Couple : HunHan
Main Cast :
Female (Luhan, Kyungsoo, Baekhyun, Shiraishi Mai, Itano Tomomi, Kojima Haruna, Takahashi Minami, Maeda Atsuko, Oshima Yuko, Shinoda Mariko, Watanabe Mayu, Matsui Jurina, Kashiwagi Yuki, Yoona, Krystal) - Member idol grup
Male (Sehun, Kris, Suho, Chanyeol, Hoya, Minho, Taeyong, Yonghwa, Minhyuk, Siwon, Yunho)
Pada saat mengantar Luhan pulang, Sehun langsung masuk ke rumah Luhan karena dia sudah menggangap keluarga Luhan sebagai keluarganya.
"Ma" sapa Sehun pada Mama Luhan yang ada di dapur
"Sehun, kau sudah pulang mana Luhan" Mama Luhan bertanya pada Sehun yang masuk kedapur untuk minum
"Dia ada di ruang tamu Ma" Sehun menjawab setelah menegak air yang ada digelas
"Lu, kenapa kau tidak menyapa mama ketika kau sudah pulang" Mama Luhan heran dengan sikap Luhan yang tidak seperti biasanya
"Aku sedang lelah Ma" Luhan menjawab malas pertanyaan mamanya
"Itu tidak sopan Lu" Mama Luhan tidak suka bila anaknya menjadi pembangkang dan tidak sopan
"Iya aku minta maaf Ma, aku kekamar dulu ya" Luhan pamit pada mamanya dan Sehun
"Ya" Mama Luhan merasa Luhan berbeda dengan biasanya
"Sehun, kenapa dengan Luhan?" Mama Luhan bertanya pada Sehun manatahu dia tahu ada apa dengan Luhan
"Dia sedang lelah ma, dan dia hari ini mengumumkan bahwa dia akan keluar dari idol grupnya dan sekolah" Sehun jujur pada mama Luhan
"Kenapa dia keluar dari sekolah, setahuku dia mencintai sekolah itu" Mama Luhan merasa aneh dengan Luhan
"Dia ingin melanjutkan sekolahnya di Amerika dan ingin mewujudkan mimpinya ma"
"Ah... kemarin Luhan ada mengatakan bahwa dia ada mendapat beasiswa ke Amerika, tetapi dia masih belum mau menerimanya" Mama Luhan mengingat – ingat bahwa kemarin Luhan ada mengatakan bahwa dia mendapatkan beasiswa tetapi Luhan masih belum mau menerimanya
"Aku kekamar Luhan ya Ma, aku ingin bicara padanya" Sehun pamit pada mama Luhan dan langsung memasuki kamar Luhan yang gelap gulita
CLECK
"Kenapa lampunya dihidupkan"
"ARGH" Sehun berteriak kesakitan ketika selangkangannya tepat kena serangan dari Luhan karena Sehun tidak menyadari keberadaan Luhan dalam suasana gelap sehingga ketika menghidupkan lampu dia terkejut mendapat serangan mendadak
"Sorry Hun, aku tidak sengaja menendang selangkanganmu" Luhan panik karena tiba – tiba Sehun berteriak dan ketika melihat kebelakang. Ternyata kakinya tidak sengaja menendang selangkangan Sehun
"Iya, tapi itu sungguh sakit Lu. Bagaimana kalau aku tidak bisa punya anak" Sehun memarahi Luhan karena sering memberikan serangan mendadak dan baru pertama kalinya mengenai selangkangannya
"Aku kan sudah minta maaf Hun, aku mau bagaimana namanya juga tidak sengaja. Kau mau aku elus penismu, apa kau tidak takut kalau penismu bangun?" Luhan sungguh kesal dengan Sehun, diakan sudah minta maaf
"Jangan Lu, aku takut penisku bangun dan tiba – tiba menyerangmu" Sehun bergerak menjauh dari Luhan
"Walaupun aku suka padamu, tetapi aku tidak murahan dengan menyentuh penismu agar kau memperkosaku" Luhan kesal dengan Sehun yang sudah lama menjadi sahabatnya tetapi tidak memahami dirinya
"Bukan itu maksudku Lu" Sehun mendekati Luhan dan memeluknya erat dari belakang
"Sudahlah, aku mau istirahat" Luhan mencoba mengusir Sehun secara halus dan melepaskan pelukan erat Sehun
