KEPUTUSAN NAMI
Disclaimer : Eiichiro Oda, fic ini tetep punya saya.. dan beberapa chara ngambil dari bleach, dan petinju indonesia. kalo pemimpin bajak laut X sih karangan (OC) saya sendiri.
Summary : luffy dan kawan-kawan bertemu dengan bajak laut X, yang ternyata bajak laut yang sama yang menyerang rumbar pirates. Luffy terluka parah, Zoro tak bisa berbuat apa-apa. Nami memutuskan untuk menjadi anggota bajak laut topi jerami lagi.
Warning : akan banyak muncul pasangan disini… seperti ZoRo, SaMa, AceHan, ViKo, LuNa. Fic ini mungkin lebih hancur dari chapter sebelumnya. Maaf buat reviewer yang kecewa.
Deskripsi : sekedar info aja, bajak laut X ini adalah bajak laut yang menyerang rumbar pirates
(anggap aja gitu). Yang dipimpin oleh Arashi Tenki yang mempunyai kekuatan mengendalikan cuaca sesuai suasana hatinya. Dia juga merupakan pemakan buah iblis kaze kaze yang berarti angin (maaf ya, gw gak tau bahasa jepang jadi liat di google dulu dan maaf juga kalo sedikit ngasal), dia hanya memiliki 3 orang pengikutnya yaitu Zaraki Kenpachi, Chris John, dan Kurosaki Ichigo.
XxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxX
Thousand sunny pun kembali berlayar menyusuri lautan, perlu diketahui hampir dua per tiga bagian di bumi ini adalah lautan. Makanya jangan heran kalo bajak laut yang satu ini lebih suka tinggal di laut daripada tinggal di darat yang membosankan. Luffy sang kapten seperti biasa duduk di singgasananya, ya dimana lagi kalo bukan di atas kepala sunny. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh kapten bodoh ini. Daritadi kerjaannya hanya senyum-senyum gak jelas kayak orang gila sambil sesekali tertawa terpingkal-pingkal.
"Sanji, apa sih yang kau masak tadi pagi?" Tanya Zoro masang tampang curiga.
"Aku gak masak apa-apa kok, kan tadi kita makan buburnya Robin. Kau ini, kayak ngga tahu Luffy aja. Dia kan emang seperti itu." Jawab Sanji sok tahu, tapi ada benernya juga ya.. kalo dipikir-pikir Luffy kan emang gitu. Author dikasi gomu-gomu no pistol sama Luffy sampe babak belur.
"Luffy, apa sih yang bikin kau tertawa?" Tanya Chopper polos.
"itu." Jawab Luffy pendek sambil menunjuk ke arah kawanan ikan lumba-lumba kecil yang saling berlomba siapa yang paling cepat. Saking cepatnya kedua lumba-lumba itu malah sering tabrakan membuat mereka muter-muter gak jelas. Chopper yang melihat kejadian itu ikut-ikutan ketawa ngakak sampe keduanya jatuh ke laut.
"HUAAA,,, TOLONG KAMI!!" seru Luffy dan Chopper berbarengan.
Dengan sigap Robin langsung membentuk tangan-tangannya menjadi jaring dan mengangkatnya ke dalam kapal. Kru yang melihat mereka hanya bisa sweat drop saja. Dasar mereka itu, untung saja ngga ada Nami. Kalo ngga, mereka bisa di marahin abis-abisan.
"BAKA!!" celetuk Sanji, Zoro, dan Ace berbarengan. Ace tahu kalau adiknya itu bodoh, tapi dia tidak nyangka aja kalo dia bisa sebodoh itu.
Hancock langsung menghampiri Luffy yang masih shock.
"Luffy-san, kau tidak apa-apa kan?" Tanya Hancock khawatir, Luffy masih shock karna kejadian tadi.
"Ngga pa-pa kok. Tenang ," jawab Luffy sambil berdiri, ekspresinya langsung berubah dari ketakutan jadi seperti biasanya. Luffy yang bodoh dan ceria.
"Syukurlah, chopper, kau bagaimana?" Hancock bertanya pada Chopper yang masih terlihat shock.
"Ng, ngga pa-pa kok. Lihat aku tidak pa-pa kan." Jawab Chopper yang merubah ekspresinya sama seperti Luffy.
Mereka hanya geleng-geleng aja, lalu mengangkat telunjuknya dan menggoyangkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Ternyata Brook sedang menyalakan mp3 the best disco for pirates. Mereka segera menghentikan kegiatan mereka itu dan menatap Brook dengan pandangan kok bisa sih. Brook yang masih break dance tidak mempedulikan tatapan temannya.
Santouryuu…… zoro menebaskan pedangnya membuat Brook hampir terpotong-potong.
"Yohohoho,, zoro-san, kau tidak bermaksud untuk membunuhku kan?" Tanya Brook dengan menekankan kata kan.
Zoro langsung kembali ke gym, hendak latihan lagi tapi dihentikan oleh Usopp dan Sanji. Zoro mengerti dengan tatapan kedua nakamanya itu, dia pun kembali ke menara pengintai untuk melihat apa ada angkatan laut ato bajak laut lainnya yang bisa menyerang mereka.
