NaughtyAuthor-Shokun present~
Fictogemino (FG) atau double-fiction, disebut juga fiksi kembar, adalah sebuah tulisan fiksi yang apabila dibaca dari awal hingga akhir maupun dari akhir hingga awal, akan membentuk dua cerita yang sama-sama bisa dinikmati pembaca. –Psychochiatrist. Definition by Zen.
FictoGemino Collections
My 2nd story
.::Hello, Good Bye::.
Disclamer: Masashi Kishimoto
Cast: Hinata x Terserah anda membayangkan siapa
Story: N.A-Shokun
WARNING: AU, TYPO, BORING, NGGAK NYAMBUNG, ANEH, DLL
DON'T LIKE DON'T READ!
.
.
.
Tersenyum lemah, aku mengangguk membalas tatapan penuh damba sarat akan kesedihan yang terukir diwajahnya.
"Halo." Sapaan yang kudengar membuatku mengerjapkan mataku lemah memperhatikan siluet tubuh seseorang yang kukenal didepanku, masih mengenggam tanganku yang pucat dan kurus dengan tangannya yang besar. Pria itu terlihat seperti menahan tangis di raut mukanya yang terlihat lelah.
Yang kuketahui setelah itu, seberkas sinar putih memenuhi indra penglihatanku, mau tak mau kedua kelopak mataku terpejam. Sadar atau tidak aku tahu cepat atau lambat ini semua akan terjadi. Aku tidak bisa berlama-lama disini. Kalau begini terus aku hanya akan menyusahkan orang lain. Aku harus memilih duniaku, bukan terombang-ambing ditengah ketidakpastian antara hidup dan mati seperti ini.
Terdampar ditempat yang hampa dan sunyi membuatku mau tidak mau berjalan tanpa arah didorong oleh rasa ingin tahu. Cahaya putih yang meng-awang menarik perhatianku. Destinasiku cuma satu, cahaya putih berpendar diujung sana karena hanya itulah yang terlihat berbeda diantara yang sama. Cahaya putih itu memudar membentuk siluet tubuh didepanku.
"Waktumu." Gadis kecil itu menunjukku; gadis yang serupa denganku, memakai baju putih yang terlihat longgar dibadannya. Berjalan diatas setapak lantai kasat mata yang tercipta diatas air yang kupijak, membuat permukaannya beriak menciptakan gelombang yang tidak mengizinkan kaki kecil itu kedinginan karena bersentuhan dengan zat cair itu.
"Sudah habis." Bergumam sambil menundukan kepalanya memlintir kain bajunya hingga kusut. Menisbikan jarak yang terhampar. Anak itu beringsut kearahku dan mengenggam tanganku. "Bye."
L agi, aku terdampar ditempat yang sama sekali tak kukenal. Mencari jalan keluar? Aku pikir percuma karena kegelapan ini seperti sudah menelanku. Dan sekali lagi aku menatap paras serupa yang berdiri menerawang dihadapanku.
Selanjutkan yang masih bisa kudengar hanyalah teriakan suara paraunya memanggilku dari kejauhan sebelum akhirnya ditelan kegelapan abadi yang mengambil alih kesadaranku.
Maafkan aku.
Aku pergi.
Aku pergi.
.
.
.
Salah satu fictogemino absurd lagi dari saya. Jadi begini kalau dibaca dari atas ke bawah ceritanya Hinata akhirnya meninggal. Tapi kalau dibaca dari bawah keatas Hinatanya sadar dari komanya. Yah, maunya sih begitu tapi nggak tahu kenapa absurd dan kayaknya cuma bisa dimengerti oleh penulisnya sendiri ;;w;; #dor
With Love,
Shokun
