Auhor pov...
Pagi hari yang cerah dan nyaman ini membangunkan dua orang sepasang kekasih. Membuat perasaan mereka ada senang, dan juga lelah karna aktivitas semalam mereka.
Luhan pov...
Aku bangun terlebih dahulu, kucoba membuka mataku walau berat dengan pelan2ku mengimbangkan mataku dengan cahaya sinar matahari.
Aku langsung bangun dan duduk diranjang itu, lalu kumandangi jam yg menunjukkan pukul 06.00 KS dan aku juga memandangi Sehun yang tengah masih tidur dengan nyenyak disana. Aku dan sehun masih dengan keadaan naked, dan astaga aku dan sehun telah melakukan hal 'itu'. OMG, apa kata dunia ini. Aku beranjak ingin pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhku, tapi tiba2 bagian bawahku itu terasa perih. Mungkin krna gara2 semalam aku dan dia melakukan hal 'itu' jadi ada rasa perih dibagian bawah itu. Dengan menahan sakitnya, aku berusaha jalan menuju kekursi untuk mengambil handukku dan langsung berjalan menuju kekamar mandi walau jalanku terlihat bisa dibilang aneh.
Setelah selesai membersihkan tubuhku, dibagian bawahnya itu udah sedikit demi sedikit sakitnya menghilang jadi enggak begitu perih lagi. Aku beranjak menuju bajuku yang berserakan dilantai akibat semalam itu dan kutaroknya bajunya dikursi itu, kemudian jalan menuju baju seragamku lalu aku jalan menuju kekamar mandi langsung memakainya. Setelah itu aku berjalan keluar dari kamar mandi menuju ke tempat alat pengering rambut itu dan langsung mengeringkan rambutku. Setelah rambutku sudah mengering, kulilir sekilas namjachingguku yg kini masih terlelap dalam alam mimpinya. Aku berjalan keluar dari kamar menuju kedapur untuk mempersiapkan sarapan pagi kita berdua nantinya.
Sehun pov...
Pagi hari yang cerah membangunkanku dalam mimpi indahku, kubuka perlahan-lahan mataku dan kukucek2 mataku ini. Kemudian aku memikirkan hal semalam yang terjadi diantara aku bersamanya. Astaga betapa bahagianya diriku, tp pas kupengang sebelahku kok dia udah gak ada. Apa jangan2 dia udah pergi, ato apa?
Aku langsung bangun dari ranjangku dan mencarinya dikamar mandi, tpi dianya malah gak ada. Aku langsung memakai pakaianku, dan coba mencarinya dibawah dan ternyata dia malah lagi didapur sedang menghidangkan makan untuk sarapan pagi ini. Begitu bahagianya diriku, kukira dia bakal pergi begitu saja.
Aku beranjak berjalan menujunya, lalu memeluknya dari belakang. Melingkarkan tanganku dipinggangnya yang perfect itu dan menarok kepalaku di bahu kanannya.
Author pov...
Luhan tengah membuat roti bakar diselai blueberry dan membuat coklat susu yang hangat dan lezat ini untuk sarapan pagi mereka berdua.
Tiba2 saja Luhan tersontak kaget karena sehun langsung memeluknya dari belakang dan menarokkan kepalanya dibahu kanannya.
"Morning yeobo..." kata Sehun dengan lembut.
"Mwo... yyyeeooboo?" jawab Luhan kaget dan deg2an karena pertama kali ada yang memanggilnya dengan kata 'yeobo'.
"Iya, kamu kan yeoboku. Hehe" kata sehun sambil tertawa.
Kemudian Luhan menghadapkan wajah ya kedepan lalu memandang sehun dengan terseyum. Mereka berdua tengah tertawa kemesraan bersama dengan saling berpelukkan.
"Gimana yang semalam? Apa nikmat rasanya?" Tanya Sehun dengan seyum liciknya.
Blush~ akhirnya membuat wajah Luhan memerah lagi karna mengingat masalah semalam.
"Kamu semalam itu sangat bergairah loh, dan terlihat sexy dan nikmat. Sampai-sampai kamu terus meminta lebih melulu, padahal punyamu itu sangat sempit tapi... nikmat." lanjut kata sehun semakin membuat Luhan wajahnya kayak tomat yg sangat segar.
"Uudahh, enggak uuussahh di katakan, mmaluu tauu." Jawab Luhan sambil memandang kebawah lalu menutup wajahnya dengan tangannya.
"Hahaha..." ketawa sehun melihat wajah Luhan memerah.
Lalu tiba2 sehun memajukan wajahnya menuju keleher milik Luhan yg ada tanda bekas kissmark mereka tadi malam. Sebenarnya bukan dileher ajha, banyak lagi dibagian lain tubuh Luhan.
Luhan langsung melepaskan pelukannya, krna takut sehun mau melakukannya lagi. Luhan berjalan manuju kekulkas, lalu mengambil jelly lg untuk melapisi roti bakar itu.
Hampir ajha Sehun mau jatuh, tapi untung ajha dia msh bisa berdiri tegak. Sehun langsung jalan menuju Luhan dan menutup kulkas lalu mendorong badan Luhan didepan kulkas itu yg kini mereka berdua saling bertatapan.
Luhan kaget tiba2 sehun melakukan itu, dalam hatinya 'apa sehun akan memulainya lagi'. Tp mana bisa, waktunya ya gak sempat. Wajah mereka berdua kini sangat dekat, semakin dekat dan...
Cupp~~…
Bibir milik Sehun mendarat juga ke bibirnya Luhan, Luhan agak terkecut secara tiba2 tapi akhirnya di juga langsung menerimanya saja. Sehun melumat bibir Luhan dengar kasar sambil mengoyangkan kepalanya kekiri atau kekanan, bagitu juga dengan Luhan. Sehun ingin melakukannya disofa itu, jd berlahan2 sehun melingkarkan kedua tanganya dipinggang milik Luhan dan Luhan melingkarkan tangannya dileher milik sehun. Dengan pelan sehun membawa Luhan menuju kesofa, lalu membaringkan Luhan disofa (Luhan dibawahnya sehun diatasnya) itu tanpa melepaskan ciuman panas mereka. Mereka masih saling melumat bibir mereka dengan kasar, tangan sehun mulai masuk kedalam baju Luhan lalu mengelus perut Luhan membuat Luhan mendesah nikmat. Lalu Luhan melakukan ciuman dengan nafsu kemudian juga mengesekkan punyanya yg msh terbungkus oleh rok sekolah kepada milik sehun, membuat mereka mendesah sangat nikmat walau mereka tidak perlu melepaskan baju mereka.
"Ahh...ssshh...hhmmmpp..." desah Luhan dengan nikmat.
"You ahh.. Hot hmmpp...baby~" kata Sehun mendesah nikmat.
Sehun sudah gak tahan lagi, sehun langsung ingin melepaskan bajunya karna dari tadi Luhan menggodanya dengan mengesekkkan miliknya ke kejantanannya sehun membuat sehun menjadi nafsu total.
Tapi tiba2 Luhan menahan sehun, lalu dia bangun dan dorong sehun untuk baring disofa.
"Kali ini aku akan membuatmu mendesah Hunny, tapi kamu tidak boleh melepaskan bajumu." kata Luhan terseyum puas dan manja.
Sehun hanya mengangguk kepalanya lalu memerima setiap perbuatan Luhan. Kini sehun dibawah dan Luhan diatasnya. Luhan mengesekkan miliknya ke kejantanan milik Sehun membuat sehun benar2 mendesah nikmat.
"Akh...good baby hmpp..." desah sehun.
"Bbegginakahh bbabyy... hmmpt..." desah Luhan dengan cepat langsung mengesek miliknya sama kejantanan sehun.
Astaga, sehun bener2 tidak percaya kalau Luhan bisa membuatnya begitu nikmat kali ini. Luhan masih terus mengesek-gesek miliknya dengan sehun sambil berciuman panas dan ciuman itu pun pertama kali diawali oleh Luhan krn Luhan mendengar desahan sehun yang hot itu langsung menciumannya lalu melumat bibir sehun dengan kasar dan penuh nafsu. Tangan Luhan yg kiri mulai masuk kedalam baju sehun dan langsung memengah dada kekar punya sehun dengan lembut.
"Akh... baby... fasteerr" desah Sehun.
Dengan cepet Luhan mengesek-gesek miliknya dengan sehun dengan sangat gairah.
"Bbagaiimana... apaakahh nnikkmmat... hmmp" tanya Luhan
"Ssanngat hmmp... nikkmatt bbabbykku..." blz sehun.
Sebelum mengakhirinya, Luhan menjilati, mengigit, lalu menglumati leher sehun untuk membuat kissmark bahwa ini tanda kalau seorang Oh Sehun adalah hanya Milik Luhan seorang walaupun tandanya gak seberapa dengan yang dibuat sehun. Akhirnya Luhan menghentikan aktifitasnya, lalu menatap waktu sekarang menunjukkan pukul 06.30 KS. Luhan langsung berdiri dan membereskan baju ya untuk rapi baru ingin jln menuju dapur.
Sehun kemudian duduk disofa itu lalu menahan Luhan yg ingin berjalan menuju dapur, kemudian dia menarik Luhan duduk dipangkuannya. Tangannya Sehun melingkar sempurna dipinggangnya Luhan, dan tangannya Luhan juga melingkar sempurna dilehernya Sehun.
"Kenapa berhenti baby? Padahal aksimu tadi membuatku sangat bergairah dan tidak ingin berhenti." kata sehun sambil mempoput bibirnya dengan manja.
"Hunny ~ah, bukannya semalam kita udah melakukannya dan tadi kita juga udah malakukannya. Sekarang kita siap2 kesekolah. Okay" kata Luhan dengan semangat.
