nb: yang ga suka sih ga baca jg gpp xD tapi tetep ripyuu *gubrakk* yosh. RnR :3
Seorang gadis kecil berasal dari keluarga terkenal, tetapi orangtua nya telah tiada sejak kecil. Sejak itu, ia hidup sendirian. Ia sangat merindukan ayahnya yang selalu bersamanya.
_oOo_
Tampak di ruang kelas para pelajar sedang makan dan ada juga yang berkumpul bersama. Kakashi pun tiba di ruangan kelas sakura.
Tampak beberapa pelajar kebingungan melihat kakashi yang memasuki ruang kelas.
"Hah? Bukannya ini jam istirahat, guru kakashi?" tanya serentak seluruh pelajar di ruang kelas sakura.
"A...T-tidak bukan begitu.. Aku hanya ingin memanggil sakura sebentar" ucap kakashi kebingungan juga.
Sakura tampak sedang duduk di paling pojok kelas sambil mendengarkan lagu dengan headphone nya sendiri, seperti tidak mau berbaur dengan sekitar dan terlihat sedang asyik sendiri.
"Sakura? Ternyata sakura buat masalah lagi ya" ucap salah seorang pelajar bernama tenten dan yang lainnya pun ikut bergosip sendiri.
"Iya, sakura itu ternyata selain sombong dia juga bermasalah"
"Sakura sombong, dasar!"
"Beraninya dia berbuat kasar pada guru kakashi-kun"
Dan para pelajar pun sibuk asyik bergosip sendiri tentang sakura.
Kakashi pun seperti tidak peduli dengan gosip para pelajar yang labil itu, namun kakashi yakin, apapun yang sakura lakukan pasti ada alasan tertentu.
Kakashi pun berjalan menuju pojok kelas dan menaruh botol minuman itu.
"A..ano.. Guru kakashi? Tidak perlu di tukar kok" ucap sakura sambil dengan cepat membuka headphonenya dan membiarkannya bertengger di lehernya.
"Tapi sudah ku belikan. Tak apa. Aku yang menabrakmu, jadinya kau tak bisa minum. Mungkin jatah jajanmu habis" ucap kakashi sambil merasa tidak enak pada sakura karena sudah menabraknya.
"Alpukat? Apa guru yakin? Aku hanya meminum minuman murah dan guru tidak perlu repot menggantinya. Kurasa memang tidak perlu, tapi karna guru memaksa, baiklah.. Terimakasih" ucap sakura singkat karna sakura tidak suka memperpanjang masalah.
Kakashi pun lega setelah mendengar bahwa sakura mau menerima pemberiannya, lalu kakashi pun keluar dari ruangan dan pergi ke ruangannya.
Tampak seorang anko yang sedang duduk di bangku kakashi sambil memeriksa meja, tas, jaket dan semua buku serta arsip yang ada di sekitar kakashi.
"Wah.. Wah.. Ada apa ini, anko?" ucap kakashi yang tiba tiba muncul, kakashi bingung apa yang sedang dilakukan oleh kekasihnya ini.
"Razia" ucap anko singkat tanpa menoleh. Dan sibuk memeriksa sana sini.
"Razia? Hanya aku?" tanya kakashi yang semakin penasaran.
"Aku sedikit curiga tentang gosip para pelajar tentang seorang pelajar berambut pink yang sombong itu denganmu" ucap anko.
"Madsudmu sakura haruno? Dia tidak sombong, anko.. Lalu apa apaan? Kau percaya dengan gosip mereka? Aku hanya mengganti minumannya karena aku tadi terburu buru membeli makan siang untukmu" ucap kakashi sedikit menaikkan nadanya karena kesal.
"Lalu bagaimana jika itu benar? Aku tidak terima!" ucap anko kesal sambil marah marah.
"Anko, apa kau tidak percaya denganku? Dan lebih memilih percaya dengan gosip para pelajar itu?" ucap kakashi pelan sambil menurunkan nadanya.
"Tentu saja, karena kau selalu telat dan tidak tepat waktu" ucap anko tegas.
"Anko, aku tau kau begitu memperhatikanku, aku memang selalu telat dan tidak tepat waktu tapi kumohon.. Percayalah padaku" ucap kakashi sambil menatap anko yang masih sibuk mencari cari.