Suasana kembali normal. Kini Luffy, Chopper, dan Usopp memancing ikan untuk makan mereka. Saat ini perolehan sementara,
Luffy
Kepiting 3 ekor
Cumi-cumi 5 ekor
Ubur-ubur 10 ekor (udah di ambil jellynya sama Sanji)
Ikan bandeng dan ikan tongkol 15 ekor
Chopper
Kerang 13 ekor
Tiram 7 (sudah dibikin saus oleh Sanji)
Seafood lainnya 15 ekor
Usopp
Ikan bandeng 13 ekor
Gurita 1 ekor
Ikan salmon 5 ekor
Seafood lainnya 3 ekor
Beberapa jam kemudian….
Luffy menguap lalu disusul oleh chopper dan yang terakhir oleh usopp. Mereka bertiga pun memutuskan menyudahi acara memancing mereka hari itu, karna tangkapan mereka tidak bertambah seekorpun. Tangkapan mereka segera di masukkan ke dalam akuarium besar yang terletak di ruang santai di kapal itu.
"Oi, Sanji, kami mau tidur dulu ya. Aku sangat lelah sekali, nanti kalau makan siang sudah jadi. Beritahu kami ya." Ujar Luffy sambil menguap sekali lagi, Luffy pun kembali ke kamarnya yang diikuti oleh Usopp dan Chopper. Sanji sih biasa aja melihat kelakuan teman-temannya itu maklum udah biasa.
--nnxxXXxxnn--
Makan malam pun telah jadi, Sanji lupa untuk membangunkan ketiga temannya yang masih tidur nyenyak di kamarnya.
"Astaganaga, aku lupa!!"
Sanji langsung berlari ke kamarnya dan menemukan kamarnya itu sudah banjir iler. Sanji yang sempat terpaku melihat pemandangan itu langsung tersadar dan segera membangunkan mereka.
"BANGUN!!" teriak Sanji. Sebenarnya dia merasa bersalah karena dia lupa membangunkan ketiga temannya itu saat makan siang tadi.
KRUYUKKK… KRONYONGGG… GRUKUKUKUKKK.. GUKURUYUKKK..
"Sanji, aku lapar. Ei,, oii,, eits.. tunggu kenapa gelap sekali? Sanji mendung ya?" Tanya Luffy belum sepenuhnya bangun dari alam mimpi. Usopp dan Chopper juga masi tiduran di kasur sambil mengucek matanya.
"Ini kan sudah malam, makanya hari sudah mulai gelap. Aku ingin memberitahukan kalian makan malam sudah jadi." Jawab Sanji santai.
"SUDAH MALAM!!"
"Woi, Sanji. Kenapa kau tidak bangunin kami siang tadi?" Tanya Usopp mengikuti Sanji ke meja makan.
"Maaf, aku lupa." Jawab Sanji sambil merapatkan kedua telapak tangannya dan masang muka bersalah.
Luffy, Usopp, dan Chopper hanya manggut-manggut aja mendengar jawaban Sanji, saat kesadaran mereka telah pulih. Merekapun menyadari bahwa perut mereka bunyi melulu, bahkan penyakit maag Usopp jadi kambuh karena telat makan. Mereka menyalahkan Sanji yang lupa membangunkan mereka saat makan siang tadi. Sanji yang merasa bersalah pun berjanji untuk menambah porsi makan malam ketiganya.
.::NN::.
Makan malam kali ini berlangsung tenang tanpa tangan panjang Luffy yang selalu mencuri makan malam semua orang di meja makan itu. Sempat terpikir oleh kru kapal apakah ini gara-gara Nami tak ada? Tapi langsung ditepis begitu saja saat Luffy kembali mencuri jatah teman-temannya itu.
"Luffy, porsi makan malammu kan sudah dilebihkan. Kenapa masih mengambil jatah makan kami?" protes Ace yang masih belum terbiasa dengan panjang tangan Luffy. Maklum aja, Ace kan sudah berpisah dengan Luffy saat Luffy masih kecil. Makanya Ace sudah lupa dengan kebiasaan buruk adiknya yang bodoh itu.
"Sudahlah Ace-san, Luffy emang seperti itu. Justru kami jadi khawatir kalo tiba-tiba dia berubah." Sanji mencoba menenangkan Ace, "Nih," lanjut Sanji sambil memberikan makan malam tambahan buat Ace.
Makan malampun berlangsung cukup sengit, terjadi perlawanan dari setiap kru mugiwara, hingga Luffy menyerah untuk membobol pertahanan teman-temannya. Luffy pergi ke dapur untuk mencari beberapa cemilan tapi tidak ketemu. Akhirnya dia memutuskan untuk ke kedai takoyaki milik Hachi.
"Hachi, tolong buatkan aku 100 takoyaki ya." Pesan Luffy sambil dudul di kedai itu.
