Super Junior's Sungmin pairings Oneshot/drabbles

Chapter 1

Author : StellaSJ

Pair : HeeMin

Rate : T

Genre : Angst,Romance,Friendship

Warning(s): BoyXBoy, OOC, Typo(s)


"Oppa, jaga kesehatanmu", sesosok yeojya berambut panjang, berkulit putih dan tinggi menghampiri Kim Heechul.

Heechul menyentuh pipinya sebentar dan tersenyum, walaupun matanya terlihat lelah dan sedih, tapi ia usahakan untuk memberi kesan bahwa dia kuat . "Sudah pasti SulliSulli dongsaeng-ku yang cantik, jangan menangis ya", Heechul mengelap air mata di pipi Sulli yang sedari tadi jatuh. "Oppa pergi dulu", akhirnya ia melambaikan tangannya pada Sulli.

Heechul melewati koridor backstage dimana setiap orang yang dia lewati selalu memberi kata-kata selamat jalan atau sekedar 'berjuang!'. Heechul membalas ke-peduli-an mereka satu-satu, ia sadar, banyak orang yang selalu mendukungnya, yang selalu menjadi penyemangat hatinya dan dengan melihat wajah mereka saja sudah seperti vitamin baginya, seperti seorang namja yang yang sedang duduk memunggunginya sekarang ini di ruang ganti Super Junior.

Heechul menepuk pundak namja itu. Tapi namja itu sepertinya tidak berniat untuk menolehkan ataupun mendongakkan wajahnya. Heechul menghela nafas, "Kau baik-baik saja?"

Ada jeda lama setelah Heechul bertanya, si namja tadi belum juga bersuara.

"Apa maksud hyung?", akhirnya untuk waktu yang cukup lama, namja yang berarti adalah dongsaeng Heechul itu memecah keheningan.

"Semua orang membicarakanmu, untuk kesekian kalinya", Heechul menatap mata dongsaengnya itu di cermin. "Sungmin-ah"

Sungmin menarik nafas panjang, matanya masih menatap lurus datar ke arah pantulan dirinya sendiri di cermin.

"Kau tahu, orang-orang itu lucu sekali, mereka bilang kau tidak punya hati karena tidak menunjukkan ekspresi sedihmu di panggung tadi", Heechul berusaha tertawa. "Mereka bilang kau tidak pernah menangis"

Heechul membelai rambut Sungmin lembut, "Padahal mereka saja yang tidak tahu,ya kan, bunny?"

"Berhenti memanggilku seperti itu"

Heechul mengangkat dagu Sungmin hingga sekarang wajah mereka berhadapan. Heechul di atas sedangkan Sungmin masih duduk.

"Dan jangan menatapku seperti itu", Sungmin berkata pelan.

"Kenapa?"

…..

"Katakan kenapa Lee Sungmin?"

"Karena itu membuatku…"

Heechul melihat butiran bening di pelupuk mata Sungmin, tertahan disitu. Sinar lampu di meja rias membuat mata rubahnya semakin berkilau. Heechul memeluknya dari atas, ia benamkan wajahnya di leher Sungmin

"Menangislah, menangislah seperti yang biasa kau lakukan saat orang lain tak ada", Heechul mengeratkan pelukannya.

Sungmin dapat merasakan nafas hangat Heechul menyentuh tiap pori kulit lehernya.

"Aku…tidak akan….menangis…", Sungmin menelan ludah dan suaranya bergetar.

"Menangislah seperti saat dua hari yang lalu di kamarku, menangislah hingga kau lupa tertidur masih menggunakan make up"

"Tidak"

"Menangislah seperti setiap saat kau mengirim pesan padaku menyuruhku jangan pergi"

"Berhenti hyung…"

"Menangislah dan aku akan memelukmu hingga waktunya aku tidak bisa lagi memelukmu"

"Cukup hyung!", untuk terakhir kalinya akhirnya tangis Sungmin pecah. Ia memukul-mukul dada Heechul. "Kau bodoh hyung, kau bodoh!"