"Tidak, aku tidak mau. Aku ingin bukti" ucap anko sambil menulis di sebuah kertas.
"Bukti? Bukti apa? Aku sudah bilang, aku hanya mengganti minumannya" ucap kakashi kesal dan semakin bingung.
Kringggg...
'Tanda bel masuk dan berakhirnya istirahat'
"Aku tidak mau tau, pokoknya aku tunggu 3 hari! Jika belum ada buktinya.. Kita harus berakhir disini, aku benci menunggu" bentak anko setelah menulis di secarik kertas '3 hari' dan anko pun mengambil buku lalu pergi untuk giliran mengajar di ruangan kelas sakura
Terlihat kakashi yang menunduk dan menghempaskan dirinya duduk di bangkunya sambil memegang sebelah kepalanya.
"Sial!" ucap kakashi kesal pada dirinya sendiri dan ucapannya tadi.
Anko pun berjalan dan menuju ruangan kelas sakura. Terlihat para pelajar telah duduk rapi dan sang ketua kelas 'Sasuke Uchiha' pun berdiri dan memberikan salam bersama dengan teman temannya.
"Saya anko mitarashi, guru yang akan mengajar kalian di bidang seni. Baiklah, pertama tama perkenalkan diri kalian padaku. Dari Sakura Haruno" ucap anko tegas. Namun anko hanya fokus pada sakura.
Sakura pun tersentak kebingungan karena dia duduk di pojok, kenapa harus dia yang pertama. Lalu sakura juga bingung, kenapa anko begitu mengetahui nama lengkapnya? Sejujurnya sakura begitu kesal tapi Sakura pun hanya menghempaskan nafas panjang dan menatap kesal ke anko. Sedangkan anko malah melemparkan wajah sinisnya pada sakura. Pelajar yang menurut dia telah merebut kekasihnya.
"Namaku Sakura Haruno, umurku 17 tahun" ucap sakura.
#note: umur para guru dan pelajar memanglah hanya seperti seumuran, tetapi para guru diangkat berkat dari nilai pelajarannya yang begitu tinggi dan juga bisa mengajarkan temannya.
"Cih, bahkan dia lebih muda dariku" gumam anko kesal dalam hati.
Lalu para pelajar pun juga mengenalkan dirinya masing masing. Setelah itu anko mengajarkan beberapa pelajarannya. Pada saat itu pula sakura terlihat seperti tidak mendengarkannya, sakura bukanlah tipe orang yang suka belajar teori. Tapi dia memang giat dalam praktek.
"Sakura haruno, jawab pertanyaanku.. Seni melipat dalam jepang dinamakan apa?" tanya anko pada sakura yang sibuk asyik sendiri.
"Tobigami?" jawab sakura tanpa melihat anko sedikitpun.
"Kau ini! Keluarr! Sekarang!" teriak anko yang mulai terdengar sampai ke ruang guru terutama ruangan kakashi.
Para guru yang lainnya pun mulai penasaran, apa penyebab anko berteriak begitu marahnya. Semua guru tau jika itu suara teriakan anko, terutama kakashi yang telah menduga duga kejadian itu akan terjadi di kelasnya.
Kakashi pun hanya menunduk di meja sambil menenggelamkan wajahnya dengan kedua tangannya yang dilipat di meja.
Para guru pun keluar dari ruangannya masing masing dan menuju ruang kelas sakura.
"Ada apa ini?" ucap tsunade sang kepala sekolah.
"Dia! Satu satunya pelajar yang tidak memahami sedikitpun pelajaran yang aku berikan!" bentak anko sambil menunjuk sakura.
Sakura pun keluar kelas sesuai dengan kemauan anko.
"Lain kali jangan terlalu kasar" ucap tsunade sambil membawa sakura ke ruang kakashi.
Sakura dan tsunade pun berjalan menuju ruangan kakashi. Mereka telah berjalan dan sampai. Dan tepat di pintu ruangan yang bertuliskan:
'Hatake Kakashi'
'Ketua bidang Osis'
(Ruangan Kakashi)
"Kakashi" panggil tsunade.