"Apa kau ingin minumnya juga Luffy? aku menyediakan Lemon Squash dengan eskrim di atasnya. Ada menu baru lagi yaitu steak ikan dan lemper." Tanya Hachi memberikan daftar menu pada Luffy.
"Wah, boleh nih. Aku pesan lemper 15 dan steak ikan 1 lalu minumnya juga 1." Jawab Luffy semangat.
"Luffy, apa Sanji tidak tersinggung bila kau sering makan di tempatku?" Tanya Hachi lagi.
"Aku tidak tahu. Mungkin dia tersinggung, tapi aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya ingin makan disini saja. Karna persediaan makanan kami bisa habis gara-gara aku." Jawab Luffy tulus.
"Aku tidak tersinggung kok." Jawab Sanji yang tiba-tiba saja sudah ada disamping Luffy.
"Sanji, sejak kapan kau kesini?" Tanya Luffy setengah berteriak.
"Baru saja." Jawab Sanji enteng.
Mereka berduapun melanjutkan makan malam di kedai takoyaki milik Hachi. Makanan buatan Hachi emang lezat sekali, tidak beda jauh dengan Sanji. Benar-benar top markotop. Mak nyuss, kalo kata om bondan. Sanji saja mengakui kelezatan itu. Tahu tidak, ternyata Hachi sangat pandai membuat masakan khas Indonesia loh.
"Hachi, darimana kau belajar memasak semua ini, aku saja tak pernah diajarkan membuat makanan seperti ini di Barati?" Tanya Sanji yang masih asyik menikmati steak ikan buatan Hachi dan lemon squashnya.
"Dari wisata kulinernya pak Bondan, dan selera nusantara. Aku juga memakai kecap manis ini." Jawab Hachi sambil menunjukkan kecap manis merek tiga alphabet pertama dan menyerahkan buku masakan khas Indonesia ke Sanji.
Sanji pun permisi ke thousand sunny dengan membawa benda-benda yang baru saja diberikan Hachi. Luffy sudah duluan ke Thousand Sunny karena dia hampir saja memuntahkan semua makanannya. Perutnya sudah hampir meledak karna makanan yang dia makan. Kini Chopper sudah memberikan obat maag untuk Luffy. Sementara itu Sanji sedang sibuk di dapur, entah apa yang sedang dia masak.
"hmm,, baik aku akan mencoba membuat ini. Coba kulihat bahannya apa saja.. hmm, tepung terigu, tepung kanji, gula merah, cuka 2,5%, ikan tenggiri, kol, wortel, tahu, toge, bihun, kulit lumpia.." Sanji menyiapkan bahan-bahan itu di dapur. Ternyata Sanji ingin membuat mpek-mpek, bakwan/bala-bala, tahu goreng isi, kroket, sambel terasi, dan kuahnya dan bikin es kelapa muda.
Sejam kemudian…
"Hmm, harum apa nih. Alis keriting itu bikin apa sih." Gumam Zoro.
Semua kru kapal kembali ke meja makan karena mencium aroma masakan yang sangat berbeda dari biasanya. Sanji sudah selesai menghidangkan masakannya. 'kali ini aku pasti berhasil' pikir Sanji pada dirinya sendiri.
"Sanji, kau memang koki yang berbakat." Puji Chopper.
"Tumben banget kau masak masakan seperti ini." Ucap Zoro dengan maksud memuji Sanji.
"Iya, tadi aku abis makan steak ikan buatan Hachi. Lalu aku praktekkan saja masakan dari buku resep Hachi." jawab Sanji bangga.
"Ohh, rupanya kau sudah kehabisan ide ya untuk memasak." Cibir Zorosebenernya gak bermaksud gitu.
"Cih, kau mau makan atau tidak?!!" seru Sanji yang mulai habis kesabaran karena ulah Zoro.
"Sudahlah, kalian berdua. Coba nona navigator ada disini, makanan ini benar-benar enak sekali. Bila dia ada disini pasti menyukai makanan ini." Franky mencoba menenangkan Sanji dan Zoro tapi malah membuat merekasedih karena teringat dengan Nami.
"Nami, sedang apa ya disana?" celetuk Chopper.
Luffy yang sudah selesai makan segera permisi ke kamar. Dia sangat sedih karena mengingat Nami.
BROTTT,, BRETTT,, TUT,,BREBETT..
"Sanji, bau apa ini, kau masak apa sih kok bau sekali?" Tanya Brook tentu saja dengan embel-embel, "meski aku tidak punya hidung,,yohohoho,,"
"APA MAKSUDMU, KALAU TIDAK SUKA MASAKANKU. BILANG SAJA!!"teriak Sanji dengan emosi meledak-meledak. Terang aja Sanji emosi, udah semangat masak menu baru sampe alisnya kebakar dan telapak tangannya melepuh gara-gara dia ngangkat Teflon panas tanpa alas malah di hina seperti itu.
"Bau banget, aku tak tahan. Huekk,, huekk." Ucap Zoro sampe memuntahkan makanan yang dia makan.
"Kau,, cih, kenapa kau memutahkan masakanku begitu saja!!" teriak Sanji pada Zoro yang masih muntah-muntah.