Sehun masih gk senang ajha, pdhalkan bisa saja mereka berdua gak usah masuk hari ini kan. Gk masuk 1 hari ajha kan juga gak apa2. Tp krna Luhan orangnya gitu, ya akhirnya Sehun mehanya menurutinnya.
"Hunny aku mau kedapur nh buat siapin sarapan kita, kamu sana pergi mandi dulu. Aku tungguin kamu sampai selesai mandi, baru kita sarapan." suruh Luhan.
Sehun semakin menarik Luhan kedepan lagi, lalu muka mereka berhadapan.
"Boleh, tapi cium aku dulu baby. Baru aku nurutin" gumau sehun dengan seyum jahilnya.
"Ne ne..." jawab Luhan.
Luhan langsung mencium bibirnya Sehun lalu melumat bibirnya sehun dgn lembut, begitu juga dengan sehun. Luhan melepas ciumannya, membuat sehun sedikit kesal.
"Udahkan, jadi sekarang kamu mandinya." Kata Luhan sambil mengelus lembut wajahnya sehun.
Kemudian sehun melepas pelukannya dan Luhan langsung berdiri menuju dapur sedangkan sehun dengan cepet berjalan menuju kekamar mandi dikamarnya untuk mandi. Setelah sehun selesai mandi dan selesia memakai seragam sekolahnya, dia langsung menghampiri Luhan dengan cepat karna dia tau kalau yeojachinggu ya menunggunya dari tadi untuk sarapan. Disana Luhan sudah siap2 dan dia duduk diantara meja makan sambil menunggu sehun. Sehun yg menyadarinya dengan cepat langsung menghampiri Luhan.
"Mianhe baby.." kata sehun sambil menghampir Luhan lalu memberikan kiss di pipi kiri Luhan sekilas.
"Ne, gak apa2 my hunny" jawab Luhann dengan nada cutetynya.
Akhirnya mereka mulai sarapan, dan setelah selesai sarapan mereka berdua langsung memakai sepatu soklah lalu berjalan keluar pintu. Luhan mengunci pintu apartemen milik sehun, sehun jalan menuju mobilnya lalu menyalakan mobil tsb. Lalu Luhan menghampiri Sehun dan sehun membukakan pintu mobil untuk memberi Luhan masuk. Dengan seyum indahnya Luhan masuk kedalam mobil. Setelh itu, sehun langsung berlari kepintu mobilnya lalu masuk kedalam mobil tsb dan menyalakan mobilnya. Sehun memasang seftibel miliknya, dia melihat Luhan tidak memasangnya. Jadi Sehun memajukan tubuhnya didepan wajah Luhan membuat Luhan deg2kan krna kaget, lalu sehun langsung memakaikan seftibel milik Luhan lalu menghadapkan wajahnya Luhan kemudian mencium bibir Luhan dan menglumantnya sekilas. Setelah itu sehun kembali keposisinya, langsung menginjak gas dan menyetir mobilnya itu dengan kecepatan tinggi.
Disekolah
Akhirnya mereka berdua tiba juga disekolah, sehun mencari parkiran untuk memakirkan mobilnya dan akhirnya iya menemukannya. Setelah itu sehun dengan cepat berlari menghampiri depan pintu samping mobilnya lalu membukakan pintu itu, Luhan keluar dari sana dan mereka saling memandang seyum. Org2 sekitar sana banyak yg memandangi Luhan dengan sehun begitu juga dengan sahabatnya sehun. Kemudian sehun tiba2 memeluk Luhan dengan melingkarkan tangannya dipinggang Luhan lalu menciumnya, bukan sekedar cium bahkan sehun melumat bibirnya Luhan membuat org2 disana ada yg aneh, iri, marah, dll.
Sehun pov...
Tibalah di sekolah, aku mencari parkiran mobilku. Sebenarnya aku sengaja lamain supaya aku masih bisa bersama Luhan didalam mobil ini. Dan sial! Tiba2 ada mobil keluar dari situ, dan Luhan melihatnya pas itu didepan umum. Akhirnya aku langsung memarkirkan mobilku disitu karna Luhan yg menyuruhku. Setelah selesai memakir mobilku, aku langsung mengambil kunci mobilku dan tasku lalu keluar dengan secepat berjalan menuju pintu mobil sebelahku lalu membukakan pintu mobil itu. Luhan keluar dari sana, dan kita salinh bertatapan lalu memberikan seyum. Kulihat banyak yg menandangi kita berdua aneh, tapi aku enggak peduli. Udah itu aku langsung melingkarkan tanganku dipinggannya kemudian menciumannya dan melumat bibirnya didepan umum dengan raut wajahku yg sedih krn aku enggak mau berpisah dengannya.
Luhan pov...
Tiba disekolah, aku dan sehun tengah sibuk mencari parkiran. Tiba2 kulihat ada sebuah mobil keluar dari situ, lalu aku menyuruhnya untuk parkir disitu ajha. Dia langsung memakirkan mobilnya disitu, lalu mengambilnya kunci dan tasnya. Dengan cepat dia langsung berlari kearah pintu mobilku, lalu membukanya. Setelah itu aku keluar dari mobil itu dan kini aku sedang bertatapan dengan namjachingguku. Aku tersontak kaget, tiba2 sehun menciumku didepan umum ini. Tapi lihat dari raut wajahnya bahwa ia menunjukkan kalo dia tidak ingin berpisah denganku, jadi akhirnya aku menutup berlahan mataku lalu membalas lumatannya. Enggk peduli banyak yg lihat, asalkan aku bisa sedikit menghilangkan rasa sedihnya kekasihku ini.
Author pov...
Mereka berdua tengah berciuman didepan umum membuat para murid lainnya merasa tidak nyaman, padahal mereka ini kakak kelas apa lagi mereka berdua ini ketua osis yg seharusnya memberikan contoh yang terbaik. Sesudah itu, Luhan ingin melepas ciumannya tapi sehun tidak ingin malah dia memperketat pelukannya dan ciumannya. Luhan tau apa yg dirasakan sama kekasihnya, dia juga tidak ingin berpisah. Luhan menghelus lembut wajahnya sehun mengisyaratkan untuk sehun melepaskan ciumannya, akhirnya sehun melepaskan juga. Tangan sehun tetap melingkar dipinggang manis milik Luhan, dan raut wajahya itu menunjukkan kalau dia sedang sedih.
"Sehun~ah, gak usah khawatir. Bukan selamanya kita tidak bertemu, ini disekolah hunny. Entar setiap jam istirahat atau jam bebas, kamu bisa kok menghampiriku" kata Luhan terseyum untuk menyakini Sehun.
"Ne, bolehkan? Itu katamunya, janji?" Kata sehun sambil terseyum.
Astaga, org2 yg disana belum pernah melihat sehun bisa tertawa lepas gitu. Sama org yg dia kenal atau sahabat ajha pun seyumnya enggak semanis itu, hanya sama Luhanlah seyumnya bisa semanis gitu.
"Ne hunny" kata Luhan sambil teseyum.
Dengan senangnya, sehun langsung mencium Luhan kembali. Berlahan2 sepasang kekasih ini saling melumat bibir mereka.
Tiba-tiba ada beberapa namja sedang menghampiri kedua kekasih ini yg tengah lovoly dovevy didepan umum."Ekhem..." dehem dari ChanKrisKai yg entah sejak kapan disana.
Luhan yg menyadari kalau sahabat sehun datang, dia berusaha mendorong sehun agar melepaskan ciumannya tapi sehun tidak mau. Sehun malahan menarik Luhan untuk menpererat ciumannya tanpa memandang sahabatnya ataupun org lain yg ada disitu. Luhan langsung memukul punggung belakang sehun dengan pelan, akhirnya sehun melepas ciumannya dengan sedikit kesal juga tapi sehun masih tetap melingkarkan tangannya dipunggung milik Luhan.
"Luhan~ah, kamu memang hebat. Belum pernah aku kenal sehun selama ini mau dekat juga dengan yeoja, apa lagi dia memancarkan seyuman manisnya hanya padamu padahal kami yg menjadi sahabatnya yg bertahun2 ini enggak pernah melihat dia seyum semanis itu. Apa lgi sampai berani melakukan itu, didepan umum lagi." kata Kris sedikit memonjorkan bibirnya kedepan sambil memandang sehun.
Luhan merasa malu dan bahagia juga, lalu memandang wajah sehun dengan terseyum
"Benarkah begitu hunny?" tanya Luhan sambil terseyum
"Ne my baby..." jawab sehun sambil tertawa manis menatap Luhan lalu mengelus wajah Luhan dengan lembut, membuat banyak org kaget apa lgi sahabatnya.
"astaga dia sampai manggil Luhan 'baby' wak" kata chanyeol dengan suara nyaring.
"Iya tuh." Lanjut kai dengan masih gak percaya.
Sehun hanya memandang mereka datar ajha, enggak peduli apa yg dibicarakan sama sahabatnya sendiri.
"Lihatlah, cara dia mandang kekasihnya aja beda cara dia mandang sahabatnya sendiri. Dia mandang Luhan dengan seyum terindahnya, tapi dia mandang sahabatnya sendiri hanya datar doang" kata Kris sedikit merasa tidak adil.
Luhan terus tertawa dalam pelukan sehun, dan sehun hanya menatap sahabatnya datar ajha lalu dia menatap yeojachinggu ya dengan seyumnya yg dibilang 'seyum mahalnya'.
Tiba2 sahabat Luhan datang menghampiri Luhan, tapi pas udah didepan sana Luhan hanya menatap mereka seyum karna sahabat Luhan melihat Luhan tengah dipeluk sama seseorang namja yg bernama Oh Sehun ini.
Udah itu tiba2 Kris menghampiri Tao lalu berbicara, chanyeol menghampiri Baekhyun lalu mereka bercerita, dan kai menghampiri Kyungsoo lalu menunjukkan sesuatu sedangkan sehun dan Luhan masih sibuk berpelukkan dan saling memandang seyum tanpa henti.
