Chapter 2 :
Author : Choi Di Jee
Title : Umbrella girl
Pairing : XiuHan KaiHan
Main cast : Luhan a.k.a you & Xiumin
Support cast : Kai, Kris dan member Exo lainnya.
Genre : Romance, Gender switch (GS)
Rated : T++ or M (?)
Summary : " Aku pembalap motor GP bernomor 99 yang takluk dengan Umbrella girl baru itu. Dia manis,menggoda, dan seksi. Perfect. Tapi sulit mendapatkan segala informasi tentangnya. Yang kutahu dia masih kuliah. Dan tinggal di apartemen murahan pinggiran kota. Tapi suatu hari aku pernah melihatnya bernyanyi di cafe langgananku tapi penampilannya...
Siapakah kau sebenarnya?"
-Xiumin-
.
.
.
HAPPY READING ^_^
.
.
.
"Hei. Aku Kai. Apa kau umbrella girl baru disini sepertinya aku belum pernah melihatmu?"
"Hei juga. Kai-ssi.."
"Kai saja atau Kai oppa. Sepertinya kau lebih muda dariku."
"Ne. Namaku.."
Chapter 2
Luhan pov
"Ne. Namaku Xi Luhan. Aku umbrella girl baru di arena sini." jawabku sambil tersenyum manis
"Pantas saja aku tak pernah melihatmu. Tapi kau terlihat sangat ahli dalam hal ini. Menarik sekali." tanya Kai sambil mendekat padaku. Aku tersenyum menggoda melihat itu.
"Jeongmal? Apa aku semenarik itu dimatamu Kai oppa~"jawabku sambil menanggapi godaannya yg semkin mendekat padaku. Aku pun tak mundur. Aku hanya menyambut sapaan manisnya saja. Apa ada yang salah? pikirku.
"Sangat. Sangat menarik sayang~.. Bisakah kau memberiku ciuman penyemangat. Agar aku menang chagi dan bisa memakanmu nanti mlam..." Kai semakin mempersempit jaraknya dan aku. Kini tangannya menarik pinggangku. Happ.. Wajahnya hanya berjarak skitar 10 cm dari wajahku.
Haha lucu sekali melihat semua orang seketika terhipnotis dengan keadaanku dan Kai ini. Terlalu berlebihan.
Heii.. Come on guys. Wake up. Aku cuma menggodanya saja. Aku cuma bercanda. Ada apa dengan kalian? Aneh sekali. Pikirku.
"Kai oppa~ Aku malu~ semua orang melihat kita.. Menjauhlah sedikit. Maka kau akan mendapatkan apa yang kau mau. Percayalah.." Aku bertingkah selayaknya gadis yang seolah haus akan belaian. OMG! Hell NO! Tapi sungguh mulutku ini manis sekali dalam merayu.
"Baiklah. Mari kita lihat apa yang aku dapatkan darimu manis" tanyanya menjauh dari tubuhku namun tangannya meraih daguku. Tapi aku menghentikanya.
"Tutup matamu dulu oppa~"
"Apapun untukmu chagiya."
Kualihkan pandanganku kebelakang. Xiumin menatapku seolah.. Menahan marah atau cemburu mungkin. Seketika aku tersenyum apabila tebakanku benar. Tapi jika kita lihat ekspresi wajahnya yang dingin dan cuek. Aku meragukan yang tadi. Tapiii... Lihat saja setelah ini.
Cup.
"Kenapa cuma di pipi chagiya. Tapi disinii" menunjuk bibirnya
"No! Sebelum kau memenangkan pertandingan ini."
"Baiklah manis. Tapi akan kupastikan kau akan membayar lebih jika aku menang nanti"
"Tentu saja. Bahkan aku bisa membayarnya langsung nanti."
"Baiklah. Ini untuk pertama kalinya aku mendapatkan tantangan yang menarik."
Malam ini kau jadi milikku. Kai mengisyaratkan tanpa bersuara dan seringaian khas orang2 pervert.
Jangan biarkan aku menunggu. Jawabku dengan tak kalah seringai nya.
Luhan pov end
Normal pov
Xiumin mengalihkan pandangannya ketika ia sadar si Umbrella girl barunya yang bernama Luhan itu berjalan mendekatinya.
