"Captivated!"
Cast : Shim ChangMin dan Cho KyuHyun
Genre : Romance
Rating : T+ (Ini agak nyerempet M, bisa diabaikan jika tidak berkenan)
Warning : TYPO(S), ngebosenin, YAOI, OOC
Karena kecintaan saya pada couple manis dan evil ini
Selamat membaca!
.
.
.
ChangKyu
.
.
Ruang Dewan Siswa CassiElf Senior High School tampak sepi. Hal ini disebabkan sedang kosongnya kegiatan kesiswaan di pertengahan semester. Maka dari itu para pengurus dewan siswa pun tentu lebih memilih pulang atau menghabiskan waktu di tempat lain. Padahal jika sedang padatnya agenda-agenda kesiswaan, maka kantor dewan siswa tak akan pernah sepi hingga malam hari.
Meskipun tidak banyak orang, sebenarnya masih ada dua namja, yang satu berparas tampan dan satunya berparas manis cenderung cute, masih betah berdiam diri di kantor dewan siswa. Eh, ralat! Hanya namja berparas tampan yang masih betah karena dia memang sedang melakukan suatu pekerjaan. Sebenarnya bukan pekerjaan yang penting, tetapi memang harus rutin dilakukan di akhir bulan selaku tanggung jawabnya sebagai presiden dewan siswa, yaitu pengecekan keuangan dan kinerja pengurus dewan siswa.
Si namja manis mengeratkan pelukannya di pinggang si namja tampan. Sesekali dia mengelus-eluskan kepalanya di punggung si namja tampan. Meskipun dia bosan, tapi dia cukup menikmati posisinya saat ini. Posisi mereka saat ini adalah si namja tampan duduk membelakangi si namja manis, dengan si namja manis memeluk dari belakang si namja tampan.
"Baby Kyu, hentikan itu. Kau membuatku merinding," kata si namja tampan, yang tak lain adalah presiden dewan siswa CassiElf Senior High School, Shim Changmin.
Sepertinya dia tak tahan dengan sensasi yang dirasakan di punggungnya, karena si namja manis yang merupakan namjachingunya tak henti-hentinya menggerak-gerakkan kepalanya manja. Si namja manis itu adalah, Cho Kyuhyun.
"Tak mau, ini sangat nyaman," sahut Kyuhyun yang justru dibalas dengan semakin mengeratkan pelukannya dan dia semakin merapatkan tubuhnya dengan Changmin.
Tindakan Kyuhyun tentu saja menyebabkan Changmin mati-matian menahan reaksi tubuhnya yang merasakan lekuk tubuh namja manisnya lewat punggung.
"Aku tidak bisa konsentrasi jika kau begini terus. Bukankah kau tadi sudah berjanji tidak menggangguku, hmm…"
Namja manis dengan surai madunya yang hampir menyentuh bahu itu merengut mendengar kata-kata namjachingunya.
"Ish! Aku tidak mengganggumu! Aku hanya memeluk dan menyandarkan tubuhku!" rajuknya tak terima.
"Aigoo, Baby…"
Changmin menghela nafas berusaha sabar.
Changmin menolehkan kepalanya ke belakang. Dia melihat Kyuhyun yang memeluknya makin erat dan sekarang memajukan bibirnya tampak merajuk.
"Ekspresimu tidak seperti tindakanmu," sahut Changmin sembari mengangkat sebelah sudut bibirnya.
Kyuhyun segera medongakkan kepalanya ketika mendengar suara Changmin terdengar dekat di telinganya. Dia merengut dan semakin memajukan bibirnya.
"Kau menyebalkan! Sudahlah, Minnie… Lakukan saja pekerjaanmu. Aku janji hanya akan memelukmu,"
Namja manis itu kembali menyandarkan kepalanya ke punggung namjachingunya, lalu memejamkan mata caramelnya.
Changmin diam. Dia sedang malas berdebat dengan Kyuhyun. Akhirnya dia memilih melanjutkan pekerjaannya dan membiarkan Kyuhyun memeluknya.
Sebenarnya Kyuhyun tidak terlalu sering bermanja-manja macam begini pada Changmin. Tidak heran, sebelum tadi Kyuhyun memeluknya manja, Changmin justru memberikan ekpresi berupa kerutan di dahi dan seolah berkata, 'Tadi kau tidak habis salah makan, kan, Baby?'
