"Ogiwara-kun bisa kembali lain waktu" Ucap Kuroko jadi lemas harus memikirkan hal yang tak ingin di pikirkan.

Menuruti apa yang di inginkan Kuroko tanpa banyak tanya dengan wajah sendu sepupu jauh Kuroko itu akhirnya pergi.

.

.

Di acara perayaan Akashi Corp pukul 10 malam lewat tiba-tiba Aomine mendapat telepon padahal ia masih sibuk dengan para tamu undangan, begitu pula dengan Kagami yang membantu acara bersama dengan kakaknya Himuro Tatsuya dan di kepalai oleh Murasakibara Atsushi sebagai kepala Chef yang merupakan bawahan langsung Akashi Seijuuro.

Melihat Aomine menemui Kagami seperti ada yang tak beres Akashi mendekati mereka berdua.

"Ada apa? Mengapa kalian tidak berada pada pempat kalian?" Ucap Akashi.

"Ah Akashi, kebetulan bisa aku keluar sebentar" Ucap Aomine meminta ijin keluar karena keperluan mendadak.

"Tidak boleh, sekarang banyak tamu yang harus kau temani tamu perusahaan yang amat penting penting dari luar" Ucap Akashi dengan mata heterokrom menatap tajam.

"Kalau begitu biar aku saja" Ucap Kagami menyela.

"Atsushi dan Tatsuya-san sangat sibuk, tenagamu sangat di perlukan di sini" Ucap Akashi kembali menatap Kagami.

"Hmp, gawat kalau begini" Ucap Aomine menggaruk kepalanya seolah memikirkan apa yang harus di lakukan.

"Katakan ada apa?" Ucap Akashi meminta penjelasan mengapa Kagami dan Aomine memiliki keperluan untuk keluar.

"Tadi ada telpon dari tempat minum, kalau teman kami minum sampai tertidur di tempat minum langganan kami, jadi-" Ucap Aomine menjelaskan.

"Baiklah kalian tetap di sini, aku yang akan menjemputnya. Katakan dimana?" Ucap Akashi menyelesaikan urusan Aomine.

.

.

.

"Permisi Owner saya Akashi Seijuuro teman Aomine Daiki dan Kagami Taiga yang akan menjemput kawan mereka" Ucap Akashi memandang Owner yang sudah berumur itu.

"Itu dia, Kuroko-kun bangun yang menjemput sudah datang" Ucap Owner menepuk lembut pundak pemuda yang sudah setengah tertidur di atas meja bartender.

"Siapa kau bilang, Owner. Kuroko?" Ucap Akashi dengan mata tertuju pada rambut berwarna baby blue yang tengah di bangunkan.

Pada akhrinya Akashi tetap membawa Kuroko dengan mobil mewahnya namun ada yang aneh. Akashi menyadari bahwa betapa ringannya tubuh pria bernama Kuroko yang berada di gendongannya ini.

Karena dia sudah mengambil tanggung jawab dari Aomine untuk mengantar Kuroko sampai ke toko bunga kemarin itu. Mau tak mau Akashi harus menepati ucapannya.

Kuroko yang setengah tertidur melihat pria di sampingnya bersiluet merah, menyimpulkan sendiri bahwa di sampingnya adalah Kagami.

"Eng ~ Kagami-kun gomennasai, lagi-lagi aku merepotkanmu dan Aomine-kun juga~" Ucap Kuroko dengan menutup kembali matanya, sedang Akashi hanya melirik Kuroko dari balik setir mobil miliknya.

"..."

"Hari ini banyak yang terjadi, dari pria bernama Akashi~, pada dasarnya aku senang bahwa ia menghargai hasil rangkaian bunga milikku namun harga diriku tak mengijinkan menerima uangnya, harusnya aku yang meminta maaf padanya~ memperlakukannya dengan kasar seperti tadi,

Lalu Ogiwara-kun tadi datang membujukku untuk kembali, aku sangat senang dan juga sedih, apa lagi aku masih di bolehkan menyandang nama keluarga Kuroko di belakang nama Tetsuya~

(Akashi yang mendengar nama Tetsuya keluar dari bibir Kuroko membuatnya cukup terkejut)

Aku baru tahu bahwa aku anak angkat, setengah tahun lalu dan itu cukup membuatku terpukul.

Apakah selama ini mereka menganggapku hanya sebagai anak asuh mereka?

Bagaimana perasaan mereka selama merawatku aku, sekarang menjadi tak tahu?

Dan setelah itu tiba-tiba mereka mengatakan bahwa aku akan di tunangkan?

Apakah itu berarti mereka tak membutuhkanku lagi?

Mereka membuangku?

Sebenarnya bukannya aku tidak mau bertunangan dengan orang yang telah di pilihkan mereka.

Hanya saja, aku sudah berjanji dengan seseorang dulu saat aku kecil, akan menjadi pengantinya jadi~

Akupun melarikan diri dari rumah tanpa tahu foto dari pria yang akan di tunangkan denganku.

Sore tadi~ Ogiwara-kun mengatakan hal yang bahkan membuatku tak kalah terkejut, dia bilang bahwa tunanganku adalah Akashi yang telah menghargai karyaku itu~

Kagami-kun maaf ya lagi-lagi kau harus mende-arkan~ keluhanku padahal kau masih sibuk dengan kerjaanmu~" Setelah lebih dari 30 menit Kuroko bercerita pada akhirnya ia tertidur lelap.

"Hmp, kukira anak kecil dulu yang menangis itu adalah anak perempuan, setelah 16 tahun aku baru tahu bahwa anak kecil bernama Tetsuya itu adalah pria" Ucap Akashi mulai tersenyum kecil.

