Mungkin menyukai seseorang bukan ide yang bagus-setidaknya itulah pikiran milik maknae boyband yang sedang naik daun itu.

Van milik BTS berhenti di depan gedung tempat dorm mereka berada pada pukul 10 malam. Udara menusuk khas pertengahan musim dingin menyambut ketujuh namja itu saat pintu van dibuka. Keluhan langsung meluncur dari bibir pucat Suga-ia langsung berlari ke dalam gedung bersama Jimin dan Namjoon,meninggalkan empat orang lainnya di belakang.

"Kau kedinginan,Kookie?" Tanya Seokjin pelan,menatap khawatir maknae yang mulai menggigil itu. Jaketnya terlalu tipis. Dengan bibir membiru Jungkook menggeleng,tersenyum meski tau itu sebuah kebohongan yang terlalu dibuat-buat.

Pandangannya beralih kedepan,dimana Hoseok dengan segera memasukan tangan Taehyung ke saku jaketnya saat angin berhembus. Jungkook kembali tersenyum,kali ini sebuah senyum pahit.

Taehyung meringis saat Hoseok menggenggam tangannya terlalu kuat di dalam saku jaketnya. Namja bermarga Kim itu melemparkan tatapan tajam pada Hoseok,berbicara tanpa suara,'Apa-yang-kau-lakukan-bodoh?!'.

Hoseok tak mengatakan apapun. Ia terus berjalan menuju lift dengan memegang kuat tangan Taehyung. Langkahnya berubah cepat saat menyadari lift sedang terbuka,menarik Taehyung kedalamnya dan meninggalkan Jungkook serta Seokjin di lantai dasar.

"Dasar bodoh!" Umpat Taehyung saat lift bergerak naik. Ia menarik tangannya dari saku jaket Hoseok. Hoseok meringis,sedikit merasa bersalah saat menyadari tangan Taehyung memerah.

"Kalau kau cemburu karna Seokjin begitu memperhatikan Kookie,maka jadikan maknae itu milikmu! Bukannya malah menyeretku seenaknya!"

"Maaf.." ujar Hoseok pelan. "Tapi kau tau kan,aku-"

"Kau takut Jungkook akan berubah jika kalian berpacaran.. Kau takut orang tua Jungkook tak akan merestui.. Kau takut fans akan begini begitu blablabla.. Yang benar saja,Hoseok! Kau beruntung aku berbaik hati membiarkanmu mengaku-ngaku sebagai orang yang menyukaiku! Hell,itu menyebalkan kau tau! Aku dan Jimin hampir tak punya waktu bersama karna kami harus merahasiakan hubungan kami dari yang lain,sehingga Jungkook tak tau!" Omel Taehyung panjang tergagap.

"A-aku.."

"Kau pikir dengan menyakitinya perasaan Jungkook akan menghilang?" Kali ini suara Taehyung melunak. Terbayang olehnya saat tanpa sengaja menemukan Jungkook yang menangis sambil melihat foto-foto pradebutnya dengan Hoseok-saat mereka sangat dekat.

"Kau tau Jungkook itu sensitif,terlalu sensitif kalau boleh ku bilang.. Menyakitinya bukan jalan yang bagus.. Sudah hampir dua bulan sejak kita berpura-pura.."

Lift yang terbuka menghentikan ocehan Taehyung. Ia tersenyum senang saat seorang namja bersandar di dinding dekat lift-menunggunya.

"Jimin~~"

Hoseok tersenyum melihat keduanya. Bagaimana rasanya? Apa akan sangat menyenangkan jika Jungkook memeluk lengannya seperti yang Taehyung lakukan pada Jimin saat ini?Taehyung menoleh kebelakang saat ia dan Jimin berjalan menuju pintu dorm,dengan tangan saling terkait.

"Aku hanya mengingatkan,hyung.. Jangan sampai kau menyesal.."

"Ini.."Jungkook mendongak,menatap Seokjin yang meletakkan secangkir kopi panas dihadapannya. Keduanya kini berada di coffee shop tak jauh dari dorm. Seokjin yang memaksa. Ia berpikir,membawa Jungkook pergi sampai Hoseok dan Taehyung tidur adalah hal terbaik. Dengan begitu Jungkook yang malang tak harus melihat sesuatu yang menyakitkan."Gumawo,hyung.."Seokjin tersenyum,lalu duduk di depan Jungkook,dengan sebuah meja yang membatasi keduanya. "Sama-sama,maknae.. Lagipula ini hanya sebuah ko-""Bukan itu.." potong Jungkook. "Tapi terima kasih untuk semuanya.."Seokjin kembali tersenyum. Baru saja ia hendak menjawab,Jungkook kembali berbicara. "Hyung.. Lupakan aku.." tak mengeluarkan sepatah kata lagi. Seokjin terlalu kaget."Apa?"Setelah lima menit,hanya itu yang bisa tersenyum sedih. Tangannya menggenggam cangkir di hadapannya. "Rasanya menyakitkan menyukai orang yang menyukai orang lain.. Karna itulah,lupakan aku,hyung.."Butuh dua menit sebelum Seokjin menjawab. Dan Jungkook bersumpah,ia melihat mata Seokjin berkilat marah.

"Seharusnya kau yang melupakan Hoseok,Jungkook-ah.."