Tittle : Anak Hyung
Chapter : 2
Cast : Cho Kyuhyun and Choi Siwon
Rate : T
Genre : Family
'Ah, eomma dan Appa Kyu, kapan bisa menjemput Kyu pulang sekolah?' / "Kyunie, jangan menangis, ne." / "Lho Kyunie kenapa?"
"Ummhh~ mbabaaa~"
Terdengar suara celotehan dari seorang bayi yang kini sedang telanjang bulat. Sepertinya bayi manis itu akan mandi.
"Kyunie, jangan menarik bantalnya seperti itu." Siwon menegur kegiatan adiknya yang dirasa dapat membahayakan adiknya.
Siwon membawa satu ember kecil yang berisi air hangat. Sepertinya ia hendak membersihkan tubuh sang adik.
Kini namja tampan bermarga Choi itu berdiri tepat dihadapan sang adik. Tangannya mengambil sabun dan mulai membersihkan tubuh mungil itu.
"Kyunie, jangan memeluk tangan hyung seperti ini. Hyung tidak bisa bergerak." Siwon berusaha melepaskan tangannya yang sedang menyabuni tubuh Kyuhyun ketika dipeluk erat oleh kaki mungil itu.
Setelah lepas, Siwon kembali melanjutkan kegiatannya. Namun Kyuhyun kecil senang sekali memeluk tangan sang kakak. Wajah manisnya begitu berseri-seri ketika melihat kakaknya berusaha melepaskan pelukannya.
Tak berapa lama, acara membersihkan tubuh Kyuhyun sudah selesai, kini waktunya memakaikan pakaian.
"Ahahahaha.."
Tiba-tiba terdengar tawa dengan suara lembut khas anak kecil. Ternyata tawa tersebut berasal dari Kyuhyun ketika tak sengaja ketiaknya tersentuh oleh tangan Siwon. Namja berdimple tersebut, tersenyum ketika melihat dan mendengar suara tawa adik bungsunya.
PYAK~
"Aish, Kyunie, kenapa menyipratkan airnya kewajah hyung?" Siwon mengambil handuk kecil yang tergantung didinding kemudian mengeringkan wajahnya yang tersiram air oleh Kyuhyun.
"Daritadi hyung melamun sambil senyum-senyum terus.."
Siwon tersentak kaget.
"Apa yang hyung pikirkan?" Kyuhyun bermain dengan bebek mainannya. Sesekali tangan mungilnya menenggelamkan mainan kuning itu.
"Ah, tidak. Hyung teringat saat memandikanmu.." Siwon mengusap kepala adiknya yang basah. "Ayo naik, nanti kamu sakit lagi."
Siwon mengangkat tubuh adiknya dari bathtub, kemudian melingkarkan handuk bergambar lumba-lumba diseluruh tubuh Kyuhyun. Terlihat seperti makanan yang dibungkus oleh daun pisang.
Kyuhyun berjalan mengekori langkah kakaknya. Jalannya pelan karena kakinya yang terlilit handuk. Siwon tersenyum melihat jalan adiknya yang lucu itu.
"Ara~, pakai seragammu, Kyu. Hyung akan menyiapkan tasmu dulu, lalu sarapan dan mengantarmu sekolah." Siwon mengambil sebuah tas hitam, ia memasukkan beberapa buku yang dibutuhkan oleh Kyuhyun nanti.
Namja kecil bernama lengkap Choi Kyuhyun, kini sedang memakai pakaiannya. Ia tidak menemukan kesulitan apapun. Seragam sekolah berwarna babyblue dengan sebuah topi berwarna yang sama kini melekat ditubuhnya.
"Namdongsaeng-nya hyung memang paling manis." Kyuhyun cemberut mendengar kalimat yang baru saja diucapkan sang kakak. "Waeyo?" Siwon memakaikan sepasang sepatu berwarna hitam pada kaki-kaki kecil Kyuhyun.
"Aku tampan, hyung."
Siwon terkekeh kecil. Kemudian menepuk kepala Kyuhyun yang bertopi itu. "Ne, namdongsaeng hyung memang tampan dan manis."
"Bhuuu~ manisnya jangan diucapkan, hyung."