"Hm?" respon kakashi yang masih terlihat menenggelamkan kepalanya di kedua tangannya.
"Apa terjadi masalah dengan hubungan kau dan anko?" tanya tsunade sedikit simpati dengan managernya dibidang osis.
"Tidak apa-apa. Aku hanya sedang tidak enak badan" ucap kakashi masih menunduk.
Sakura yang berdiri di samping tsunade hanya bisa bingung melihat kejadian ini. Sebenarnya sakura memang ingin tahu, karna kondisi kakashi gurunya dan anko tadi memang sangat berhubungan sekali.
"Aku hanya ingin menyampaikan, ini pelajar dikelasmu sangat berbuat onar, tidak mendengarkan pelajaran yang diberikan anko padanya. Pada saat ditanya dia tidak menjawabnya dengan benar. Mohon ditindak lanjuti, permisi" ucap tsunade sambil pergi meninggalkan ruangan dan menutup pintu ruangan kakashi.
Tersisa sakura yang sedang berdiri diam didepan meja wali kelasnya dan kakashi yang sedang menunduk.
Sakura pun akhirnya memberanikan diri duduk di depan meja wali kelasnya.
"Aku minta maaf sudah berbuat masalah di kelasmu, sehingga kau tersiksa karna ocehan kepala sekolah tadi" ucap sakura sambil menunduk.
"Tak apa, bukan salahmu.. Sejak awal memang aku yang membuat masalah ini.. Lalu kenapa denganmu? Tidak mendengarkan pelajaran?" kakashi pun mulai menaikkan kepalanya dan mulai mengatur nada nya agar tidak terlalu tinggi. Agar tidak terkesan memarahi sakura.
"Soal itu.. Aku tidak suka mendengarkan teori.." ucap sakura seperti berbisik. Karna setiap sakura berkata demikian. Selalu di tepis oleh temannya dengan ucapan 'hanya alasanmu'
"Begitu.. Lalu apa kau tidak takut nantinya saat ujian tidak lulus?" tanya kakashi menuju ke titik pointnya sambil menguji apa yang akan di jawab sakura.
"T-tentu saja aku takut, mungkin aku bisa remedial" bisik sakura pelan sambil menunduk malu.
"Hm.. Nanti akan ku bantu.. Kau tenang saja ya.. Sejujurnya aku hanya kasihan padamu, kau selalu di asingkan di kelas dan di ejek. Dan kau hanya diam" ucap kakashi sambil menulis di secarik kertas.
"Bila ada yang ingin ditanyakan, tanya saja padaku.. akan kubalas secepatnya" ucap kakashi sambil memberikan secarik kertas yang bertuliskan nomor handphone kakashi.
"J-jadi aku tidak di hukum?" ucap sakura kebingungan sambil mengambil kertas yang diberikan kakashi.
"Tidak, aku yakin kau punya alasan tertentu untuk menjelaskan seluruh kelakuanmu di sekolah ini. Dan bila kau mau mengatakannya, aku tidak akan keberatan mendengarnya"
"Ka- ehm. Madsudku guru. Apa aku boleh bertanya?"
"Ehm. Tidak perlu memanggilku guru, Kau boleh memanggilku kakashi, karna ibumu bekerja sama dengan ayahku"
"B-baiklah, tapi hanya diruanganmu ya. Aku tidak ingin membuatmu di pecat dari sini. Sudah berapa lama hubungammu dengan anko-sensei?"
Tanya sakura dengan ragu ragu.
"Kenapa kau ingin tahu?" kakashi terlihat kebingungan menanggapi pertanyaan sakura.
"A-aku hanya ingin tahu, bila tidak boleh juga tidak apa" ucap sakura sambil menoleh ke tempat lain.
"Sebenarnya sudah hampir 3 bulan aku berhubungan dengannya karena ayahku menjodohkanku, aku hanya ingin meminta ayahku mengundur waktu sedikit untukku agar dapat berkenalan dengannya lebih jauh, tapi akhirnya aku tahu bahwa dia memang bukan tipe ku, tapi ayahku mungkin akan memaksa ku untuk menikahinya apabila aku tidak memiliki kekasih. Aku sendiri saja belum memikirkan bagaimana caranya memiliki kekasih. Aneh kan?" tanya kakashi di akhir kalimatnya.