"Kau jangan begini Lu, aku tidak mau hubungan persahabatan kita hancur" Sehun takut Luhan benci padanya karena pernah menolak lamaran Luhan agar menjadi kekasihnya
"Kau yang menghancurkan aku Hun, aku mencoba menjauh darimu tetapi kau tetap mendekatiku. Kau tahu betapa susahnya aku berada disekitarmu sebagai sahabat sementara kau sudah menghancurkan hatiku yang terdalam" Luhan menumpahkan segala kekesalannya dan memukul dada Sehun dengan kuat
"Maafkan aku Lu" Sehun merasa bersalah pada Luhan dan menerima segala bentuk kekesalan Luhan pada dirinya
"Sudahlah, yang sudah berlalu biarlah berlalu dan sebentar lagi tidak akan ada yang akan menganggumu dan tidak akan ada yang membuatmu susah" Luhan mendorong Sehun hingga keluar dari pintu kamarnya dan langsung menutup pintu dari dalam
"Hiks...Hiks... kau jahat Hun" Luhan menangis dibalik bantalnya dan sungguh lelah dengan keadaan yang ada
"Maafkan aku Lu" Sehun berbicara dalam hati dan menuruni tangga dengan pelan – pelan karena pikirannya masih tertuju pada Luhan. Dia sungguh menyesal menolak Luhan tetapi dia masih binggung apakah memang dia mencintai Luhan atau hanya sekedar kagum dengan kecantikan sahabatnya itu
"Ma, aku pulang ya" Sehun memasuki dapur dan pamit pada Mama Luhan yang sedag sibuk memasak
"Apa kau tidak mau makan siang dulu baru pulang Hun?" Mama Luhan mengusulkan untuk makan siang dulu baru pulang
"Lain kali saja Ma, aku lagi banyak tugas" Sehun menolak dengan sopan pada tawaran Mama Luhan
"Baiklah, hati – hati ya Hun" Mama Luhan mengantar Sehun ke pintu luar dan kembali masuk ke dapur setelah mobil Sehun hilang dari pandangannya
.
.
.
.
.
"Lu, ayo makan malam" mama Luhan mencoba membujuk anaknya untuk turun makan malam bersama – sama
"Iya Ma" Luhan membuka pintu kamarnya dengan wajahnya yang kusut
"Kau kenapa Lu" Mama Luhan heran dengan keadaan Luhan yang berantakan dan tidak ada senyuman lembut menghiasi wajahnya
"Aku tidak apa – apa Ma, aku cuma kelelahan saja Ma" Luhan mencoba memberikan alasan yang logis pada Mamanya
"Yasudah, lebih baik kita makan saja dulu" Mama Luhan dan Luhan sudah menuruni tangga dan menuju meja makan
"Iya Ma"
"Princessnya papa kenapa?" Papa Luhan yang sudah duduk di meja makan heran dengan Luhan yang tidak ceria seperti biasanya saat menghampiri meja makan dan tidak menyapa dirinya
"Hanya kelelahan Pa" Luhan tersenyum palsu pada Papanya agar tidak khawatir pada keadaanya
"Baiklah, kita makan saja agar kau bisa cepat istirahat Lu" Papa Luhan mengusulkan ide tersebut karena kasihan dengan kondisi putrinya yang kelelahan
Mereka bertiga makan dalam keadaan tenang hanya bunyi dentingan sendok yang menemani mereka. Saat selesai makan, Luhan ingin memberitahukan sesuatu pada kedua orang tuanya mengenai beasiswa tersebut.
"Ma Pa, ada yang ingin Luhan sampaikan" Luhan mencoba tenang ketika dia ingin berbicara serius mengenai kepindahannya
"Ada apa Lu?" Papa Luhan heran dengan Luhan yang tiba – tiba ingin menyampaikan sesuatu, dia harap bukan hal yang buruk
"Luhan mendapatkan beasiswa, dan Luhan ingin menggunakannya dengan baik sehingga minggu depan Luhan sudah tidak berada di korea lagi tetapi sudah di Amerika. Luhan akan melanjutkan studi ke Amerika Ma Pa" Luhan berbicara dengan mantap
"..."
