"First meet..."
Cast:
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Do Kyungsoo
Kim Jongin
Others.
RATED : T
GENRE : SCHOOL LIFE, COMEDY, ROMANCE, YAOI
IF YOU DON'T LIKE YAOI, BETTER YOU DON'T READ IT!
I'VE TOLD YOU BEFORE!
THIS IS BOYS LOVE STORY!
ALL OF STORY IS MINE A.K.A AH RIN
JIKA KALIAN MENEMUKAN ALUR CERITA YANG SAMA, ITU HANYALAH KEBETULAN SEMATA
TIDAK ADA UNSUR PLAGIAT ATAU SEMACAMNYA
CERITA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR PRIBADI
Summary:
Park Chanyeol adalah seorang siswa SMA yang sebenarnya cerdas, tapi karena alasan tertentu dia rela merubah dirinya hampir 100% menjadi orang bodoh dan idiot. Sampai akhirnya dia bertemu seseorang yang mampu merubahnya menjadi normal kembali. Siapakah dia? Sebesar apa pengaruhnya terhadap kehidupan Chanyeol? (Hanya Dewa yang tau akhirnya...)
.
.
.
.
.
HAPPY READING ^^
.
.
.
Flashback...
"Jadi, si Byun Yunho itu sudah kembali dari Jepang? Hah, tak ku sangka dia masih berani menginjakkan kakinya ke Korea" ucap pria paruh baya kepada asisten pribadinya.
"Ne Presdir, beliau kembali bersama dengan putra semata wayangnya, Byun Baekhyun."
"Mwo?!"
"Dan sepertinya, putra Byun Yunho seumuran dengan tuan muda Chanyeol"
"Cih, tak kan ku biarkan si brengsek Yunho itu mendekati anakku, terlebih anaknya, aku sangat membencinya. Lihat saja.. akan ku hancurkan kembali hidupnya, seperti dia menghancurkan...hidupku dulu"
.
.
Langkah kaki Chanyeol melemas setelah mendengar semua percakapan Appa-nya dengan Kim Ahjussi. Tak di sangka, Appa yang selama ini dia hormati, dia puji, ternyata memiliki dendam yang sangat dalam. Selama ini Chanyeol tak pernah melihat Appa-nya memarahinya, Appa-nya selalu menyayangi Chanyeol, dan Chanyeol selalu menurut dengan perkataan Appa-nya. Tapi tidak sekarang, setelah dia mengetahui semuanya –hampir semuanya.
Seminggu lagi adalah hari kelulusannya dari Junior High School dan Chanyeol berencana melarikan diri. Dia ingin mencari tahu keberadaan Eomma-nya, dimana dia berada dan apa yang sebenarnya terjadi padanya. Dan juga, apa hubungannya dengan Byun Yunho, kenapa Appa-nya sangat dendam kepadanya. Dan satu lagi... Byun Baekhyun. Kenapa Appa-nya sangat membencinya? Chanyeol sangat ingin menemui mereka semua. Untuk mengetahui segala kebenarannya.
End of flashback...
'Baekhyun...?' batin Chanyeol
"Ahaha... tidak mungkin itu dia, mana mungkin itu dia hahaha" Chanyeol tertawa sendiri seperti orang bodoh sambil terus berjalan pelan.
"Hei Dobi! Apa sekarang kau sudah benar-benar gila? Tertawa sendiri seperti itu..." tiba-tiba saja suara Kyungsoo mengagetkannya dari belakang
"Yak Kyung! Kau mengagetkanku saja..."
"Lagi pula aku daritadi sudah memanggilmu, kau tidak dengar tuan muda?"
"Tidak" jawab Chanyeol singkat
"Huh dasar raksasa, percuma saja kau punya telinga lebar jika tidak berfungsi sama sekali ckck" ledek Kyungsoo sambil menarik telinga Chanyeol, tentu saja Kyungsoo berjinjit untuk meraih telinga Chanyeol –Dia kan uhm pendek.
"YAK YAK! LEPASS!"
