Fanfic : One Piece
Genre : Romance
Cerita sebelumnya: Luffy menemukan seorang anak yang pingsan dipantai. Ia memanggil para penduduk untuk membantu anak itu. Luffy pun berkenalan dengan anak itu dan ternyata dia bernama Vivi. Pada saat Luffy meninggalkan Vivi sendirian ditaman dan begitu kembali, ternyata Vivi hilang ntah kemana.
*Pandangan Pertama* (Chapter 2)
By: Resthu
Luffy tampak bingung. Ia terus berteriak memanggil nama Vivi. "Vivi…dimana kamu? Vivi…!". Terdengar jawaban dari kejauhan yang berasal dari arah pantai. "Luffy…tolong aku…!". Luffy segera berlari menuju asal suara itu. Luffy terus berteriak memanggil Vivi sambil berlari. Tak terdengar ada jawaban. Luffy berhasil berlari sampai kepantai. Ia melihat Vivi berada ditengah laut bersama seorang perampok gunung bernama Tsukroharjoto menaiki perahu Pak Sukri yang dicurinya. Semakin lama, perahu itu semakin jauh dan kini sudah tidak terlihat lagi. Luffy mencari sesuatu disekitarnya yang dapat digunakan untuk mengejar Tsukroharjoto. Ia melihat tukang jamu sedang duduk diatas sebuah tong. "Jamu, dek?". Luffy berlari kearah tukang jamu itu. Tukang jamu tersenyum bahagia. Ia menangis terharu. Akhirnya ada yang mau membeli jamunya. Tukang jamu menuangkan jamunya kegelas dan… 'Bruk! Prang!'. Luffy mendorong tukang jamu itu. Gelasnya pecah, jamunya pecah. Tukang jamu jatuh dengan lebay. Luffy menggelindingkan tong yang diduduki tukang jamu itu kelaut. Ia masuk kedalam tong tersebut dan menghanyutkan diri kelaut lepas. Tukang jamu memanggil Luffy. "Dek, jamunya jadi?". Luffy makin menjauh dan kini tidak kelihatan lagi. Luffy tiding menghiraukannya. Ia menutup tong itu dan berdiam diri didalam. Ia bernyanyi, berbicara sendiri, mengupil dan masih banyak lagi hal yang dapat dilakukannya didalam tong itu. Tak lama setelah itu, Luffy mendengar sesuatu. Ia bingung. Haruskah dia melihat keluar dan melihat apa yang sedang terjadi?. Luffy menghitung kelopak bunga yang ntah darimana ia mendapatkannya. "Lihat..nggak..lihat..nggak..". Hingga akhirnya, kelopak terakhir mengharuskannya melihat keluar. Luffy membuka tutup tong dengan hati-hati. "Busyet..! Oh my god..! Sugoii..!". Luffy terkagum-kagum melihat pusaran air yang siap menghisap apapun disekitarnya. Luffy mengantuk. Ia masuk kembali kedalam tong. Menutup matanya dan… "Kyaaa…!!! Helep me! Helep me! Tidaaaaakkkk…..!!!!". Luffy baru sadar bahwa ia sendiri akan terhisap kedalam pusaran itu. Tong mulai berputar-putar. Kepala Luffy terasa pusing dan akhirnya pingsan…
Disebuah pulau, terlihat seorang anak berambut hijau sedang memukul-mukul pohon kelapa dengan semangat berharap aka nada yang jatuh. Harapannya terkabul. Tigabuah kelapa terjatuh. Ketiganya mengenai kepala anak itu tanpa ada yang meleset satu pun. Ia berputar-putar karena pusang terkena kelapa. Terus berputar hingga ia tersandung sebuah tong dan terjatuh jungkir balik. Ia memandangi tong itu. Akhirnya, ia diselubungi perasaan penasaran aka nisi dalam tong tersebut. Akankah harta? Atau makanan?. Anak itu bersiap-siap membuka tutup tong tersebut. Ia menaikkan celananya yang longgar, menyisir rambutnya, pakai bedak, tes suara, menyikat gigi dan… 'Brak'. Luffy keluar dari dalam tong itu. Tong hancur berantakan. "Haaa…udara diluar sungguh menyegarkan. Akhirnya bebas juga". Luffy melihat seorang anak didepannya tertelan sikat gigi. Anak itu sekarat. Wajahnya berubah biru. Napasnya sesak. Tapi, Luffy mencegahnya. Ia menginjak perut anak itu. Sikat gigi meluncur keluar dari dalam mulutnya. Terbang terus menembus awan putih dilangit biru. Terus hingga sampai kebulan dan mengenai Neil Amstrong yang sedang makan Rujak dibulan. Anak itu menenangkan diri. Luffy menunggu sikat giginya jatuh kembali. Setelah tenang, anak itu membentak Luffy. "Hey, sialan! Berani sekali kau mengagetkanku?"