Author: Temennya byuncrackers/?

Cast: Kai, Sehun, Chanyeol

Pair: KaiHun

Disclaimer:

EXO ©SM Entertainment

Plot ©Rinjani Alnamira

Warning!

Sesuai dengan disclaimer yang aku buat diatas, fanfiksi yang bikin temen lamaku, buat aku. Aku cuma remake aja. Dan aku udah dapet izin buat ngeremake fanfic ini. Tadinya ini castnya SJ Lee SungminxOC, terus ku remake jd HyoHyuk. Skrg ku remake lagi.

ㅡo00oㅡ

Sebelom baca, aku mau ngebales review dulu, walaupun beberapa udah aku kirim lewat PM hehe :3

rainrhainyrianarhianie : Ini alurnya maju, cuma ada flashbacknya^^ Jongin kenapa? Jawabannya ada di chapter ini^^ thanks for review~

bbuingbbuingaegyo : Iya wkwk padahal dia uke loh'-' wkwk ini udah dilanjut~ thanks for review^^

daddykaimommysehun : KaiHun hehe, emang awal2 kayak HunKai ya ._. Thanks for review^^

BluePrince14 : Hehe lihat aja nanti Jonginnya kenapa, yang jelas dia gak mati '-' iya ini Kaihun. Thanks for review^^

sayakanoicinoe : iya ini udah dilanjut~ thanks for review^^

thiefhanie . fhaa : Iya dia kasian/? Ini udah dilanjut hehe thanks for review^^

Keepbeef Chicken chubu : KaiHun, slight ChanHun tapi Chanyeol cuma lewat wkwk thanks for review^^

Mr. Jongin albino : Emang dia diciptakan jadi es batu kayaknya-_- iya ini udah di update^^ thanks for review~

oracle88 : Iya hehe makasihh~ thanks for review ^^

snowflakessi : Alur awal mundur tp dari flashback maju mulu koks/? Iya makasih udh review^^

bubletea 1994 : Makasihh~ iya ini udah dilanjut hehe thanks for review^^

BaixianGurls : Kai nya seme kok. Wes sifatnya emang helokity, tapi hatinya sekuriti /gak/ wkwk iya ini udah di update kak ^^ thanks for review~

SehunBubbleTea1994 : uhuhu Kai gak mati kok.-. By the way panggil byun saja :3 jangan thor. Aneh /? Hehe ini udah di next kok~

Ternyata banyak juga yang review~ kukira gara2 ini remake gak ada yang minat huks.

Dan untuk para guest, maaf reviewmu belum kubalas. Dikotak review belom ada, tapi di emailku ada kok ^^ aku males check email .-. Btw, makasih ya udah mampir dan revieww^^~

Oke, Cekidot! ~

DON'T LIKE DON'T READ!

Hyung... Ch 2

ㅡo00oㅡ

Seoul, 2010

Aku melangkahkan kaki di bandara, saat ini aku berada di Seoul, kota kelahiranku yang telah kutinggalkan sejak 14 tahun lalu. Aku ke sini karena mendapat pekerjaan sebagai fotografer sementara di salah satu majalah di Seoul, untuk setengah tahun ke depan.

Kuperhatikan sekelilingku, segalanya terasa asing, kecuali satu hal.

"Sehun-aaaahhh!"

Segalanya terasa asing kecuali suara itu, segalanya belum pernah kulihat kecuali wajah itu.

"Sehun-ah, akhirnya kau sampai," ujar Kim Jongin menyambut kedatanganku dengan wajahnya yang penuh senyum, aku hanya menghela nafas pelan. Setelah satu tahun aku berhasil lepas dari bayang-bayangnya, kini ia harus muncul lagi dalam hidupku.

"Biar aku bawakan tasmu," tawarnya yang langsung kusetujui dengan meninggalkan koperku di depannya, lalu melangkah pergi ke arah pintu keluar.

Kim Jongin segera menyusulku, menarik koperku, yang hanya satu karena aku memang tidak membawa banyak barang, kupikir aku bisa membeli yang baru di sini tanpa harus bersusah payah memindahkan barang-barangku dari London.