"Hihihihi" Kyungsoo hanya terkikik pelan melihat tingkah Chanyeol. Mengusili Chanyeol seperti ini adalah hobinya. Apalagi melihat Chanyeol yang sedang marah –Meskipun bukan marah dalam hal yang sebenarnya. Kyungsoo tau, Chanyeol tidak pernah benar-benar marah padanya. Menjahili Chanyeol adalah kesenangan tersendiri untuknya.
.
.
.
.
.
"Kau sudah selesai?" tanya seseorang di samping pintu toilet pria
"Tentu saja, kalau belum selesai mana mungkin aku keluar? Dasar bodoh" pria yang lebih pendek menanggapi
"Ckck aku pikir kau tenggelam di dalam closet hahahaha"
"YAKK! KAU PIKIR AKU KOTORAN YANG BISA TENGGELAM DALAM CLOSET HAH?! DASAR HITAM SIALAN" si pria pendek mulai mengeluarkan suara tingginya dan bersiap-siap akan menghajar si pria hitam yang di maksud –lebih tepatnya menendang bokongnya dengan jurus Hapkido-nya.
"Hehehe ampun... lagipula kau itu terlalu imut dan kecil, mirip kotoran kkk"
"APA KATAMU?!"
"Mian, mian Baekhyun-ah... aku hanya bercanda, aku masih sayang pantat ku jika hanya untuk merasakan tendanganmu itu, peace!"
Ah ternyata dia Baekhyun.
"Bagus kalau kau sadar, makanya jangan macam-macam denganku" kata Baekhyun "Kajja, antar aku ke ruang kepala sekolah"
"Siap kapten!"
.
.
.
"Jongin-ah, menurutmu aku akan bisa beradaptasi di sekolah ini tidak?" Baekhyun bertanya pelan kepada pria hitam –Jongin.
"Tentu saja, kenapa tidak? Kau kan cerewet, pasti kau akan cepat mendapatkan teman"
"Sialan, bukan itu maksudku.. yah, kau tau kan aku sebenarnya sangat susah beradaptasi-" kata Baekhyun menunduk "Appa selalu membawaku pindah-pindah sekolah sedari aku kecil, aku harap ini adalah sekolah terakhirku.. aku ingin bersekolah dengan tenang Jongin-ah"
"Yaa yaa, aku tau.. tenang saja, aku sudah bilang pada Appa-ku supaya kau tetap bersekolah disini sampai kau lulus, dia pasti sudah membicarakannya dengan Appa-mu Baekhyun-ah"
"Jinjja?! Gomawo Jongin-ah..." Baekhyun refleks memeluk Jongin. "Aku rasa, aku juga mulai menyukai sekolah ini, meskipun terletak jauh dari kota besar. Dan juga... tadi aku bertemu dengan pria yang sangat menarik kkk"
"Siapa? Wah wah secepat itukah kau tertarik padanya?" tanya Jongin menyelidik
"Entahlah, aku juga tidak tau. Mungkin aku akan bertemu dengannya lagi lain kali"
"Baiklah.."
.
.
.
.
.
Sore itu terlihat Chanyeol yang masih tertidur di biasa, sepulang sekolah dia hanya bermalas-malasan tanpa melakukan kegiatan apapun. Lalu, darimana sumber kehidupannya? Setiap akhir pekan Chanyeol bekerja part time di sebuah kedai makanan milik keluarga Kyungsoo. Sejak Chanyeol kabur dari rumahnya, dia bertemu Kyungsoo. Saat itu, Chanyeol menyelamatkan Kyungsoo dari beberapa preman yang tengah mengganggunya malam-malam. Tentu saja Chanyeol yang memang sudah bisa berkelahi, melawan semua preman-preman itu dan membantu Kyungsoo. Dari situlah mereka mulai akrab. Kyungsoo jugalah yang menawari Chanyeol untuk bekerja ditempatnya, keluarga Kyungsoo juga sangat ramah. Mereka menyambut Chanyeol dengan hangat, menganggap Chanyeol seperti anak mereka sendiri. Chanyeol juga telah menceritakan semua masalahnya kepada Kyungsoo, hanya Kyungsoo yang bisa dia percaya. Jadi, Kyungsoo telah tau segalanya tentang Chanyeol, keluarganya dan juga masalahnya.