Tanpa mereka sadari, ada seorang yeoja berdiri didepan kaca kelas untuk menghadap luar melihat kalo namja yg dia sukai 'Oh Sehun' tengah berpelukan dengan seorang yeoja yg terkenal disekolaKrisa ialah Luhan ketua osis yang terkenal pandai dan ramah. Krystal yg melihatnya langsung geram dan ingin sekali ia memisahkan sehun dengan Luhan, cuma dia sudah enggak bisa lagi dikarenakan dia akan dipindahkan oleh appa ya bisa dibilang kepsek sekolah sini untuk sekolah luar negeri. Tapi krystal tidak visa berbuat apa-apa, toh dia udah harys mulai melupakan sehun dan sekolah di Amerika sana.
Bel berbunyi yg artinya udah waktunya masuk kedalam kelas. Sehun masih enggak mau melepaskan pelukakannya, malah dipereratkan lagi. Luhan mengetahuinya hanya bisa mencium pipi sehun sekilas untuk memberitahunya jangan terlalu khawatir. Akhirnya sehun mulai melepaskan pelukannya, lalu sahabat Luhan mengajak Luhan menuju kekelas, begitu juga dengan sahabatnya sehun. Akhirnya ya mereka benar2 berpisah dan jalan menuju kelas mereka masing2, tapi beda sama HunChanKrisKai ini. Mereka malah keruang kepsek dan meminta pada kepsek kalo mereka mau pindah kelas. Mereka berempat ini ingin dipindahkan kekelas A disebelahan sekolahnya. Sebenarnya boleh sih, cuma harus ikut test dulu. Tapi kayaknya enggk perlu deh, keempat namja ini terkenal bukan ketampanannya saja, juga kepintarannya. Jadi kepsek langsung menyetujuinya, tapi bukan hari ini pindahnya.
"Bsok baru boleh," kata kepsek.
Udah itu keempat namja ini berterima kasih lalu pergi meninggalkan ruang kepsek dengan gembira karena akhirnya mereka bisa sekelas sama yeojachinggu mereka.
Luhan pov...
Tiba dikelas, banyak yang memandangiku aneh. Entah apa ya ada yg salah ya mah aku? Apa jangan2 masalahku sama hunnyku tadi. Udahlah aku enggak mau peduliin, aku langsung dduk dikursiku dan teman2 sekelasku terus memandangiku.
"Apa yg ingin kalian tanyakan, tanyakan saja" kataku dengan datar.
Setelah kata itu keluar, banyak yg menanyakkan hubunganku dengan Sehun itu apa dan kapan kalian jadian and bla bla bla~
Banyak banget pertanyaannya mereka,
"aku pacaran sama sehun oppa sejak semalam" jawabku dengan seyum paksa.
Mereka hanya membalas 'OH' panjangg. Bikin jengkel ajha wak nh hari, hm...
"Luhan~ah, kamu menyukai sehun itu" tanya Tao udah itu Baekhyun dan Kyungsoo juga mengangguk benar dengan pertanyaan Tao.
"Ne Eonni, dia juga menyukaiku. Hehe... bagaimana dengan kalian? Kulihat kayaknya kalian juga menyukai diantara sahabatnya sehun" kata Luhan membuat wajah sahabatnya langsung memerah. Astaga, mereka lucu banget saat kukatakan tentang sahabat my Hunny.
Sehun pov...
Aku jalan kekelas bersama ketiga sahabatku, dengan malas aku masuk kedalam kelasku. Tadinya yg bising, pasku masuk jadi hening dan mereka menatapku penuh pertanyaan. Aku tdk peduliin dan aku langsung dduk dibangkuku, dan tiba2 kudengar dari teman sebelahku berbicara bahwa krystal pindah sekolah, katanya dia disuruh sekolah di Amerika sana karna appa ya yg suruh dan di barusan pergi saat bunyi bell masuk. Dengar kata itu ada rasa kaget, dan juga tidak peduli. Seharusnyakan kalau dia itu enggak ada disinikan malah lebih baik, dari pada entar hubunganku dengan my baby Luhan bermasalah karna dia.
Author pov...
Pembelajaran akhirnya mulai, dan para songsaengnim sudah mulai masuk kekelas masing2 untuk mengajar para muridnya. Pembelajaran berlanjut sangat lama, Luhan sedang fokus pada pembelajarannya ialah bahasa inggris yg digajari oleh Miss Kay. Sehun juga ikut fokus dalam pembelajarannya walau ada juga dia memikirkan Luhan, Sehun fokus pada pembelajaran fisika yg diajarin sama songsaengnim Kang.
Tit... titt...
Akhirnya bunyi bell yg menunjukkan bahwa ini jam istirahat. Dengan senang dan cepetnya, sehun membereskan buku2nya agar rapi lalu dia mengajak sahabatnya untuk kekelas Luhan sekarang juga.
Sehun, Kris, Chanyeol, dan Kai langsung dengan melangkah cepet menuju kelas yeoja kesayangan mereka. Sedangkan Luhan, dia membereskan bukunya dengan menata rapi dan ketiga sahabatnya ialah Tao, Baekhyun, dan Kyungsoo menghampiri Luhan untuk mengajak Luhan kekanti bersama-sama.
Sebelum keempat yeoja ini beranjak jalan menuju kekantin, ternyata keempat namja ini sudah ada didepan kelas mereka. Sehun menghampiri Luhan, Kris menghampiri Tao, Chanyeol menghampiri Baekhyun, dan Jong in (kai) menghampiri Kyungsoo. Keempat namja ini mengajak para yeoja kesayangan mereka untuk kekantin, dan keempat yeoja ini hanya terseyum dan saling berpandangan.
Dikantin
HunChanKrisKai menyuruh HanBaekTaoSoo untuk mencari tempat duduk, lalu biar keempat namja ini mengambilkan makanan mereka. Keempat yeoja itu menemukan tempat yg cukup untuk mereka berdelapan. Tapi sudah diduduki sama yeoja yg dulu siram BaekTaoSoo, udah itu krna gk ada tmpt pas2an lgi Luhan yg memulai bicara
"Permisi, bisakah kalian pindah dan cari bangku yg khusus dua org ajha." Kata Luhan, sedangkan sahabatnya malah menunduk ajha.
"Cih! Emangnya gk boleh apa 2 org duduk dibangku ini. Ha!" Bentak salah satu yeoja itu.
"Bukannya gk boleh, tp kalian merepotkan dan menyusahkan ajha." Balas Luhan datar.
"Cih! Dasar! SOK kali kau mentang2 ketua osis, elo kira gue takut apa!" Bentak yeoja itu.
"Mianhe... aku gk pernah bawa ini dengan jabatan sekolahku, dan bukan hanya aku ketua osis disini. Sehun oppa juga ketua osis disini." Kata Luhan dengan nada udah kelewat sabar.
Yeoja itu sudah geram dan enggak tahan lagi, dan akhirnya dia ambil minumannya lalu siram kemuka Luhan seperti yg dilakukan pada BaekTaoSoo beberapa hari yg lalu. Luhan hanya diam saja, disekeliling hanya diam menatap mereka. Tiba2 sehun dan sahabatnya dan menghampiri kekasih mereka. Sehun menghampiri Luhan yg tengah basah akibat ulah kedua yeoja yebelin itu, lalu Kris menghampiri Tao, chanyeol menghampiri Baekhyun, dan kai menghampiri Kyungsoo.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN SAMA KEKASIHKU, HA!" bentak sehun dengan amarahnya karna kekasihnya digituin.
"Sehun~ah, kenapa sih kamu bela cewek ini. Apa sh bagusnya cewek ini ketimbang Krystal." kata yeoja yg nyebelin itu membuat Luhan kaget krna dgr ada nama 'Krystal' didalamnya.
"Dengarnya baik2! Aku dan Krystal tidak ada hubungan apa2! Dan kau tau Krystal dan Luhan itu sangat berbeda jauh, sifat Luhan jauh lebih baik 100x lipat dibanding sifatnya Krystal itu yg manjanya melebihi puncak gunung!" Bentak Sehun.
Dengar kata itu, Luhan tersontak kaget dan juga bahagia karna sehun membelanya. Sehun langsung menyuruh kedua yeoja nyebelin itu untuk pergi, dan kedua yeoja itu dengan kesal dan amarahnya memandang keempat yeoja yg ada didepan mereka sambil memandang tajam lalu pergi.
Setelah itu HunChanKrisKai menarok makanan yg mereka bawa kemeja itu, lalu sehun langsung membawa Luhan menuju ketoilet sedangkan BaekTaoSoo hanya duduk disitu bersama ChanKrisKai disitu sambil memakan makanan yg dipesankan oleh mereka sambil saling menatap seyum.
Tiba ditoilet
Sehun agak sedikit bimbang untuk masuk kebagian mana, supaya dia bisa bantu Luhan membersihkan bagian wajahnya dan baju milik Luhan yg kotor ini.
"Hunny, makasih tadi udah belain aku." Kata Luhan sambil menunduk malu.
"Ne baby, mana mungkin aku lihat kamu digituin aku malah diam ajha. Kalo gitu aku ngapain jadi namjachinggumu kalo aku enggak bisa lindungin kamu baby." jawab sehun panjang lebar dengan nada polos.
"Baby, hbs ini kamu belajar apaan?" Tanya sehun lgi.
"Mm, hbs ini olahraga senam." jawab Luhan.
"Yaudah deh, entrnya kita tunggu bunyi bell" kata sehun.
"Eh, kok gitu? Emangnya mau.." jawaban dari Luhan terputus karna tiba2 udah bunyi bell.
