Keluarga

By Rakshapurwa

Rate: T

Warning: Kumpulan drabble, Hintshounen-ai, Hint Incest dan OOC

Disclaimer: Osomatsu-san milik Akatsuka Fujio

'Cerita ini dibuat hanya untuk menyalurkan imajinasi semata.'

Enjoy

.


Chapter 2: Celana ( Karamatsu dan Todomatsu )

Oke.

Sebenarnya Todomatsu tak bermaksud mencobanya, namun entah mengapa celana hotpants—milik Karamatsu—yang tergeletak di lantai kamar seakan memanggil-manggil dirinya. Mau tak mau akhirnya Todomatsu pun tergoda. Ia seketika merasa ingin mengenakannya.

Sigh.

"Baiklah sekali saja..."

Setelah yakin tak ada orang lain selain dirinya di dalam ruangan, Todomatsu pun menutup pintu rapat-rapat dan perlahan namun pasti, tubuhnya bergerak mendekat—mengambil celana tersebut lalu memperhatikannya. Bagian depan dan belakangnya.

Hm.

Jujur Todomatsu masih agak ragu tuk memakainya. Ia kemarin sempat mengatai Karamatsu norak dan 'menyakitkan'—saat kakaknya itu mengenakan celana pendek ditangannya. Dan kini ia malah ingin mencobanya sendiri?

Todomatsu malu luar biasa.

"Ukh...tak apa-tak apa."

Memantapkan hati, Todomatsu perlahan mulai menanggalkan celana yang ia kenakan—memasukan kakinya bergantian ke dalam celana pendek yang semenjak tadi menjadi perhatiannya. Kemudian memasang kancingnya, dan berdiri menghadap kaca.

Ah, wajah Todomatsu merona.

Celana yang begitu pendek, memperlihatkan kakinya dengan bebas. Ukurannya yang sempit juga sangat mencetak bokongnya. Todomatsu merasa tak nyaman. Sungguh ia merasa bingung, mengapa bisa Karamatsu merasa percaya diri saat memakainya.

Karena ini keren? Sejujurnya ini tidak keren sama sekali. Malah terlihat aneh dan sedikit menggoda—uhukmaksud Todomatsu sangat mengerikan. Fashion yang sungguh tak cocok dikenakan oleh para pria.

"Hm..." Todomatsu melirik sekeliling, kemudian menutup gorden kamar dengan cepat. "Satu foto sepertinya tak apa-apa."

Setelah mengambil handphone di dalam celana panjangnya, Todomatsu mulai berpose seadanya. Berdiri dengan ekspresi biasa saja. Ia masih tampak kikuk, belum terbiasa dengan celana yang tengah ia kenakan.

Ckrik.

Satu foto tampil pada layar. Namun ada yang kurang, Todomatsu merasa belum puas. Dilakukan lagi pose selanjutnya. Kini Todomatsu mulai berani. Berfoto sambil tersenyum dibuat semanis mungkin—dan sedikit menggoda. Bokong pun ia dudukan di atas sofa, dengan satu kaki menyilangi kaki lainya. Seakan berusaha memperlihatkan paha mulusnya.

Ckrik.

Oh.

Todomatsu mengangguk. Dilihatnya berkali-kali gambar yang baru saja terpampang di layar. Merasa puas dengan hasil yang didapat. Kakinya terlihat indah. Dan Todomatsu sempat berpikir bahwa ia cocok mengenakan celana itu.

"Ah, sebaiknya aku ganti sekarang sebelum ada yang datan—"

SREG.

"Todomatsu...?"

DEG.

"...Ka-Karamatsu-nii-san—" Wajah Todomatsu seketika memucat, ia ketahuan mencoba celana 'nista' sang kakak. Ingin rasanya Todomatsu berlari keluar jendela. Tak peduli dengan luka-luka yang mungkin akan ia derita. Biarlah, daripada merasa malu luar biasa. "I-Ini bukan seperti yang kau bayangkan!"

Hening.

Tak ada jawaban. Karamatsu masih saja terdiam. Ia belum berhasil mencerna dengan sempurna adegan didepannya. Karamatsu merasa apakah ia sedang bermimpi sekarang? Tak pernah sekali pun ia membayangkan sang adik mau mengenakan celana pendek miliknya. Siapa juga yang menyangka ternyata Todomatsu tertarik dengan perfect fashion-nya. Tau begini Karamatsu membeli dua pasang.

"Aku tak tau kau suka dengan celana itu Todomatsu."

"Bukan! Aku tidak menyukainya!"

"Lalu kenapa kau memakainya?"

Hening. Todomatsu tak mampu menjawab. Bukan—ia bukan menyukai celana itu, sungguh ia hanya penasaran saja. Tapi entah mengapa argumen itu tak mampu ia keluarkan. Malah wajahnya kini berubah merona. Membuat Karamatsu semakin salah paham.

Sungguh sial harinya.

"Aku akan membelikan satu untukmu—"

"Tidak mau!"

"Tak usah sungkan—"

"Karamatsu-nii-san cukup—"

Ingin sekali Todomatsu menangis saat itu juga.

.


Chapter 2 End


.

Terima kasih untuk semua yang sudah mau membaca, me-review, mem-fav dan mem-follow fic ini, saya senang sekali hehe

Ini chap 2 nya dan maaf kalau ceritanya mengecewakan *bows*

Sekian dari saya, Rakshapurwa undur diri.