"Hah? Apa kau yakin tidak tahu cara memiliki kekasih? Pantas saja kau dijodohkan.. Tapi mungkin kau masih ada waktu untuk mencarinya, bila tidak keberatan, aku akan membantumu" ucap sakura semangat.
"Apa kau yakin?" tanya kakashi meyakinkan dirinya.
"Iya. Hitung hitung bantuan mu juga aku berterimakasih." ucap sakura yakin.
Kringg.. Kringgg..
(Tanda bel pulang)
Para siswa pun kegirangan telah menyelesaikan hari pertama mereka di sekolah baru mereka, tampak sinar matahari mulai tenggelam tanda sudah menjelang malam.
Lalu setelah itu sakura pun pergi ke ruangan kelasnya dan mengambil tasnya lalu pulang.
Sesampainya dirumah, sakura pun mandi, dan berganti pakaian dengan gaun pestanya yang terkesan 'gelap' dengan renda-renda di bawahnya. Sebuah gaun yang diberikan oleh ayahnya waktu kecil, memang dulu terkesan besar namun indah, tapi sekarang sakura telah bisa memakainya.
Sakura tidak lupa dengan acara yang diadakan ino, teman sekolahnya. Sakura pun menata rambutnya lalu meraih handphonenya dan mengirim pesan ke kakashi.
Tampak kakashi yang sedang dirumahnya dan duduk sambil membaca sebuah novel di teras rumahnya. Terasa ada yang aneh dalam dirinya sendiri, terasa seperti tidak memikirkan soal hubungannya dengan anko. Tapi perasaannya malah seperti sedang gelisah menunggu pesan dari seorang pelajar di kelasnya.
Tik..tok.. (Terdengar sebuah pesan yang dikirim ke handphone kakashi)
Kakashi pun meraihnya dan berharap itu dari sakura. Dan dugaan itu benar.
_oOo_
From: xxxxxxxx2876 (noname)
Kakashi, bila ada waktu, aku ingin mengajakmu ke sebuah acara temanku malam ini. Sekaligus mengajarimu..
Kutunggu dirumahku, di samping toko bunga milik ino.
Jaa..
_oOo_
Kakashi pun seperti bergerak sendiri lalu mengganti bajunya dengan kemeja hitam dengan satu garis putih di pergelangan bajunya.
Entah kenapa, malam itu kakashi sangat tertarik dengan warna hitam dengan memakai celana jeans hitam juga.
Setelah itu kakashi pergi ke pesta itu bersama sakura, Sesampainya di rumah saudara ino.
"Konbawa, sakura.. Terimakasih sudah datang.. Ino pasti senang sekali.." ucap saudara ino dengan ramah.
"Oh. Ya. Mana ino?" sakura tidak memperdulikan ucapan saudaranya dan malah kembali menimpalnya dengan pertanyaan lain.
"Dia tidak datang malam ini, dia sedang sibuk memasukkan stok bunga ke tokonya. Wah.. Apakah pria ini kekasihmu?" ucap saudara ino.
"Dasar ino.. Oh ya. Kenalkan dia kakashi, dia temanku" ucap sakura.
"Wah.. Kenalkan aku ayame, kau begitu keren.. aku berharap dapat menjadi kekasihmu.." ucap saudara ino malu dan basa basi terhadap kakashi.
"Aku hatake kakashi, senang berkenalan denganmu" balas kakashi singkat.
Ayame pun terlihat tersenyum senyum sendiri, lalu pergi sebentar melayani teman temannya yang datang dari desa lain.
Sakura pun tersenyum kesal karna ada lagi saingannya dalam mendekati kakashi.
Mau tidak mau sakura hanya menerima, karna dia juga harus membantu kakashi mencari kekasihnya yang baru.
"Itu yang namanya harapan, dia itu berharap menjadi kekasihmu.. Apa kau tidak tertarik?" tanya sakura.
"Aku tidak terlalu tertarik soal perempuan, kecuali anko, yang dipaksa oleh ayahku" ucap kakashi datar.
