Hai, minna-san!

Ini adalah akhir cerita…! Akhir ceritta! (Ulala… lebay amat T_T)... Eeeeh... maksud saya chapter 2...!

Pasti menurut minna-san, fic saya ancur, gabener, gaje, sama yang satu lagi, NORAK ABIIISS!

Kurapika : Heh, dari pada lu banyak bacot, mending mulai ceritanya!

Author : Sejak kapan Kurapika-niisan ngomongnya pake bahasa begituan?

Killua : Ulalaa… Kau belum tau,author?

Author : *geleng2 kepala*

Killua : Gon!

Gon : Sejak badai halilintar petir cetar membahana…! Ulalaaa!

Author : *sweatdrop* kok pada ketularan Syahrini semuanya,sih?!

Leorio : Ulalaaa…. Eke juga ketularan lho,bok! *pake gaya banci*

Author : *ngibrit* Kalo gitu… CEKIDOOOOT!


Di perjalanan pulang, tiba – tiba saja langit penuh dengan awan hitam yang tebal. Sepertinya mau hujan pikir Kurapika sambil berlari kecil. Sesampai di apartemen, hujan turun. Langsung saja, Kurapika ke kamarnya. Ia mengganti bajunya dengan baju rumah. Lalu duduk di depan meja yang ada cerminnya (pokoknya gitulaah… Shakura lupa namanya…). Ia membuka lensa kontaknya. Tiba – tiba, buku yang ada di meja itu terjatuh. Kurapika mengambilnya. Saat ke posisi semula…

"Heeeeegh!" Kurapika kaget. Matanya membulat sempurna melihat bayangan Kuroro yang sekarang di belakangnya.

"Oh, maaf! Maafkan aku" ucap Kuroro. Kedua lengannya melingkar di leher Kurapika.

Kurapika membalikkan tubuhnya. Lalu memukul – mukul Kuroro dan mengeluarkan air matanya.

"Kau jahat… Hiks… Aku sangat kaget tauu!" ucapnya dengan lirih.

"Maaf, ya…." Ucap Kuroro lalu mencium bibir mungil Kurapika.

Kurapika hanya membalas ciuman Kuroro sambil memejamkan matanya. Perlahan, ia melepaskan ciumannya, dan memeluk Kuroro erat – erat. Tubuhnya gemetar karena masih shock. Saat ini, hanya Kurorolah yang bisa menghiburnya….

"Maaf, kau pasti sangat kaget,ya?" kata Kuroro sambil membalas pelukan Kurapika. Ia mengelus – elus rambut Kurapika yang lembut.

Kurapika hanya terisak. Ia jadi teringat masa depan yang ia lihat dua hari yang lalu. Ia menghentikan tangisnya dan melepaskan pelukannya. Ia tersenyum kepada Kuroro. Dan ia menciumnya (lagi). Beberapa menit kemudian, barulah sepasang kekasih ini melepaskan ciuman mereka.

"Kau mau kubuatkan kopi?" tanya Kurapika tersenyum lembut.

Kuroro hanya mengangguk. Lalu Kurapika keluar dari kamar. Sedangkan, Kuroro menunggunya di dalam tentu saja. Di luar kamar, Kurapika menyentuh bibirnya seakan tak percaya. Aku terkejut…! Karena selama ini… Kuroro jauh dariku… Meninggalkanku cukup lama… Kurapika berkata dalam hati lalu melangkah ke dapur umum (Keep Woles ajaa…).

Tak lama kemudian, Kurapika kembali dengan membawa secangkir kopi dan secangkir teh. Tak lupa, ia membawa dua potong kue.

"Kau tidak kerja?" tanya Kuroro.

"Hm? Tidak, aku ambil cuti" jawab Kurapika dengan nada pelan.

Detak jantung Kurapika berdebar kencang. Oh… Tenanglah, Kurapika! Kau sudah kencan berkali – kali dengannya! pikir Kurapika. Terlihat rona pink di wajahnya. Kuroro hanya tersenyum melihat kekasihnya yang imut – imut kayak marmut itu. Kurapika meneguk habis tehnya, begitu juga Kuroro. Kurapika mengambil sepotong kuenya.

"Ng… Aku suapin,yah!" kata Kurapika seperempat berteriak (?).

Kuroro tersenyum melihat Kurapika.

"Buka mulutmu..! Aaahm!" Kurapika bukannya menyuaipi Kuroro, melainkan dirinya sendiri.

"Hmm…" Kuroro tersenyum. "Kau curang, Kurapika!" ucap Kuroro sembari mencubit pipi kanan Kurapika.

"Hihihi…!" Kurapika tertawa geli.

Tak terasa, hujan pun reda. Tampak pelangi yang indah di langit.

"Kuroro! Lihat! Pelanginya cantik, ya!" kata Kurapika menoleh ke jendela.

Kuroro ikut menoleh. Ia tersenyum tipis melihat pelangi itu. Lalu, ia menoleh ke arah Kurapika. Ia tersenyum lebar (jadinya) melihat senyuman Kurapika.

"Iya, sama seperti perasaan semangatmu!" goda Kuroro.

Kurapika menoleh ke arah Kuroro. Terlihat rona merah di wajahnya. Senyumnya makin melebar melihat wajah Kuroro. Mata biru samuderanya menatap mata hitam Kuroro. Terlihat hangat dari yang dulu…. ucap Kurapika dalam hati.

"Boleh aku pulang…?" Kuroro memecahkan keheningan.

"Tidak! Sampai pelangi itu hilang, kau baru boleh pulang…!" kata Kurapika dengan senyum nakalnya.

Kurapika memeluk Kuroro sambil melihat pelangi itu. Inilah pelangi baru, jembatan cinta kita…. kata Kurapika dalam hati. "Ya sudah… Kalau kau mau pulang…" kata Kurapika.

"Lho? Kok sekarang ngusir aku?" tanya Kuroro.

Kurapika tesenyum lebar dan berkata, " Katanya mau pulang… Pasti kau capek, kan? Kau harus istirahat…".

"Baik, Tuan Putri… Aku akan laksanakan tugasmu" kata Kuroro sambil melompat ke jendela. "Jaga dirimu baik – baik,ya!"

"Memangnya aku anak kecil?!" kata Kurapika sambil menggembungkan pipinya.

Kuroro tertawa kecil, dan pergi. Kurapika hanya tersenyum lebar melihat Kuroro dari kejauhan. Kemudian, ia menoleh pelangi itu lagi.


TBC


Yyoosh! Chapter 2 selesai! *semangat '45*

Saya mau ber – arigatou sama whitypearl-san, yang sudah mendukung saya untuk membuat fic KuroPika….

Kurapika : ceritanya cukup menarik….

Author : arigatou gozaimasu….!

Kurapika : yuk kita minta review!

Author : Oh, iya!

Killua : Ulalaa… Kami kok gak diajak?!

Gon : Karena tadi, ada badai halilintar petir cetar membahana…

Killua : Ulalaa….

Ku & A : *sweatdrop* ya sudah ayo!

Author & K,K,G : REVIEW PLEASE!