TITLE: NAMIKAZE GENERATIONS

DISCLAIMER: NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

STORY: © MUGIWARA NO ANDRI

PAIRING: NARUTO-SAKURA

GENRE: ROMANCE/FAMILY

RATE: T

WARNING: TYPO,OOC, Dan kekacauan lainnya.


Chapter sebelumnya:

"Sialan kau, jika terjadi sesuatu pada Sakura-chan akan ku pastikan kau menderita seumur hidup." geram Naruto dalam hati pada si penelpon misterius itu.

"Shizune." panggil Naruto pada sekertarisnya.

"I-iya bos ada apa?" tanya Shizune yang bingung dengan perilaku tuannya ini, tidak seperti biasanya Naruto memanggil bawahannya dengan nada tinggi seperti itu.

"Cepat panggil Choji, suruh dia menemuiku sekarang juga." Balas Naruto masih dengan nada bicara yang tinggi.

"B-baik bos, akan ku panggil sekarang." Jawab Shizune gugup.


Tak lama Naruto menunggu, akhirnya orang yang dimaksud pun tiba. Dengan tubuh yang terbilang cukup besar dari pria normal lainnya, Choji berjalan perlahan kearah Naruto dengan seorang pria berambut hitam disampingnya.

"Ada apa bos memanggilku, dan tak biasanya dengan terburu-buru seperti ini. Apa ada masalah?" Sapa Choji sekaligus menanyakan tugas apakah yang akan diberikan bosnya ini kepadanya. Choji adalah Bodyguard pribadi Naruto, dia merupakan salah satu orang kepercayaan seorang Namikaze Naruto selain sekertarisnya Shizune.

"Hm, begini..." Ucapan Naruto terhenti sejenak, dia agak bingung ketika melihat Choji bersama orang lain karena menurutnya dia hanya memanggil Choji bukan dengan orang lain. "Siapa orang di sampingmu itu?" Tanya Naruto kemudian, dia tak ingin banyak membuang-buang waktu karena yang terpenting baginya sekarang adalah bagaimana caranya membawa kembali Sakura kembali.

"Oh, dia" jawab Choji sambil menoleh pada seorang lelaki yang berada tepat disebelah kirinya.

"Hey, cepat perkenalkan dirimu pada bos besar." Ucap Choji setengah berbisik pada orang disebelahnya itu.

"Nama saya Lee, Rock Lee bos." saya datang kemari karena diajak oleh pak Choji, beliau ingin saya menjadi asistenya.

"Benarkah begitu Choji?" Tanya Naruto pada orang kepercayaan nya.

"Benar bos, saya ingin anda mngijinkan Lee bersama saya. Karena menurut saya hanya Lee yang cocok menjadi asisten saya." Balas Choji dengan kepala yang sedikit ditundukan pertanda ia menghormati Naruto sebagai atasannya. Biar bagaimanapun Choji pernah barhutang budi pada Naruto di masa lalu, jadi mungkin inilah yang harus ia lakukan untuk membalas semua kebaikan Naruto.

"Baiklahn, jika menurutmu itu yang terbaik aku akan menyetujuinya." Balas Naruto dengan anggukan kecil.

Naruto tampak gelisah hari ini, bagaimana tidak wanita yang begitu dicintainya kini tengah dibawa oleh orang tak dikenal. Tak mau membuang waktu lagi Naruto kemudian pergi dari ruang kerjanya dengan diikuti dua bodyguardnya.

"Shizune, kau urus segala hal mengenai perusahaan selama aku tak ada" ucap Naruto pada sekertarisnya tanpa menghentikan langkah kakinya.

"Baik, bos" jawab Shizune sambil mengangguk.

Naruto dan kedua bodyguardnya pun kini pergi menuju ke taman kota dengan sebuah mobil pribadi miliknya. Didalam mobil Naruto tampak gelisah sekali, dia selalu cemas akan keadaan istrinya kini. Naruto tak tahu menahu kenapa tiba-tiba istrinya dibawa oleh orang tak dikenal, sepengetahuannya Sakura tak pernah memiliki musuh bahkan rival sekalipun tidak ada. Kejadian ini benar-benar membuat Naruto menjadi gila, istrinya yang selalu ada di sampingnya, memeluknya, menciumnya, kini tengah berada dalam bahaya begitulah pikirnya. "Ahh, sial kenapa semua ini harus terjadi." Geram Naruto dalam hati sambil memukul-mukul kepalanya yang sedang dibuat pusing dengan kejadian ini.

"Tenang bos, kami pasti akan membawa istri bos kembali." Ucap Choji mencoba menenangkan atasannya ini.

"Hmm." Naruto hanya mendengus kesal, karena ucapan Choji takkan membuatnya tenang sebelum bertemu dengan Sakura.