"Sehun-ah, akhirnya kita bertemu lagi, bogoshippo," ujarnya ketika kami sudah duduk dalam mobilnya, dalam perjalanan ke rumahnya, "Appa dan eommaku pasti senang melihatmu, aku sudah bercerita banyak tentangmu."

"Mwo? Apa yang kau ceritakan pada mereka? Bahwa aku selalu bersikap dingin padamu? Bahwa aku tidak pernah memanggilmu dengan sebutan ishh," aku tidak melanjutkan ucapanku.

"Anii, tentu tidak, aku bercerita tentangmu yang pandai melukis, kau juga pandai bermain basket, kau tidak bisa berenang, kau senang memotret, ahh.. aku ingin menunjukkan suatu tempat padamu nanti, kau bisa memotret di sana," ujarnya lagi-lagi dengan riang.

"Kim Jongin," panggilku dan ia segera melirik ke arahku, "Soal tinggal di rumahmu, aku rasa lebih baik aku mencari apartemen atau rumah sewa."

"Waeyo?" tanyanya terkejut dengan ucapanku.

"Aku hanya tidak ingin tinggal bersamamu," jawabku singkat, "Bisa bantu aku cari apartemen atau rumah yang disewakan? Atau kau bisa turunkan aku di sini, biar aku cari sendiri."

"Waeyo, Sehun-ah?" raut kecewa terlukis di wajahnya, aku tidak menggubris pertanyaannya, "Arraseo, aku akan membantumu mencari tempat tinggal."

ㅡo00oㅡ

Aku melangkahkan kaki ke arah pintu apartemenku. Setelah kemarin aku seharian beristirahat, kini aku ingin berjalan-jalan untuk memotret pemandangan di Seoul yang belum pernah kujumpai. Lagipula masih ada dua hari lagi sampai kontrak pekerjaanku berjalan.

"Sehun-ah, annyeong," sapa seorang namja yang sudah berdiri di hadapanku ketika aku membuka pintu apartemenku. Siapa lagi kalau bukan Kim Jongin.

"Yaaa, Kim Jongin, mau apa kau di depan apartemenku?"

"Aku mau menemanimu jalan-jalan. Bukankah kemarin aku berjanji akan menunjukkan satu tempat yang bagus untukmu memotret?" jawabnya, dan untuk kesekian kalinya, berulang-ulang, mungkin ratusan bahkan ribuan kali, dengan wajah penuh senyum.

"Apa kau tidak ada kerjaan lain?" tanyaku tidak ramah.

"Anii, aku sudah minta ijin pada appa hari ini untuk tidak datang ke kantor, lagipula aku sudah menyelesaikan semua pekerjaanku semalam agar hari ini aku bisa menemanimu," jawabnya sambil menarik tanganku, "Kajja!"

Aku segera menarik tanganku kasar, melepaskan genggaman tangannya. Kututup pintu apartemenku lalu berjalan mendahuluinya. Kim Jongin seperti biasa segera menyusul langkahku dan berjalan beriringan denganku.

Ia membawaku ke tepi danau yang indah. Pemandangan yang sangat kusukai. Tak berbeda jauh dengan danau yang sering kudatangi di London.

"Bagaimana? Indah bukan? Aku yakin kau pasti menyukainya," katanya penuh kebanggaan. Cih, aku tidak akan memujinya atau berterima kasih padanya.

Aku segera mengambil kameraku dan mulai memotret, sedangkan Kim Jongin, seperti kebiasaannya dulu waktu kami masih di London, ia akan duduk di tepi danau sambil memperhatikan setiap gerakanku.

"Sehun-ah, apa kau tidak ingin memotretku? Bukankah aku cukup tampan untuk jadi modelmu?" katanya mulai merajuk dengan tampang yangㅡuh harus kuakui. Tampangnya sungguh terlihat tampan, tapi sukses membuatku mual dan hampir muntah.

Selama ini tidak pernah sekalipun aku memotretnya, bahkan tidak pernah timbul niat sedikitpun untuk menjadikannya modelku, walau hanya seujung rambutpun.

