"MY EX…"

Disclaimer : pengennya mereka semua punya saya, tapi ternyata gak boleh.. hiks hiks

Warning : BoysLove, BoysxBoy, OOC, typo banyak sekali, author ababil, DLDR!

Pair : ChanBaek, ChanSoo, KaiBaek dan mungkin official pair yang perlahan muncul *mungkin juga enggak*

Rate : T (enggak menuntut kemungkinan bakalan berubah)

Summary : kisah Chanyeol dan Baekhyun memang sudah berakhir. Meskipun Baekhyun begitu bergantung padanya, namun mengingat seseorang sudah menggantikan posisinya.. akankah ia bisa melupakan Chanyeol?

A/N : Pokoknya ini Chapter KACAU! Saya stuck di ide mereka bisa putus sebenernya. Terus belum banyak yang minta KaiBaek.. (dilanjut dibawah aja deh) Semoga ini gak mengecewakan...

HAPPY READING ^^

"Aku.. mencintaimu Hyung."

Baekhyun terbelalak. Bola matanya memaksa keluar dari tempatnya –meski tidak berefek karena ia terlalu sipit.

"Jo-Jongin.. apa maksudmu?." Baekhyun menggeliat dalam dekapan Jongin. Memaksa untuk keluar dari dekapan sahabatnya. Tapi, Jongin masih belum berniat melepaskannya.

"Hyung-ie, dengarkan." Suara Jongin sangat lirih hampir dikalahkan angin yang berhembus kencang di luar sana, tapi Baekhyun –yang berada di pelukannya– dengan pasti dapat mendengarnya.

"Nde, bicaralah." Baekhyun menurut karena ia juga membutuhkan penjelasan.

"Aku mencintaimu.. lebih dulu atau mungkin hampir bersamaan dengan Chanyeol yang juga mencintaimu saat itu. Kita bertiga terlalu menghabiskan waktu bersama.. dan itu mungkin yang membuat aku dan Chanyeol mencintaimu. Membuat kami berdua merasakan sesuatu yang berbeda saat bersamamu.. yang berbeda hanyalah..

..Chanyeol mendapatkanmu, sedangkan aku tidak."

Bola mata Baekhyun yang sekarang sudah hampir sama dengan bola mata mantannya, yang artinya ia benar-benar melotot.

"Tapi.. Jongin.. mak-maksudmu..?" Baekhyun tergagap masih berusaha mencerna makna dari kalimat Jongin.

"Aku mencintaimu Hyung. Dan selama ini aku benar-benar berusaha menguatkan hatiku jika bersama kalian berdua. Maukah kau membuka hatimu untukku?."

"Jongin.. aku masih belum paham." Baekhyun saat ini sudah terlepas dari rengkuhan Jongin, ia dengan segala keterkejutannya berhasil melepaskan diri.

"Would you be mine?."

Baekhyun tersentak. Ia sekarang jelas mengerti makna perkataan Jongin sebelumnya. Salahkan otaknya yang akan melambat untuk masalah seperti ini.

"Eh.. eh.. Jongin, kau tahu sendiri bagaimana hatiku saat ini, my heart still taken."

Baekhyun mendudukkan dirinya di sofa, di ikuti Jongin. Ia menghela napas memikirkan akan bagaimana ia harus menanggapi Jongin. Selama ini Jongin hanyalah seorang adik menyebalkan bagi Baekhyun, belum lagi dengan semua perasaan menyesakkan tentang mantannya yang masih jelas tertinggal di dasar hatinya.

"Hyung, cobalah membuka hatimu untuk orang lain. Kau tidak akan mungkin tetap memikirkan Chanyeol selamanya kan?." Jongin tidak akan pernah mau memanggil Chanyeol dengan 'hyung', ia hanya mau memanggil Baekhyun dan beberapa orang yang di hormatinya dengan sebutan 'Hyung'.

"Aku tidak tahu.. sungguh, Jongin aku tidak mengerti."

Jongin menghela napas sesak. Ia mengerti perasaan namja di depannya ini benar-benar membingungkan. Ia masih mencintai Chanyeol, siapapun dapat dengan jelas menyimpulkannya hanya dengan melihat sikap Baekhyun. Jelas, perpisahan mereka memang bukan kehendak sepenuhnya dari Baekhyun.

"Tak apa, sebenarnya aku juga ingin melihatmu terlepas dari bayang-bayangnya. Jika tidak ya suda-"

Perkataan Jongin terputus.

-EXO-

Dilain tempat yang tidak jauh dari rumah Baekhyun, seseorang terdiam di ranjangnya dengan mata terbuka menatap lurus ke arah langit-langitnya. Langit-langitnya, langit-langit kamarnya yang selalu membuatnya tidak bisa berpikir jernih setelah menatap ke atas.