Setelah itu yeoja dan namja yg ada ditoilet itu pada keluar menuju kelas mereka. Sehun dan Luhan masih didepan toilet, dan menunggu semua ya keluar. Akhirnya semuanya udah keluar, sehun langsung membawa Luhan masuk kedalam toilet yeoja lalu menutup pintunya rapat2. Luhan masih bigung apa yg dilakukan sama Sehun. Kemudian mereka menghampiri tempat untuk washdryer dan membuka air itu, sehun mengerluarkan sapu tangannya lalu membasahinya dengan air. Dengan berlahan2 sehun mengelap muka halus milik Luhan yg tadi ternodai sama Air sirup sedangkan Luhan hanya seyum menatap sehun yg tengah sibuk lap mukanya.
Akhirnya air sirup yg tadinya lengket dimukanya Luhan udah hilang dan tidak lupa mengambil kesempatan Sehun langsung menciumi pipi Luhan membuat Luhan tersontak kaget.
"Manis.." gumauan Sehun setelah itu sehun memajukan lidah ya *seperti mengejek tapi imut* kepada Luhan.
Luhan menundukkan wajahnya karna malu dan kini mukanya mulai memerah lagi. Sehun yg melihatnya, sebenarnya sudah tidak tahan lagi, jadi dia mengangkat wajah Luhan dengan tangannya lalu menghadapkan wajahnya kewajah sehun.
Kini mereka berdua tengah bertatapan, dan semakin dengan Sehun memajukan wajahnya Luhan yg tau akan dilakukan sama Sehun hanya menutup matanya lalu sehun juga memajukannya sambil menutup wajahnya dan akhirnya...
Cup~~
Bibir mereka menyatuh, pertama hanya menempel. Sedikit demi sedikit mereka mulai melumat bibir mereka dengan lembut. Tangan sehun melingkar sempurna dipinggang milik Luhan, dan tangan Luhan satu memengang wajah sehun satu lagi berada dileher sehun sambil menghelus2 lembut wajah dan lehernya sehun membuat sehun sudah semakin tidak menahan lagi.
Bukk...
Sehun langsung mendorong badan munggil Luhan kedinding, lalu menglumatin bibir Luhan dengan cepat dan kasar. Luhan hanya bisa pasrah apa yg dilakukan sama sehun, dan dia juga bisa dibilang menikmatinya juga.
"Hhmmmpppp,,, aahhh..." desah Luhan.
Dengan berlahan2, sehun memasukkan tangannya kedalam baju Luhan lalu menghelus punggung Luhan lalu dia menarik pinggang Luhan untuk lebih dekat dengannya.
"Ahh... hmmpppp... shhhss..." desah Luhan nikmat.
Luhan memajukan lehernya sehun untuk memperdalam ciuman mereka. Lalu Sehun mengigit bibir bagian bawahnya milik Luhan.
"Akh..." membuat Luhan membuka mulutnya.
Dengan cepat sehun langsung memasukkan lidahnya untuk mengabsen setiap yg ada dirongga mulutnya Luhan.
"Maniss... ssshh..." kata sehun dengan masih sibuk bermain lidahnya dengan lidah Luhan.
Saliva mereka berdua sudah saling berpindah, salivanya sehun masuk kedalam mulut Luhan walau ada juga yg keluar dan begitu juga dengan milik Luhan. Kini bibir bagian bawah mereka dan leher mereka telah dibasahi sama saliva mereka. Setelah selesai, sehun mulai lagi melumatin bibir Luhan yang lembut itu, lalu membuat bibir milik Luhan menjadi bengkak dan penuh dengan salivanya.
Kini sehun pindah menuju leher Luhan yg lembut itu, mencari2 bekas kissmark buatannya lalu mengeser sedikit kepala Luhan dgn pelan supaya dia dpt merahi kissmark itu. Sehun mengigit, melumat, dan menjilati leher Luhan seperti seorang kehausan.
"Ahh...hmmpptt..." .desah Luhan.
Luhan hanya bisa berdesah nikmat, dengan kelakuan Sehun. Tiba2 ada yg membuka pintunya, lalu masuk kedalam wc. Akhirnya aktivitas Luhan dan Sehun berhenti krna ada seorang yeoja masuk kedalam wc. Yeoja itu kaget dan juga bigung, kenapa ada namja di wc yeoja? Apa lgi dia sama Luhan sekarang. Sehun langsung membawa Luhan keluar dari situ, dan yeoja itu tetap memandang Luhan dan Sehun sampai diluar sana. Kemudian tiba2, para osis disuruh kumpul diruangan osis sekarang juga disuruh sama kepsek. Jadi mereka berdua berjalan bergandengan tangan menuju keruang osis sambil terseyum.
Diruang osis
Banyak yg memandangi Luhan dan Sehun karna pas mereka tiba diruangan mereka bergandengan tangan.
"Ketua osis, kata kepsek dia suruh kita untuk melanjutkan kegiatan kita yg tertinggal semalam" kata salah satu osis.
"Oh, okay kita buat sekarang" kata Sehun dan Luhan serentak membuat suasana disana jadi iri ajha.
Akhirnya mereka menuju ruangan aula untuk mempersiapkan barang2 untuk valentine. Disitu Luhan dan sehun msh berdua melakukan sesuatu bersamaan.
"Baby~ah, aku pergi ambil barang dulunya" kata sehun.
"Ah, ne.." jawab Luhan terseyum.
Sehun dengan cepat langsung keluar dari aula dan membiarkan Luhan membuat barangnya dulu. Luhan ingin menggambil bingkaian bunga2 yg ada diatas lemari tinggi itu, tapi Luhan tidak mengapainya. Akhirnya salah satu osis namja mengendong Luhan keatas, membuat Luhan kaget. Dia menyuruh Luhan agar cepet mengambilnya, lalu Luhan langsung mengambil bingkaian bunga2 itu dan org itu menurunkan Luhan dengan lembut. Tanpa mereka sadari seorang namja yg ada didepan pintu aula menatap tajam pada mereka berdua. Luhan mengucapkan terima kasih pada namja yaitu tak lain Youngmin (osis olahraga) sekolah ini. Dan youngmin membalas sama2 saja, mereka berdua saling melempar seyum membuat Sehun langsung berjalan menuju mereka berdua.
Sehun langsung menarik tangan munggil Luhan agar menjauhi namja itu, membuat Luhan kaget ajha. Sehun membawa Luhan kebawa aula yaitu diperpustakaan dengan mencengkam erat tangan Luhan kuat.
"Hunny~ah, ssaakitt" kata Luhan.
Sampai dibawah, sehun melepaskan genggamannya. Lalu tangannya sehun melingkar tangannya dipunggung Luhan dan menarik Luhan dekat dengan tubuhnya. Dan kini mereka saling memandang.
"Kamu kenapa sama namja tadi ha! Sampai2 dia rangkul kamu!" Bentak sehun dengan sedikit amarah.
Luhan yg tau kalau kekasihnya sedang cemburu dan dia sangat gembira kalau kekasihnya bisa cemburu juga. Kemudian tangan Luhan langsung memengang wajah sehun, menghelus wajah halus milik sehun.
"Hunny, tadi dia itu menolongku untuk ambil rangkaian bunga2 yg letaknya diatas lemari itu" kata Luhan seyum.
"Kan baby bisa tunggu aku, aku enggak mau babyku dimegang2 sama namja lain selain aku" kata sehun sambil kesal.
"Haha, hunny~ah tadi aku juga kaget, dia tiba2 mengendongku naik. Dia hanya membantuku untuk meraih rangkaian bunga itu lalu dia menurunkanku. Lalu aku mengucapkan trima kasih untuknya" kata Luhan memancarkan seyumannya.
Sehun menatap bola matanya Luhan yang hitam kilat itu untuk mencari apa ada kebohongan didalam atau enggak. Ternyata Luhan tidak bohong, akhirnya Sehun bisa bernafas lega.
"Ne ne..." jawab sehun udah agak redah amarahnya.
Tangan mereka masih dalam tempatnya, tanpa berubah sedikitpun. Lalu mereka saling memandang, dan memberikan seyuman. Kemudian wajah sehun melihat ketangan Luhan yg memerah dan membekas itu akibat ulahnya. Sehun merasa bersalah, dia langsung memengang tangan Luhan yg memerah akibat buatannya, lalu dia mengelus-elus tangannya Luhan dengan lembut. Luhan yg tau hanya terseyum kepada sehun.
"Sakit pasti." kata sehun sambil memengang tangan mungil ya Luhan.
"Gak apa2 sehun~ah" seyum Luhan.
Sehun langsung menunduk wajahnya karna merasa bersalah sama Luhan, tapi Luhan langsung memengang wajah sehun karna Luhan juga gak mau sehun mensalahkan dirinya sendiri.
"Hunny, aku enggak apa2 sayang." kata Luhan sambil menggangkat wajahnya sehun untuk menghadap wajahnya.
"Mianhe baby, aku gak akan kasar lagi." Kata sehun sambil matanya berkaca2.
"Gak apa2 hunny, aku gerti kok." Jawab Luhan dengan seyum manisnya.
Sehun langsung memeluk Luhan dengan senang dan lembut, Luhan juga membalas pelukkannya dengan lembut.
Sehun pov...