Sanji dan Zoro pun kembali berkelahi dengan tenaga yang masih tersisa. Zoro yang emang udah lemes karena muntah-muntah terus, menyerah dan meminta maaf pada Sanji.
"Alis keriting, sok bule, bukan masakanmu yang bau!!" seru Zoro masih lemes.
"LUFFY!!!!" seru Ace baru sadar kalau bau tak sedap itu berasal dari Luffy.
Luffy langsung ngacir ke kamarnya, matikan lampu, sembunyi di balik selimut. Bersiap memproduksi karikatur pulau-pulau untuk dipajang di taman mini Indonesia. Zoro langsung minum obat maag, Sanji masih emosi berat, dan yang lainnya tetep makan masakan Sanji.
..::ZZZ::..
Pagi ini adalah pagi yang paling cerah selama perjalanan mereka ke Alabasta. Luffy dan kawan-kawan memutuskan untuk mengunjungi sahabat lama mereka, Vivi. Seminggu yang lalu, mereka mendapatkan undangan pernikahan antara Vivi dan Koza.
Flashback
Seminggu yang lalu…
Ada seekor burung albatross yang mendatangi Luffy sang kapten bajak laut topi jerami, pada leher burung itu terdapat gulungan kertas yang terikat rapih. Luffy mengambil gulungan kertas itu dan mulai membacanya. Burung albatross itupun segera pergi saat tujuannya tercapai. Luffy merasakan rasa sakit pada hatinya saat mengetahui berita Vivi akan menikah dengan Koza. Baginya Vivi pernah menjadi bagian dalam hidup dan hatinya.
Luffy memutuskan untuk tidak memberitahukan dulu pada teman-temannya tentang berita pernikahan Vivi. Luffy pun duduk di atas kepala thousand sunny memikirkan perasaannya sendiri. dia menjadi ragu pada perasaannya sendiri, apa yang dia rasakan sebenarnya pada Nami. Cinta pada seorang wanita atau sahabat. Hancock mulai khawatir dengan sikap Luffy yang berubah saat dia didatangi burung albatross. Hancock pun memutuskan untuk mendekati Luffy.
"Luffy, ada apa?" Tanya Hancock berusaha untuk menyembunyikan deguban jantungnya yang semakin kencang.
"Ah,, A,, ng,, tak , tak ada kok. Sungguh tak ada apa-apa. Terimakasih Hancock, kau sudah mengkhawatirkanku." Jawab Luffy sedikit kaget mendengar pertanyaan Hancock tapi akhirnya bisa tenang.
"Syukurlah. Aku pikir kau ada masalah, kalau begitu aku ke kamar dulu ya." Ucap Hancock.
"Hancock," panggil Luffy.
"Ya, kenapa Luffy?" sahut Hancock yang sengaja dilembut-lembutin ngomongnya.
"Aku lapar. Kita makan yuk." Ucap Luffy ngeloyor pergi meninggalkan Hancock yang berdiri mematung.
Gubrakk
Hancock pun tersenyum, dan mengikuti Luffy menuju ruang makan.
:::
Luffy akhirnya memberitahukan kepada teman-temannya bahwa Vivi dan Koza akan menikah tiga minggu lagi.
"Vivi akan menikah?" Tanya Robin yang dijawab anggukan kecil oleh Luffy.
"Bagaimana kalau kita datang ke pernikahan Vivi? " Usul Sanji bersemangat.
"Iya, kali ini aku setuju dengan alis keriting sok ganteng ini." Sambung Zoro stay cool.
"Luffy, ini Vivi yang kau tolong saat di alabasta itu kan?" Tanya Ace mencoba mengingat sosok Vivi dan kejadian di alabasta.
"Iya, itu dia." Jawab Luffy mantab.
Ace manggut-manggut tanda mengerti. "Lalu apa kita akan menghadiri pernikahannya?"
Luffy meminta pendapat teman-temannya.
"Luffy ayo kita pergi kesana." Jawab mereka semua.
"Yosh, kita pergi ke alabasta."
Sebuah keputusan pun akhirnya disepakati.
END of Flashback
"Hancock, bagaimana, apakah kita bisa sampai di alabasta kurang dari tiga minggu?" Tanya Luffy.
Semenjak Nami pergi, Luffy meminta Hancock untuk menggantikan Nami jadi navigator kapal. Sudah tiga hari ini Hancock menjadi navigator kapal karena Zoro tidak bisa menghandle navigasi kapal. Luffy menyuruh Zoro untuk mengistirahatkan tubuhnya agar luka dalamnya bisa sembuh banget. Zoro hanya menurut saja. Dia pun memilih untuk tidur di gym.
"Aku tidak yakin, tapi satu hal yang pasti. Hari ini akan ada badai yang dahsyat." Jawab Hancock cemas.
Luffy memandang lurus ke depan, berusaha mencari jalan agar mereka bisa terhindar dari badai.
"Hancock, beritahu pada yang lain tentang badai itu." Perintah Luffy.
