Dislaimer : Masashi Kishimoto.
Pairing : NaruxfemSasu, SasoxHina
Warning : OOC, Gender bender, gaje, Don't like don't read!
Original Story by MikaKyra
.
.
Balasan review
#nusantaraadip "udah lanjut nih
#Dimas kurosaki "sory soalnya Mira itu nama tokoh dari cerita asli yang saya buat, soalnya tokoh cerita saya ganti jadi beda di LT sama di FF nya. Udah diupdate lagi chapter satunya and udah lanjut nih chapter duanya
#Gumizaq "Sasuke saya bikin normal? Biar sesuai sama peran tokoh diceritanya
#Defri Indra Mahardika "udah lanjut nih
.
.
Chapter 2
.
.
TomatoRamen
.
.
.
.
.
Shino langsung menelfon Naruto, sementara itu Sasori membantu Sasuke dan Hinata untuk bisa bergabung digroup K-XO. Melihat keakraban diantara mereka, siswi-siswi yang berada di kantin tersebut memperhatikan mereka dengan tatapan sirik dan sering kali mereka terlihat berbisik-bisik sambil melihat kearah mereka (Sasuke dan Hinata) merasakan perasaan tak enak dari tingkah dan tatapan mengintimidasi siswi-siswi kepadanya Hinata jadi merasa tak nyaman.
"Sasuke, gimana nih? Kenapa mereka ngeliat kita kaya gitu?".
"udahlah Hinata". Sasuke celingak-celinguk kekiri dan kekanan sebentar untuk memastikan, lalu kembali focus dengan smartphonenya lagi "jagan perduliin mereka".
"e… i… iya".
Hinatapun mencoba tidak memperdulikan mereka dengan melihat kearah taman yang berada disamping mereka duduk.
"nah… kalian sekarang sudah bergabung digroup K-XO, disini ada search kalian bisa mencari tahu tentang semua yang berhubungan dengan sekolah ini tergantung kategori yang kalian cari. Misalnya kakak klik kategori siswa kelas dua lalu ketik nama kakak sendiri, nah… disini muncul profil umum kakak dan berbagai macam informasi di sekolah ini".
"wah… iya yah kak, banyak banget info tentang kakak".
"hei Sasori! ayo kita ke Base camp! Naruto udah ada disana".
"sejak kapan?".
"aku juga gak tau, ayo kita cabut!".
"ayo".
Mereka berempatpun bergegas dari tempat itu, meninggalkan Sasuke dan Hinata yang asyik main smartphone mereka, Sasori menoleh pada Sasuke dan Hinata.
"kami duluan ya?".
"iya kak".
lalu mereka berempatpun berlalu dari tempat itu.
"wah… Sasuke! Coba kamu lihat! Disini ada info kalo kak Sasori masih jomblo loh".
"wah… bagus tuh Hinata, kesempatan kamu semakin besar. Aku yakin kamu pasti bisa dapetin kak Sasori kamu kan lebih cantik daripada cewek-cewek yang tiap hari ngejer-ngejer dia".
"e..makasih Sasuke".
Mendengar hal itu wajah Hinata langsung bersemu merah.
"hahaha... Sama-sama, cie… yang lagi kasmaran nih…".
"hu… apa-apaan si Sasuke… udah dong aku jadi malu nih".
"hihihi… iya iya deh".
"coba aku liat berita terpopuler ya?".
"mm".
Sasuke hanya mengangguk menanggapinya sambil meminum jus tomat kesukaanya.
"ya ampun…. Sasuke! Coba dech kamu lihat ini!". Hinata menunjukan layar smartphonenya ke Sasuke "berita terpopulernya tentang Naruto anak kelas XI A sains menjuarai olimpiade di London".
"hm… coba aku perbesarin fotonya, ya ampun… Hinata! Ini tuh cowok tadi pagi yang gak sengaja aku tabrak. Ya ampun…. Dia ganteng banget….. wah ternyata banyak banget yang ngucapin selamat, aku juga ikut komentar akh".
