Main cast: Cho Kyuhyun
Lee sungmin
Rate: T
Genre: Romance, hurt
Disclamer: Hanya meminjam nama, semua cast milik Tuhan.
Warning: Genderswitch
Happy reading…
My husband
.
.
.
" Apakah suamiku ada di dalam?" Sungmin bertanya pada sekretaris Kyuhyun saat dia telah berada di depan ruangan Kyuhyun. Sungmin segera menuju kantor Kyuhyun setelah dia bertemu dengan Victoria. Dia bahkan melupakan pekerjaannya di kantor hanya untuk menemui Kyuhyun. Sungmin hanya penasaran dengan reaksi Kyuhyun saat dia mengutarakan keinginan Victoria.
" Ne nyonya. Sajangnim sedang berada di ruangannya." jawab sekretaris Kyuhyun.
Cklek
Kyuhyun segera menutup berkas dihadapannya saat mendengar suara pintu yang dibuka tanpa ketukan terlebih dahulu. Hanya kedua orang tuanya dan Sungmin yang dapat melakukan hal ini. Kyuhyun tersenyum saat melihat Sungmin mendudukan dirinya pada sofa putih di ujung ruangan.
" Ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu?" Kyuhyun segera bertanya saat melihat wajah murung Sungmin.
" Bisakah kau duduk disini. Aku ingin bicara denganmu."
Kyuhyun mengernyitkan dahinya saat mendengar jawaban Sungmin. Dia merasa akan ada hal serius dalam pembicaraan kali ini. Kyuhyun segera beranjak menuju sofa yang diduduki Sungmin.
" Bicara apa? Apakah ini serius?"
" Ya, ini serius. Tadi aku bertemu dengan Vic eonni dan dia meminta padaku agar mengijinkanmu tinggal dengannya. Bagaimana pendapatmu?" Kata Sungmin cepat. Dia sungguh ingin mengetahui reaksi Kyuhyun atas usulan Victoria tersebut. Kyuhyun tidak langsung menjawab pertanyaan Sungmin. Dia cukup bingung mengenai hal ini. Sejujurnya dia cukup terkejut dengan permintaan Victoria, namun jauh di dalam hatinya dia juga ingin tinggal bersama Victoria. Kehamilan Victoria menyebabkan Kyuhyun sering merasa khawatir terhadap keadaan wanita itu. Apalagi Victoria hanya tinggal sendiri di apartementnya. Namun dia juga tidak bisa mengabaikan perasaan Sungmin. Jika dia tinggal bersama Victoria lalu bagaimana dengan Sungmin? Bagaimana dengan perasaan Sungmin? Kyuhyun sudah terlalu sering menyakiti Sungmin. Wanita yang bertahun-tahun dicintainya.
" Kyu, kenapa kau diam saja?" Sungmin cukup gelisah melihat Kyuhyun hanya diam saja. Keyakinannya bahwa Kyuhyun akan menolak keinginan Victoria hancur sudah. Awalnya dia cukup yakin jika Kyuhyun akan menolak tawaran itu karena Sungmin tau Kyuhyun sangat mencintainya. Namun melihat sikap diam Kyuhyun menyebabkan Sungmin kehilangan kepercayaan dirinya. Apakah Kyuhyun mencintai Victoria?
" Aku akan tinggal bersama Victoria." Kyuhyun akhirnya menjawab setelah cukup lama terdiam.
Sungmin menatap Kyuhyun dengan pandangan terluka. Melihat tatapan Sungmin yang seperti itu, Kyuhyun segera melanjutkan ucapannya.
" Aku akan tinggal bersama Victoria, tapi aku tidak akan pergi kemanapun. Dia yang akan pindah kerumah kita. Aku harap kau dapat mengerti min. dia sangat membutuhkanku saat ini." Kyuhyun berujar lembut dengan tangan yang menggenggam tangan Sungmin. Sungmin terkejut dengan keputusan Kyuhyun. Dia tidak pernah berfikir bahwa Kyuhyun memutuskan masalah ini dengan jalan seperti itu. Dia cukup kecewa dengan sikap Kyuhyun. Bukan hanya tentang keinginan Victoria namun juga tentang keputusan sepihak Kyuhyun. Kyuhyun bahkan tidak bertanya keinginan dan pendapat Sungmin untuk masalah ini. Sejujurnya Sungmin tidak ingin keadaan mereka seperti ini. Jika disuruh memilih, Sungmin lebih memilih hidup sendiri tanpa Kyuhyun dan Victoria. Dia hanya ingin melindungi hatinya. Ingin sekali dia mengungkapkan pendapatnya kepada Kyuhyun, namun dia tidak ingin Kyuhyun menganggapnya kekanakan lalu pergi meninggalkannya. Akhirnya hanya Sungmin yang mengalah, menuruti semua keinginan Kyuhyun.