FLASHBACK

"Chanyeol-ie, kau tahu tidak. Umma dan appa-ku menghias langit-langit kamarku menjadi menakjubkan!" Baekhyun kecil berseru sambil merentangkan tangannya lebar.

Saat ini mereka berdua sedang bermain di kamar Chanyeol, dan Jongin sedang tidak ikut, ia pergi bersama ayahnya.

"Menakjubkan seperti apa?" Chanyeol menanggapi pelan sambil bersandar di pinggir ranjang.

"Seperti, aku tidak harus keluar kamar untuk melihat bintang. Bintang-bintang di kamarku akan bersinar terang saat lampunya di matikan. Dan itu sangaaaaat indaaaaaaah!"

Chanyeol tersenyum melihat Baekhyun sangat bersemangat dalam bercerita membuatnya juga ikut bersemangat.

"Benarkah? Aku akan meminta Eomma dan Appa membuat kamarku seperti kamarmu. Yaaaah, tapi masih harus seminggu lagi. Mereka kan sedang di luar kota." Bibir Chanyeol mengerucut sedih.

"Aissh, oh iya kalau tidak salah di rumahku masih ada sisa! Tunggu sebentar dan kita akan mendekornya sendiri."

Dan Baekhyun kembali kerumahnya.

Jangan bayangkan bagaimana tubuh kecil mereka menata stiker bintang-bintang itu di langit kamar Chanyeol yang tinggi. Mereka hanya menempel beberapa di tembok yang sedikit tinggi, dan sisanya di bantu maid Chanyeol.

FLASHBACK END

Ya, langit-langit kamar Chanyeol memang hasil karya dirinya dan Baekhyun bersama maid-maidnya. Ia benar-benar menyukainya sampai-sampai pagi harinya –setelah memasangnya– ia harus bermata panda, karena tidak bisa tertidur saking gembira memandang langit-langit kamarnya.

"Baekkie…" gumamnya.

'PIP'

'PIP'

Chanyeol mengambil ponselnya di nakas saat merasakan ponselnya bergetar tanda ada pesan yang masuk.

'Chanyeol-ie, aku main ke rumahmu ya? Bosan sekali dirumah.'

Ia melihat sang pengirim dan sedikit menarik ujung bibirnya saat tahu jika itu Kyungsoo, kekasihnya.

Well, ia akan makan enak malam ini.

.

.

'Ting'

'Tong'

"Annyeong chagiyaaa~."

Chanyeol tersenyum sedikit saat Kyungsoo mengecup pelan pipi sebelah kirinya. Ia menarik lengan kekasihnya itu untuk mengajaknya masuk.

"Di rumah hanya ada aku seorang, kau tidak ketakutan kalau tiba-tiba aku akan memakanmu kan?." Chanyeol menggoda kekasihnya meski wajahnya tetap datar.

"Kau tidak akan mungkin melakukannya. Aku tahu, kau tidak akan mungkin melakukan hal itu dengan orang yang tidak kau cintai. Dan beberapa bulan ini, aku sedikit mengenalmu, sayang." Kyungsoo mengatakannya dengan wajah biasa saja.

Chanyeol tertegun. "Tapi aku menyayangimu, tidak terlalu mustahil kan jika aku melakukannya?." Chanyeol melanjutkan."

"Well, terserah. Tapi aku yakin kau akan lebih menyukainya jika melakukannya dengan orang yang berada tidak jauh dari sini."

"Siap- Oh, aku rasa tidak juga." Chanyeol menunjukkan raut muka bingung sebelum akhirnya tersadar siapa yang di maksud Kyungsoo.

Chanyeol merebahkan tubuhnya di sofa yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Well, ia sedikit tidak mengerti status apa yang tengah ia dan Kyungsoo jalani. Ia melihat Kyungsoo segera ke dapur dan sepertinya mulai membuat apapun yang ia suka disana, itu sudah menjadi kebiasaannya saat disini.

"Buatkan yang enak, Kyungie! Seperti biasanya, aku lapar sekali!"

"Siap Master!" Kyungsoo menyahut sambil tertawa.

E.X.O

Baekhyun menghela napasnya. Ia rasa ini yang terbaik, cara terbaik untuk melupakan seseorang yang sama sekali tidak menganggapnya lagi sekarang. Ya, ini pilihan yang terbaik.

Baekhyun sudah tidak berangkat menggunakan sepeda lagi, ia sedang menunggu Jongin yang menjemputnya. Ia melihat Jongin sudah keluar rumah dari seberang dan mulai mengeluarkan motornya.

"Annyeong, maaf lama."

"Ne, ayo berangkat." Dan Baekhyun pun duduk diboncengan motor Jongin yang besar.

Saat motor Jongin mulai bergerak. Ia melihat seseorang juga baru saja keluar dari rumahnya, Baekhyun melewatinya tanpa meliriknya sedikitpun. Jadi, ia juga tidak tahu jika orang itu menatap mereka dalam diam.

.

.