.
.
"Chanyeol, apa kau di dalam?" terdengar Kyungsoo memencet bel apartemen Chanyeol dari luar beberapa kali. Selain di sekolah, Kyungsoo akan memanggil Chanyeol dengan nama aslinya.
Tidak ada jawaban.
'Mungkin dia tidur' pikir Kyungsoo
"Nghh..." benar saja, Chanyeol masih melenguh di ranjangnya. Mendengar ada suara bel di luar, dia mengabaikannya. Pasti itu Kyungsoo, pikirnya.
"Chanyeol, aku akan masuk..." Kyungsoopun memencet password yang sudah di hapalnya, tentu saja Chanyeol yang memberitahunya
Kyungsoo pun berjalan masuk menuju kamar Chanyeol yang tidak tertutup.
"Ckckck tentu saja sudah ku duga, anak ini selalu saja membiarkan kamarnya berantakan" Kyungsoo bergumam sambil melihat kamar Chanyeol yang sudah mirip sarang burung tersebut. "Lebih baik ku bereskan saja"
Kyungsoo pun mulai bersih-bersih di kamar Chanyeol, begitu pula di ruang tamu, dan juga dapur. Selalu saja seperti ini, Kyungsoo sudah biasa membantu Chanyeol untuk membersihkan apartemennya. Kyungsoo memang sangat perhatian terhadap Chanyeol. Dia merasa kasihan juga kepadanya. Sedari kecil, Chanyeol selalu di perlakukan seperti raja dan hidup berkecukupan, pasti sangat berat baginya untuk hidup sendiri seperti ini. Bekerja demi biaya sekolah dan kebutuhannya sehari-hari. Terlebih Chanyeol masih harus mencari ibunya yang entah dimana keberadaannya. Sebenarnya, dengan kecerdasan otaknya, bisa saja Chanyeol mendapat beasiswa hingga lulus. Tapi dengan bodohnya, Chanyeol membuang itu semua dengan alasan 'Aku bosan menjadi orang pintar yang selalu di manfaatkan' atau 'Menjadi orang pintar itu tidak selamanya menyenangkan' atau yang lebih parah 'Hey Kyung menjadi bodoh itu keren, kau bisa bertingkah polos dimanapun kau berada'. Dasar bodoh –Yah Chanyeol memang bodoh. Sangat bodoh malah.
.
"Eh Kyung..? Kapan kau datang..?" terlihat Chanyeol keluar dari kamarnya dengan baju yang masih berantakan, dan jangan lupakan rambutnya juga. Sedang menguap sambil mengucek matanya, khas orang bangun dari tidur.
"Eoh, kau sudah bangun? Aku baru saja datang, aku akan bersih-bersih dulu. Tadi eomma membuatkan makanan untukmu, kau makanlah dulu"
"Wah gomawo Kyung, pas sekali aku sedang lapar.." Chanyeol langsung semangat berjalan menuju meja makan dan mulai memakan makanan yang telah dibawa Kyungsoo tadi, tanpa cuci muka dulu –Ingat. Dia baru bangun tidur tadi.
"Lihatlah.. bagaimana bisa kau hidup seperti ini? Paling tidak, kau harus bisa merapikan kamarmu sendiri Chanyeol-ah"
"Hehehe untuk apa? Sedangkan kau selalu saja datang dengan sukarela untuk membersihkannya untukku" jawab Chanyeol enteng
"Tapi tetap saja, tidak bisakah kau-"
"Aisshh sudahlah jangan banyak mengomel, cepat selasaikan dan temani aku makan"
"Baiklah..."
.