"Kalau begitu aku akan mengajarimu dari awal, perasaanmu itu benar benar sulit dikendalikan oleh perempuan biasa" ucap sakura sambil mengajak kakashi untuk duduk di salah satu meja.
Setelah itu kakashi hanya duduk diam dan mengikuti instruksi sakura.
Acara ulang tahun saudara ino telah dimulai. Teman teman ayame yang begitu banyak hadir dipesta membuat acara tersebut begitu meriah.
"Selamat datang teman temanku. Aku ayame. Terimakasih sudah hadir dipestaku, aku senang sekali.. Di acara ulangtahunku ini, aku telah menyediakan beberapa games untuk kita semua. Sengaja aku membuatkan sebuah meja berisi 2 orang. Yakni pria dan wanita. Agar seru memainkannya, aku juga ikut berpatisipasi sebagai juri dalam permainan ini" ucap ayame panjang lebar.
Sakura terlihat senang dalam hatinya, karena hanya dirinya dan kakashi yang ada dalam permainan ini.
Para teman nya lainnya pun ikut berteriak senang, karna ada juga yang membawa kekasihnya.
"Baiklah.. Games pertama, yaitu perempuan menyiapkan makanan untuk orang yang satu meja dengannya"
Sakura dan lainnya pun bergegas berlari menuju tempat penyedia makanan dan sakura pun memasak sebuah sup yang sedang terlintas di pikirannya. Sakura teringat saat kakashi memperkenalkan dirinya dan menyebutkan bahwa sup miso lah makanan kesukaannya.
Sakura dan para peserta lain pun mulai memasak.
Kakashi yang terlihat terkejut mendengar permainan itu, karna saat kakashi bersama anko pun kakashi belum pernah mencicipi masakan anko sekalipun. Karena anko selalu saja mengajaknya keluar rumah untuk membeli makanan. Tapi sekarang dia malah akan mencicipi masakan sakura.
Kakashi hanya melihat sakura yang sedang serius dalam pekerjaannya.
'Kupikir dia sangat hebat bila dalam masalah praktek, kurasa anko akan terkagum pada sakura bila dia melihat adegan praktek sakura' gumam kakashi sambil memerhatikan sakura dari tempat duduknya.
Sakura pun bergegas memasak dengan secepat mungkin, karna sakura adalah tipe orang yang sangat disiplin dan akan serius bila mengerjakan sebuah praktek. Apalagi memasak, sakura sangat menyukainya.
Waktu demi waktu telah di lewati, juri memberikan waktu selama 30 menit untuk para peserta agar mempersiapkan makanan untuk makan malam di pesta itu bersama pasangan satu meja.
"Waktunya habis, semuanya berhenti.. Bawa makanan yang telah kalian buat menuju meja kalian masing masing dan aku akan meminta bantuan dari para peserta yang duduk di meja sejak tadi untuk menilai masakan nya. Silahkan ambil kertas dan spidol yang telah disediakan di sebelah meja dan gambarlah 3 bintang apabila masakan itu bisa dibilang enak. Dan nanti aku akan mencobanya untuk membuktikannya. Mohon kejujuran dan kerjasamanya" ucap ayame
"Baiklah aku selesai.." ucap sakura sambil mengehembuskan nafas panjang sambil membawa 2 mangkuk miso yang baru di buatnya.
Para peserta lainnya pun juga membawa makanan yang telah dibuat mereka menuju meja masing masing.
Sakura pun menaruh mangkuk makanan nya di mejanya bersama kakashi. Sakura hanya bisa ketakutan, takut hasil masakannya yang tidak begitu mirip seperti yang di kedai kedai karena sakura mempelajari cara memasak miso sejak dia baru memasuki konohasato ini. Tapi tentu saja sakura berharap dengan segala kemampuannya dapat membuat makanan ini terlihat sedikit mirip.
"Maaf membuatmu menunggu.." ucap sakura sambil duduk di bangkunya.
"Tidak masalah" ucap kakashi yang seperti masih sedang sibuk memainkan handphonenya.
"Aku hanya mencoba membuatkan ini, tapi aku kurang yakin ini bisa mirip seperti yang di kedai" ucap sakura sambil mencoba mencicipi masakannya sendiri dan sambil menunggu kakashi untuk mencobanya.