Hancock pun menuruti perintah sang kapten. Para kru kapal langsung mempersiapkan semuanya untuk kedatangan badai itu, namun di luar dugaan mereka. Badai datang lebih awal, dan ternnyata badai yang diperkirakan tidak begitu besar, ternyata lebih dahsyat dari badai terbesar yang pernah mereka alami sewaktu masih bersama Nami.
"Luffy, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Chopper panik.
Luffy memberi komando yang sama persis dengan komando Nami.
"Sanji dan Ace urus layar kapal, Franky urus kemudi. Dan yang lainnya lakukan apa yang bisa dilakukan." Perintah Luffy yang tetap berusaha tenang meski dia sangat panic sebenarnya.
Namun badai tersebut semakin dahsyat. Para kru kapal tak bisa berbuat apa-apa lagi, bahkan kemudinya patah karena franky memaksa untuk menghindari badai yang sangat besar itu. Thousand sunny pun terhempas ke tepi pantai dan terdampar disana. Thousand sunny benar-benar rusak parah, para kru kapal terpencar karena terpelanting saat badai tadi siang. Mereka terdampar di pulau suram, yang tak tak tahu berpenghuni atau tidak.
"Minna, kalian dimana, jangan tinggalin aku lagi." Seru Luffy nangis gaje.
"Kami disini anak cengeng." Jawab Ace dengan menekankan kata cengeng.
"Nii-san, loh Zoro, Chopper, Margareth, dan Caimie mana?" tanya Luffy yang menyadari mereka berempat tidak ada disekitarnya.
"Kami disini, cepat bantu aku. Chopper dan Hachi masih terjebak di sunny!" jawab Zoro sambil mencoba mengangkat thousand sunny.
Mereka pun bergotong royong mengeluarkan Chopper dan Hachi yang terjebak dalam tangkuban thousand sunny. Franky menangis sangat kencang karena kapal rancangannya sendiri, rusak parah, untungnya kerangkanya dan beberapa bagian dalamnya masih kokoh. Jadi dia tidak khawatir akan bernasib sama dengan going merry. Akhirnya thousand sunny berhasil diangkat dan dibalik dan dilihatnya kedua temannya itu dengan posisi yang sama sekali tidak enak dipandang. Posisi keduanya sama seperti saat Zoro di water seven dulu, yup, posisi mereka sekarang adalah kaki di atas dan sebagian tubuh mereka tertanam di pasir.
Zoro dan Ace yang dibantu oleh Robin pun mengeluarkan mereka. Semuanya panik kecuali Sanji. Zoro akhirnya menyadari bahwa Sanji tidak bersama mereka. 'Sanji si alis keribo itu kemana?' batin Zoro.
"Tolong, tolong, tolong aku minna!!" terdengar suara yang sangat familiar di telinga mereka, mereka mencoba mencari asal suara dan ternyata berasal dari pohon kelapa.
"Oii,, tolong aku, aku disini!" teriak sumber suara.
"Sepertinya aku kenal dengan suara ini, tapi siapa ya." ujar Luffy mencoba mengingat asal suara.
"Sanji!!" teriak Usopp.
"Minna, tolong aku, turunkan aku dari sini!!" jawab orang yang di atas pohon kelapa itu.
Semua mata tertuju pada sumber suara tersebut, dilihatnya sesosok pria tinggi dengan ciri-ciri alis kriting melingkar kayak obat nyamuk, dan rambut pirangnya itu menyangkut di pohon kelapa dengan posisi bajunya menancap di pelepah kelapa (gak tau namanya, ituloh yang kayak batang kelapa tapi tempat numbuh daun kelapanya) yang sepertinya baru abis di tebang. Jadi sekarang posisi Sanji seperti bergelayutan di dahan yang hampir patah itu.
KRIEK,,KREKK,,CETAKK,, DUKK..
Bunyi kelapa jatuh disertai dengan patahnya dahan kelapa tempat Sanji gelayutan.
HUA,,AAAAHHHHHHHHHAAAAA…
Sanji menutup matanya berharap dia masih bisa melihat indahnya pagi dan manisnya wajah Robin dan Hancock. Luffy yang melihat Sanji jatuh langsung menggembungkan badannya tepat di bawah sasaran. Beruntung Sanji masih hidup tapi tangan kirinya dan kaki kanannya patah akibat jatuh dari pohon kelapa. Seperti habis jatuh ketiban tangga, Sanji yang masih kesakitan dan shock itu pun harus ikhlas menerima nasibnya ketiban puluhan(?) kelapa yang jatuh menimpa kepalanya.
"Aw, aw, aw, AWW!" Sanji mengerang kesakitan, hingga dia jatuh pingsan.
Robin langsung memindahkan Sanji ke tempat yang aman. Mereka gak punya alasan untuk pergi dari pulau itu. Akhirnya mereka pun memutuskan untuk berkemah disana. Usopp dan Brook pun mencari kayu bakar untuk menghangatkan tubuh mereka yang masih basah. Franky mencoba membangun pondok kecil untuk mereka tinggalin nanti. Rayleigh mencoba memeriksa keadaan thousand sunny. Zoro membantu Franky untuk membangun pondok. Ace dan Robin mencari makanan apa yang ada di hutan tersebut.
