dong? Bukan, maksudnya perasaannya, hubungan cinta merekalah yang putus. Draco dengan kejam—menurut Pansy—memutuskan hubungan mereka, bilang bahwa selama ini pemuda itu tidak pernah menyukainya.
Perempuan ini sedih bukan main, karena ternyata hubungannya dengan Draco itu hanya atas dasar diplomatik: biar Mr Malfoy dan Mr Parkinson bisa menjalin relasi kerja lebih baik di masa depan. Tapi karena Lucius Malfoy di penjara dalam jangka waktu panjang, Draco melihat tidak ada alasan lagi untuk tetap berpacaran dengan panci. Maksudnya, Pansy. Makanya ia langsung bilang putus. Bukan minta, lho, tapi langsung bilang mereka putus.
Sedih, kecewa, kesal, bukan main. Awalnya Pansy mau saja pacaran dengan putra tunggal Narcissa hanya karena biar bisa kecipratan popularitas. Tapi lama kelamaan, hatinya benar kepincut. Dan sekarang, Draco mematahkan hatinya. Ingin, deh, curhat pada seseorang saking galaunya. Tapi mau sama siapa?
Kedua orangtuanya sibuk. Dan ... er, Pansy tidak punya teman. Selama ini hidupnya senang-senang saja, sih, jadi memang tidak pernah melakukan sesi curhat dengan siapa pun. Duh, tambah galau, deh. Pansy pun memutuskan untuk berjalan-jalan di Hogsmeade, berharap bisa mengusir sedikit jumlah kegalauan yang ada.
Angin berhembus dengan sangat kencang saat itu, mungkin karena sudah mau memasuki musim dingin. Huft, untung saja Pansy pakai baju dinginnya. Karena angin berhembus kencang, kertas, plastik, atau apa pun yang ada di jalan semua berterbangan, tidak ada yang tergeletak di jalan karena tersapu angin terus. Salah satunya adalah secarik kertas, kertas itu dengan mesranya langsung menempel di wajah Pansy.
Sudah kesal, berniat jalan-jalan biar galau hilang, eh malah dibuat kesal karena wajahnya terhalang kertas!
"Apaan, sih, ini?!" erangnya sambil mengambil kertas di wajahnya. "Eh? Toko TERSERAH?"
Ternyata itu selebaran milik si Kembar Weasley! Pansy pun membacanya.
'Kamu sedang galau? Ingin curhat tapi tidak ada yang sempat jadi teman curat? Atau malah ingin teriak sekencangnya karena kesal tapi tidak mau terdengar siapa-siapa? Asal bisa mencurahkan isi hati saja sudah cukup? Datanglah ke Toko TERSERAH! Kami menyediakan TERSERAH: TEnda Rasa SEdih RAtap Hati! Tinggal masuk ke dalam tenda unik ini, dan Anda bebas mencurahkan isi hati dan teriak sekencangnya tanpa orang bisa tahu dan mendengar! Kehangatan di dalamnya bisa membuat Anda menangis lebih keras dan bisa merasakan orang-orang menepuk bahu untuk menenangkan Anda!'
.
.
TERLALU HENING
.
Pada suatu malam, Hagrid sedang mengelus perut Fang dengan sayang. Biasanya pria bertubuh sangat besar itu hanya menepuk sepelan mungkin kepala anjing piaraannya. Pelannya versi Hagrid, ya, bukan versi Muggle. Dan sejak Harry mengajari Hagrid cara mengelus perut Fang, Hagrid pun berlatih sampai akhirnya sang anjing pun senang akan elusan tangan majikannya.
Malam itu rasanya begitu sepi. Memang, sih, yang namanya malam, tinggal di pondok sendiri, Hagrid sudah merasa biasa dengan keheningan. Tapi biasanya ada suara jangkrik dari luar, malam ini malah tidak ada sama sekali. Padahal sudah menaruh ketel di kompor biar ada suara, atau perapian yang masih menyala untuk menimbulkan suara percik api. Tapi tetap saja tidak bisa dipungkiri bahwa malam ini rasanya begitu sepi.
Sampai dua tahun yang lalu sebenarnya Harry dan teman-temannya masih beberapa kali mengunjunginya malam-malam. Tapi karena mereka sudah lulus, Hagrid harus maklum kalau mungkin mereka sudah sibuk. Luna yang baru lulus pun sebenarnya sempat menggantikan Harry mengunjunginya saat malam hari. Namun, mereka semua sudah lulus, dan tidak ada lagi murid Hogwarts yang dekat dengannya. Bukannya Hagrid mengharapkan ada yang datang—berharap, sih, tapi kan, ia tidak mau memaksa—tapi ia hanya tidak mau terlalu hening di sini.
Menghela, Hagrid berhenti mengelus perut Fang, dan berniat menyalakan radio pemberian Ron. Radio itu sudah agak tua. Kemarin saat Hagrid mencoba menyalakannya, radio itu malah mengeluarkan asap. Hagrid ngeri kalau tiba-tiba barang itu meledak. Jadi dengan hati-hati sekali ia nekad menyalakan.
Saat radio menyala, Hagrid beruntung karena tidak ada asap yang keluar, dan suara yang keluar bisa cukup terdengar olehnya. Siaran dari Lee Jordan. Tampaknya pemuda itu memang punya bakat untuk menjadi penyiar radio. Hagrid menikmati perkataan Lee di sana. Sampai suatu ketika ia mendengar sebuah iklan.
'Kamu benci keheningan? Sendirian malam-malam dan tidak ada suara sama sekali? Jangan sedih! Kami punya solusinya! Datanglah ke Toko TERSERAH! Kami punya barang keren yang pasti belum Anda lihat sebelumnya! TElinga dengaR SERu astagAH! Pasang telinga palsu di telingamu, dan dengarkan alunan musik favoritmu!'
.
.
~Bersambung~
.
.
Balasan review:
Afadh, QueenMamba: sudah update yaa :)
Azalea Ungu: drabblenya ga berkaitan satu sama lain, kecuali kalau ada pemberitahuannya :)
A/N: Minggu depan bagian makanan. Kalau ada yang ide kepanjangan TERSERAH lainnya, boleh taruh di kotak review. Hehehe~
Review?