Heechul tersenyum, akhirnya Sungmin melepaskan semua topeng ketegarannya sejak tadi. Ia mengelus kepala Sungmin. "Aku memang bodoh, kau boleh menangis sepuasnya"

Disitulah, Sungmin menangis sekeras-kerasnya. Ia tidak pernah memperlihatkannya pada siapapun, kecuali pada hyung kesayangannya, Kim Heechul.

"Setelah ini jangan lupa bersihkan make up mu, atau kau akan mendapat bengkak seperti itu lagi di matamu", Heechul terkekeh geli.

Sungmin mengerucutkan bibirnya dan menggumamkan sesuatu, seperti kesal.

"Selama aku disana aku tidak ingin mendengar kabar kau menangis lagi"

"Hyung…"

"Hn?"

"Tidak bisakah kau…tidak pergi?", Sungmin menarik ujung baju Heechul. Seperti anak kecil yang mencegah teman sepermainannya agar tidak pulang. Ia menunduk, mengelap sisa-sisa air matanya.

Heechul tersenyum kecil, sekali lagi ia mengusap kepala Sungmin. "Hyung hanya pergi sebentar"

"Lalu siapa yang akan mengucapkan 'good morning bunny' setiap harinya kepadaku? Siapa yang akan mendatangiku ketika aku ada masalah?"

"Hyung hanya pergi sebentar Min…"

"Siapa yang akan tertawa dan memberikanku baju-baju kelinci pink dan memaksaku untuk memakainya?"

"Min…"

"Aku tidak akan bisa mendengar suaramu lagi hyung"

"Aku hanya pergi sebentar Min, hyung tidak mati, kenapa kau harus sedih?"

"Aku membencimu Hyung"

Heechul memeluk Sungmin yang mulai mengeluarkan air matanya lagi. "Hyung juga mencintaimu"

"Aku membencimu Kim Heechul"

"Sssh…aku mencintaimu juga Lee Sungmin"

Dan disitulah Sungmin menangis kembali dalam pelukan Heechul, mengeluarkan semuanya hingga tetes terakhir setelah selama ini ia pendam sendiri. Hanya Heechul lah yang bisa membuatnya mengeluarkan air matanya.

Terdengar pintu ruang ganti terbuka, "Heechul waktunya kita..", sang leader terhenti saat melihat Sungmin tertidur di pelukan Heechul.

"Sst, dia tertidur. Kita langsung pulang saja ke dorm", Heechul menempelkan jari telunjuknya di bibirnya, tanda menyuruh diam.

Leeteuk mengangguk.

Heechul menggendong Sungmin dengan bridal style ke dalam mobil.

Setelah sampai Dorm, ia menggendong Sungmin ke kamarnya. Menyelimuti setengah badan dengan selimut pink-nya.

Heechul mengusap pipi Sungmin lembut. "Kau tahu hyung akan selalu ada di sampingmu. Jangan menangis lagi selama hyung tidak ada ya. Kau hanya boleh menangis didepanku"

Sungmin menggerakkan sedikit badannya, tapi tetap tidak terbangun. Heechul bernafas lega.

"Dua tahun adalah waktu yang sebentar, itu tidak akan terasa, kau tahu juga kan?"

"Suatu saat nanti kau juga akan pergi selama 2 tahun. Apa kau tega hyung-mu ini juga akan menangis seperti sekarang?"

Heechul tersenyum miris, "Saat kau sedih, pejamkan matamu, bayangkan aku ada di sampingmu. Di sana aku akan merasakannya, aku akan mengirim malaikatku kepadamu"

"Sampai jumpa 2 tahun lagi dan aku akan menjadi hyung yang lebih tampan untukmu"

Heechul mengecup dahi Sungmin lembut, "Hyung menyayangimu, bunny"

Tanpa Heechul sadari, air mata Sungmin menetes satu di pipinya.

'Aku juga menyayangimu hyung'


Aaaaaah Stella jadi mewek nahan nangis sendiri nih . Cuma pendek sih, tapi emang sengaja dibikin pendek ,namanya juga oneshot/drabbles ,hehe ^^

Sebenernya chapter pertama mau TeukMin (urut sama umur) , tapi berhubung sekarang suasananya lagi HeeMin , jadi dibikin HeeMin deh.

Chapter selanjutnya rencananya sih TeukMin, wait for it ya :D !

REVIEW PLEASE GOMAWOYOOOO~