Setelah membereskan semuanya Kyungsoo pun duduk di samping Chanyeol yang masih asik menyantap makanannya. Kyungsoo memandangi wajah Chanyeol dari samping. Terlihat sangat tampan jika di lihat sedekat ini pikirnya. Apalagi jika tidak menggunakan kacamata, yang sebenarnya hanyalah kacamata biasa.
"Kyung, kau tau tidak? Tadi aku bertemu Baekhyun.." kata Chanyeol tanpa menoleh kearah Kyungsoo dan tetap melanjutkan makannya.
Kyungsoo tidak menjawab
"Kyung...?" Chanyeol mulai memanggilnya lagi dan sedikit menoleh kearah Kyungsoo
"Hah? Eoh? Kapan...?" Kyungsoo tersadar dari lamunannya "Dimana?"
"Kau kenapa?" tanya Chanyeol sambil menatap wajah Kyungsoo lebih dekat
"Eh ti-tidak kok, tadi k-kau bertemu Baekhyun dimana?" jawab Kyungsoo sedikit gelagapan karna di tatap sedekat itu oleh Chanyeol dan langsung menolehkan wajahnya kearah lain.
Chanyeol menghembuskan nafasnya.
"Di sekolah.."
"Hah? Di sekolah kita?"
"Yaa, tapi mungkin saja bukan dia Baekhyun yang aku cari, mungkin juga iya. Kau tau, di Korea nama Baekhyun tidak hanya satu.. entahlah Kyung, sejak tadi aku terus kepikiran dia"
"Ahh kau harus semangat Yeol ! meskipun dia bukan Baekhyun yang kau cari, pasti masih ada Baekhyun lain di luar sana yang masih menunggu. Kalau kata pepatah 'Hilang satu tumbuh sejuta'"
"Yang benar itu 'Mati satu tumbuh seribu' Kyung"
"Aishh sama saja lah yang penting artinya, pokoknya kau tidak boleh putus asa Yeol, aku yakin kau pasti bisa menemukannya"
"Gomawo Kyung... kau memang yang terbaik"
.
.
.
.
.
Pagi ini Chanyeol tidak terlambat bangun karena Kyungsoo telah memasang alarmnya lebih pagi. Kyungsoo bermaksud mengerjai Chanyeol dengan mengubah alarmnya menjadi lebih pagi. Dan disinilah dia sekarang di sekolah yang masih sepi. Belum terlihat tanda-tanda kehidupan disana.
Beruntung bagi Chanyeol, berangkat lebih pagi bisa membuatnya bebas masuk ke ruang musik tanpa ada yang menganggu. Paling tidak dia masih punya sedikit waktu untuk bermain dengan alat musik kesayangannya meskipun hanya sebentar. Chanyeol pun tersenyum cerah dan berjalan menuju ruang musik.
Sesampainya di depan pintu ruang musik langkahnya terhenti. Disana, Chanyeol mendengar suara piano yang sangat merdu.
'Siapa yang sedang memainkan piano sepagi ini?' pikirnya 'Apakah sekolah ini mulai berhantu?'
Mungkin opsi terakhir sangat tidak mungkin.
Chanyeol pun memberanikan diri untuk mengintip dari jendela. Dilihatnya lelaki manis –menurutnya. Sedang memainkan piano dengan jari-jari lentiknya. Terlihat lelaki itu sedang menikmati permainannya. Meskipun Chanyeol hanya melihat dari samping, dia yakin jika lelaki itu memang manis. Tanpa sadar, Chanyeol pun masih setia melihat lelaki itu dari balik jendela sampai lagunya selesai.
Merasa ada yang memperhatikan, lelaki itu menoleh ke samping. Dan benar saja, di sana masih ada Chanyeol yang masih setia melihatnya –lebih tepatnya mengintip. Chanyeol pun tersadar dan segera berbalik tapi dia masih masih berdiri di balik pintu. Lelaki didalam sana tersenyum kemudian melangkah keluar. Berniat menemui pria yang telah mengintipnya tadi.
"Hai..." sapanya "Aku Baekhyun.. apa kau sudah lama melihatku? Kenapa tidak masuk?"