Chopper dan Hachi masih pingsan karena kehabisan nafas saat terkubur di pasir tadi tapi gak mati. Caimie dan Margareth menemani Sanji. Luffy dan Hancock mengikuti Rayleigh, mungkin saja ada yang tersisa di kapalnya itu.
Rayleigh, Luffy, dan Hancock menyusuri thousand sunny, ternyata persediaan makanan mereka juga bahan bakar kapal mereka baik-baik saja. Langsung saja Luffy dan Rayleigh mengeluarkannya, begitupun yang masih tersisa lainnya.
Hari semakin malam namun Ace dan Robin tak kunjung datang. Sanji, Chopper, dan Hachi juga sudah sadar daritadi. Chopper langsung mengobati Sanji. Hachi menyiapkan makan malam untuk mereka, dengan keadaannya yang sekarang Sanji masih belom bisa memasak sendiri. makanya Sanji meminta Hachi menggantikannya dan tentu saja Sanji tetap berperan di belakang layar.
'Kemana sih Ace membawa Robin, sudah selarut ini belum juga datang?'tanya batin Zoro.
Akhirnya Ace dan Robin datang juga, tapi mereka berdua tidak membawa apa-apa.
"Apa sih yang kalian lakukan di hutan sana? Pacaran? Mana makanannya?" tanya Zoro bertubi-tubi. Sepertinya Zoro cemburu pada Ace karena berduaan dengan Robin.
"Kau cemburu ya?" bukannya menjawab Ace malah menggoda Zoro sehingga Zoro memalingkan mukanya yang merah.
"Cie,,cie,, yang lagi cemburu." Sahut Rayleigh dengan gaya bicara pak Bonte di Para Pencari Tuhan 3.
Robin dan Zoro jadi salah tingkah membuat yang lain tertawa lepas.
"Robin, apa benar kau dan Zoro pacaran?" tanya Sanji polos yang membuat Robin mukanya merah banget sama kayak buah semangka.
"Tidak." Jawab Robin tenang.
Semuanya kembali menyoraki Robin dan Zoro, namun tiba-tiba suasana berubah menjadi serius.
"Oya, tadi aku dan Robin melihat perkampungan di dalam hutan."
Mereka saling berpandangan, senang atau tidakkah mereka denga berita itu.
*##*
Di negeri berpasir yang bernama Alabasta, tampak seorang putri yang menunjukkan wajah khawatirnya. Membuat sesosok laki-laki yang berambut coklat dan berkacamata yang baru saja tiba di kamar putri itu ingin tahu apa yang membuat calon istrinya itu gelisah.
"Sayang, kenapa kamu gelisah seperti itu?" tanya cowok itu lembut sambil membelai rambut biru tunangannya itu.
"Koza, sejak kapan kamu panggil aku sayang?" bukannya menjawab, putri itu malah balik nanya.
Cowok yang dipanggil Koza itu Cuma cengengesan gak jelas dan kembali menanyakan keadaan tunangannya,"Hehehe,, tadi doank kok. Kamu mengkhawatirkan siapa sih?"
"Ah, ngga, aku hanya sedikit stres aja menjelang hari pernikahan kita." Jawab gadis berambut biru panjang itu.
"Vivi, kita jalan-jalan yuk." Ajak Koza menarik lembut kedua tangan Vivi.
"Apa mereka akan datang ke pernikahan kita Koza?" tanya Vivi ragu.
"Pasti. Percayalah pada mereka, terutama dia." Jawab Koza meyakinkan Vivi."Bukankah dia tak pernah ingkar janji?"
Vivi mengangguk tanda setuju. Koza pun tersenyum lalu mereka pun berjalan-jalan keliling alabasta naik unta.
::ooo::
Masih di pulau tempat mereka terdampar, Luffy mendengarkan setiap kata yang dia terima dari kakaknya Ace. Sebentar-sebentar manggut-manggut tanda dia mengerti, tapi matanya melek merem tanda mengantuk. Terdengar suara dengkuran yang sangat keras, semua menengok ke arah Luffy. Acepun menyudahi pengumumannya itu.
"Robin, apa benar yang dikatak Ace tadi?" tanya Zoro yang sudah berada disamping Robin.
"Iya." Jawab robin sekenanya.
Merekapun tertidur dengan pulas, tanpa menyadari banyak mata yang mengamati mereka.
"Sstt, apa kita harus melapor pada Arashi tentang apa yang kita lihat?" tanya cowok berambut orange pada cowok berbadan besar yang mempunyai rambut tajam seperti jarum itu.
"Kita lihat dulu aja." Jawab Pria bertubuh besar itu tampak antusias dengan lawan barunya itu.
Pria yang berambut orange itu hanya mengangguk dan melanjutkan pengintaian mereka.
"Ichigo." Panggil pria bertubuh besar itu.
"Apa?" tanya pria berambut orange bernama Ichigo itu.