Alasan Kyuhyun adalah dia ingin mengungkapkan kekesalannya dan ingin merasakan sendiri secara sadar bagaimana bentuk tubuh Changmin yang begitu dipuja para fansnya di sekolah. Kyuhyun benar-benar marah dan jengkel dengan para fans Changmin yang genit itu. Mereka selalu memuja-muja Changmin seolah Changmin adalah milik mereka. Apalagi jika mereka sudah terang-terangan memuja tubuh Changmin yang sixpack dengan otot-otot seksinya. Kyuhyun sangat benci itu! Changmin hanya miliknya!
Namja manis itu tanpa sadar berkomat kamit memaki-maki para fans Changmin. Sedangkan Changmin yang menyadari tingkah aneh Kyuhyun, hanya menggelengkan kepala pelan memakluminya.
Ngomong-ngomong soal otot-otot Changmin yang kata para fansnya keterlaluan seksinya itu, Kyuhyun bukannya tidak tahu. Dia terlalu sering melihat otot-otot tubuh Changmin. Bukannya tidak tertarik, Kyuhyun hanya tidak terlalu memperdulikannya. Lagipula Changmin juga tidak pernah sok-sokan memamerkan tubuh hasil dari gym dan olahraga rutinnya.
Tetapi, gara-gara para fans Changmin yang tidak tahu diri itu-menurut Kyuhyun, karena berani-beraninya memuja orang yang telah memiliki kekasih-, namja manis itu jadi penasaran dengan tubuh sixpack namjachingunya. Makanya lewat pelukan eratnya ke tubuh Changmin, Kyuhyun ingin merasakan bagaimana lekukan otot-otot Changmin. Selain itu, tubuh Changmin yang lebih besar dan kuat dari tubuhnya sangat nyaman dipeluk-peluk begini. Sekarang Kyuhyun terkekeh pelan dengan pikirannya.
Changmin melirik dari sudut matanya mendengar kekehan pelan di belakangnya. Namja tampan itu memutar bola matanya tak habis pikir dengan tingkah laku Kyuhyun yang agak aneh sore ini. Dia berharap, Kyuhyun benar salah makan, jadi dia tak perlu repot mencari alasan jika ternyata tingkah aneh namja manis itu tidak hanya kepadanya.
Dddrrtt..dddrrrrttt…ddrrrrtttt…
Kyuhyun mengalihkan perhatiannya ke smarthphone Changmin yang bergetar di atas meja. Dia melihat Changmin segera mengambil benda persegi berwarna navy itu dan menjawab telepon.
Changmin tampak sesekali menganggukkan kepalanya dan beberapa kali mengucapkan kata iya, lalu mengucapkan terima kasih sebelum menutup teleponnya.
"Dari siapa?" tanya Kyuhyun ingin tahu.
"Dari Yoochun hyung, dia memintaku untuk segera ke lapangan. Lima belas menit lagi, kan latihan. Hhh, aku sampai lupa,"
Kyuhyun menganggukkan kepalanya mengerti.
Changmin segera membereskan berkas-berkas yang berserakan di depannya. Dia melepas kaca matanya lalu menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa.
"Minnie, aku ingin menemanimu latihan ya?" tanya Kyuhyun sembari memeluk lengan Changmin.
Tanpa Changmin sadari, Kyuhyun menganggumi lengan Changmin yang berotot dan merutuk pelan dengan keseksian Changmin.
Changmin mengalihkan pandangannya ke wajah Kyuhyun yang menatapnya dengan mata besarnya. Sepertinya namja manis itu sengaja mengeluarkan ekspresi imut.
"Sejak kapan kau minta ijin, hmm? Biasanya juga kau akan langsung mengekoriku," sahut Changmin lalu terkekeh merasa lucu dengan permintaan Kyuhyun.
"Huh..kau ini! Kau pernah bilang aku harus agak sopan dengan membiasakan minta ijin. Tapi kenapa sekarang kau protes?"
Kyuhyun melipat kedua tangannya di depan dada lalu menggembungkan pipi chubbynya. Namja manis itu merajuk ternyata.
"Oh, iya. Hehehe…mianhe, Baby. Aku lupa, lagipula rasanya masih janggal jika kau melakukannya. Aku minta maaf, ne?"
