"Pushkin, kamu mau main sepak bola di pegunungan Alpen atau kutub selatan?" Fyodor menawari dan tidak peduli dengan lawakan Pushkin.

"oh ya, tolong jangan ajak Agensi Detektif Bersenjata. Nanti mereka mengamuk sambil merusak fasilitas." Lanjutnya, membayangkan dinosaurus atau monster dari Ultram*an versi ADB sambil mengemasi peralatan camping dan memasukkan beberapa snack kedaalam tas ransel.

"Tau dah, dasar gembrot tak tahu terimakasih." Gon menimpali dengan dongkol sambil susah payah membawa alat pemanggang BBQ. Dan seketika itu Gon mendapat benjolan sebesar bola tenis dikepalanya yang kini berasap.

"Kalian percaya diri sekali. Kalau begitu aku mau ke Alpen." Akhirnya Pushkin mengikuti permainan ini. Bagaimanapun, Fyodor Dostoyevsky adalah pemimpinnya. Tidak percaya padanya adalah bagian dari penghianatan.

Namun ketika mereka sedang asyik tiba-tiba pintu depan didobrak dengan kekuatan super hingga terpental lalu melesat membelah udara dan menghantam dengan keras lantai kayu di belakang mereka bertiga yang sontak menoleh dengan organ dalam hampir copot.

"MAAF PERMISI! SAYA DARI AGENSI DETEKTIF BERSENJATA!"

"PUSHKIN! TEGANYA KAU!" Fyodor menoleh kearah Pushkin sambil bertirai air mata yang memercik keluar disebabkan tolehan yang dramatis. Hatinya seolah diremuk-remuk sampai remukan itu membuat sakit dan naik lalu menyekik tenggorokannya.

Pushkin membelalakkan mata sampai betul-betul bulat dan menjadi pucat. Tangannya berkeringat dan secara reflek terangkat kedepan seperti membuat perisai.

"T-tidak mungkin! Tadi aku gak menelfon siapapun. Percayalah, apa kalian tidak ingat jika jaringan telefon kita di putus karena menunggak?"

"Lalu apa ini? Sialan!" Gon memperlihakan bukti pembayaran yang sangat baru, kekesalan sangat tampak diantara mereka berdua hingga mengeluarkan urat-urat wajah dan membuat 'kebakaran'.

Mereka terlalu larut dalam pertengkaran hingga baru menyadari bahwa pemilik suara anggota ADB tadi kini telah menodong mereka dengan sepucuk senjata api sambil berdiri dengan raut wajah yang tak jelas terlukiskan, antara marah, kekhawatiran, atau kesakitan.

Tingginya yang sekitr 180cm membuatnya terlihat bagai menara yang menatap hina pada orang-orang yang duduk dibawahnya. Kalian tentu tahu siapa dia.

"T-Tadinya aku mau minta maaf karena menghancurkan pintu, ternyata ini adalah sarang clurut seperti kalian ... ugh." Kata orang itu dengan menahan pesakitannya, wajahnya memucat dan mengerang seolah dirinya tertimpa sesuatu, dia sama sekali tak terluka, namun tangannya mengepalkan tinju sambil berurat. Sorot mata kebenciannya dibentuk oleh derita dan ingatan akan pertarungan mereka di masa lalu.

"Mungkin memang kurang sopan, tapi kalian adalah makhluk-makhluk pengerat yang tak mengenal kode etik." Dia melanjutkan dan semakin mempererat genggaman pistolnya, lalu mengarahkan pada mereka bertiga satu per satu sambil berjalan kedalam.

"Dazai ..." Pemimpin mereka mengeja nama anggota ADB itu dengan melongo dan pupil mengecil. "Toiletnya dibelakang." Fyodor membaca pergerakan Dazai, lalu dengan isyarat kedua tangan ia membentuk pistol yang menodong kesamping kanan dirinya, kedalam ruangan lain.

"Huh, kau memang tak bisa diremehkan." Dazai mendekati Fyodor, lalu menarik pelatuknya yang meledakkan peluru yang terlontar dalam sepersekian detik yang tak mungkin dihindari hingga melubangi dinding dibelakang Fyodor dan membuat kaget semuanya.

"HAHAHAHAHA! AKU TAK AKAN TERTIPU! AKU AKAN BUANG HAJAT DISINI! ADIOS! JANGAN BERANI MASUK ATAU KULEMPAR **K, DASAR KALIAN KEPARAT!" Sebuah suara bantingan pintu menyerainya. Dazai pun menghilang dibelakang pintu ...

"PINTU KEMANA SAJAAAAAAA!" Semua histeris dan membuat wajah seperti dalam lukisan scream.

"OI! INI GAK BISA DIBUKA!" Gon memutar-mutar pegangan pintu, menarik-nariknya, menendang-nendang pintu dan menggedor-gedornya bersama Fyodor dengan panik karena kebahagiaan mereka terancam direnggut.

Lalu Pushkin merasa mencium bau-bau khas yg menampar-nampar dinding hidungnya, sekejap dia bangkit dari duduknya dengan dibakar perasaan yang penuh benci dan amarah.

"KAMPREEET! BUANG HAJAT DIMANA LU?! LU NGELEDEK KITA-KITA ATAU GAK NGERTI BAHASA RUSSIA OIII?! (selama ini mereka sebenarnya berdialog dalam bahasa Russia, kecuali Dazai, dia memakai bahasa Georgia karena susahnya menahan beban kehidupan)." Namun, ketika Pushkin menengok kebalik daun pintu sambil bersiap menghantamkan panggangan BBQ, dia hanya menemukan kehampaan. Eh, nampaknya sekarang Pushkin benar-benar percaya bahwa 1000 Rubel milik Fyodor telah ditukar dengan keajaiban laten.

"UWOOOOOOOOO! SIALAAAAAN! GUE PENGEN MAIN SEPAK BOLA DI ALPEN! MAU SAMPAI KAPAN LU DISONO ?! KUHANCURKAN EEK MU!" Walau Pushkin sudah menggebrak-gebrak pintu itu dengan panggangan BBQ dengan sekuat tenaga, namun pintu itu malah semakin kokoh tanpa cacat sedikitpun.

"Hei hei, orang tadi sudah membayar sebesar 30 Rubel." Goncharov membuka kotak yang pada chapter lalu disebutkan, lalu menunjukkannya sambil menghitung ulang uang itu. "Banyak sekali, Master, 30 Rubel dan 6 Kopek sekali masuk! Mungkin kita bisa membuat usaha dengan cara seperti ini." Tak ada jawaban. "Oi, Master!"

"Oi kalian, coba lihat, ini adalah brosur cara penggunaan dan lain-lain untuk 'Pintu Kemana Saja'." Lalu polusi suara dan tingkat stres flat itu berkurang ketika Fyodor menunjukkan brosur tadi. Mereka mengitari dan memperhatikan apa yang tertera pada brosur yang Fyodor letakkan di meja.