"Ne.. ne.. ne.." Siwon tertawa sambil menuntun sang adik menuju ruang makan.
#
#
#
"Nah, sudah sampai. Belajar yang rajin, ne? Nanti ada ahjusi yang akan menjemput Kyunie."
Kyuhyun menatap kakaknya dengan heran. "Hyung tidak menjemput, kyu?"
Siwon tersenyum kecil. "Usai sekolah nanti, hyung ada tugas jadi tidak bisa menjemput Kyunie. Mianhae.."
"Bisa dikerjakan di rumah kan, hyung." Kyuhyun merajuk.
Namja tinggi itu jongkok dihadapan Kyuhyun, "Tidak bisa, tugas ini harus hyung kerjakan diluar. Cepat masuk, nanti belnya berbunyi."
Dengan langkah lesu, Kyuhyun menjauhi mobil dan kakaknya berada. Siwon tersenyum sedih melihatnya. Ia pun dengan berat hati kembali masuk kedalam mobil untuk berangkat ke sekolahnya.
#
#
#
"Uuh, kenapa ahjusi lama sekali?" Kyuhyun terlihat sedang berjongkok dipelataran sekolahannya. Kini ia sedang menunggu supir keluarga untuk menjemputnya.
Hampir semuanya sudah pulang ketika orangtua atau pengasuh datang menjemput teman-temannanya. Beberapa masih berada disana, sama seperti Kyuhyun.
"Eomma~ nanti belikan Minie eskrim, ne~~"
Mata bulat milik Kyuhyun melihat seorang anak kecil yang manis sedang digandeng oleh wanita paruh baya yang diyakini itu adalah ibu dari anak tersebut. Anak itu begitu senang ketika permintaannya dikabulkan oleh sang ibu.
'Ah, eomma dan Appa Kyu, kapan bisa menjemput Kyu pulang sekolah?' Batinnya miris.
Dari semenjak ia memasuki bangku sekolah, tak sekalipun kedua orangtuanya menjemput ia di sekolah. Wajar jika ia iri melihat teman-temannya dijemput oleh orangtua mereka sendiri.
'Hanya hyung yang pernah menjemput Kyu. Itu pun hanya awal Kyu masuk sekolah.'
"Tuan, kita pulang. Maaf saya terlambat."
Kyuhyun mendongak. Dapat ia lihat seorang pria paruh baya menghampirinya. Wajah ramahnya tersenyum begitu hangat ketika ia menatapnya.
"Hyung belum pulang, ahjusi?" Kyuhyun berjalan menuju mobil yang terparkir tak jauh dari tempat ia berjongkok.
"Belum, Tuan. Tuan Siwon berpesan agar Tuan Kyuhyun jangan lupa makan siang dan beristirahat."
"Apa ahjusi tahu dimana Hyung berada?" Namja paruh baya yang kini sedang menjalankan mobilnya, menatap majikan kecilnya lewat kaca spion. Terlihat bahwa majikannya sedang bersedih.
"Ne, Tuan Siwon berada di rumah Tuan Kibum."
"Mwo? Kibum-hyung?" Tanya Kyuhyun dengan raut bahagianya.
"Ne, Tuan."
Dengan senyuman lebarnya, Kyuhyun meminta pada sang supir untuk segera mengantarkannya pada Siwon. "Ahjusi, antarkan Kyu ke rumah Kibum-hyung, ne? Ppali.."
"Tapi Tuan Siwon bilang..."
"Cepat ahjusiiiii~~" teriak Kyuhyun.
Mau tak mau, supir yang sudah mengabdi pada keluarga Choi selama beberapa tahun ini mengabulkan permintaan Kyuhyun. Ia pun melajukan mobilnya menuju rumah Kim Kibum, sahabat dari Choi Siwon.
#
#
#
"Kibum-ah, bagianku sudah selesai." Seorang namja tampan menyerahkan selembar kertas pada seorang namja berkacamata.
"Ah gomawo, Siwon-hyung." Ucap namja berkacamata itu dengan senyuman tipis diwajah tampannya.
Iya, namja itu adalah Siwon dan Kibum.
Mereka berdua kini berada disebuah kamar yang cukup luas. Hanya terdapat beberapa perlengkapan elektronik, sebuah lemari pakaian dan sebuah tempat tidur berukuran medium.