"eh Sasuke itukan akun punyaku".
"oiya maaf ya Hinata saking semangatnya aku sampe lupa. Hehehe…".
"hm… iya gak apa-apa. Oia ngomong-ngomong Kiba kemana ya?".
"oia, kemana ya dia? ke toilet kok sampe lama banget".
"nah… itu dia Kiba".
Hinata menunjuk kearah siswa berambut coklat dengan tato segitiga warna merah dipipinya tersebut yang sedang melambaikan satu tanganya pada mereka, lalu Kibapun duduk disebelah Sasuke.
"Kiba dari tadi kamu kemana aja? Ke toilet kok sampe lama banget?".
"Hehehe… ya maaf dech. Tadi aku mendadak dipanggil pak Kakashi ke aula".
"emangnya ada apa Kiba?".
Kiba tampak memperhatikan beberapa piring kosong yang berada didepanya itu, lalu beralih ke mangkuk dua temanya yang setengah habis.
"eh…. Kalian semua yang ngabisin makanan ini?".
"huh!... kamu tuh ya masa kami makan sebanyak itu sih? Ya enggak lah…. Tadi disini kami makan sama kak Sasori dan teman-temanya".
"wah…. Kak Sasori? Kok kalian bisa akrab sama mereka si? Kabarnya mereka itu anak populer di sekolah ini lho bahkan sampai kesekolah lain".
"yah… hanya kebetulan aja Kiba, soalnya tadi bangku disini sudah penuh semua".
"owh… gitu ya Sasuke?".
"hm…".
"oia tadi kamu dipanggil pak Kakashi? Ada apa si?".
"owh… itu,tadi ada pengumuman pada semua ketua anak kelas X untuk memberitahukan teman kelasnya kalo minggu depan akan dilaksanakan acara camping tahunan. Acara camping ini ditunjukan khusus buat kita anak tingkat X baru untuk menentukan atau menumbuhkan minat kita memilih kelas Sains atau Sosial di kelas XI mendatang".
"trus campingnya dimana? dan berapa lama".
"campingnya si katanya di hutan PeringI dekat dengan kota Suna dan campingnya cuma tiga hari".
"apa? Hutan peringi!?". Hinata tampak terkejut mendengar penjelasan Kiba "aku gak salah denger nih Kiba?".
"iya".
"emangnya kenapa Hinata? Kamu tau tempat itu?".
"gak juga sih Sasuke, cuma aku pernah denger kalo di hutan itu ada suatu padang rumput yang indah… banget".
Kiba tampak tak menghiraukan percakapan dua temanya itu, dia hanya focus melihat gelas jus berwarna merah yang terlihat sangat segar itu.
"aduh… aku haus banget nih".
Tangan Kiba nampak akan menggapai gelas jus Sasuke, tapi tanganya langsung dipukul lebih dulu oleh Sasuke.
"aduh…".
"nggak boleh! pesan sendiri sana!".
"huuh!... pelit amat sih?!".
"biarin, we…".
Sasuke langsung meminum jus tomatnya sampai habis, melihat perkelahian kecil antar kedua temanya itu Hinata jadi dibuat tertawa geli.
"hihihi… Kiba, Kiba kamu gak tau ya kalo minuman Favoritnya Sasuke itu gak boleh disentuh sama orang lain, apalagi dihabisin".
"emang ini jus apa?".
"jus tomat".
"hah?... jus tomat? Emang enak?".
"ya iya lah…. Malahan enak banget…".
"menurutku kamu jangan terlalu banyak makan tomat, nanti kamu bisa berubah jadi tomat 'bulet' Hahahaha….".
"apa kamu bilang?!...".
"bulet".
"kalian berdua sudah… sudah….".
Dan akhirnya jam istirahat tersebut dihabiskan oleh ketiga teman tersebut berdebat membahas tentang buah tomat meski Hinata yang menjadi penengah diantara mereka berdua.