Namja tampan itu segera memeluk namja manisnya lalu mengecup pipi chubby yang menggembung imut itu.
Kyuhyun menatap Changmin yang memberikan senyum andalannya. Senyum lebar dengan mata menyipit.
'Haduh, senyum itu lagi… Aku tidak kuat…' batin Kyuhyun nelangsa karena harus merasakan jantungnya berdebar keras dan pipinya memanas.
"S-sudahlah, ayo pergi sekarang!" kata Kyuhyun gugup. Dia segera mengambil tasnya dan melangkah menuju pintu keluar.
Changmin hanya tersenyum menanggapi reaksi Kyuhyun yang tampak imut itu. Dia segera mengikuti kekasihnya, lalu memeluk bahu Kyuhyun.
"Eh, bukankah kau juga ada jadwal di klub vokal, Baby Kyu?" tanya Changmin lalu menghentikan langkahnya.
Kyuhyun menoleh ke arah Changmin, "Hari ini libur. Miss Eleanor ada pelatihan selama satu minggu di luar kota,"
"Oh," sahut Changmin pendek. Dia pun melanjutkan langkahnya masih dengan memeluk bahu Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum miring, 'Tidak libur pun aku akan tetap menemanimu latihan. Aku tidak akan membiarkan para fansmu yang genit itu berteriak-teriak heboh melihat kau latihan basket! Huh!'
.
.
.
ChangKyu
.
.
Mata sewarna caramel milik Cho Kyuhyun sedari tadi bergulir waspada untuk memastikan tak ada fans dari Changmin di sekitar lapangan basket. Saking seriusnya, dia bahkan mengacuhkan kaki jenjangnya yang mulai pegal karena telah berdiri cukup lama. Sebenarnya namja manis bersuara merdu itu bisa saja duduk di bangku pinggir lapangan. Tetapi, sepertinya Kyuhyun terlalu paranoid, hingga memilih bersikap waspada pada fans Changmin.
Di lapangan basket, Changmin mengerutkan dahinya agak dalam melihat mata besar Kyuhyun yang tak hentinya menjelajahi sekitar lapangan basket. Namja tampan bertubuh jangkung itu segera bergegas menghampiri kekasihnya setelah pelatih menyampaikan break latihan.
Changmin berdiri tepat di depan Kyuhyun dengan kedua tangan bersedekap. Meskipun jarak Changmin sangat dekat dengannya, Kyuhyun tetap tak sadar.
"Hei, Baby Kyu!" panggil Changmin agak keras.
Kyuhyun otomatis berjengit kaget dengan rutukan pelan di bibir pinkishnya.
"Ah, Chwang! Kau ini apa-apan, sih? Aku sangat kaget tahu! Untungnya aku tak punya penyakit jantung. Bagaimana jika aku punya penyakit jantung? Lalu tiba-tiba pingsan? Atau yang lebih parah, jantungku berhenti berdetak? Aku tak bernafas lagi. Kau, mau?"
Changmin hanya menggerak-gerakkan kepalanya ke kiri ke kanan mengikuti omelan Kyuhyun yang panjang itu.
"Sudah?" sahut Changmin setelah yakin Kyuhyun tak melanjutkan omelannya.
"Ah! Kau menyebalkan!"
Sekarang gantian Kyuhyun yang bersedekap. Tampaknya namja manis itu kesal dengan reaksi singkat namjachingunya.
Changmin mendesah pelan, lalu mengulurkan tangannya memegang kedua bahu Kyuhyun, "Kau ini kenapa, Baby? Dari tadi tingkahmu aneh sekali,"
"Bukankah kau selalu bilang aku aneh?"
Kyuhyun memajukan bibirnya kesal.
Changmin menaikkan alisnya berpikir sejenak, "Err, iyakah?"
"Molla…" sahut Kyuhyun makin jengkel.
"Aigoo,…"
Changmin menghela nafas panjang, "Baiklah, aku minta maaf. Sudah, jangan memajukan bibirmu seperti itu. Aku tidak tahan-" namja tampan itu mendekatkan bibirnya ke telinga namja manis yang masih merengut itu, "-kau tau maksudku, kan, Shim Kyuhyunnie?"
Kyuhyun melebarkan matanya mendengar bisikan Changmin. Dia segera mengulum bibirnya takut jika Changmin benar-benar melakukan hal yang seperti dikatakannya.