'Baekhyun? Sangat manis'
"Ah mian, aku tadi hanya lewat.. kau lanjutkan saja jika ingin bermain piano lagi, aku akan pergi"
"Tidak tidak, aku murid pindahan disini, aku sengaja berangkat pagi hanya untuk melihat-lihat dan aku menemukan ruang musik jadi aku iseng saja memainkannya..."
'Ahh... murid pindahan? Pantas saja..'
"Permainanmu bagus"
"Gomawo, oh iya kalau boleh tau siapa namamu? Aku sudah menyebutkan namaku tadi. Mungkin kau tidak ingat, tapi aku adalah orang yang menabrakmu kemarin dan menanyakan toilet, kau ingat?"
"Ah iya, aku ingat hehe" Chanyeol pun mulai menampilkan cengiran idiotnya " Aku Dobi, Park Dobi"
"Dobi? Ahahaha lucu sekali namamu" Baekhyun tertawa, telihat matanya menyipit seperti bulan sabit
'Sangat indah...'
"Ah mian.. aku tidak bermaksud meledek, aku hanya-"
"Gwaenchana, aku senang bisa membuatmu tertawa ahaha"
"Ahahaha iya hahaha"
Dan seperti itulah pertemuan mereka di pagi itu, di awali dengan tawa yang sebenarnya tidak lucu dan patut untuk di tertawakan.
.
.
.
.
.
"Perhatian semuanya...! kali ini kelas kita sedang kedatangan murid baru, dia pindahan dari Seoul. Silahkan perkenalkan dirimu kepada teman-temanmu" kata seonsaengnim tegas.
Seluruh kelas langsung diam, perhatian mereka tertuju pada satu murid yang sedang berdiri di depan kelas.
"Annyeong.. namaku... Byun Baekhyun... Kalian bisa memanggilku Baekhyun. Mohon bantuannya semuanya" Baekhyun mengakhiri perkenalannya dengan menunduk.
'Byun Baekhyun? Benarkah itu dia?'
'Tidak mungkin...'
"Nah, Baekhyun kau bisa duduk di bangku yang kosong.."
"Ne, Saem.."
"Yak Dobi, kau baik-baik saja?" tanya Kyungsoo khawatir karna melihat Chanyeol yang tidak berkedip bahkan setelah Baekhyun duduk. Apakah nyawanya melayang sesaat? Pikirnya.
"Heh Dobi!" panggil Kyungsoo sekali lagi sambil memukul kepala Chanyeol pelan.
"NE! AKU BAIK-BAIK SAJA!" spontan saja Chanyeol berdiri dan berbicara keras dibangkunya.
"Ne, Dobi?" Saem pun bertanya heran padanya.
"Woooooooooo" sorakan dari anak sekelaspun terdengar.
"Ah... eh... Aniyo Saem hehe.. Jeosonghamnida!" Jawab Chanyeol kikuk. Dengan tampang bodohnya dia tersenyum seperti orang bodoh dan membungkukkan badannya sebelum kembali duduk di bangkunya.
Kyungsoo menutup mukanya malu, berpura-pura tidak kenal dengan Chanyeol. Chanyeol melirik ke arah Baekhyun sekilas. Dia melihat Baekhyun tersenyum kearahnya.
'Benarkah... dia Byun Baekhyun yang aku cari?'
'Benarkah?'
.
.
.
.
.
TBC
Author's Note:
Annyeong Readers-nim! Mian yah kalo updatenya gak pernah panjang. Soalnya Author males ngetik banyak-banyak hehe. Tapi Author usahain bakal update tiap hari kok. Jadi stay tune aja yah ^^
Jangan lupa review dong hiks hiks. Tapi Author gak maksa kalian kok hihihi. Soalnya Author masih bener-bener new di ffn jadi wajar aja lah yaa. Gapapa kok, Author bakal tetep semangat yeeyy!
Kalau ada pertanyaan atau apapun itu, bisa langsung PM Author aja yah. Pasti di bales kok kalo sempet.
Gomapta!