"Kenapa kita jadi bajak laut ya, bukannya kita ini shinigami ya. Udah gitu kenapa kita ada di onepiece?" tanya Kenpachi pada Ichigo yang sedang melihat foto istrinya, Kuchiki Rukia dengan tampang mupeng.
"Benar juga, tanya author saja." Jawab Ichigo. Ichigo dan Kenpachi pun berpandangan.
"Hehehe, maaf sudah merepotkan kalian. Aku sudah tidak punya ide lagi, jadi bantu aku ya. Chris John saja ikhlas membantuku." Jawab Author dengan tampang melas sambil nunjuk-nunjuk Chris John yang masih latihan tinju.
"Oh, gitu. Oke deh aku mau bantu lagipula kan kita Cuma muncul sebentar, tapi habis ini kau harus membuat fic Bleach ya." Ujar Ichigo memberikan penawaran.
Author mengacungkan jempol tanda setuju. Akhirnya Ichigo dan Kenpachi menarik Chris John yang masih latihan tinju. Mereka memutuskan untuk melaporkannya pada Arashi pemimpi mereka. Arashi pun memperlihatkan senyum evil khasnya sambil terkekeh.
"Kalian bertiga boleh pulang ke tempat asal kalian. Aku bisa mengatasinya sendiri." ujar Arashi tegas masih dengan senyum jahatnya.
"Baiklah Arashi, kami pulang dulu." Ichigo pamitan sama kaptennya.
"Tunggu, nih THR buat kalian. Lagipula aku sudah berhasil menguasai jurus bayangan punya naruto. Tapi sudah aku modifikasi sesuai keadaan jadi kalian tidak kuperlukan lagi disini." Jawab Arashi makin menyeringai lebar.
Ichigo, Kenpachi, dan Chris John sangat beruntung mempunyai kapten bajak laut seperti Arashi. Mereka tidak usah mengeluarkan tenaga, mereka juga digaji. Jadi mereka benar-benar merasa terhormat dipecat oleh Arashi.
"Ken, John, kalian digaji berapa?" tanya Ichigo pada kedua temannya itu.
"Aku 789 juta berry atau senilai dengan 1,5 milyar yen. Kau?" Kenpachi tanya balik.
"Kalo aku juga sama dengan Kenpachi atau senilai 650 juta rupiah." Jawab Chris John.
"Wah, aku sangat beruntung kalo gitu. Aku mendapatkan 999 juta berry, kira-kira senilai berapa ya?" tanya Ichigo mikir sendiri.
"kira-kira 2,3 Milyar gitu." Jawab Kenpachi."Mungkin karena kau sudah mau punya anak, Ichi."
Ichigo manggut-manggut tanda dia udah ngerti.
Mereka bertiga pun kembali ke tempat asal mereka.
::HHH::
Hari sudah subuh namun Franky tidak bisa tidur lagi. Dia kepikiran dengan sunny. Rayleigh sudah memeriksanya dankemaren juga sudah memperbaikinya, tapi Franky masih kepikiran denga sunny. Franky pun memutuskan untuk memperbaiki kerusakan Thousand sunny, dalam waktu dua jam Franky berhasil memperbaiki kapalnya itu dan hasil tampak seperti baru lagi. Rayleigh yang terbangun lalu ikut membantu Franky membenahi kapal yang rusak itu.
"Untung semua barang berharga sudah diamankan sebelum badai datang." Ujar Franky senang. Dalam hatinya Franky percaya bahwa Nami, navigator mereka akan kembali berkumpul dengan mereka.
Karena kelelahan mereka berdua tertidur di dalam kapal begitupun dengan Zoro yang emang sudah ada di dalam gym. Chopper dan Sanji serta para wanita kembali ke thousand sunny. Mereka semua akan meneruskan perjalanan mereka ke alabasta untuk menghadiri pernikahan Vivi sahabat mereka.
Namun tiba-tiba ada angin puyuh yang membuat mereka berhenti dari aktifitas mereka. Tampak sesosok pria tinggi, rambutnya berwarna silver, matanya berwarna biru samudera. Wajahnya seteduh matanya. Kulitnya putih dan giginya taring semua. Di tangannya ada angin puyuh yang berbentuk tombak. Dilemparkanlah angin itu ke arah mugiwara pirates. Luffy yang masih molor pun terbawa angin puyuh sampe ke tengah lautan. Caimie langsung menolong Luffy yang tenggelam itu.
"Siapa kamu?" tanya Ace dingin.
"Aku, masak gak kenal aku?" jawab orang itu sok terkenal sambil menunjuk wajah sendiri.
"Aku shicibukai ke tujuh, asal tau aja ya, aku ini juga bajak laut seperti kalian tapi sekarang aku mengabdikan diri pada pemerintah sebagai sichibukai dan pirate hunter." Jelasnya panjang lebar membuat Ace mengerutkan dahi dan meninggalkan orang itu.
"Hei, kau mau kemana? Aku belom selesai nih ngomongnya." Tanya orang itu tapi Ace tetap melangkah pergi membuat orang itu marah dan menghempaskan Ace dengan angin yang ada di tangannya.