Cess.. Luhan menempelkan minuman dingin di pipi Xiumin.
"Minumlah tampan. Jangan biarkan hawa panas terus menghantui tubuhmu."
"Tidak perlu. Aku tidak haus" Xiumin masih enggan menatap gadis didepannya ini.
"Minumlah~. Atau kau ingin meminumnya langsung lewat bibirku Xiuminnie." tanyaku terus memandang matanya dalam. Seolah menghipnotisnya.
Xiumin segera mengambil botol minuman itu. Dan meneguknya sampai habis.
"Kenapa rasanya aku sedikit senang dengan panggilannya itu. Padahal aku tadi sudah sangat geram lihat kemesraannya dengan Kai. Padahal kan mereka kan baru bertemu tapiii.. Arghh.. Aku jadi teringat saat Luhan mencium pipi Kai tadi. Dan lagi perjanjian apa yang mereka buat itu?" batin Xiumin
Beberapa menit lagi menjelang pertandingan. Semua pembalap sudah stand by ditempat masing2. Ada juga yg masih mengecek mesinnya lah atau apapun itu.
Xiumin pov
Tinggal 10 menit lagi akan mulai. Aku segera memakai sapu tanganku. Memasang headset untuk akses komunikasi dengan timnya. Tapi tunggu..
"Biar kupasangkan. Aku ingin membantumu." Luhan membenarkan letak headset ku. Tangannya terasa lembut dan hangat. Aku hnya merasakan pergerakannya tanpa melihat wajahnya.
"Aku tahu perkataanku ini akan sia2. Tapi inilah tugasku. Jadi dengarkan aku baik2." kualihkan pandanganku kearahnya. Dia terlihat serius. Apa maksudnya dengan inilah tugasku(?)
"Dengar. Mungkin kau memang professional, terlatih, berpengalaman, dan hal ini seperti ini mudah untukmu menaklukannya. Kau bisa menang setiap turnamen tanpa harus ada ditemani umbrella girl. Apa aku benar?" tanya nya. Aku masih menatapnya.
"Dan aku tahu kau selalu memberi kesan buruk dengan para umbrella girl itu. Bahkan semua orang tahu itu. Benar?" lanjutnya
"Apa kau benar2 tidak membutuhkan gadis2 itu untuk menyegarkan pikiran? Tidakkah kau merasa tertarik dengan tubuh mereka yang mulus, seksi dan menggairahkan. Bukankah mereka selalu mencari perhatian darimu? Apa kau tidak tegang?" apa maksudnya dengan tegang disini? Seolah dia mengerti pikiranku. Dia menunjuk kearah selangkanganku. Oh ya ampun !
"Oke cukup. Terserah padamu kau akan tetap bersikap dingin seperti itu untuk para umbrella girl mu. Aku tidak peduli. Tapi setidaknya hargailah usaha mereka. Mereka melakukan hal seperti itu juga karena tuntutan pekerjaan. Kau bekerja sbg pembalap. Gadis2 itu juga bekerja sebagai pendampingmu. Dan bekerja untuk menghasilkan uang. Mengerti?" ucapnya panjang lebar.
"Katakanlah sesuatu. Kau membuatku terlihat sangat bodoh" Luhan mengerucutkan bibirnya lucu. Lalu melipat kedua tangannya didepan dadanya walaupun tangannya juga masih membawa payung besar merahnya.
Ketika aku akan mengatakan sesuatu. Salah satu staff timku memanggil namanya lalu mengisyaratkan kalau ada panggilan masuk untuknya. Luhan langsung mengambil headset di hot pants nya. Lalu mengangkatnya..
Still Xiumin pov
"Yeobseoyo songsaenim~" kulihat dia sedang memandang kearahku tapi sepetinya pikirannya melayang entah kemana. Tapi tunggu.. Apa tadi dia memanggilnya songsaenim? Apa dia masih anak sekolahan? Ya ampun!