~di lain tempat~
Terlihat seorang pemuda yang tengah tertidur diatas sofa berwarna putih gading dengan kedua tanganya yang menekuk menyangga kepala. Tiba-tiba pemuda tersebut terusik oleh suara langkah kaki yang makin jelas ia dengar.
"kalian lama sekali, kalian bawakan sesuatu untukku?".
Pemuda ini bicara tanpa sekalipun membuka kedua matanya, tampaknya pemuda ini sudah tau siapa yang mendatanginya.
"hahaha… maklum saja Naruto, tadi kami bertemu para fansgirl kami yang sempat membuat kami kualahan. Untung saja kami berhasil kabur".
"oia ini kita bawakan sesuatu buat kamu".
Pemuda tersebut membuka kedua matanya, menampilkan sepasang bola mata berwarna biru safir yang sangat menawan bagi siapa saja yang melihatnya. Pemuda itu (Naruto) membenarkan posisinya duduk lalu mengambil semangkuk ramen yang masih mengepul saat ia membuka penutupnya, makanan kesukaanya. Kemudian mereka berempat pun duduk mengisi tempat sofa yang kosong.
"akhirnya aku bisa makan ramen juga, thanks ya".
"sama-sama".
Kemudian Naruto mulai memakan ramenya.
"Naruto kenapa kamu gak bilang kalo kamu udah pulang dari London dan udah masuk sekolah?".
"entahlah Shino, aku cuma mendadak kemari karna di suruh nganterin berkasnya si Panato dan gak sempet kabari kalian. Lagi pula….". Naruto meletakan sebuah kotak cukup besar diatas meja "melihat benda ini aku jadi teringat sama kalian". lalu keempat temanya itupun membuka kotak tersebut dan mengambil masing-masing satu kotak yang terdapat empat totak kecil yang berada didalam kotak tersebut "ya… anggap saja ini oleh-oleh dariku".
"kebiasaan ya, paman Nagato itu".
"wah… inikan kacamata yang limited edition itu".
Shikamaru langsung mengambil kacamata berframe warna coklat itu, sedangkan Shino langsung meletakan snaknya dan mengambil kacamata berwarna hitam.
"huhuhu…. Keren banget, apalagi kalo yang make aku".
Deidara langsung memakai kacamata berframe warna kuning itu, sama halnya dengan rambut yang berwarna kuning kemudian berselfi ria.
"wah… thanks ya Naruto, seharusnya kami yang buat hadiah kejutan buat kamu".
"nggak apa-apa Sasori, santai aja".
"Hei kalian ayo kita bergroupfie dulu pake kacamata baru".
"huuh… dasar kalian ini kekanak-kanakan sekali".
"udahlah Sasori Ayo!…".
Shikamaru langsung menarik Naruto dan Sasori untuk foto bersama, sedangkan Deidara dan Shino sudah stand by dengan pose mereka.
"Naruto kamu juga pake kacamatamu!".
"buat apa? Kita kan sedang ada didalem ruangan?".
"ayolah… ini untuk kenang-kenangan kita dimasa SMA".
"huh.. iya,ya".
Akhirnya Naruto ikut mengenakan kacamata berframe orange miliknya dan merubah kaca hitam tersebut menjadi kaca transparan begitu juga dengan Sasori yang memakai kacamata berframe merahnya.
"say chirs…..".
"chirs…"
'Cepret' satu momen kebersamaan merekapun bertambah ke album foto mereka, tak lama kemudian terdengar bel masuk berbunyi terdengar siswa/I Konoha High Scholl ribut memasuki kelas mereka masing-masing.
"ayo kita masuk guys".
Deidara, Shikamaru, Shino dan Sasori sudah berjalan dahulu tapi ketika Deidara akan membuka pintu tersebut tangan Deidara berhenti sepertinya dia teringat sesuatu dan memalingkan pandanganya ke belakang.
"hei… Naruto, kamu kenapa masih duduk aja? Ayo kita masuk!".