"Aku tidak suka dengan orang yang tidak mendengarkanku." Katanya dingin saat melihat Ace berdiri.
"Ace, dia siapa?" tanya Luffy yang sudah bangun dari tidurnya.
"Tidak tahu." Jawab Ace cuek.
"Ace, kau persiapkan saja keberangkatan kita. Hehehe, maaf kak, bukannya aku nyuruh." Ujar Luffy dengan nada perintah tapi langsung dikasi deathglare sama Ace makanya dia langsung minta maaf.
"Urusi saja orang gak penting itu. Langsung kembali bila kau sudah mengalahkannya." Perintah Ace berlalu meninggalkan Luffy dengan orang misterius pemegang angin.
"Iya. Serahkan saja padaku." Jawab Luffy.
"Cih, kalian jangan meremehkan aku ya. Rasakan ini, jurus membelah diri." Dalam hitungan sepersekian menit orang itu sudah menjadi dua.
Amarahnya yang menaik itu menciptakan badai kecil di antara mereka. Kru kapal lainnya menunggu Luffy dan Ace di sisi lain kapal itu. Sanji yang khawatir dengan kedua kakak beradik itu memutuskan untuk menyusul mereka begitupun dengan Brook dan Rayleigh. Namun karena kakinya masih belum sembuh, Robin melarang Sanji. Usopp menggantikan Sanji untuk mencari Luffy dan Ace yang terbawa angin puyuh tadi.
"Rayleigh-san, kemana kita akan mencari mereka?" tanya Usopp.
"Kita ikuti saja pesisir pantai ini." Jawab Rayleigh.
Disatu sisi yang lain terjadi pertarungan sengit antara orang misterius, Luffy dan Ace.
"GOMU GOMU NO GATLING!" seru Luffy memulai pertarungannya.
"HIKEN!" seru Ace mengeluarkan jurus andalannya.
Namun dengan enteng, jurus Luffy dan Ace berhasil ditakis dengan badai yang diciptakan orang misterius itu.
"Arashi, Arashi Tenki!!" teriak Brook yang baru datang bersama Rayleigh dan Usopp.
"Kau kenal dia?" tanya Usopp.
"Dia yang telah membuat kru rumbar pirates meninggal semua karena badai yang dia ciptakan saat bertarung dengan kami. Ternyata kau masih hidup ya." Kenang Brook.
"Hanauta San Cho: Yahatsugiri." Ucap Brook datar setelah melewati Arashi.
"Dasar bodoh. Apa kau lupa aku ini pemakan buah kaze kaze jadi aku bisa mengubah tubuhku ini seperti angin." Jelasnya lagi.
Rayleigh tersenyum dan berbisik pada Usopp. Usopp langsung lari ke hutan, mencari permintaan Rayleigh itu. Dia tersenyum saat melihat buah di depannya. Jamur ukitake begitu jamur itu disebut. Usopp sedikit heran tapi dia mulai meracik senjata rahasianya itu. Cukup lama dia berada dalam hutan itu.
::mmmm::
Nami melihat vive card yang diberikan Luffy padanya. Entah kenapa ada yang aneh dengan vive card itu, ada bercak hitam yang terus merambat ke daerah putih di sekitarnya. Ada apa dengan mereka, aku tidak bisa berdiam terus disini. Nami mengambil baju sekedarnya, dia tak lupa membawa perfect climac tacnya. Dia juga berpamitan pada Nojiko kakak perempuannya.
"Nami, pakai ini." Perintah Nojiko menunjukkan kapal kecil buatan Franky saat dia mengantarkan Nami di darmaga. "Kau tinggal memakainya saja. Kapal ini mempunyai bagasi yang cukup luas untuk menampang bahan bakar cola dan persediaan makanan."
Setelah berpamitan pada penduduk desa, Nami pun menyusul Luffy dan teman-temannya.
to be continued
It's time to reply the review.. hehehe,, gw mau ngucapin terimakasih sama para RnRers.
Yumemiru Reirin : terima kasih buat reviewnya. Sekarang bagaimana, deskripsinya sudah banyak belom? Hehehe
IKKittebayo : terimakasih sarannya. Maaf yah, kalau masih kurang badai emosinya. Chap yang ini emang lagi seret inspirasi,,hehehe..
Eclipse Moon Vi Yue : terimakasih ya reviewnya. Makasih juga udah bilang fic aku kocak hehehe.
Oke sekali lagi aku minta reviewnya ya.. gw janji chapter 4 udah tamat. Gw masih belom dapet inspirasi buat pertarungan Luffy. Jadi mohon bantuan reviewer dan reader untuk itu.. makasih.
Kalau fic ini makin gaje, maaf banget ya. Aku lagi seret inspirasi, jadi bingung. Semoga chap ini bisa, menghibur anda semua.
Makasih ya.
Ichigo : "Oi Author, inget janjimu ya."
Author : "Iya. Ini juga lagi dipikirin."
Luffy : "Author, kenapa Nami gak dateng-dateng sih?"
Author : "Iya, dia dateng di chapter 4."