Sehun yang saat itu juga baru memarkirkan motornya mengernyit heran saat Baekhyun yang sangat jarang atau bahkan tidak sudi berangkat bersama Jongin seperti biasanya, saat ini baru saja turun dari motor Jongin!.

"Tumben kalian berangkat bersama?."

"Wajar dong-"

TEEEEEET TEEEEEEEEET

Bel sekolah yang berdering mengganggu Jongin yang belum menyelesaikan kalimatnya. Ia merangkul Sehun dan mulai berjalan menuju kelas mereka setelah menggoda Baekhyun sebelumnya.

"Ya! Awas kau Kim Jongin!."

"Haha.."

Dan meninggalkan Sehun yang mengernyit kebingungan. Ia harus meminta penjelasan pada sahabatnya ini.

E-X-O

Baekhyun sedikit berlari ke kelasnya. Menurutnya ia tadi tidak terlalu telat tapi aslinya malah sangat telat. Padahal ia juga sudah naik motor, tapi malah telat.

Srek

Baekhyun menghela napas lega saat ternyata Songsaengnim belum datang. Ia merasa ada seseorang di belakangnya tapi ia tidak peduli. Ia mulai menghampiri Luhan dan duduk disebelahnya.

"Kau telat Baekhyun.."

"Haha, sesekali tidak apa kan?."

Wusssh

Ternyata memang masih sedikit berefek. Jika sosok itu lewat maka Baekhyun akan merasakan tengkuknya terserang hawa dingin dan entah kenapa jantungnya seperti kumat penyakit yang kronis. Dia jadi merasa takut dan entalah ia memang selalu takut sekarang meski hanya untuk menatap wajah atau tubuh sosok mantannya itu.

Bahkan mendengar suaranya saja Baekhyun sedikit berdesir, meski sejak dulu suara berat itu memang selalu membuatnya merasa aneh dan sedikit menyenangkan.

Lagipula ini sudah masuk, jadi ia juga tidak harus melihat pemandangan yang membuat matanya sakit lagi karena sosok satunya berada di kelas yang berbeda.

Kelas Sehun dan Jongin sepertinya sedang olahraga. Ia melihat Luhan sejak tadi tidak mengalihkan pandangannya dari jendela yang memang terletak di sebelahnya.

"Sehunieee…." Baekhyun bahkan dapat mendengar gumamannya.

"Hahaha Luhanie-hyung. Kenapa kau tidak turun dan meneriakki Sehunie mu itu? Hahaha…"

Baekhyun juga mengalihkan matanya ke bawah dan melihat Jongin melambaikan tangannya dengan norak. Ia mendengus pelan saat Jongin membuat sign hati di atas kepalanya, dasar kekanakkan.

"Jongin itu kenapa?."

"Dia kan memang gila Hyung."

"Bukan itu kenapa ia berteriak 'Saranghae' terus? Kepadamu? Dengan sign hati?."

"Eh… eh.. itu kami me-memang sudah ja-jadian." Baekhyun akhirnya berkata dengan lirih dan perasaan gugup tiba-tiba menjalar di sekujur tubuhnya.

"APA? KAU JADIAAAN? DENGAN SI HITAM ITU?."

"Oh, terimakasih Luhan yang cantik. Sekarang semua orang di kelas sudah mengetahuinya." Baekhyun mendengus pelan dan menenggelamkan wajahnya pada tumpuan sikunya di meja.

Semua orang….

Semua orang..

Termasuk..

Ia jadi merasa kembali merasa sangat belum siap lagi.

TBC

SAYA KACAU! Sebenernya karna saya masih sedikit ragu sama alasan ChanBaek putus itu yang bikin saya jadi males ngelanjutinyna lagi. Alasannya itu masih belum terlalu jelas buat saya sendiri #plak. Terus juga banyak yang minta KaiBaek XD saya itu ChanBaek hard ship, jadi gatau bisa bikin KaiBaek atau enggak XD

So, saya mau tanya kalian mau. .

ChanBaek

Atau

KaiBaek?

Meskipun saya gak yakin bikin KaiBaek tapi akan saya pertimbangkan lagi :D terus kalo ada masukkan ide kenapa mereka bisa putus saya terima! Jadi biar ide saya –yang saya rasa aneh itu– bisa lebih baik.

BIG THANKS TO :

, Aiiu d'freaky, zhehoons, Han Ri Rin, Ryu ryungie, is0live89, widyaokta, Boowan, Aul Ondubu, Rosecchi, Lulu, Arvita kim, Fio, yunikyuni060696, Seo Ha Young, ajib4ff, Putri, nissa, Jung Jisun, Keepbeef Chiken Chubu, RoseEXOticsFRIEND, iyoung Kim, mitatitu, samkou

Reviewnya bener-bener bikin saya bahagia! Maaf gak bia bales satu-satu, tapi buat yang log in saya usahain bales via PM :)

So, Review juseyoo~