Satu jam pun berlalu, Naruto dan dua bodyguardnya kini sudah berada di taman kota. Namun ada yang aneh, saat ini taman kota terlihat sangat sepi tak seperti biasanya yang selalu diramaikan oleh para pengunjung taman tersebut. Hanya terdengar suara gemercik air dari sebuah pancuran air yang terdapat di tengah taman.

KRIIING…

KRIIING…

KRIIING…

Ponsel Naruto kembali berbunyi, dengan sigap Naruto segera mengangkatnya "Hallo." Ucap Naruto pada si penelpon.

"Naruto Namikaze, apakah kau sudah tiba di tempat yang kutentukan?" Balas si penelpon dengan nada dingin, mungkin bila anak kecil yang menjawab telpon ini dia pasti akan langsung menangis karena ketakutan. Tapi tidak dengan Namikaze Naruto, pria yang tengah kehilangan istrinya ini malah semakin erat mengepalkan tangannya ingin sekali dia menghajar orang yang telah berani menculik istrinya.

"Ya, aku sudah ada di lokasi." Jawab Naruto tak kalah dingin, bahkan ponsel yang tengah digenggamnya kini mengeluarkan bunyi "Kreek" pertanda semakin kuatnya genggaman Naruto yang penuh dengan emosi itu.

"Bagus, sekarang pergilah ke belakang taman. Jika kau melihat sebuah bangunan bekas gudang segeralah masuk ke dalam." Perintah si penelpon pada Naruto dan langsung menutup sambungan telponnya.

"Choji, Lee cepat ikuti aku." perintah Naruto pada dua bodyguardnya, dan dibalas dengan anggukan kedua orang itu.

"Sialan, akan kubuat kau menyesal." Naruto terus mnegucapkan kata-kata itu sambil sedikit mempercepat langkahnya.

Setelah tiba ditempat tujuan, Naruto sedikit kaget ketika melihat sebuah papan nama di salah satu pintu gerbang gudang tersebut. "UCHIHA" itulah tulisan yang bertengger di sebuah papan nama tersebut. "Hmm." Naruto sedikit tersenyum, akhirnya dia menemukan sedikit petunjuk akan kejadian yang membuatnya hampir gila ini. Tanpa pikir-pikir lagi Naruto segera memasuki area gudang yang diketahui milik Uchiha itu, namun baru beberapa langkah melewati pintu gerbang Naruto dihadang oleh dua orang tak dikenal yang tengah berdiri tegak dihadaapannya.

"Cih, Uchiha sialan." Choji, Lee kalian urus mereka. Tanpa menghentikan langkahnya sedikitpun Naruto menyuruh kedua bodyguardnya untuk mengurus kedua penghalang yang ada dihadapannya itu.

"Baik bos." Jawab Choji dan Lee dengan cepat, tanpa perlu disuruh Naruto lagi mereka berdua langsung menghampiri kedua orang penghalang didepannya.

Baku hantam antar bodyguard pun tak terelakan, mereka saling menyerang satu sama lain. Lee menghajar pria dihadapannya dengan ilmu bela diri yang dikuasainya, sedangkan Choji juga tengah serius menghadapi lawan dihadapannya. Choji menguasai banyak teknik bela diri sehingga kemampuan bertarungnya tak diragukan lagi, dengan alasan inilah Naruto mengangkat Choji menjadi bodyguardnya.

Sementara para bodyguardnya tengah bertarung, Naruto langsung pergi menuju kedalam gudang tersebut. Sesampainya didalam Naruto kembali dibuat terkejut oleh sipenculik, "Sakura!" Teriaknya, Masih tetap dalam keterkejutannya Naruto melihat istrinya kini tengah terkulai lemah dengan beberapa luka sayatan di lengan dan kakinya.

"Namikaze Naruto, akhirnya kau menemukanku. Hebat juga kau bisa melewati orang-orangku." Ucap si pria misterius dibalik bayangan yang seketika itu menutupi wajahnya. Perlahan dia berjalan mendekati Sakura, bayangan yang tadinya menutupi wajah misterius itupun kini menghilang. Dijambaknya rambut pink Sakura yang kini tengah terkulai lemah tanpa perasaan, dan diikuti gerakan tangan pria itu yang menyodorkan sebuah pisau ke leher Sakura.

"Uchiha Sasuke, ternyata kau. Apa yang sebenarnya kau inginkan? Sialan." Teriak Naruto dengan amarah yang kian memuncak, melihat istrinya diperlakukan seperti halnya sebuah boneka yang sudah tak layak dipergunakan dan dipermainkan seperti itu.

"Haha, aku ingin kau menderita Namikaze Naruto. Seperti halnya kau yang telah membuat keluarga Uchiha sepertiku ini kehilangan segalanya karena ulahmu." Balas pria bernama Sasuke itu dengan suara tawa yang cukup keras.

