Olahraga
Matahari kembali menyapa dengan senyuman yang begitu cerah. Semua orang menyambut kedatangan matahari dengan suka cita. Karena dari dua hari yang lalu, langit London tampak muram disertai hujan turun dengan intensitas ringan. Pagi yang cerah membuat siapa pun tidak akan melewatkan kesempatan seperti ini. Termasuk John yang sudah sangat merindukan matahari. Sehingga ketika dia melihat ke luar jendela, bergegas dirinya menganti pakaiannya dengan pakaian olahraga. Sesuai dengan tebakannya, hari ini dia dapat berolahraga.
John sedang mengikat tali sepatunya ketika Sherlock keluar dari kamarnya. John menoleh dan agak terkejut ketika Sherlock berdiri lalu tersenyum padanya.
John menggeleng tak percaya. Dia terkadang tak mengerti dengan jalan pikiran temannya yang selalu membuatnya bingung sendiri.
John menjernihkan kerongkongannya sebelum dia melontarkan pertanyaan pada Sherlock.
"Hm," agak ragu John untuk membuka mulutnya.
"Tanyakan saja, John." Ucap Sherlock yang mengetahui isi kepala John.
"Sherlock, kau mau ke mana?" akhirnya John bertanya ketika melihat Sherlock memakai celana training dan kaus abu-abu. Jangan lupakan handuk kecil yang melingkar di lehernya.
"Olahraga, John." Sherlock menjawabnya tanpa keraguan, dan terdengar nada semangat di dalam suaranya.
"Ha?" John terlihat bingung. "Olahraga?" John memastikan bahwa telingannya tak salah dengar.
Sherlock mengangguk, memastikan John bahwa dia ingin olahraga.
"Kau baik-baik saja, kan?" tanya John yang masih tak percaya.
"Tentu saja, kenapa? Memangnya aneh kalau aku olahraga." Sherlock mengerutkan dahinya saat John bertanya terkait keadaan dirinya.
"Tidak sih, bukannya kau tidak mau olahraga saat ku tanya tadi malam." Jawab John. Sebenarnya John tidak percaya bahwa Sherlock berubah pikiran karena sebelumnya dia menolak mentah-mentah.
"Siapa tahu aku dapat menemukan kasus yang menarik." Jawab Sherlock santai. "Selain itu, aku agak mengkhawatirkanmu."
"Mengkhawatirkanku?" tanya John dengan kebingungan.
'Hm, karena kalau aku lihat dari cara berpakaianmu hari ini, kemungkinan besar kau akan terkena masalah yang belum tentu bisa kau hadapi." Sherlock menunjuk pakaian John.
Kini giliran John yang mengerutkan dahinya. Tak paham dengan ucapan Sherlock yang menghubungkan dirinya dengan masalah yang melibatkan pakaiannya. Itu terdengar sangat aneh. Padahal John tidak berpakaian aneh-aneh. Dia hanya menggunakan kaus dan celana pendek warna hitam. Memangnya masalah apa yang akan menghampiri dirinya. Begitu yang terlintas dalam pikiran John.
"Ha? Memangnya ada yang salah dengan pakaianku?" John melihat pakaiannya dari atas ke bawah, kemudian menggaruk kepalanya. Dia kebingungan.
"Tentu saja." Jawab Sherlock mantap. "Kau pura-pura bodoh atau kau memang benar-benar bodoh?"
Kata bodoh yang keluar dari mulut Sherlock membuat John sedikit tersinggung.
"Apa sih maksudmu? Kalau memang aku terkena masalah karena pakaianku, aku pasti akan mengatasinya. Aku ini bukan anak kecil."
"Setidaknya kalau kau terlibat masalah, aku bisa membantu." Sherlock merangkul pundak John.
"Terserah." John tidak ingin berdebat dengan Sherlock karena itu akan membuang waktunya untuk berolahraga.
"Ya sudah ayo kita berangkat." Saran Sherlock pada John.
"Baiklah, tapi kau jangan berbuat macam-macam." John memberi peringatan pada Sherlock.
"Hm," Sherlock hanya bergumam.
"Ya, sudah."
Bel berbunyi, ketika mereka akan keluar. John membukakan pintu, dan Lestrade sudah berdiri di sana dengan pakaian olahraganya.
"Sherlock." Lestrade terkejut ketika melihat Sherlock di samping John.
"Nah, benar yang kukatakan. Belum keluar dari sini, sudah ada penjahat yang mengincarmu."
"Ha? Dimana?" John melihat ke sekelilingnya.
Lestrade yang mendengarnya hanya menatap tajam Sherlock dan tersenyum masam.
Sherlock tersenyum penuh kemenangan
TBC