"Apa Kyunie baik-baik saja?" Tanya Kibum.
Siwon menatap sahabatnya yang berusia 2 tahun lebih muda darinya. "Sepertinya ia akan marah hari ini."
Namja yang merupakan murid akselerasi itu tertawa kecil, "dia manja sekali padamu, hyung."
Siwon mengangguk. Memang Kyuhyun begitu manja padanya, tidak bisa ditinggal jauh olehnya. "Ne, wajar saja. Sedari bayi ia aku urus sampai sebesar ini."
Keduanya terdiam dengan pikirannya masing-masing. Tak ada yang membuka suara. Hingga akhirnya Kibum yang memecah keheningan diantara mereka berdua.
"Bagaimana jika kita ke taman saja, hyung?" Usul Kibum sambil menyimpan kacamata bacanya.
"Usul yang bagus, aku bosan disini terus."
Keduanya pun sepakat untuk pergi keluar. Selama perjalanan, dua namja yang sama-sama duduk dibangku kelas 3 itu saling bercakap-cakap. Entah itu sesuatu yang serius ataupun hanya lelucon.
Tak berapa lama, mereka pun tiba dihalaman. Terhampar sebuah kolam renang berukuran sedang dengan rumput hijau dipinggirnya. Taman bunga kecil mempercantik halaman belakang milik keluarga Kim itu.
"Bagaimana kalau kita berenang saja?" Usul Siwon yang langsung disetujui oleh Kibum.
Keduanya membuka pakaian masing-masing hingga tersisa celana pendek yang mereka kenakan. Sebelum masuk kolam, terlebih dahulu melakukan pemanasan agar tidak kram pada kaki.
BYURRRR~
Suara air yang berbenturan dengan dua tubuh manusia terdengar diantara semilir angin sore yang berhembus. Tak lama dua buah kepala muncul dari bawah permukaan air.
"Phuwah.. segar sekali.." ucap Siwon.
Kibum hanya merapikan poninya yang menutupi kedua matanya. "Ne, memang segar."
Mereka pun berenang kesana-kemari. Tak mendengar bahwa ada sebuah suara yang sedari tadi memanggil keduanya.
"Hyung.. Siwon-hyung.. Kibum-hyung.."
Akhirnya Kibum yang pertama kali sadar ada yang memanggil mereka. Matanya melihat sesosok anak kecil dengan seragam sekolahnya dan topi yang tergantung ditasnya.
"Kyunie?"
Siwon pun menengok. Ia sedikit kaget melihat adiknya ada ditepian kolam. "Kenapa ada disini, Kyu? Bukankah hyung sudah bilang pada ahjusi agar kamu istirahat di rumah?"
"Ne, tapi Kyu bosan Hyung. Jadi Kyu minta pada ahjusi untuk mengantarkan Kyu kesini." Jawab Kyuhyun sambil meletakkan tasnya disembarang tempat.
"Jangan ikut masuk ke air, Kyu. Kamu baru saja sembuh." Siwon naik diikuti oleh Kibum. "Kenapa tidak menuruti, hyung untuk istirahat?"
"Kyu bosan, hyung. Kyu ingin bermain dengan Kibum-hyung juga." Kyuhyun mendekat kearah Kibum yang sedang memakai jubah handuknya.
Kibum mengangkat tubuh kecil adik sahabatnya itu. "Bukankah Kyunie baru sembuh? Sekarang sudah sehat?"
Kyuhyun memeluk leher Kibum ketika teman hyung-nya itu bertanya. Ia menganggukkan kepalanya. "Aku sudah sembuh, hyung."
"Bagus. Makan malam disini saja, menu malam ini eomma akan memasak bulgogi." Ucap Kibum sambil membawa Kyuhyun masuk kedalam rumah.
"Jinjja? Whoaaa~ Kyu ingin makan malam disini.."
Siwon hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Kyuhyun yang kelewat ceria. Ia berceloteh tentang apapun disekolahnya, yang tentunya hanya ditanggap dengan anggukan kepala dan senyum tipis oleh Kibum.