"Hm. Miso?" kakashi pun mematikan handphonenya, dan mencoba untuk fokus ke makanan yang telah ada di depannya, dan kakashi bertanya untuk meyakinkan dirinya.
"I-iya. Masakan ini memang belum terpikirkan olehku, tapi aku hanya menebak nebak rasanya. Kalau tidak suka, aku akan menghabiskannya. Tidak a-apa.." ucap sakura seperti sedang gelisah. Karna sakura memang ingin kakashi mencicipinya, tapi sakura takut bila kakashi menolaknya.
"Boleh juga, aku akan mencobanya.." kakashi pun mencoba untuk mencicipi masakan sakura.
(Dirumah anko)
Anko terlihat gelisah sekali sejak dia memarahi kakashi di ruangannya tadi, anko memang tidak suka bila kakashi memperhatikan sakura. Tetapi dirinya lah yang terlalu egois.
'Apa yang akan kakashi buktikan padaku? Dia saja sudah berkata begitu... Ini semua salahku.. Apa kakashi benar benar benci padaku ya..' gumam anko dalam hati sambil berpikiran lagi untuk menelepon kakashi.
Anko meraih teleponnya dan mencoba menelepon kakashi.
'Tuttt... Tuttt.. Maaf. Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif'
(Terdengar nada tidak tersambung di telinga anko)
Anko mencoba nya menelepon berkali kali, namun hasilnya sama saja.
'Apa kakashi mematikan handphonenya? Atau dia sedang..' pikiran anko mulai menjalar ke mana mana karna kakashi tidak mengangkatnya.
'Bersama sakura, kah?' tanya anko dalam hati.
_oOo_
Anko pun segera berangkat ke rumah kakashi untuk mengeceknya.
Sesampainya dirumah kakashi.
'Terkunci?' tanya anko dalam hati.
Anko pun mulai gelisah dan seperti sedang menduga duga kejadian yang ada di pikirannya.
'Mungkin kakashi sedang merayu sakura'
'Mungkin kakashi sengaja mematikan handphonenya'
'Mungkin kakashi sedang bermesraan dengan sakura'
'Mungkin kakashi sengaja mencari masalah dengannya'
'Mungkin kakashi memilih sakura karna dirinya telah memarahinya'
Dan ternyata semua pikiran yang diduga anko, selalu tentang sakura dan sakura. Tidak pernah sedikitpun memikirkan masalah yang positif. Karna tujuan kakashi saat di ruangannya itu sebenarnya hanya ingin mempertahankan dirinya. Tetapi dirinya malah membentak kakashi dengan perkataan putus miliknya.
Dan anko pun memutuskan untuk pergi ke rumah sakura, berkat berbagai bantuan dari orang orang sekitar yang telah di tanyainya satu persatu.
Sampailah anko dirumah sakura dan anko pun terlihat sedikit terkesan dengan rumah sakura yang begitu mewah dan bersih tertata rapi, tidak seperti rumahnya yang agak tidak rapi dan sedikit berdebu karna dirinya terlalu sibuk keluar rumah.
Anko pun melihat jendela sakura, seperti ada cahaya yang menandakan ada seseorang dirumah. Anko pun mengetuk pintu sakura karna ingin memastikan bahwa itu benar benar sakura dan setelah agak lama, terbukalah pintu rumah sakura. Dilihatnya seorang wanita paruh baya yang terlihat seperti ibunya sakura. Karna wajahnya hampir mirip dengan sakura.
"A.. Apa kau gurunya sakura? Er.. Silakan masuk" ucap ibunya sakura ramah tamah.
"Y-ya begitulah, aku hanya ingin memberikan buku ini pada sakura. Apakah dia dirumah?" tanya anko sambil berpura pura membawa sebuah buku latihan sakura di sekolah.
"Sayangnya dia sedang pergi untuk menghadiri pesta saudara temannya ino" ucap ibu sakura menyesal.
'Sepertinya dugaanku benar' gumam anko dalam hati.
"Apa ibu tau dimana rumah saudara temannya itu?" tanya anko penasaran.