"Apakah mama dan papa tidak setuju dengan keinginan Luhan" Luhan hampir menangis ketika orang tuanya tidak memberikan izin padanya untuk berkuliah di Amerika
"Bukan tidak setuju Lu. Papa Cuma terkejut mendengarnya, kenapa tiba – tiba Lu" Papa Luhan mencoba memberikan alasan logis kepada anaknya yang hampir menangis
"Lulu ingin menggapai impian Lulu, yaitu menjadi artis yang terkenal" Luhan terus terang kepada orang tuanya mengenai impiannya
"Baiklah, papa tidak melarang Lulu untuk melanjutkan studi di Amerika. Kalau mama?" Papa Luhan memberikan restu pada Luhan tetapi entahlah pada mama Luhan
"Mama... Mama memberikan izin" Mama Luhan menangis karena baru pertama kalinya berpisah jauh dengan anak semata wayang yang selalu berada disisinya
"Terima kasih Ma Pa" Luhan menghampiri kedua orang tuanya dan memeluknya dengan erat
"Sama – sama nak" Mama Luhan menjawab Luhan dengan tangisan sedih akan perpisahan
Setelah itu Luhan dan kedua orang tuanya kembali kekamar dan tidur dengan tenang, berharap satu minggu kedepan merupakan hari yang indah untuk dilalui bersama.
.
.
.
.
.
"Pagi Ma Pa" Luhan menyapa mamanya yang sudah duduk dimeja makan dan melihat papanya membaca koran
"Pagi Lu" Papa Luhan membalas sapaan Luhan
"Pagi Lulunya mama" balas Mama Luhan sambil mengambilkan sepotong roti yang sudah dioles dengan selai coklat dan segelas susu untuk Luhan
"Terima kasih Ma" Luhan tersenyum kepada Mamanya dan dia sungguh rindu kepada mamanya ketika dia sudah berada di negara lain dan jauh dari orang tua
"Pa, nanti papa tidak usah mengantar Lulu. Teman Lulu yang akan menjemput Lulu" Luhan berbicara sambil mengunyah
"Iya" Papa Luhan menjawab setelah meminum kopinya
"Siapa yang jemput Lu, apakah Sehun?" Mama Luhan bertanya karena biasanya Sehun yang sering menjemput Luhan
"Bukan Ma, namanya Kris. Dia juga sahabat Sehun" Luhan menjawab dengan santai karena dia tidak mau moodnya hancur karena nama Sehun disebut
"Menurutmu Lu, lebih tampan Kris atau Sehun?" Mama Luhan menggoda Luhan, karena sampai sekarang Luhan belum memperkenalkan kekasihnya pada mereka. Luhan itu cantik dan baik siapapun pasti terpesona padanya
"Mereka berdua tampan Ma, semua sahabat Lulu ganteng" Luhan binggung juga memilih antara Kris dan Sehun, tetapi memang semua sahabatnya tampan total
Mereka bertiga makan dengan suasana tenang karena ketiganya harus cepat karena memiliki kesibukan masing – masing hingga suara handphone Luhan menggangu kegiatan mereka.
Drtt... Drtt..
"Hallo Kris" Luhan yang sudah siap sarapan langsung mengangkat telephone dari Kris
"Hallo Lu, aku sudah didepan rumahmu ya"
"Sebentar ya Kris" Luhan langsung buru – buru memakai keperluannya
"Ma, Pa Lulu berangkat dulu ya" Luhan pamit kepada kedua orang tuanya dan langsung keluar mencari keberadaan Kris
"Maaf Kris aku kelamaan" Luhan menghampiri Kris yang berdiri didepan mobilnya dengan gaya coolnya
"Tidak apa Lu" Kris tersenyum melihat Luhan, karena dia menyukai Luhan tetapi dia tahu bahwa orang yang dia sukai menyukai orang lain
"Ayo kita berangka, nanti terlambat" Luhan menarik tangan Kris agar langsung berangkat
"Ma, Pa Kami berangkat dulu" Kris pamit pada orang tua Luhan karena kedua orang tuanya juga berada di depan rumah. Semua sahabat Luhan memanggil orang tua Luhan dengan sebutan Mama dan Papa juga.