"Ara~ siapa tamu kecil kita yang datang sore ini?" Tanya seorang wanita paruh baya yang baru saja keluar dari ruang perpustakaan.
"Ahjumaa~~" seru Kyuhyun sambil merentangkan kedua tangannya. Meminta untuk digendong, yang tentu saja dipenuhi oleh Nyonya Kim.
"Kyunie baru pulang sekolah?" Kyuhyun menganggukkan kepalanya. "Sesore ini?"
Siwon pun baru sadar bahwa adiknya itu masih lengkap memakai seragamnya.
"Ne, tadi kelasnya Kyu sedang menyiapkan sesuatu untuk pameran. Makanya Kyu baru pulang tadi."
"Pasti Kyunie lelah, ahjuma buatkan coklat panas mau?"
"Kyu mauuuuu~" jawab Little Choi dengan semangat.
"Baiklah, sekarang kita kedapur. Kibum-ah, Siwon-ah, lebih baik kalian mandi dulu." Dua namja muda itupun menganggukkan kepalanya dan melesat menuju kamar Kibum.
"Nah Kyunie duduk disini, ahjuma akan membuatkan coklat panasnya dulu." Wanita paruh baya berwajah ramah itu melangkah menuju dapur setelah mendudukkan Kyuhyun dikursi tempat mereka akan makan malam nantinya.
10 menit kemudian, 3 gelas coklat panas tersaji dimeja makan. Kyuhyun segera mengambil gelas yang disodorkan didepannya. "Gomawo, ahjuma."
"Ne, kalau begitu ahjuma siapkan makan malam dulu. Kyunie tetap disini, ne?"
"Ne.." jawab Kyuhyun dengan senyuman lebarnya. Nyonya Kim menjadi gemas melihat wajah imut didepannya.
"Anak manis.."
"Jangan memanggilnya manis, ahjuma. Dia suka ngambek." Ucap seseorang dari arah pintu.
"Hyung menyebalkan. Untuk ahjuma, Kyu tidak akan marah."
"Tapi kenapa kalau hyung yang bilang, Kyu suka ngambek?" Siwon mendekat kearah meja dan mengambil gelas yang tersisa untuknya. Sedangkan yang satunya lagi sudah diambil oleh Kibum.
"Itu karena wajah hyung..." jawab Kyuhyun sambil menyeruput coklatnya.
Kibum hanya tersenyum kecil. Ia pun masuk kedapur untuk membantu sang ibu memasak. Sedangkan Siwon duduk disamping Kyuhyun.
"Karena wajah hyung lebih tampan, eoh?" Goda Siwon dengan senyum jailnya.
Kyuhyun terdiam. Ia tidak mengeluarkan suaranya. Memang hyung-nya itu sangat tampan dimatanya. "Ani, pokoknya Kyu tampan. Lebih tampan dari hyung."
Siwon semakin menggoda adiknya disaat sang adik memberikan respon seperti yang ia harapkan sebelumnya. Kibum dan ibunya hanya tersenyum melihat kedekatan dua Choi itu.
Selama menunggu makan malam siap, Kyuhyun dan Siwon saling ejek. Mereka berdua tidak diperbolehkan masuk dapur. Bukan karena Siwon dan Kyuhyun akan menghancurkan dapur keluarga Kim, namun selaku tamu, mereka tidak diperkenankan untuk membantu.
"Makan malam sudah siap~~" ucap seorang wanita paruh baya sambil membawa makanan.
Kyuhyun semakin sumringah ketika melihat makanan tersaji didepannya apalagi saat kornea matanya melihat dessert disana. Wajahnya nampak berbinar.
"Ada siapa ini?" Seorang pria paruh baya lengkap dengan jas hitamnya terlihat masuk menuju ruang makan.
"Ahjusi~ selamat datang~" sapa Kyuhyun dengan riangnya.
"Selamat malam, Kyunie." Tuan Kim mengelus kepala Kyuhyun dengan lembut.
"Ayo makan.."
"Kyu, sabar. Kim ahjusi baru saja pulang, kamu itu tidak bisa bersabar yah." Tegur Siwon.
Kyuhyun mencibir perkataan kakaknya. Perutnya sudah berontak minta diisi. "Tapi Kyu laper, hyung. Dari siang belum makan."