"Sakura tadi berkata padaku kalau rumahnya ada di depan kedai ramen itu" ucap ibu sakura seraya memberi petunjuk.
"Oh. Baiklah. Terimakasih ya. Permisi" anko pun segera bergegas pergi ke tempat tersebut.
Sesampainya di rumah saudara teman sakura. Terlihat begitu ramai sekali dipenuhi orang orang desa.
Saat anko berjalan menelusuri jalan, lalu bertemu genma dan teman lainnya. Salah satu teman yang menyukainya sejak kecil.
"Hai, anko.. Apa kau diundang juga?" tanya genma.
"Eh? Aku.. Aku iya diundang di acara ini" ucap anko sedikit berbohong. Karna takut dicurigai semua orang yang hadir di pesta ini.
"Wah. Bagus kalau begitu. Ayo sini duduklah bersamaku" ucap genma dengan semangat.
"Er.. Baiklah aku duduk disini" ucap anko yang tidak begitu peduli dengan temannya yang satu ini, anko hanya tetap berfokus pada sakura.
Anko pun duduk di bangku bersama genma, lalu anko pun sedikit memulai pembicaraan tetapi mata nya sibuk mencari cari sakura.
"Em.. Apa kabarmu genma?" tanya anko basa basi.
"Kabar baik. Bagaimana denganmu?" tanya genma kembali.
"Kabar baik juga" ucap anko sekilas.
"Apa kau sudah memiliki kekasih?" genma sedikit bertanya tentang anko, karna berharap agar dirinya memiliki kesempatan untuk dekat dengan anko. Teman masa kecilnya.
"Er.. Iya.. Tapi kami sedang dalam hubungan yang kurang baik" ucap anko sedikit malas.
Setelah beberapa lama, anko menemukan kakashi sedang bersama sakura. Lalu anko memutuskan untuk masih melihatnya dari belakang.
Anko melihat sakura sedang asik bicara dengan kakashi.
(Sakura, kakashi PoV)
Ayame pun mengakhiri gamesnya. Dan meminta penilaian oleh peserta satu meja nya.
"Baiklah, silahkan memberikan nilai nya dan aku sebagai jurinya akan menuju meja kalian satu satu" ucap ayame dengan cepat dan segera berjalan menuju meja satu persatu.
Terlihat hayate sedang memberikan sebuah kertas yang berisikan nilai.
Ayame melihat hayate memberikan 3 bintang untuk masakan yugao. Ayame pun mencobanya dan rasanya benar benar mengesankan.
"Wah. Rasanya begitu megesankan. Enak" ucap ayame setelah mencicipinya.
Ayame pun berjalan lagi menuju meja peserta, dan menuju tempat sakura dan kakashi.
Ayame melihat nilai yang diberikan kakashi pada sakura juga bintang 3. Sakura yang terlihat terkejut karna kakashi memberikan bintang 3 pada masakannya ini. Lalu ayame pun mencoba nya.
"Enakkkk.. Luar biasa. Aku belum pernah memasak dengan rasa seperti ini. Aku ingin mencobanya lagi" ucap ayame ketagihan.
"Apa benar begitu, kakashi?" tanya sakura dengan rasa tidak percayanya.
"Kau benar benar koki yang hebat sakura" ucap kakashi terkesan setelah menikmati makanan yang dibuat sakura.
"Benarkah? Terimakasih, kakashi" sakura sangat senang karna latihannya selama ini tidak sia sia.
Setelah semuanya berakhir. Ayame pun memberikan hadiah berupa tiket ramen selama 3 hari kepada juara 3 (jiraiya tsunade), jaket yang sama 2 pasang kepada juara 2 (genma dan yugao), 2 kalung yinyang kepada juara 1 (kakashi sakura)
Terlihat kakashi yang hanya duduk santai seperti tidak terlalu memperdulikan hadiahnya.
Acara pun berakhir dan mereka pun diperbolehkan pulang.
Anko yang terlihat kesal melihat itu, langsung mengejar kakashi dan menariknya.
_T.B.C_
#author: yap. Apa yang akan dilakukan sakura? XD
Selesai juga chapter 2 o ditunggu review nya.