"Shireo. Sampai kapanpun jangan pernah berharap aku akan memotretmu," jawabku datar yang diiringi dengan raut kecewa di wajahnya.

ㅡo00oㅡ

Empat bulan berlalu dengan cepat sejak kedatanganku ke Seoul. Selama empat bulan ini, hampir setiap hari Kim Jongin menemuiku, dan setiap harinya ia menelponku berkali-kali, mengirimiku sms belasan kali tiap harinya, yang tentu tidak pernah kuhiraukan, tapi tetap dilakukannya.

Aku duduk di mobil namja menyebalkan bernama Kim Jongin. Kalau bukan karena aku ada pemotretan sampai malam, dan ia menjadikannya alasan untuk menjemput dan mengantarku pulang, aku tidak akan menerima tawarannya. Sepanjang perjalanan aku memandang keluar jendela, menikmati pemandangan malam kota Seoul yang penuh lampu-lampu.

Aku memejamkan mataku, sedikit mengantuk, dan kurasa aku tertidur sebentar di mobilnya. Begitu aku sadar, aku merasakan tubuhku ada dalam gendongannya, namun aku tak membuka mataku. Biarlah ia menggendongku ke dalam apartemen, toh aku jadi tidak perlu bersusah payah untuk berjalan dalam keadaan mengantuk.

Ia membuka pintu apartemenku dengan password yang sudah ia hafal di luar kepala. Masuk dalam kamarku dan membaringkan tubuhku di atas tempat tidur. Tak lupa ia menarik selimut untuk menutupi tubuhku hingga ke bawah leher. Sangat bagus, aku tidak perlu melakukan hal ini dengan susah payah, dan ia tanpa kuminta lagi-lagi menyusahkan dirinya sendiri.

Aku masih memejamkan mataku, berpura-pura tidur, menunggu suara sebagai tanda ia keluar dari kamarku, namun tak kunjung terdengar.

"Saranghaeyo, Sehun-ah. Semoga besok kau bisa bersikap lebih baik padaku."

Mwo? Apa aku tidak salah dengar? Kim Jongin itu, berani-beraninya kau bilang bahwa kau mencintaiku?

Baru saja aku hendak membuka mata untuk memarahinya, namun kudengar suara pintu kamarku di tutup dari luar, ia sudah pergi. Biarlah, aku punya cara lain untuk mematahkan hatinya.

ㅡo00oㅡ

"Sehun-ah, kau pacaran dengan Chanyeol?" tanya Jongin tidak percaya ketika ia menemukanku sedang berpelukan dengan namja bernama Chanyeol di depan studio pemotretan.

Chanyeol adalah seniorku di studio pemotretan, dan sejak aku datang ke Seoul, ia menunjukkan ketertarikan padaku, walau aku tidak pernah menanggapinya.

"Waeyo? Kau keberatan Kim Jongin?"

"Ikut aku!" Kim Jongin menarik tanganku, Chanyeol manahannya, "Lepaskan dia, Park Chanyeol, sebelum aku hilang kesabaran!"

Baru kali ini aku melihat wajah Kim Jongin penuh kemarahan, sangat berbeda dengan wajahnya yang biasa penuh senyum. Chanyeol langsung melepaskan tangannya dan membiarkan Kim Jongin membawaku. Cih, dasar pengecut, apa ia takut karena Kim Jongin pandai bela diri? Dasar namja tidak berguna.

"Sehun-ah, kumohon jangan berhubungan dengan Park Chanyeol," ujar Kim Jongin begitu kami duduk di mobilnya, dalam perjalanan pulang ke apartemenku.

"Waeyo? Kenapa aku harus menurutimu?" tanyaku angkuh.

"Park Chanyeol bukan namja yang baik. Aku sangat mengenalnya karena kami satu sekolah dulu. Ia seorang playboy dan suka mempermainkan wanita, bahkan pria!" jelas Kim Jongin.

"Jinjja?" aku membelalakan mataku ke arahnya dan berkata dengan nada menyindir, "kau pikir aku akan percaya padamu? Lagipula kalaupun ucapanmu benar, aku bisa menjaga diriku sendiri, Kim Jongin!" Aku membuang muka ke arah jendela.