"kalian masuk saja duluan aku mau pulang, hari ini aku masih males masuk kelas". Naruto berdiri sambil mengaitkan tas dibahunya dan mendahului teman-temanya keluar dari tempat itu "aku duluan".
"huh… kebiasaan dech Naruto itu, untung aja nilai akademik dan praktiknya bagus jadi bisa menutupi kelakuan buruknya yang sering bolos dan telat".
"hei… jangan lupa, orangtua kita itu donatur terbesar di sekolah ini".
Shikamaru ikut menimpali omongan Deidara, dan yang lainya hanya ikut mengangguk mengiyakan perkataan Shikamaru.
"ya udahlah, ayo kita segera masuk ke kelas".
"oke".
~keesokan harinya~
Mentari mulai menampakan cahayanya dipagi hari yang cerah ini, pagi yang cerah untuk memulai aktivitas rutin sehari-hari. Terlihat di sekolah paling elit se-negara itu yang mulai ramai dimasuki oleh siswa/I nya, karena waktu sudah menunjukan pukul 07:50. Sekitar 10 menit lagi bel tanda mulainya KBM akan berbunyi, di kelas XF tampak beberapa murid yang sudah duduk rapi dibangkunya dan ada juga yang asyik mengobrol.
"duh… Sasuke kemana ya? kok belum dateng juga? Biasanya dia kan yang paling awal nyampe kelas".
Hinata langsung mengambil HPnya dan segera mengirimkan SMS to Sasuke - - send
~Di lain tempat~ tepatnya disebuah mobil Honda jazz terdengar sebuah pemberitahuan dari dalam tas biru muda lalu tampak HP tersebut diambil dan terlihat sebuah pesan masuk.
from Hinata - Sasuke kamu ada dimana? Kelas udah mau masuk, inget hari ini ada mata pelajaranya pak Kakashi
"owh ia aku sampai lupa, hari ini kan waktunya mengumpulkan tugas, pak macetnya masih lama gak pak".
"bapak juga belum tau nona, mungkin sekitar sepuluh menitan lagi".
"yah… kalo gitu aku bisa telat nih pak, puter balik lagi dech pak atau lewat jalan tikus aja biar cepet".
"nona, lalu lintasnya sudah lancer lagi. Nona tidak perlu khawatir terlambat".
"syukurlah…. Kalo gitu yang cepet ya pak?".
"siap nona".
~setibanya di depan KHS~ Sasuke langsung bergegas turun dan berlari kearah gerbang yang akan di tutup.
"pak… stop pak!".
Sasuke terus mempercepat larinya dan tinggal tiga langkah lagi tapi… 'kreb' gerbang sudah tertutup rapat.
"yah… pak tolong bukain gerbangnya dong pak".
"maaf bapak tidak bisa membukanya ini sudah peraturan sekolah, lebih baik adek kembali pulang".
"yah… pak gak bisa. Hari ini tuh ada mata pelajaran yang penting, dan saya harus masuk ke kelas pak. Tolong sih pak… sekali ini aja".
"maaf dek, bapak hanya mengikuti peraturan".
Setelah acara membujuknya gagal, Sasukepun menyusun rencana agar ia bisa masuk.
"ya tuhan… tolong kirimkan seseorang yang dapat membantuku mengatasi masalah ini….., oia Hinata!".
Lalu Sasukepun tampak mengeluarkan smartphonenya dan terlihat mulai mengetik sesuatu, dengan posisi menundukan kepalanya dan masih berdiri didepan gerbang yang besar itu.
"iya, Dei ini aku sudah ada didepan sekolah bentar lagi masuk kelas. Udah ya".
'tut' lalu laki-laki itupun mematikan smartphonenya dan memasukan kesaku jaketnya tanpa mengurangi kecepatan dan melihat jalan didepan hingga…
'kya…' 'huah….' 'srt….' 'bltak…' 'brug….'
.
.
TBC
Next chapter 3 becoming….