Aku sedang tengah kerjain bagianku bersama Luhan. Aku keluar dulu untuk menggambil air, hbs karena kulihat Luhan seperti kelelahan. Aku langsung berlari menuju keluar aula setelah kuminta izin terlebih dahulu kepada Luhan. Aku langsung berlari menuju kantin membeli segelas air putih , lalu menuju keaula. Tiba2 pas msuk aku langsung melihat pemandangan tidak enak didepanku, kulihat Luhan tengah digendong sama seorang namja. Lalu pas namja itu menurunkan Luhan, mereka tengah seyum saling memandang. Membuat hatiku jadi jengkel dan kesal, pengen banget kupukul wajah namja itu dengan seenaknya dekat dengan my babyku. Kuhampiri mereka berdua, lalu aku langsung menarik Luhan menuju perpustakaan bawah aula. Dia terus bilang sakit, tapi aku gak peduli. Tiba dibawah perpustaan aula, tanganku melingkar dipinggangnya lalu menariknya mendekati wajahku. Dengar kasar dan marah aku membentaknya, tapi dia malah menarokkan tanganya diwajahku lalu mengelus wajahku dengan lembut sambil terseyum. Akhirnya aku bisa tenang dan juga merasa nyaman. Dia menjelaskan semuanya, dan penjelasannya itu semuanya itu benar. Setelah itu aku udah mulai tenang, tpi saat aku lihat tangannya yg memerah akibat ulaku tadi yg mengenggamnya terlalu kuat makannya tangannya jadi memerah segitunya. Aku langsung menunduk sedih dan merasa bersalah, lalu dia mengangkat wajahku dengan tangannya yg munggil itu lalu nerkata padaku kalau dia gak apa2. Dengar dia bicara seperti itu, aku langsung memeluknya dengan hangat.
Author pov...
Akhirnya mereka berdua berjalan kenaik keatas, dan tanpa diketahui ternyata semuanya udah menyelesaikan barang2 tsb.
"Udah selesai?" Sontak HunHan kaget karna udah selesai perlatan2 untuk valentine.
"Udah, hehe. Mianhe kalau enggak tegah manggil kalian, hbs kami lihat kalian sedang bermesrahan dibawah." Kata salah satu osis disana.
"Minahe mianhe..." kata Luhan sambil meminta maaf.
Akhirnya mereka sudah dengan kerjaan mereka masing2, tinggal memilih siswa/siswi yg akan mengikuti perlombaKrisa ajha. Mereka satu persatu masuk kedalam kelas dan memilih setiap 1 kelas yg ingin menjadi dibagian Flower Coffe, Fashion show, best couple and King and Queen. Kalau =
1. Flower Coffe , yg ingin menjadi boleh.
2. Fashion show, 1 kelas yg menwakili harus yeoja and namja.
3. best couple itu, yg sudah menjadi sepasang kekasih tapi itu harus sama kelas.
"King and Queennya itu terserah siapa yg mau ikut, tidak perlu perwakilan kelas. "
Akhirnya banyak yg mendaftarkan diri, sekarang bagian osis untuk memilih siapa yg ikut serta acara ini juga. Sehun dan Luhan saling memandang dan terseyum.
Luhan dan sehun ikut dalam acara Flower Coffe ajha, tapi mereka tidak mengetahuinya kalau osis lainnya diam2 memasukkan nama mereka berdua ke King and Queen. Para osis itu senyum2 tanpa sebab, membuat Luhan dan Sehun aneh. Akhirnya mereka menyelesaikan tugasnya juga, membuat kepsek bangga dengan hasil mereka.
Luhan beranjak kekelasnya untuk mengambil tasnya, dan ditemanin sama Sehun dan sebaliknya. Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 KS dan sudah sore.
Ring...ring...ring...
Suara hp milik Luhan berbunyi, lalu Luhan langsung mengambil hpnya dan dilihat Appa menelponnya. Dengan cepat Luhan langsung angkat telpon itu,
Annyeong, Appa ada apa?
Luhan~ah , kamu semalam kemana aja. Kok gak pulang2? Appa dan Eomma khawatir ini sama kamu.
Ah, Appa maaf semalam aku nginap dirumah temanku karna sudah malam dan udah enggak ada bus, dan maaf lagi kalau aku lupa kabarin.
Hm, lain kali jangan begitu laginya. Oya, kamu sekarang dimana?
Lagi mau pulang kerumah, kenapa?
Kita ada acara makan malam sama teman Appa yg lama, kamu hampiri restaurant XOXO ya. Sekarang juga, karna Appa mau bicarakn sesuatu denganmu dan keluarga temanan Appa.
Baiklah.
Luhan menutup panggilannya lalu.
"Ada apa baby~ah?" tanya Sehun
"Gak apa2, tadi Appaku telpon. Sekarang dia suruh aku ke restaurant XOXO" jawab Luhan.
"Aku antarinnya, udah malam juga. Aku enggak menerima tolakan baby" kata sehun langsung menyadari pasti Luhan akan menolaknya.
Dengar kata sehun, Luhan hanya menghela nafas dan menerima yang sehun lakukan. Setelah itu mereka berdua jalan menuju parkiran mobilnya Sehun, lalu seperti biasa sehun membukakan pintu mobilnya untuk Luhan masuk lalu dia langsung lari menuju pintu mobilnya lalu membukan dan masuk kedalamnya. Sehun langsung menhidupkan mobilnya dengan cepet, dan membawa Luhan ke restaurant XOXO.
Restaurant XOXO
Tiba disana Sehun langsung membawa Luhan masuk untuk menemuin orang tuanya. Setelah tiba ditengah dalam restaurant itu, Sehun langsung mencium sekilas dahinya Luhan lalu berjalan keluar dan Luhan melambaikan tangannya yg juga dibalas sehun lalu langsung masuk kedalam salah satu ruangan itu.
Saat diluar pintu untuk jalan keluar, tiba2 Appa dan Eomma sehun datang, membuat sehun kaget.
"Sehun~ah, syukurlah kamu datang juga. Kira Appa kamu enggak mau datang." Kata Tuan Oh yaitu Appanya Sehun.
"Aku hanya antarin kekasihku, lalu mau pergi." Jawab Sehun datar.
"Sehun~ah, ayolah masuk. Kita ada acara makan malam ini sama teman Appa yg dulu. Pleasee, Appa mohon ini" kata Tuan Oh.
"Ne, Sehun~ah. Turuttinlah permintaan Appamu ini, Eomma mohon." Kata Nyonya Oh yaitu Eomma Sehun.
Dengar Appa dan Eomma memohon, akhirny sehun menurutinya lalu masuk kedalam Restaurant itu.
Sampailah didepan pintu ruangan, dan Tuan Oh membuka pintunya lalu masuk kedalam sambil mengandeng tangan istrinya, sehun menghampirinya dibelakang dengan wajanya yg lemasdan menundukkan wajahnya. Tiba2...
"Sehun~ah?"
Sehun mengetahui suara itu, itu seperti suara Luhan. Sehun langsung memandang wajah yeoja yg ada didepannya, dan ternyata benar Luhan.
Luhan pov...
Tiba direstaurant itu, sehun langsung mengandengku menuju masuk kedalamnya. Ditengah2 restaurant, sehun mencium keningku sekilas, lalu berjalan menuju keluar dan aku langsung melambaikan tanganku kepadanya begitu sebaliknya dengan dia.
Tiba diruang itu, aku langsung membuka pintu dan masuk kedalam. yg kulihat hanya ada Appa dan Eomma dan bukannya kata Appa kalo temannya mau datangnya? Kok enggak kelihatan?
"Appa, bukannya Appa bilang teman Appa mau datang? Kok enggak nampak?" Tanya Luhan.
"Mereka belum datang Luhan~ah, sini duduk. Appa mau bicara denganmu sesuatu." Kata Tuan Xi yaitu Appanya Luhan. Aku langsung menghampiri kedua orang tuaku lalu duduk disebelah Appaku.
"Ada apa Appa?" Tanyaku.
"Sayang, enggak lama lagi Appa dan Eomma akan pulang ke Taiwan untuk mengurus perusahaan kita disana. Sebenarnya ada yg dirahasiakan Appa sama Eomma denganmu, kami mohon jangan marah." Kata Tuan Xi membuat aku semakin bigung.
"Nugu?" Balasku bigung.
"Luhan~ah, sebenarnya dari kamu kecil Appa dan Eomma sudah jodohkan kamu sama salah satu Sahabat Appa dan itu sekarang dia tengah menuju kesini." Kata Tuan Xi.
Aku mendengar kata Appa langsung membuatku terkaget dan tak percaya, bisanya Appa sembunyikan rahasia sebesar ini sama aku. Apalagi kini kan aku sedang menjalan hubungan sama Sehun, nanti aku mau bilang apaan sama Sehun. Sehun pasti akan membenciku kalau aku mengatakan itu, tapi gimana lagi udah terlanjur. Aku hanya bisa menerima ini, sebab kalau aku menolak pasti Appa dan Eomma sedih. Tapi bagaimana dengan sehun? Astaga, Tuhan tolonglah aku. AKU Enggak siap dibenci sama Sehun, aku mencintainya.
Akhirnya air mataku yg sudah penuh itu jatuh juga ke pipiku yg mulus itu. Aku langsung mengusap2 air mataku dengan kasar, Appa dan Eomma melihatku hanya meminta maaf. Pintu itu terbuka lalu ada ada dua orang yg cukup berlanjur usia tengan bergandengan masuk kedalam sambil mengucapkan mianhe, tapi tiba2 aku terkaget sambil berdiri dan melihat seorang namja yg itu masuk. "Sehun~ah." Panggilku lirih.
Author pov...
Sehun langsung menghadapkan wajahnya lalu memandang yeoja didepannya apa Luhan atau bukan, dan ternyata itu Luhan.
"Apakah yg mau dijodoh sama aku itu... Luhan." Tanya sehun kepada Appanya.
Appanya sehun dan Luhan kaget, ternyata mereka saling mengenal.
"Ne sehun~ah, kalian udah saling mengenalnya?" Tanya Tuan Oh.
Tanpa balas pertanyaan Appa, sehun langsung menghampiri Luhan dan memeluknya. Begitu juga Luhan, dia membalas pelukannya Sehun. Dengan tingkah mereka berdua ini, sukses membuat kedua org tuanya bigung.
"Appa kenapa enggak bilang kalau yeoja yg dijodohkan samaku itu Luhan. Kalau Luhan pasti aku sangat menyetujuinya." Kata Sehun sambil terseyum dengan keadaan masih memeluk Luhan erat2.