" baiklah, aku akan membersihkan kamar tamu." Kata Sungmin.
.
.
.
" Min, kau belum pulang? Kenapa masih di sini?" Siwon sangat terkejut melihat Sungmin masih berada di ruangannya. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 namun Sungmin seperti belum ingin beranjak dari tempat duduknya.
Sungmin terkejut saat mendengar Siwon memanggil namanya.
" ah, ya. Aku harus menyelesaikan beberapa hal Sajangnim." Sungmin melirik Siwon sekilas lalu mulai melihat design-design pakaian yang telah dibuatnya.
" Kau tidak perlu bekerja terlalu keras Sungmin-ah. Bahkan peragaan busana kita masih cukup lama." Kata Siwon. Siwon dan Sungmin bekerja diperusahaan yang sama. Sungmin adalah pemimpin tim design pada perusahaan Siwon. Mereka cukup dekat karena mereka sempat berkuliah di kampus yang sama.
" aniya. Meskipun waktunya masih lama, namun kita harus mulai mengerjakan sesegera mungkin." Ucap Sungmin bersemangat. Siwon hanya diam memandang Sungmin. Dia tau jika Sungmin sedang ada masalah saat ini. Sungmin akan menyibukkan dirinya dengan pekerjaan saat dia sedang memiliki masalah. Dan Siwon yakin masalah Sungmin kali ini berakar dari Kyuhyun. Siwon bukannya tidak mengetahui pernikahan seperti apa yang dijalani Sungmin. Dia mengetahui segala hal tentang Sungmin karena mereka bersahabat cukup lama.
" Min. Menangislah jika kau ingin menangis. Jangan menyiksa dirimu seperti ini." Sungmin terdiam mendengar perkataan Siwon. Dia memang sangat ingin menangis, namun dia takut ada orang yang mengetahui kesakitannya ini.
" aku akan menjadi pendengar yang baik untukmu Min. Ceritakanlah semua padaku. Jangan menyimpannya seorang diri. " Siwon menatap Sungmin prihatin. Dia menggenggam tangan Sungmin lembut.
" Siwon-ah, aku harus bagaimana? Aku tidak tau harus apa, hiks." Dan akhirnya tangisan itu keluar dengan sendirinya. Sungmin tidak peduli apapun lagi. Dia tidak ingin memikirkan bagaimana pandangan Siwon terhadapnya saat ini. Dia hanya ingin menangis dan mengeluarkan semua keluh kesahnya pada Siwon. Dia menceritakan semuanya pada Siwon, semua yang terjadi padanya, semua keinginannya, dan semua hal yang menyakitinya.
.
.
.
" min, kau yakin akan pulang kerumah itu? Bukankah kau bilang Victoria telah sampai di rumahmu malam ini?" Siwon bertanya saat dia telah sampai di depan gerbang rumah Sungmin. Sejak malam itu Sungmin bercerita segala hal padanya, Siwon merasa perlu untuk menjaga dan menghibur Sungmin. Sungmin juga mulai membuka diri dan mencurahkan isi hatinya pada Siwon. Setiap kali dia merasa gelisah dan tertekan, dia akan pergi menemui Siwon hanya untuk meminta pendapat pria itu. Siwon juga tidak pernah keberatan dengan hal itu. Dia malah cukup senang sungmin mulai membuka diri padanya. Siwon juga cukup lega karena keberadaannya saat ini sepertinya cukup membantu Sungmin. meskipun tidak dapat melenypakan sakit hati yang dirasakan Sungmin, namun dia terbukti cukup mampu menghibur Sungmin.
" Tentu saja. Ini rumahku. Dan memang disinilah aku harus berada." Kata Sungmin semangat dengan senyum dibibirnya.
" Baiklah, kau harus kuat Sungmin-ah." Kata Siwon.
.
.
.