"Sehun-ah, dengarkan ucapanku, jaebal," katanya sambil menggenggam tanganku agar aku menatapnya.

"Berhenti mencampuri urusanku Kim Jongin. Aku benci akan kehadiranmu dalam hidupku," ujarku sebelum memaksa turun dari mobilnya.

ㅡo00oㅡ

"Kyaaaaa… Chanyeol, kau mau apa?!" aku berteriak sekeras mungkin.

Saat ini aku berada dalam apartemenku bersama dengan Chanyeol. Harus kuakui kata-kata Kim Jongin benar, namja ini sungguh brengsek. Ia datang dalam keadaan mabuk ke apartemenku, memaksa masuk dan mengunci apartemenku.

Ia memojokkanku ke dinding dan bermaksud menciumku dengan paksa. Dengan sekuat tenaga kudorong tubuhnya, jangan harap ia bisa menyentuhku dengan mudah.

Chanyeol mengejarku, menangkap tubuhku dan menggendongku dengan mudahnya. Ia melemparkan tubuhku ke sofa.

"Kau tidak bisa lepas dariku, jaggiya," ujarnya dengan mulut penuh aroma alkohol yang membuatku mual.

"Ya! Lepaskan aku!" teriakku sambil menendangnya, meronta-ronta, namun semua sia-sia, tenaganya begitu kuat.

Ketika aku hampir kehilangan tenagaku untuk melawannya, dan Chanyeol mendekatkan bibirnya ke wajahku, tiba-tiba tubuhnya yang menindihku di atas sofa tertarik ke belakang.

Kim Jongin!

Aku melihatnya menarik Chanyeol menjauh dariku lalu memukul wajahnya dengan keras. Meninju perutnya beberapa kali hingga Chanyeol terkapar di lantai.

"Kau tidak apa-apa Sehun-ah? Gwenchanayo?" ujar Kim Jongin khawatir ketika menghampiriku.

"Ne, gwencha…"

PTAAAKKK!

Aku belum menyadari hal yang baru saja terjadi sampai mendapati tubuh Kim Jongin terjatuh dalam pelukanku dan darah mengucur dari kepalanya. Tak berapa lama, Chanyeol sudah melarikan diri keluar dari apartemenku.

"Yaaa! Kim Jongin!" teriakku menggoncangkan tubuhnya. Aku terduduk di lantai sambil menahan tubuhnya di pangkuanku. Kulirik tripod (penahan tempat kamera yang berkaki tiga) yang tadi dipakai Chanyeol untuk memukul kepala Jongin.

"Se.. hun-ah," panggil Kim Jongin lirih.

"Yaa! Kim Jongin, bertahanlah!"

"Jongin hyung?" ujarnya masih bisa tersenyum dengan wajahnya yang bersimbah darah, "Panggil aku hyung, Sehun-ah."

Aku hanya menatapnya kosong. Kim Jongin mengedipkan matanya berkali-kali, entah karena darah yang masuk ke dalam matanya, atau karena ia hampir kehilangan kesadarannya. Haruskah aku memanggilnya seperti yang ia inginkan? Bukankah aku bersumpah tidak akan pernah memanggilnya seperti itu? Bukankah aku sangat teramat sangat membencinya?

Kudengar suara nafasnya yang sesak, perlahan senyum di wajahnya menghilang…

"Hy…Hyu.."

Matanya perlahan tertutup…

"Hyung?!" teriakku kencang yang mungkin tidak di dengarnya.

End of Flashback

ㅡTBCㅡ

Hai. Udah ku apdet kan~

Makasih ngedz untuk yang ngereview. Oiya aku baru inget. Tadi ada yang nanya (guest):

"Emangnya aslinya ini berapa chapter?"

= Ini 3 chapter. Cuma waktu kuremake jadi fanfic HyoHyuk cuma oneshoot. Tp kalo oneshoot kepanjangan, jd di remake yg kali ini back to 3 chapter.

Udah

Review lagi yak? /puppy eyes/

Salam cintah~

Byuncrackers&RinjaniA