Inilah ceritaku selanjutnya. Kependekkan ya? Saya masih newbie dan masih belum sempat memperpanjang ceritanya.
Trima kasih sudah membaca sampai fict kali ini.. :)
Minggu pagi, masing-masing anggota BUILGEX bersiap-siap untuk membasmi semua ladang jagung itu. Mereka mengambil semua barang yang akan mereka gunakan dan memasukkannya kedalam tas.
Ketika hari mulai sore, tepatnya pukul 05.00, mereka baru menjalankan misi mereka. Namun sebelumnya, mereka tidak lupa meminta ijin kepada orang tuanya. Orang tuanya mengijinkan mereka. Akhirnya mereka berkumpul didepan pagar ladang jagung tersebut. Saat teman-teman mereka sudah berkumpul semua, barulah mereka masuk keladang milik Reina.
Tujuan mereka adalah mereka ingin memastikan sekaligus membasmi semua hantu disana, agar tidak menggangu warga. Dan juga karena mereka tidak ingin ada berita tentang kematian manusia yang meninggal karena hantu Reina. Kedatangan mereka diketahui oleh – tiba didepan mereka ada yang sedang berlari menuju arah mereka.
Spontan mereka adalah yang berlari cepat itu hantu Reina, tanpa berpikir panjang mereka langsung berlari. Reina segera mengejar. Mereka bingung karena mereka tidak tahu mereka harus berlari ke arah mana.
Akhirnya mereka memutuskan berpencar, Len dan Miku berlari ke arah rumah yang berada didepannya, sedangkan Rin, Meiko dan Kaito berlari menuju gubuk kecil yang berada ditengah ladang. Karena Reina bingung akhirnya dia berlari menuju Len dan Miku.
"Len.. hantu Reina mengejar kita…" teriak Miku sambil berlari.
"Iya, Ayo… kita harus cepat masuk ke rumah itu.." teriak Len.
Akhirnya mereka sampai di rumah yang sedang mengejar mereka kebingungan karena Len, dan Miku telah menghilang dari hadapannya.
"Len..bagaimana cara kita masuk, karena pintunya terkunci" Tanya Miku.
"Ah…Dari pada kelamaan, kita dobrak saja." Ujar Len.
"Oke!" Ujar Miku dengan semangat.
Setelah beberapa menit pintu itu masih belum Reina masih mencari.
"Bagaimana ini Len?pintunya masih belum kebuka.." Ujar Miku dengan khawatir.
"Aku juga tidak tahu.." Ujar Len.
"Hey itu..ada kawat..coba kita buka dengan itu.." Ujar Miku sambil mengambil kawat yang ada di depan Miku.
Akhirnya pintu itu terbuka juga dan Reina semakin mendekat.
"Eh… itu kan hiasan rambut Reina berarti Reina sudah ada di dekat kita… Len perasaanku tidak enak.." Ujar Miku.
"Iya nih.. Perasaanku juga tidak enak.." Ujar Len.
Lalu mereka menoleh ke belakang secara serempak.
"KYAAA! La-LARIII!" mereka langsung berlari masuk kerumah itu dan menutup pintunya. Mereka langsung berlari mencari tempat persembunyian yang tidak dapat ditemukan oleh Reina.
Sedangkan Reina yang mencari mereka menemukan ikat rambut milik Len.
"Berarti anak ingusan itu berada di dalam rumah ini..Hahahahahaha…" Ujarnya sambil tertawa licik.
"Miku.. kamu lihat ikatan rambut ku tidak?" Tanya Len.
"Lho? rambut mu jadi di gerai? "
"Iya sepertinya ikatan rambutku lepas waktu didepan rumah itu.."
" Ya sudahlah kita ambil nanti saja.. "
Len dan Miku yang sedang mencari tempat persembunyian itu akhirnya menemukan satu tempat yang sangat aman. Akhirnya mereka masuk ke tempat itu dan mengumpat segera masuk ke rumah itu dan mencari.
"Huh.. Akhirnya kita bisa bebas dari Reina.. tapi kita harus menolong Len dan Miku.. Mereka pasti dalam bahaya.. " Ujar Rin.
"Iya! Ayo, cepat kita susul mereka!" Seru Kaito.
Rin, Meiko dan Kaito berlari menuju tempat persembunyian Len dan Miku tadi. Ketika tiba didepan rumah itu mereka melihat ada ikatan rambut yang biasa di pakai Len.
"Hey! Ini ikatan rambut Len bukan?" Tanya Meiko.
"Iya! Berarti Len dan Miku sudah ada di dalam sana!" Ujar Kaito.
"Ayo, kita masuk!" ajak Rin tanpa pikir panjang.
Mereka langsung berlari masuk.
Len : Apa yang terjadi selanjutnya ya?
Rin : Hm.. Ah.. aku tahu! Selanjutnya..
Si-chan : Hei, jangan membuka rahasia! *Baiklah sebelum Rin memberi tahu, langsung kututup saja! Ikuti cerita selanjutnya ya! :3
Arigato! ^^
Reviewnya ya nyan... XD