"Aigoo~ kenapa tidak makan? Ayo makan.." ucap nyonya Kim sambil memberinya mangkuk nasi.
Dengan senang hati Kyuhyun makan semua hidangan didepannya. Apalagi Kim ahjuma terus memberikan berbagai lauk kedalam mangkuknya.
"Ayo makan yang banyak, Kyu. Kamu makan dagingnya juga, ini.." nyonya ahjusi memasukkan daging kedalam mangkuk Kyuhyun. "Ah kimchi juga dimakan yah, enak kok tidak bikin Kyunie mual.."
Kyuhyun menghentikan gerakan sumpitnya. Ia menatap wajah wanita yang menjadi ibu dari sahabat kakaknya. Tanpa ia sadari airmata melesak keluar dari kelopak matanya.
"Kyunie kenapa menangis?"
"Hikss.. Kyu merasa seperti bersama eomma dan Appa.. hikss.. sudah lama tidak seperti ini.. hiks.."
Siwon menatap sang adik dengan sendu. Ia pun merasa rindu dengan suasana hangat dimana semua anggota keluarganya berkumpul. Tidak seperti saat ini, kedua orangtuanya sibuk dengan pekerjaan mereka. Pulang ke rumah pun hanya beberapa kali dalam setahun.
"Kyunie jangan menangis, ne. Kyunie bisa anggap ahjuma dan ahjusi sebagai eomma dan appa Kyunie. Uljima.." nyonya Kim mengelus pundak kecil Kyuhyun.
Namja kecil itu hanya menganggukkan kepalanya.
"Kajja makan lagi, ahjuma sudah menyiapkan dessert spesial untuk Kyunie." Ucap Kim ahjuma.
"Ne, ahjuma." Seru Kyuhyun.
Siwon tersenyum pendek. "Gomawo, ahjusi." Ia yang duduk dipinggir sang tuan rumah, mengucapkan rasa terimakasihnya yang tentunya dibalas dengan anggukan kepala dan senyuman tipis.
#
#
"Apa tidak sebaiknya kalian menginap saja? Kasihan Kyunie.."
"Gomawo, ahjuma. Tapi sebaiknya kami pulang, Leeteuk-ahjusi sudah mencari kami." Siwon menggendong Kyuhyun yang sedang terlelap tidur. Mungkin karena kelelahan dan kekenyangan akibat terlalu banyak memakan cheese cake buatan Nyonya Kim.
"Kapan-kapan bermainlah disini ajak Kyunie juga." Ucap Tuan Kim.
"Ne, ahjusi. Kalau begitu, kami pulang dulu. Terimakasih untuk hari ini." Siwon berjalan menuju mobil yang terparkir dipelataran rumah. "Sampai besok, Kibumie."
"Ne, hyung, hati-hati dijalan."
Mobil milik keluarga Choi pun melaju meninggalkan kediaman Kim. Anggota keluarga Kim masuk kedalam rumah setelah mobil hitam itu tidak terlihat oleh jangkauan mata mereka.
Didalam mobil, Siwon menatap lekat-lekat wajah sang adik yang sedang tertidur lelap. Wajah mungil nan manis itu terlihat kelelahan. Dengan lembut, tangan Siwon membelai wajah dengan kulit berwarna putih pucat.
"Eomma.. Appa.. bogoshipoyo.." ucap Kyuhyun lirih disela-sela tidurnya.
"Mianhae, Kyu. Hyung tidak mampu menggantikan peran kedua orangtua kita. Mianhae... jeongmal mianhae.." namja tampan itu memeluk tubuh kecil Kyuhyun yang terkulai didadanya.
"Wonie-hyung.. saranghae.. humm~" Siwon semakin mendekap erat namun lembut tubuh adiknya.
"Nado, Kyu.. Nado saranghae.."
Whoaaa~ makasih udah mau review.. padahal ga pede..
Semua tingkah laku baby Kyuhyun itu, aku ambil dari tingkah laku keponakanku yang baru saja berumur 5 bulan.. hehe..
Untuk yang sudah review, favorite, follow bahkan silent reader, TERIMAKASIH. Atas nama Zizi Kirahira Hibiki, aku ucapkan terimakasih.