"Yak! Mana buku tugasmu? Kenapa belum kau kumpulkan? Apa kau belum menyelesaikannya? Dan kenapa kau pergi terburu2 tadi? Bahkan kau tahu kan aku belum keluar dari kelas?" kulihat raut muka Luhan sedikit terkejut lalu menepuk jidatnya. Ada apa dengannya? Pikirku
"Maafkan aku Kim Songsaenim~ Sungguh aku sudah mengerjakan tugas anda. Sungguh. Jebal maafkan aku. Aku akan mengumpulkannya besok pagi dimejamu sebelum anda datang. Percayalah songsaenim~" kulihat dia mengeluarkan jurus puppy eyes nya padahal ia tahu bahwa Songsaenim nya tidak akan tahu hal itu.
Kualihkan pandanganku kearah lain. Kulihat Kris manager ku memandang tajam kearah Luhan sambil memegang hp dengan geram. Kenapa dia? Apa karena Luhan? Pikir ku.
Aku menarik tangan Luhan. Mengisyaratkannya tentang Kris. Lalu dia menoleh kebelakang sana. Benar dia langsung terkejut dan tangannya bergerak seolah jangan matikan hpnya kearah Kris.
Tiba2 saja dia duduk bersandar dimotorku. Badannya menghadap kepadaku. Tangan kanannya membawa payung dan yang kiri ia taruh di bahuku. Terlihat dari depan aku sedang berciuman dengannya namun sedikit tertutupi dengan payungnya.
Deg deg.. Oh jantungku..ada apa denganmu hari ini?
Luhan. Kau sengaja membuat skinship denganku eoh..
"Aku tidak mau tahu. Yang jelas sore ini jam 3 aku menunggumu. Dan bukankah kau seharusnya tadi masih ada kelasnya Ahra saem bukan? Apa kau membolos?"
"Ahh. Mianhae Kim songsaenim. Tapi aku sekarang sedang bekerja. Bukankah anda tahu itu?"
"Untuk kali ini. Tidak ada toleransi lagi nona Xi Luhan. Segeralah datang tepat waktu. Dan pastikan kau ikut kelas Sooman saem sore ini. Jadi jangan kecewakan aku kali ini. Arraseo?" dia mengeratkan pegangannya dibahuku.
"Ne. Arraseo songsaenim. Aku tidak akan mengecewakanmu lagi" segera ia memutuskan sambungannya.
Luhan menjatuhkan kepalanya didadaku. Payungnya pun juga merosot seiring dengan kamera yang sedang menshoot kearahku. Kini semua orang dan penonton melihat kearahku dan luhan.
Normal pov
"Kenapa hidupku menyedihkan sekali"
"Baru tahu! Menyingkirlah semua orang sedang melihat kita" bisik Xiumin dengan geram
"Memang kita kenapa?"
"Kau tidak sadar apa yang saat ini kau lakukan padaku. Dan juga kamera sedang menshoot kearah kita. Pabbo"
"Apa salahnya jika melakukan skinship. Bukankah sudah biasa?"
"Tapi kau melakukanya dengan orang yang slah. Dan posisimu itu pasti membuat orang2 berpikir aku sedang berciuman denganmu."
"Kenapa kita tidak mewujudkannya saja. Tampan. Bukankah kau juga ingin?"
"Terserah padamu. Aku tidak peduli. Menyingkirlah dari motorku."
"Baiklah tampan. Tapi jangan salahkan aku akan efek sampingnya ya~" Luhan hendak menjauhkan dirinya. Namun...
Cupp. Satu kecupan mendarat manis dibibir Xiumin. Pria itu terkejut bukan main.
Hanya satu kecupan. Bisa membuat hidupnya jadi semangat. Jgn lupakan diselangkangannya.
Luhan pun segera berdiri. Dilihatnya sebentar lagi pertandingan akan dimulai. Lalu mengalihkan pandangannya ke Xiumin. Benar saja. Ciumannya bisa mengalihkan duniamu.
Luhan menyadarkan Xiumin. Lalu memberikannya kata2 untuk fokus dalam balapan. Dan berhati hati. Xiumin pun mengangguk patuh. Entahlah tiba2 jadi penurut.
Pertandingan pun dimulai ...
Tbc
Jangan lupa review ya. Bye bye.
Kalau pengen tahu lebih kenal sama aku lihat di IG yuk dj_inunk