Pria bernama Sasuke itu pun perlahan menyayatkan pisau tajamnya ke leher Sakura, baru sedikit saja leher Sakura tersayat namun darah segar sudah mengalir begitu banyak.

"Haha, dengan melihat istrimu seperti ini aku yakin kau sudah merasakan sakit yang luar biasa Naruto. Dan akan kubuat kau lebih menderita lagi dengan membunuh wanita ini dihadapanmu." Terdengar tawa Sasuke yang semakin keras, seperti orang yang tengah sirasuki setan.

"Cih, sialan kau Uchiha. Beraninya kau melakukan itu pada Sakura." Teriak Naruto yang kini amarahnya telah berada di level tertingginya, dengan segera Naruto mengambil senjata pribadi miliknya yang seharusnya tidak dia gunakan. Namun dengan kondisi seperti, Naruto seperti tak mempunyai pilihan lain selain mengeluarkan kartu ASnya.

DOR...

Bunyi sebuah peluru pistol pun kian menggelegar hampir terdengar hingga keluar ruangan, peluru pistol yang ditembakan Naruto itupun dengan telak mengenai tangan kanan Sasuke yang masih dalam posisi memegang pisau yang disayatkan ke leher Sakura. Seketika itu pun tangan Sasuke terlepas dari pisaunya dan dia sedikt terjengkang kearah belakang hingga kemudian terjatuh. Mengetahui pelurunya tepat mengenai sasaran Naruto langsung berlari ke arah Sasuke dengan cepat dia mengambil sebilah pisau yang digunakan Sasuke untuk melukai Sakura, lalu ditusukannya pisau itu ke perut Sasuke hingga membuat dia semakin tak berdaya. Dengan posisi diatas Sasuke Naruto melepaskan pisau yang tengah digenggamnya kemudian dia menghadiahi Sasuke dengan tinjuan paling kuatnya.

Masih dalam posisi memukuli Sasuke, Naruto tiba-tiba saja tersentak ketika dia mendengar sebuah suara parau memanggilnya. "Naruto!" Suara itu terdengar dari arah belakang Naruto.

"Sakura-chan!" Naruto menoleh ke belakang dengan suara yang sedikit bergetar.

"He-hentikan, Naru." Teriak Sakura kembali.

Naruto segera menghentikan aktifitasnya memukuli Sasuke, dengan segera dia menghampiri istrinya. "Sakura-chan, jangan bicara dulu." Dengan segera Naruto mengangkat Sakura ke dalam pangkuannya dan segera menuju keluar gudang tersebut.

"Sakura-chan, jangan bicara dulu. Aku tak ingin kau merasakan sakit lebih dari ini." Ucap Naruto seraya memperhatikan wajah Sakura dengan miris.

Tangan Sakura mengelus pipi Naruto dengan lembut, "Arigatou Naru." Dan diakhiri dengan menutup matanya.

Naruto kembali dibuat gelisah dengan keadaan Sakura saat ini, dia semakin mempercepat langkahnya menuju keluar gudang itu. Dia ingin langsung membawa Sakura ke Rumah Sakit terdekat agar segera mendapat pertolongan pertama.

Sesampainya di luar Naruto disambut oleh kedua bodyguardnya yang telah menyelesaikan tugasnya, "Bos, kau berhasil." Sambut kedua orangnya itu.

"Sudahlah jangan banyak bicara, segera bereskan orang-orang ini juga pria yang ada didalam."Sahut Naruto yang masih mengkhawatirkan keadaan istrinya. "Dan satu lagi, pastikan si Uchiha Sasuke merasakan penderitaan yang lebih menyakitkan karena telah berani melukai istriku." Ucap Naruto untuk terakhir kalinya.

"Siap bos, serahkan pada kami" Jawab kedua bodyguardnya bersamaan.

Naruto tidak akan segan-segan pada siapapun yang berani mengusik ketentraman keluarganya, terlebih lagi Naruto akan melakukan tindakan apapun untuk membalas perbuatan orang yang telah berani menyakiti anggota keluarganya. Mungkin saat ini Naruto terlihat sangat arogan bahkan sadis, namun jika dilihat dari kejadian sekarang semua itu dilakukannya semata-mata hanya untuk melindungi orang-orang yang disayanginya.

Naruto segera memasuki mobilnya, dia segera mancari Rumah Sakit terdekat untuk merawat Sakura.

TO BE CONTINUED


Yosh! akhirnya fic yang gaje ini bisa di update juga, maaf kalo chapter ini tambah jelek, gaje dan makin acak-acakan.

Sebelumnya makasi buat yang uda review fic yang acakadul ini.

Big Thanks to:

DeathCheater

heryanilinda

Ammai Hardinata

Semoga chapter ini tak mengecewakan.