"Kamu enggak nanyak, bagaimana Appa kasih tau, udah duduk dulu." Kata Tuan Oh sedikit kesal sama Sehun anaknya, tapi dia akhirnya bisa melihat Sehun terseyum lagi dari sekian tahun ini.
Akhirnya sehun melepas pelukannya lalu mengandeng tangan Luhan untuk duduk bersamanya, membuat kedua orang tua mereka merasa lucu dengan sikap mereka berdua.
Sehun dan Luhan duduk berdua saling bergandengan, lalu saling seyum2an. Masuklah pelayan dan pelayan itu memberikan menu makanan. Mereka mulai memesan, setelah itu selesai memesan pelayan itu bilang tunggu sebentar.
Sehun dan Luhan tengah saling memandang seyum, sedangkan kedua orang tuanya Luhan dan sehun saling memandang kalau mengisyaratkan bahwa 'perjodohan ini emang jalan yg terbaik' kedua anak mereka. setelah itu pelayan mulai membawa makanannya masuk kedalam ruangan, lalu menarokkan makanan itu dimeja makan. Mulailah mereka makan makanan hidangan mereka masing2 kemudian tuan oh membuka suara untuk bicara terlebih dahulu.
"Bagaimana? Kalian mau?" Tanya Tuan Oh.
"i do and always i do." jawab sehun dengan semangat.
Luhan hanya tertawa dengan tingkah lakunya Sehun, lalu dia mengangguk bearti mau.
"Astaga, cocok kali kalian ini. Apa lagi menantuku begitu cantik" kata Nyonya Oh sambil memandang Sehun dan Luhan.
"Makanya aku bisa jatuh cinta padanya Eomma, karna dia aku berubah." Kata sehun dengan semangat.
Dengar kata ini membuat Tuan Oh dan Nyonya Oh mengeleng benar, dan Luhan hanya menundukkan wajahnya karna malu.
"Oya, Luhan~ah sepertinya Appamu sudah jelaskan padamu tentang pertunangan ini kan?" Tanya Tuan Oh.
"Ne... hmm..." kata Luhan bigung entah harus panggil Appa ya Sehun apa.
"Panggil Appa ajha Luhan~ah" seyum Tuan Oh.
"Ah, ne... Appa" jawab Luhan dengan menunduk malu.
Mulailah mereka berbinjangkan masalah pertunangan Luhan dan Sehun, sambil memakan hidangan makanan mereka.
"Oya, mulai sekarang kalian tinggal bersama ya, habiskan Appa dan Eomma Luhankan mau pulang ke Taiwan jadi enggak mungkin Luhan tinggal sendiri dirumahnya." Kata Tuan Oh.
"Ah, gak ap..." kata Luhan putus karna tiba2 sehun memotong pembicarannya.
"Oke deh Appa, makasih." Kata Sehun semangat.
Luhan tersontak kaget, karna perkataan sehun. "Ah, gak apa2 aku tinggal sendirian. Aku sama sehun belum menikah mana boleh tinggal satu rumah." Kata Luhan sambil menunduk malu.
"Udah gak apa2 baby, tidak usah malu2. Bukannya kita udah melakukan hal itu." Jawab sehun terseyum licik sambil memeluk Luhan.
"Ahh... Sehun, kau in..." kata Luhan terputus karna tiba2 Sehun memcium bibir lembutnya milik Luhan didepan orang tua mereka.
Astaga Luhan sangat kaget, dia terus mendorong dada sehun dengan kedua tangannya supaya sehun melepaskan ciuman mereka. Tapi malah sehun menarik Luhan semakin kedepan dan memperdalam ciuman mereka. Luhan akhirnya tidak bisa berbuat apa2, karna dia gak sekuat kayak Sehun. Mulai berlahan2 Luhan membalas lumatan sehun, membuat sehun seyum merasa senang.
"Astaga... kalian kalau mau melakukan itu dirumah ajha, jangan disini." Kata Tuan Xi melihat adengan HunHan.
Sehun dan Luhan langsung melepaskan ciuman mereka saat dengar kata Appanya Luhan, sepertinya kedua orang tuanya iri ajha.
"Ne ne... mianhe, hehe" kata sehun sambil seyum licik.
"Oya, kalian jadi gimana? Kalian akan tinggal sama2kan?" Tanya Tuan Xi.
"Iya dong, hehe" jawab Sehun semangat dan Luhan hanya mengangguk saja.
"Ne... Oya bsok pagi, Appa dan Eomma serta Appa Luhan dan Eomma Luhan akan pergi ke air port untuk membeli tiket lalu langsung ke Taiwan. Kalian tinggal dirumah Appa ajha, jangan tinggal diapartemen. Gerti, terutama kamu Oh Sehun." Kata Tuan Oh tegas.
"Akh Appa, kenapa gak boleh tinggal di apartemenku sendiri!" Jawab sehun dengan kesal.
"Kalau Appa bilang apa, kamu turutin ajha. Jangan banyak komplen, atau enggak..." kata Tuan Oh terputus karna sehun langsung menjawabnya.
"Ne ne, arraseo." Jawab sehun dengan nada sedikit kesal.
Akhirnya acara makan malam mereka berjalan dengan lancar, dimana mulai sekarang Luhan udah harus tinggal dirumah mewahnya Sehun. Appa dan Eomma Luhan pamitan pulang dulu, lalu begitu juga dengan Appa dan Eomma ya Sehun. Kemudian sehun dan Luhan berjalan menuju mobilnya sehun dan beranjak pulang kerumah. Tibalah dirumah sehun, Luhan kaget, ternyata rumahnya sehun sangatlah mewah dan luas seperti istana ajha. Walau Appanya Luhan itu pengusaha besar, tapi Appanya Luhan itu lebih suka hidup sederhana cuma kalau rumah milik Appanya Luhan yg di Taiwan bisa dibilang juga mewah. Tapi lihatlah rumah milik Appanya Sehun, begitu luasnya rumah itu. Entah kenapa Sehun memilih tinggal di apartemennya ketimbang rumahnya sendiri.
Pas udah berada didalam, dan sudah memakirkan mobilnya mereka berdua jalan masuk kedalam rumah sehun dan WOW... Astaga, mewah banget rumah milik Sehun. Sehun yang menyadari kalau dari tadi Luhan terpukau dengan keindahan rumahnya hanya terseyum tipis. Lalu sehun mengenggam erat tangannya Luhan membawa Luhan menuju kamarnya, dan kedua org tua sehun melihat mereka sambil tertawa kecil dengan tingkahnya mereka yg lucu itu.
Dikamar
Setiba dikamarnya Sehun, Luhan melihat sekililing kamar sehun yg mewah itu.
"Astaga, mewah semua ini isi rumahnya" gumaun Luhan dalam hatinya.
Sehun yg dari tadi menatap Luhan terus terseyum karna kelakuannya Luhan.
Sehun pov...
Melihatnya seperti ini , aku langsung memeluknya dari belakang.
"gak segitunya kali baby~ah". Kataku sambil terseyum licik.
Dia hanya menundukkan wajahnya karna malu dengan kataku tadi. Lalu ku usap, kujilat, dan ku gigit lehernya ya yg bergairah itu, ku buat kissmark lgi disitu dan dia hanya bisa memdesah.
"Akh...hmpptt..." desahnya dengan nikmat.
Lalu aku membalikan tubuhnya agar menghadap wajahnya keaku, kupandangi wajahnya yg kini memerah seperti tomat. Setelah itu, dia bilang dia ingin mandi. Aku langsung mengambil handuk dan baju kemeja putih yg panjang untuknya, lalu dia menerimanya.
"Ayo, kita mandi bersamanya." Kataku dengan seyum licikku membuat Luhan langsung kaget.
"gggakk bbboolllehh ssehun~ah, mmaluu tauu." Lanjutnya dengan gugup.
"Udah gaksah malu, bukannya aku sudah melihat semua bentuk tubuhmu dan begitu juga kamu juga udah melihat punyaku sepenuhnya." Kataku panjang lebar.
Dia membuang nafas agak sedikit kasar dan gugup, akhirnya dia gk bisa menolak dan dia menyetujuinya. Setelah itu, aku juga langsung mengambil handukku dan bajuku. Kami berjalan menuju kamar mandi bersamaan, sambil aku mengenggam tangannya. Kubuka pintu itu lalu membawa dia masuk, setelah itu kututup pintunya. Lalu kugantungkan handuk dan baju milikku ditempat gantungan baju, setelah itu kami bertatapan sementara. Kulihat wajahnya kini memerah dan sangat imut.
"Udah siap?" Tanya aku dgn semangat.
"Hmm..." jawab dia dengan mengangguk pelan kepalanya bearti iya.
Aku mulai duluan membuka berlahan bajunya, kini bajunya telah terlepas dan menampilkan bentuk dadanya yg polos itu. Lalu berlahan2 aku membuka rok dan underware miliknya sampai terlepas, lalu kulihat bagian bawah miliknya. Sedangkan Luhan, dia hanya terus menundukkan wajahnya karna malu. Pakaiannya akhirnya terlepas semuanya, kini gilirannya melepas pakaiannku. Dengan pelan dan bergetar, dia melepaskan pakaianku dan sempurnah terlepas dari tubuhku dan menampakkan bentuk sempurnah bagian dadaku membuatnya menelan salivanya berat2. Lalu tangannya kini berada dicelanaku, lalu melepaskan celanaku dengan sedikir gugup dan akhirnya celanaku lepas juga dari tubuhku ini. Karna dia terlalu lama, aku langsung melepaskan underwareku. Dia tersontak kaget, lalu memandang kearah lain sambil memengang wajanya dengan kedua tangannya. Lalu aku membalikkan tubunya menghadap wajahku, kini kita berdua tengah bertatapan. Lalu aku genggam tanganya menuju shower, lalu ku buka shower itu dan mandi bersamanya. Kulihat dia malu2 sambil menundukkan wajahnya.