."Maafkan aku. Akan kuganti sikat gigimu jika nanti aku berhasil pulang kembali kekampungku". Anak itu tidak tahu harus ngomong apa lagi. Ia mengalihkan pembicaraan. "Siapa kamu? Mengapa kamu bias muncul dari dalam tong itu?"."Sikat giginya kok gak jatuh-jatuh?". Luffy masih memandangi langit. Anak itu naik darah. Naik kekepala pakai escalator. "Kutanya…siapa kamu?". "Ah, nanya apa tadi?". "Kamu tuli, ya! Kutanya, siapa kamu!". "Ah, halo! Namaku Luffy!". "Baik, Luffy! Mengapa kamu bias muncul dari dalam tong itu?". "Aku mengejar Vivi. Dia ditangkap perampok gunung mesum. Dia pandangan pertamaku", "Perampok gunungnya?". "Bukan! Vivinya". "Bagaimana kamu tahu arah mereka pergi kalau kamu didalam tong?". Luffy terdiam. Ia tidak terpikir sampai kesitu. "Baiklah! Namaku Zoro. Salam kenal!". Luffy tidak menjawab. Ia sedih. Ia bingung harus berbuat apa lagi untuk mengejar Vivi. "Aku akan membantumu!". Luffy senang mendengarnya. Luffy menari kegirangan. Ia berputar-butar, loncat-loncat dan jungkir balik. Zoro bertepuk tangan. Jadilah tarian topeng monyet. Zoro menyadarkan Luffy bahwa ia salah sangka. "Aku tidak akan ikut denganmu!". Luffy kembali bersedih. "Tapi, aku akan membantumu mencarikan sebuah perahu untuk mengejar tuh cewek". Luffy tersenyum lega. "Ayo! Ikut aku!". Zoro mengajak Luffy untuk ikut bersamanya. Zoro berjalan terus menelusuri hutan. Tak lama kemudian, terlihat sebuah kampung. "Ini kampungku. Silahkan!". "Terimakasih, Zoro!".
Luffy memasuki kampung Zoro dengan malu-malu. Seseorang menghampiri Luffy. "Tahu, dek?". Tukang tahu yang memakai selendang dikepala, baju batik dan kain sarung plus lipstick yang tebal dan bedak kebanyakan menawarkan dagangannya pada Luffy. Luffy termenung teringat tukang jamu yang didorongnya. Zoro menarik tangan Luffy. Luffy masih termenung. Ia akhirnya sadar ketika sampai kepondok tua yang kosong tidak ada seorang pun. Zoro mempersilahkan Luffy masuk. "Ini rumahmu ya?". "Iya, kenapa?". "Kamu sendirian? Yang lain mana?". Nyokap gue tewas sewaktu gue lahir. Bokap gue lari dari penagih hutang dan sekarang tidak tahu dimana keberadaannya. Gimana dengan kamu?". "Bapak gue kawin lari. Mak gue kawin sirih". "Parah!". Luffy mendapat teman senasib. Tak lama setelah itu, terdengar suara ribut. Zoro dan Luffy keluar melihat apa yang sedang terjadi. Kampung Zoro kini sedang diserang para bajak laut. Zoro berlari kearah bajak laut dan menyerangnya. Luffy termenung melihat tukang tahu itu terjatuh. "Tahuku…tahuku…tolong…!". Luffy melihat Zoro menantang para bajak laut itu. Dia ditangkap dan dipukuli oleh mereka. Mereka tidak peduli walaupun dia anak kecil. Luffy tak bias tinggal diam. Ia menyusul Zoro yang sedang dalam bahaya. Tak sengaja Luffy tergelincir tahu. "Tahuku…hoi!!!". Luffy mengacuhkannya. Ia terus berlari menyusul Zoro…
Apakah Luffy berhasil menyelamatkan Zoro? Apakah Zoro berhasil melepaskan diri dari kawanan bajak laut. Nantikan kelanjutannya di Fanfic One Piece *Pandangan Pertama* (Chapter 3)
~Bersambung~