"Hati – Hati ya Kris, jaga rusanya mama" Mama Luhan meledek Luhan
"Ish..." Luhan kesal dengan ledekan mamanya
"Iya Ma" Kris lagsung masuk ke mobil dan keluar dari kawasan perumahan Luhan
"Sudahlah Lu, Mama Cuma bercanda" Kris mencoba membujuk Luhan yang cemberut daritadi
"Iya Cuma bercanda tetapi tidak lucu Kris, aku bukan anak kecil" Luhan melipat kedua tangannya kedepan dada karena kesa Kris membela mamanya
"Mama itu terlalu sayang padamu, apalagi kau anak satu – satunya dan kau seorang perempuan Lu" Kris memberitahukan Luhan bahwa yang tadi Cuma bercanda karena Luhan anak tunggal
"Iya, aku mengerti" Luhan sudah tidak ngambek pada mamanya lagi, dia merasa apa yang dikatakan Kris ada benarnya karena Luhan anak tunggal dan harus bisa membuat kedua orang tuanya bangga padanya
Mobil Kris sudah sampai di parkiran sekolah, ketika mereka turun dari mobil banyak orang yang terpukau dengan ketampanan Kris dan kecantikan Luhan. Banyak yang berbisik – bisik dan sebagainya. Mereka berdua Cuma tersenyum mendengar pujian tersebut.
"Hai Sehun" Kris menyapa Sehun ketika berjumpa di depan kelas
"Hai" Sehun membalas sapaan Kris tetapi raut wajahnya sungguh kesal dengan kedekatan Kris dan Luhan
"Lu, aku ingin bicara denganmu" Sehun pergi duluan dan Luhan yang berniat menyusul Sehun tetapi mengurungkan niatnya
"Kris aku duluan ya, dan terima kasih sudah menjemoutku" Luhan tersenyum kepada Kris dan langsung menyusul Sehun
"Ya" Kris merasa bahwa Sehun dan Luhan akan bertengkar tetapi dia juga tidak bisa berbuat apa - apa
"Ada apa Hun" Luhan bertanya setelah mereka sampai di atap sekolah sambil tersenyum tipis karena dia tidak ingin menghabiskan waktunya bersama Sehun dengan perkelahian yang tiada hentinya
"Aku tidak suka kau berdekatan dengan Kris" Sehun menatap tajam Luhan
"Bukan urusanmu Hun kalau aku mau dekat dengan siapapun, kita bukan sepasang kekasih. Aku pernah melarangmu juga tetapi kau malah menganggap aku kekanakan. Sekarang kau bisa merasakan hal yang aku rasakan, coba kau pikir bagaimana sakit hatinya aku mendengar kalau kau mengatakan 'Kita bukan sepasang kekasih, jadi berhenti mengatur hidupku'." Luhan meninggalkan Sehun yang masih terpaku di atap sekolah. Dia sungguh benci dengan Sehun yang dengan sesuka hatinya mengatur hidup Luhan, sementara Luhan tidak boleh mengatur hidupnya. Sehun sungguh egois
"Lu, aku minta maaf" Sehun berbicara sendiri setelah sadar dengan perbuatannya yang menyakiti Luhan
.
.
.
.
.
Dikelas Luhan hari ini mengadakan ujian menyanyi yang kedua, hanya tinggal Luhan, Shiraishi Mai, dan Baekhyun yang belum ujian. Yang pertama menyanyi adalah Baekhyun dan Baekhyun mendapat tepuk tangan meriah dari teman sekelas, dan yang kedua adalah Shiraishi Mai dan Shiraishi Mai mendapatkan tepuk tangan yang meriah kayak Bakehyun. Hingga tinggal Luhan yang akan menyanyi lagu terbaru Green Flash.
"Luhan silahkan maju kedepan" Guru memanggil Luhan untuk ujian menyanyinya yang terakhir disekolah ini
"Iya pak" Luhan maju kedepan dan mulai menyanyikan lagu terbarunya Green Flash
"Katasumi de hitori naku yori
Hitogomi no naka de naki na yo
Nijimu machi afureru namida
Kensou wa kimi ni yasashii"
Daripada menangis sendiri di sudut kota
Lebih baik menangis di dalam keramaian orang
Kota terlihat buram karena air mata yang meluap
Namun hiruk pikuk itu akan baik kepada dirimu"Wakarenohi chikadzuita koto kurai
Wakatteta hazunanoni naze tsurai?
Hontou wa sukidattandarou?
Koi datte mitomenakatta Feel Low
Tsuyo gatte mo kokoro wa maru mie
Shizunda so no koe moreru Love You!
Kizutsuite sou itakute mo chanto tsuyoku naru"
Hari di saat kita berpisah akan semakin dekat
Meski aku tahu, entah kenapa terasa menyakitkan
Apakah aku benar-benar mencintaimu?