Luhan pov...
Astaga aku gugup sekali saat dia membuka satu persatu pakaianku, membuatku menjadi gila ajha. Lalu kini aku sedang terlanjang dan membuatku menjadi lebih gila lagi. Apa lgi dia, kini giliranku untuk melepaskan pakainnya, lalu dengan sedikit gugup dan malu aku membuka setiap pakaiannya. Pas terakhirnya, aku harus membuka underwarenya sehun. Astaga, aku enggak berani. Tiba2 sehun langsung membuka underwarenya sendiri membuat mataku membulat sebulat mungkin. Lalu aku memalingkan wajahku yg memerah ini, tapi sehun malah membalikan tubuhku yg kini sekarang kita bertatapan. Lalu dia membawaku menuju shower dan di membuka shower tersebut dan aku hanya terus memikirkan dia dengan pikiran nafsuku itu.
Author pov...
Kini mereka berdua berdiri dibawah shower dan sehun langsung memeluk Luhan dengan melingkarkan tangannya dipinggang mulus milik yeojachinggunya. Luhan yg kini udah tidak bisa menahan lagi. Kini kaki kirinya Luhan mulai naik turun dengan pelan di kaki kanannya sehun, lalu tangannya dinarok dipipi dan leher milik sehun. Sehun tau kalau kini Luhan sedang nafsu dan ingin mulai bermain. Akhirnya sehun yg tidak mau kalah, langsung menarik Luhan dekat dengan wajahnya lalu melumati bibir Luhan dengan bergairah. Kini mereka saling berciuman panas, menglumat-lumat bibir mereka masing2 dengan penuh nafsu.
"Hmmppp...aaahhh...hhhmmmpp" desah Luhan nikmat dan terus dgn cepat menurun naikkan kakinya di kakinya sehun.
Tanpa disadari sehun, Luhan langsung menggesekkan bagian bawahnya ke kejantanan milik sehun membuat sehun makin tergoda. Kini Luhan yg mengoda terlebih dahulu , bukan sehun.
"Ahh...hhmmpp..ffaastteerr baby hmmppt..." desah sehun nikmat dan masih sibuk menglumati bibirnya Luhan.
Luhan yg mendengarnya, kini dengan cepet dia menggesek-gesek bagian bawah miliknya dengan sehun. Akhirnya sehun benar2 sudah tidak tahan lagi, dia langsung mendorong Luhan kedinding lalu melumati bibirnya Luhan penuh nafsu dan gilirannya menggesek kejantanannya ke bagian milik Luhan.
"Hmmp.. aahh...ffassterrr hhunnyy." Desah Luhan nikmat sambil membalas lumatan sehun tak kalah nafsunya.
Dengan secepat sehun mengeseknya, kini mereka berdua sudah benar2 nafsu kelawatan. Dengan cepat, sehun mengendong Luhan dengan ala bridal dan tangan Luhan melingkar sempurnah dilehernya sehun. Sehun keluar dari kamar mandi, lalu menuju kekasurnya dan membaringkan Luhan dikasurnya yg king size itu dan kini dia diatasnya Luhan. Tangan Luhan masih ditempatnya, kini sehun mulai melumat-lumat bibir Luhan dengan nafsu sambil menggerakkan kepalanya kekiri dan kekanan begitu sebaliknya dengan Luhan. Kini mereka berciuman panas cukup lama, akhirnya membuat mereka agak sedikit lelah. Lalu sehun ingin memasukkan lidahnya kedalam rongga mulutnya Luhan. Dia mengigit bibir bagian bibir bawah Luhan.
"Akhh...ssshh...hhmmp" gara2 gigitan sehun Luhan membuka mulutnya dengan cepat sehun langsung memasukkan lidahnya kedalam mulut Luhan lalu mengabsen setiap yg ada didalamnya dan nihil.
Kini mereka sedang impor-ekpor saliva mereka, membuat saliva mereka ada yg keluar dari mulut sampai tumpah keleher. Setelah itu sehun melepas ciumanannya lalu memandang Luhan penuh arti, Luhan yg mengetahuinya hanya mengganguk iyakan saja. Lalu sehun menarik tangan munggil milik Luhan dan memposisikan Luhan duduk sepertinya. Lalu sehun mengangkat kedua kaki Luhan untuk membuka lebar dengan menaroknya dipinggang sehun dan tangan Luhan melingkar dileher putih milik sehun.
Lalu sehun dengan berlahan memajukan kejantanannya untuk masuk kedalam hole milik Luhan, dan akhirnya masuk juga. Dengan berlahan2 sehun memaju mundurkan kejantanannya di dalam hole milik Luhan, membuat Luhan mendesah hebat.
"Akhh... ssee...hhuunnn...mmmmooorre" desah Luhan.
"Akkhh... baby~ahhh... ookkay..." desah sehun nikmat.
Sehun dengan cepat memaju mundurkan kejantanannya didalam holenya Luhan. Membuat mereka benar2 nikmat dan gairah.
Tanpa mereka sadari, dari luar pintu sana ada org yg tengah melihat aksi tindakkan mereka. Org itu adalah Tuan Oh dan Nyonya Oh.
"Astaga, memanglah anak ini. Baru ajha usia segini udah coba2 melakukan hal seperti itu" kata Tuan Oh.
"Kau pun dulu gitulah, anakmu buat itu krna ketuaran kamu tuh." Jawab Nyonya Oh.
Tuan Oh langsung melingkarkan tangannya dipinggang Nyonya Oh, lalu memajukan wajanya kewajah yeobonya. Tuan Oh dan Nyonya Oh tengah saling memandang. Tuan Oh juga tidak tahan lagi ingin melakukannya, Nyonya Oh yg mengetahuinya hanya bilang iya saja. Dengan cepat Tuan Oh mengendong Nyonya Oh dengan ala bridal dan membawanya menuju kamar mereka.
Sehun dan Luhan masih tengah berbuat gituan, sehun masuk sibuk memaju mundurkan kejantanannya sedangkan Luhan terus mengelus leher sehun dengan .nikmat.
"Ssehunn... akh... fffasstteer..." desah Luhan.
"Oohhh... bbabby... begitu nnikkmaat kaah.. mmpp..." tanya sehun sambil mendesah.
"Nnee... akkhh... babbyy... ppllliisshh... mmmoorre ffaassterr... hhmmppp" desah Luhan tak karuan.
Akhirnya dengan cepet sehun memaju mundurkan kejantanannya didalam hole milik Luhan yg sempit itu tapi enak. Lalu tangannya sehun berada di paha Luhan dengan mengelus-elus paha Luhan dengan penuh nafsu. Akhirnya mereka benar2 klimaks dan..
Byurrr~
Cairan itu keluar dari tubuh mereka masing2, membuat mereka berhenti sejenak. Sehun membaringkan tubuhnya karna lelah, sedangkan Luhan hanya memandang kejantanannya sehun mengisyaratkan bahwa ia ingin tau bagaimana rasanya.
"Lakukanlah baby~ah, lakukan sesuka hatimu." Kata sehun yg menyadari kalau kekasihnya ingin melakukan itu.
Luhan langsung memajukan wajahnya menuju kejantanannya sehun lalu memasukkan kejantanannya sehun kedalam mulutnya yg mungil itu. Luhan mulai menjilati dan mengigit kejantananan sehun seperti permen. Sehun hanya mengelus rambut Luhan dengan gairah.
"Akh.. kamu pintar juga akh.. baby~ahh.. mmorre" desah sehun.
"Hmmp... bbeggituhkah" tanya Luhan yg masih sibuk menjilatinya kejantanannya sehun tanpa merasa jijik.
"Yesshh babyy..." kata sehun.
Akhirnya byurr~, cairan itu keluar dari sehun dan masuk kedalam mulutnya Luhan. Luhan menelan cairan itu tanpa merasa jijik sama sekali. Mereka berdua tengah kelelahan dan akhirnya tertidur saling berpelukkan dan menutup badan mereka dengan selimut sampai keatas agar bisa menutupi badan mereka.
Valentine day.
Pagi hari yg cerah dan suara kicauan burung membangunkan yeoja ini dalam tidur cantiknya, sepertinya pendengaran yeoja ini bergitu tajam.
Luhan pov...
Pagi itu membangunkanku karna kudengar suara kicauan burung yg merdu itu. Aku coba mengimbangkan mataku dengan cahaya sekitar, lalu pelan2 kuucek mataku yg indah ini.
Lalu aku ingat kalau hari ini adalah hari valentine, kulihat waktu kini menunjukkan pukul 06.00 KS. Aku coba berdiri dan duduk dikasur itu, aku memandangi sehun yg kini masih tertidur nyenyak. Gak tega aku membangunkan tidur pangeran ini dari mimpi indahnya, lalu penglihatanku beralih melihat bagian bawahku.
Astaga, merah banget bagian bawahku akibat ulah yg dibuatnya padaku pada malam itu. Lalu aku beranjak jalan menuju kursi untuk mengambil handukku dan jalan menuju kamar mandi untuk mandi dengan mengangkang.
Setelah selesai mandi, aku langsung mengeringkan rambutku. Setelah itu aku jalan menuju baju sekolakhku, lalu memakainya. Kupandang waktu kini menunjukkan jam 06.20 KS. Aku harus membangunkannya sekarang juga dan jujur aku juga masih gak tega sih, habis gimana lagi kalau enggak bangunkannya bisa2 kita berdua telat. Kini aku jalan menujunya, lalu kutundukkan tubuhku agar aku bisa melihat wajah tampannya saat dia tidur. Kuangkat tanganku menuju muka putih miliknya, ku helus2 lembut wajahnya lalu memanggilnya untuk bangun.
"Hunny... bangun" kataku sambil mengelus wajanya sehun.
Sehun yg menyadarinya, tangannya sekarang bergerak menuju tanganku yg terletak diwajahnya. Lalu dia memengang lembut tanganku.