.

.

Belasan tahun yang lalu

Seorang anak kecil yang tengah di sibukan dengan keindahan taman Mansion kediaman Nijimura, sedang para orang dewasa sibuk dengan garden party mereka sendiri.

Namun beberapa saat kemudian ada anak berumur 7 tahun dengan rambut baby bluenya yang panjang itu menangis dengan tanpa suara sehingga tak ada yang mengetahui sampai pada-

"Kenapa kau menangis?" Ucap anak lain mendekat dengan perlahan, rambut crimson terpotong pendek.

"Tadi aku terjatuh, bajunya kotor. Sebaiknya aku minta maaf ke orang tuaku dulu" Ucap anak kecil itu menunjukan bajunya yang kotor padahal, tangannya sendiri terluka karena semak semak saat ia terjatuh.

"..." Anak berambut crimson cukup terkejut, yang di khawatirkan teman barunya itu bukan luka di kedua tangannya, tetapi malah rasa bersalah karena mengotori pakaian yang ia kenakan.

"Kalau-" Ucap anak berambut baby blue mulai menghapus air matanya dan menglangkah pergi, namun anak anak yang lain melihat Kuroko kecil mulai mengganggunya.

"Wah lihat Tetsuya pakai baju kotor!" Ledek salah satu dari mereka.

"Tetsuya sebaiknya kau minta baju untuk acara yang penting seperti ini, apa kau miskin?" Ledek yang lain.

"Tetsuya miskin! Tetsuya miskin" Ledek anak anak mulai meledak, membuat hati Kuroko semakin terluka. Gara gara dirinya bisa bisa orang tuanya juga di ledek miskin.

Namun bagi orang dewasa yang melihat dari kejauhan kenakalan seperti ini adalah hal biasa jadi mereka tidak melakukan apapun.

"Oi Akashi jangan dekat dekat dengan Tetsuya nanti ketularan miskin loh!" Ledek yang lain.

"Kalian hentikan!" Ucap Akashi menatap tajam anak yang lain walau masih kecil anak berambut crimson itu cukup untuk membuat yang lain tak berkutik.

"Oi! Kau ngebela Tetsuya, Akashi? Kalau begitu kami akan menjau-" Ucap anak kecil tak terima dengan sikap sok memerintah Akshi.

"Orang yang menentangku tidak di perbolehkan meremehkanku. Sadari posisimu!"

BRUK!

Akashi menaruh satu tangannya di bahu anak nakall tadi, dan seketika anak nakal itu terjatuh kebelakang dengan mata terbuka lebar.

Tanpa memandangnya lagi, Akashi berjalan ke arah Kuroko yang masih meneteskan air mata karena di ledek terus menerus.

"Apa kau baik baik saja?" Ucap Akashi memberikan sapu tangan kecil berwarna merah delima dengan inisial AS.

"Aka-shi-kun?" Ucap Kuroko kecil baru mengetahui bahwa teman barunya ini bernama Akashi yang berarti ia berasa dari keluarga paling berkuasa sekarang.

"Iya, itu namaku. Jadi, namamu Tetsuya?" Ucap Akashi kecil menatap Kuroko yang mulai menerima sapu tangan dari Akashi kecil dan mengusap air matanya. Ia tak ingin orang tuanya khawatir karena melihat air mata di wajah anak mereka satu ini.

"Emp, arigatou Akashi-kun" Ucap Kuroko untuk pertma kalinya tersenyum untuk orang lain selain keluarganya.

DEG!

'Eh?' Ucap Akashi dalam hati.

"Baiklah!" Ucap Akashi kecil memejamkan mata cukup menyita perhatian Kuroko.

"Akashi-kun ada apa?"

"Aku sudah memutuskan" Ucap Akashi kecil.

"Memutuskan?"

"Aku berjanji padamu Tetsuya, selama ada aku takkan ada yang bisa menyakitimu" Ucap Akashi tiba-tiba.

"Eh?"

"Sebagai gantinya, kau harus berjanji akan menjadi pengantinku di masa depan" Ucap Akashi tersenyum.

"Eh?"

"Perintahku mutlak, apa yang kukatakan adalah kebenaran. Suatu hari aku akan menagih janji ini" Ucap Akashi mulai berjalan menjauh ke arah kumpulan orang dewasa di sana.

"Akashi-kun?"

.

.

.

"Hmp, aku baru sadar kau dari keluarga Kuroko, Kuroko Tetsuya. kalau aku tahu sudah dari lama aku menagih janji waktu itu" Ucap Akashi mulai menampilkan seringaian tajam.

CEKREK!

Bunyi aneh dari Smartphone milik Akashi setelah mengantar Kuroko ke ruangannya berada di lantai atas toko bunga yang ia kunjungi tadi pagi.

"Tetsuya, kita akan bertemu lagi di lain waktu"

Cup

Kecupan ringan di bibir Kuroko yang manis seperti susu vanilla, bukannya terbangun ia justru tampak tertidur semakin nyenyak.

.

.

Di tempat lain

Pria cantik berambut blonde, tengah menatap malam yang dingin seorang diri.

"Huft, setelah di tolak Aominecchi akhirnya aku bisa kembali lagi-ssu" Ucap model sekaligus salah satu bawahan Akashi juga.

Ia baru kembali setelah 3 tahun keliling Eropa.

"Hah~ lagi-lagi apakah aku sudah bisa melihatnya lagi-ssu tanpa merasa sakit seperti dulu-ssu?"

TBC


A/n

masakasih yang udah mau baca follow favorite apalagi review di tunggu revienya lagi ya ^-^