Tak yakin itu cinta dan aku pun merasa sedih
Meski berusaha kuat, hatiku tetap menunjukkannya
Dengan suara yang lemah, kuucapkan "love you"
Meski pun sakit dan terluka, aku harus menjadi lebih kuat"Yuugure ga yoru ni kawaru mae ni
Kyou no sono kanashimi wa oite ikou
Honno sukoshi dake toumawari mo ii yo ne
Ashita ii koto aru kamoshirenai"
Sebelum senja berubah menjadi malam
Mari membuang kesedihan itu di hari ini
Meski sedikit saja, mari memilih jalan memutar
Karena mungkin ada hal baik di hari esok"Furimuku to sabishiku naru yo
Mae dake wo muite ikeba ii
Ashiato wa yagate kiete mo
Koukai no kage wa kienai"
Menoleh ke belakang akan membuatku kesepian
Maka lebih baik jika aku menatap ke depan
Jejak kaki pun akan segera menghilang
Dan bayang penyesalan itu tetap tak menghilang"Itsuka mita furui furansu eiga
Sono naka de itte ita sore ga
Taiyou ga shizunde iku shunkan
Saigo made nokoru midori no hikari
Sore wo mitara shiawase ni nareru
Nandaka ii yo ne jaa ne I Miss You
Setsunakute aitakute zutto
Sora wo miru"
Pada film Perancis yang ketika itu kulihat
Dalam ceritanya ada sesuatu yang harus dikatakan
Ketika matahari sore itu benar-benar tenggelam
Ada cahaya hijau yang terus menyala hingga akhir
Dan akan membuatmu bahagia ketika melihatnya
Perpisahan itu entah kenapa terasa indah, "I miss you"
Meski pun menyakitkan dan membuat rindu, aku terus melihat langit"Yuugure ga yoru ni kawaru mae ni
Kyou no deki-goto subete omoidasu
Ashita motte iku koto dake wo erabunda
Motto yukkuri aruitekaerou"
Sebelum senja berubah menjadi malam
Aku akan mengingat seluruh kejadian hari ini
Hal yang akan kupilih adalah menjalani hari esok
Mari kita pulang dengan berjalan lebih lama"Namida ga ippai nagareru no wa
Kokoro wo shoudoku shiterunda
Tsuraku naru dake no koi no uirusu wa
Arainagashite shimaou"
Air mata yang mengalir dengan derasnya
Mampu menyembuhkan hatiku yang hancur
Rasa sakit yang tersusun oleh virus cinta
Biarkanlah ia mengalir"Shitsuren wo shita sono suudake
Hito wa dare ka to deaunda
Sono fuan ni makenaide
Just get stronger"
Meski sudah beberapa kali patah hati
Setiap kali bertemu dengan seseorang
Janganlah kalah dengan rasa cemas itu
Just get stronger!"Yuugure ga yoru ni kawaru mae ni
Kyou no sono kanashimi wa oite ikou
Honnosukoshidake toumawari mo ii yo ne
Ashita ii koto aru kamoshirenai"
Sebelum senja berubah menjadi malam
Mari membuang kesedihan itu di hari ini
Meski sedikit saja, mari memilih jalan memutar
Karena mungkin ada hal baik di hari esok"Mousukoshi tsuyokunaretara
Sou kitto kimi ni mo mieru
Shiawase ga kimi ni mo mieru
Green Flash"Sebentar lagi aku akan menjadi lebih kuat
Ya, aku yakin dapat melihatmu kembali
Aku bahagia ketika dapat melihatmu
Green flash
Selesai bernyanyi, Luhan mendapatkan tepuk tangan lebih meriah dari teman sekelasnya dan juga dari guru. Semua terpukau dengan pembawaan Luhan di lagu ini, sungguh menyentuh hati menyanyikan lagu yang mellow dan digabungkan dengan rapp.
"Kau sungguh pintar Lu dalam menyanyi dan pembawaan dalam lagu ini. Kau memang berbakat jadi artis Lu" sang guru memuji kehebatan Luhan
"Terima kasih pak" Luhan tersenyum pada guru tersebut dan kembali duduk dikursinya
Sehun yang mendengar lagu tersebut hanya merasa semakin bersalah pada Luhan, tetapi dia juga tidak mungkin menerima Luhan karena dia kasihan pada Luhan. Sehun binggung dengan perasaannya yang masih terombang ambing.
~TBC~