Sehun pov...
Aku tengah mimpi indah tiba2 aku merasakan ada sesuatu yg tengah mengelus2 lembut wajahku dan memanggilku bangun. Aku tau kalau itu Luhan, tanganku langsung kuangkat menuju tangannya yg letak diwajahku.
Berlahan2 kubuka mataku, memancarkan wajahnya kekasihku yg kini didepan wajahku. Aku terseyum gembira, krna bangun dari tidurku aku langsung bertatapan dengan yeojachinggu yg cantik ini.
Aku langsung bangun dari ranjangku, dan kini duduk disitu sambil masih mengenggam tangan munggil yeojachingguku ini. Lalu aku menariknya untuk duduk dipangkuanku, dan kini dia duduk dipangkuanku lalu memancarkan seyumannya. Lalu aku membalas seyumannya, dan memberikan kiss morning kepadanya. Kulumat bibir lembutnya dan dia juga membalas lumatanku. Setelah itu dia melepas ciumannya, membuatku kaget.
"Morning hunny, and happy valentine." Katanya sambil terseyum
"Morning too baby, and happy valentine." Balasku.
"Hunny kamu mandi ya sekarang, habis itu kita sarapan. Okay.," katanya.
Dengar katanya, aku langsung jalan mengambil handukku lalu menuju kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai mandi, aku keluar dari kamar mandi dengan memakai handukku yg tertutup dibagian pinggangku sampai bawahku. Kulihat Luhan kini sedang memainkan smartphonenya, lalu kuhampiri dia.
Author pov...
Sehun sekarang lihat kekasihnya sedang membuat apaan, ternyata dia hanya melihat chatting dari para fans dan sahabatnya.
"Banyak banget yg chat aku, dan aku enggak balas." Kata Luhan sambil menurunkan layar setiap chatnya.
Luhan mulai satu persatu balas chat mereka, ketikkan pertamanya adalah mengucapkan mianhe mianhe dan mianhe. Sehun yg melihatnya hanya melingkarkan tangannya dipinggang mulus Luhan dan dinaroknya kepalanya dipunggung Luhan. Slesai membalas semuanya, ada chat masuk lagi, itu dari group GF.
Dari : Minwa. (Group GF)
Luhan~ah, semalam kamu dimna?
Dari : Baekhyun. (Group GF)
Iya, kamu dimana ajha?
Dari : Kyungsoo. (Group GF)
Aku keapartemenmu tapi enggak ada org, Appa mu dan Eommamu pun enggak tau kemana.
Astaga, aku lupa kasih tau hubunganku sama mereka, aku dah sehun sudah ditunangan dan aku juga mulai sekarag tinggal ditempatnya sehun.
Untuk : Tao, Baekhyun. Kyungsoo. (Group GF)
Mianhe, nanti aku jelasin deh kalau tiba disekolah. Mianhe, hehe.
Dari : Tao, Baekhyun. Kyungsoo. (Group GF)
Oke lah. :)
Sehun dari tadi melihat balasan chatnya Luhan, dia bigung kenapa harua tunggu masuk sekolah dia baru jelasin.
"Kenapa enggak jelasin lewat chat ajha? Kenapa harus tunggu masuk?" Tanya Sehun penasaran.
"Mmm, susahlah hunny. Habis mereka juga belum tau tentang hubungan kita." Jawab Luhan sambil mempout bibirnya.
"Haha, aegyo. Gak usah sambil mempout bibirmu itu yg manis. Kamu kelihatan imut tau baby" jelas sehun sambil memengang pipinya Luhan.
"Haha, udah kamu pakek dulu bajumu. Entar kamu masuk angin tau" kata Luhan.
"Bentar lagilah, aku masih mau memelukmu. Memelukmu ajha membuatku hangat." Jawab sehun sambil mempererat pelukannya.
"Hunny~ah, setelah pakai bajumu kamu boleh sesuka hatimu memelukku. Sekarang pakek dulu pakaianmu, aku khawatir kamu masuk angin entar." Kata Luhan sambil mengelus wajahnya sehun dengan lembut.
Sehun mendengar perkataan Luhan dengan berat hati melepaskan pelukkannya lalu beranjak jalan menuju lemari baju dan langsung memakai baju seragamnya. Setelah selesai sehun memakai seragamnya, dengan cepat dia langsung memeluk Luhan dari belakang. Luhan hanya tertawa kecil dengan tingkah sehun.
"Hunny, sejak kapan kamu jadi manja begini?" Tanya Luhan sambil tertawa kecil.
"Aku hanya manja sama kamu changi~." Jawab sehun masih sibuk memeluk Luhan erat2.
"Hehe..." seyum Luhan.
"Ayo kita pergi sarapan, udah laper nih perutku." Kata sehun manja.
"Ne..." jawab Luhan dengan terseyum manis.
Mereka berdua langsung berjalan keluar dari kamar, lalu berjalan menuju ruang tempat untuk sarapan. Tiba dimeja makan, sehun mencari2 orang tuanya.
"Ajhuma, Appa dan Eomma kemana?" Tanya sehun.
"Tuan Oh dan Nyonya Oh udah berangkat kebandara tadi pagi tuan muda." Jawab Ajhuma.
"Oh, baguslah. Kalau mereka udah pergi, aku lebih bebas bermesrahan sama my baby." Kata sehun sambil terseyum licik.
Luhan yg mendengarnya hampir tersedak kaget, lalu memandang sehun yg tengah seyum licik. Tiba2 asisten Appa Sehun yaitu Ajhussi Kim langsung menghampiri Luhan dan sehun yg kini tengah mau sarapan.
"Eh, seenaknya ajha kamu sehun~ah. Appa kamu sebelum berangkat ke Taiwan ada titip pesan sama ajhussi untuk sementara kamu dan Luhan dipisahkan. Tidak boleh satu kamar, sampai kalian udah mengacarakan pertunangan kalian." Kata Manager Kim.
Sehun yg mendengarnya langsung kaget dan tak percaya, sedangkan Luhan hanya biasa2 ajha sambil memakan sarapannya.
"Astaga, Appa tega kali wak. Suka kali iri sama anaknya sendiri." Kata sehun dengan nada kesal.
"Sehun~ah, kata Appamu benar juga. Untuk sementara waktu kita pisah kamar dulu, entar kalau kita udah tunangan pasti kita satu kamar lagi kok." Sambung Luhan dengan seyum.
"Tuh, dengar yeojachinggumu." Lanjut manager Kim.
"Iss, enggak enaklah. Kalau enggak ada Luhan aku gak bisa tidur tau." Kata sehun kesal.
"Sabarlah dulu hunny~ah." Kata Luhan langsung menghampiri namjachinggunya yg kini kesal lalu memeluknya.
"Hmmm... baiklah." Jawab sehun sambil memeluk Luhan.
"Yaudah, ayo sarapan. Setelah sarapan, kalian kesekolah. Oya, Luhan~ah baju2 dan barang2mu udah tertata rapi dikamarmu. Sekarang kamarmu didepan kamar sehun. Sehun, kamu jangan berani2nya masuk kamar Luhan, dan Luhan kamu juga." Ketus manager kim.
Disekolah.
Tiba disekolah, sepasanh kekasih ini dan para osis lainnya tengah sibuk menata barang teraebut. Setelah selesai tertata rapi, mulailah acara valentine tsb. Kepsek langsung memanggil para murid untuk berkumpul ditengah lapangan, untuk pembukaan acara. Setelah berkumpul semuanya, sehun, Luhan, dan para osis lainnya berjalan kepanggung bersama kepsek.
"Okay, hari ini hari valentine. Saya sengaja menyuruh para osis untuk mempersiapkan ini semuanya, dan hasilnya sangat memuaskan. Berterima kasihlah pada osis2 kalian ini, krna mereka kalian dan kita semua bisa membuah acara valentine ini." Kata kepsek.
Para murid hanya mengangguk benar lalu berbisik2, kemudian kepsek menyuruh ketua osis untuk maju kedepan. SEtelah itu mulailah kedua ketua osis ini berbicara.
"Terima kasih untuk kepala sekolah yg telah memberikan kesempatan untuk kami para osis menyiapkan hari valentine ini." Kata Luhan.
"Kini yg menginkuti acara2 tersebut mohon untuk langsung berkumpul atau bersiap2. Karna acaranya akan segera dimulai." Sambung sehun.
Akhirnya para murid udah langsung berkumpul dan bersiap2 untuk mengikuti acara tersebut, begitu juga dengan para osis lainnya.
Sehun dan Luhan menuju coffe Flower untuk mulai melakukan tugasnya, begitu juga dengan para murid dan osis yg mengikuti ini. Mereka mulai mengatikan pakaian mereka, lalu memakai seperti baju pelayan.
Sehun pov...
Setelah acaranya dimulai, aku dan yeojachingguku menuju caffe flower yg disusul juga sama para siswa/siswi yg menggukitinya. Lalu pas masuk, didalam semuanya sudah tertata rapi, dan dimeja ada pakaian untuk namja dan yeoja seperti baju pelayan yg berwarna hitamputih. Setelah itu, aku mengambil pakaian itu dan disusul lainnya. Kutatap wajah yeojaku, dia tau apa yg aku mau. Dia langsung mengeleng kepalanya bearti tidak mengijinkan. Lalu aku langsung menunduk kesal, masa gitu ajha enggak boleh. Padahalkan ini udah sering kita lakukan, emang susahlah kalau punya yeojachinggu yg terlalu sensi.
Luhan pov...
Tiba didalamnya, aku dan namjachingguku jalan menuju meja yg ada bajunya. Setelah itu aku ambil pakaianku, kulihat sehun langsung menatapku setelah ia mengambil pakaiannya. Aku tau mauanya, makanya dengan cepat aku mengeleng kepalaku mengisyaratkan bahwa gk boleh.