Cklek
Sungmin melihat Kyuhyun dan Victoria sedang duduk sambil menonoton televisi. Mereka tidak menyadari keberadaan Sungmin. Sungmin menahan nafasnya saat melihat Kyuhyun mengusap lembut perut Victoria. Mereka terlihat sangat bahagia. Tentu saja mereka bahagia, mereka kan sedang menanti kelahiran anak pertama mereka. Sungmin juga heran kenapa dia tidak cepat hamil. Ini sudah dua bulan tapi mengapa dia tidak menunjukkan tanda-tanda mengandung. Apakah ada yang salah dengan rahimnya. Pemikiran seperti itu membuat Sungmin merasa tidak tenang. Bagaimana jika Kyuhyun meninggalkannya karena dia tidak segera mengandung. Bagaimana jika hal itu terjadi? Apa yang harus dia lakukan? Pemikiran-pemikiran buruk itu mulai menghantuinya. Tubuhnya mulai bergetar karena ketakutan mulai menghampiri dirinya.
" Min. kau sudah pulang? Sedang apa kau disitu?" kata Kyuhyun menyadarkan Sungmin dari segala pemikiran buruknya.
" Ah iya. Aku baru saja sampai Kyu." Jawab Sungmin. Dia mencoba menghilangkan getaran tubuhnya.
" Jinjja? Kau su-"
" Eonni, kau sudah sampai. Maaf karena aku tidak ikut menjemputmu tadi. Aku benar-benar sibuk hari ini." kata Sungmin memotong ucapan Kyuhyun.
" oh. Iya. Tidak apa-apa min. aku mengerti kesibukanmu." Jawab Victoria. Dia cukup terkejut dengan sikap Sungmin yang seperti mengacuhkan Kyuhyun. Kyuhyun juga heran dengan sikap Sungmin.
" Baiklah eonni. Aku akan tidur sekarang. Aku benar-benar lelah hari ini." kata Sungmin. Tanpa menunggu jawaban Victoria, Sungmin segera masuk ke kamarnya. Dia bahkan tidak melihat lagi kea rah Kyuhyun. Dia juga tidak mengerti dengan sikapnya tadi. Dia hanya merasa muak terhadap sikap Kyuhyun ke Victoria tadi.
Cklek
" Min, ada apa denganmu? Kenapa sikapmu seperti itu tadi, Victoria sampai merasa takut padamu." Kata kyuhyun.
" Victoria, Victoria, Victoria terus. Kenapa kau hanya memikirkan Victoria. Mana janjimu dulu kalau aku akan selalu menjadi prioritasmu. Jika kau sudah tidak menginginkanku, lebih baik kau katakan sekarang." Kata Sungmin emosi.
" Apa maksudmu? Bukankah kau sendiri yang membiarkanku menikah dengan Victoria. Kenapa kau mempermasalahkannya sekarang?" kata Kyuhyun sedikit emosi.
" Aku membiarkanmu menikahinya dalam posisi kau yang tidak mencintainya. Tapi bagaimana denganmu sekarang. Bahkan kau selalu mengabaikanku karena dirinya. Apa kau tidak sadar?" Jawab Sungmin. matanya mulai mengabur oleh air mata. Sebenarnya Sungmin tidak ingin mengatakan hal ini. namun hatinya sudah tidak kuat menahannya. Dia sudah tidak sanggup lagi berada pada posisi seperti ini.
" Min. maaf jika aku mengabaikanmu akhir-akhir ini. Tapi kau mengerti posisiku saat ini kan. Aku tidak mungkin mengabaikan Victoria saat dia sedang hamil seperti ini." kata Kyuhyun panik. Hal yang ditakutkannya terjadi. Padahal Kyuhyun sudah mencoba untuk bersikap adil dan menjaga perasaan kedua istrinya. Namun sepertinya Sungmin muali lelah dengan keadaan seperti ini.
" Tapi kau juga tidak bisa mengabaikanku Kyu. Cobalah mengerti posisiku Kyu. Aku mengijinkanmu menikahi Vic eonni agar kau bertanggung jawab. Bukan seperti ini? Sekarang kau jujur padaku, apa kau mencintai Vic eonni?" kata Sungmin dengan air mata yang mengalir deras si pipinya.
" A-aku"
TBC
Makasih buat semua reviewnya. Maaf gk bisa bales reviewnya. Soalnya tugas kuliah lagi numpuk bgt. Sekali lagi makasih, tetep review ya….