Changmin tertawa dengan reaksi Kyuhyun. Mengabaikan Kyuhyun yang masih merengut dengan bibir dikulum, dia berjalan menuju bangku untuk mengambil minum dan handuk.
"Ngomong-ngomong, aku suka dengan suasana lapangan basket sore ini," kata Kyuhyun sembari mengikuti langkah Changmin.
Changmin yang sedang mengusap keringat di sekitar leher dan bahunya menolehkan kepalanya mendengar pernyataan namja manisnya. Namja bertubuh jangkung itu melihat senyuman miring Kyuhyun tercetak apik tampak sangat senang.
Lagi-lagi Changmin mengerutkan dahinya dalam, "Memangnya kenapa? Aku rasa tak ada yang berbeda,"
Kyuhyun hanya menjawab dengan kembali memamerkan senyuman lebarnya. Dia terkekeh senang dalam hati, 'Tentu saja karena tak ada fansmu! Huh!'
Setelah itu, Kyuhyun menggeleng pelan, "Hanya…lebih tenang,"
Changmin menaikkan sebelah alisnya merasa masih tak mengerti dengan jawaban Kyuhyun. Namja tampan itu pun mengedikkan bahunya berusaha mengabaikan tingkah dan ucapan Kyuhyun yang terasa agak aneh.
"Ya, sudah. Aku kembali latihan. Oh, ya ini ada tempat duduk, kan, Sayang? Daripada kau terus-terusan berdiri lebih baik kau menikmati latihanku dengan duduk manis di sini," kata Changmin sambil mendudukkan Kyuhyun yang hanya menurut karena masih memproses perlakuannya yang tiba-tiba.
Changmin tersenyum geli dengan pandangan Kyuhyun yang masih belum fokus. Namja tampan itu pun mengecup bibir plum Kyuhyun lalu segera berlari menuju lapangan.
"Yah! Shim Changmin!" pekik Kyuhyun setelah sadar dengan kecupan yang diberikan Changmin.
Changmin hanya menjulurkan lidahnya mendengar pekikan Kyuhyun lalu kembali latihan. Namja manis itu bersungut-sungut jengkel tapi akhirnya tersenyum juga.
Baru saja Kyuhyun ingin menikmati duduknya dan melihat Changmin latihan, dia mendengar suara ribut di seberangnya. Mata caramelnya melihat segerombolan yeoja yang tiba-tiba datang dan mulai berteriak-teriak histeris memanggil nama Changmin. Sekejap Kyuhyun merasakan darahnya seolah mendidih melihat pemandangan tersebut. Rasa parno-nya menjelma jadi kenyataan. Dia benar-benar merasa jengkel dengan para yeoja fans Changmin yang berteriak-teriak dengan suara genit. Bahkan sebagian besar seolah membuat suara mereka terdengar menggoda Changmin untuk mau melihat mereka. Suara-suara histeris penuh pemujaan mereka tiap melihat pergerakan tubuh Changmin, sungguh membuat kemarahan Kyuhyun meledak. Namja manis itu tak bisa mentolerir lagi.
Kyuhyun mengambil smarthphone yang ada di tasnya. Dia segera menekan salah satu nomor dalam kontak. Tampak pergerakannya penuh dengan pelampiasan emosi.
"Sudah siap semua, kan?" Kyuhyun langsung memulai percakapan tanpa perlu melakukan sapaan terlebih dulu. Suara Kyuhyun terdengar sangat menggebu-gebu.
"Semua sudah siap di posisi, Kyu," jawab seseorang di line seberang. Terdengar suaranya sangat antusias tak kalah menggebu dari Kyuhyun.
"Oke, aku melihatnya dari sini,"
Mata caramel Kyuhyun bergerak menuju gedung sekolah di seberangnya, tepat ke lantai dua di mana di bawahnya para yeoja centil fans Changmin masih berteriak heboh dengan suara penuh godaan. Dia dapat melihat kedua teman yang sesekali menjadi partner in crime-nya mengacungkan jempol dan menyeringai sama persis seperti seringaian Kyuhyun. Meskipun seringaian Kyuhyun lebih tampak menyeramkan.
"Lakukan sekarang!"
Kyuhyun mengakhiri teleponnya dan melebarkan seringainya. Sungguh jika ada yang melihat seringaian namja manis itu, mungkin seseorang itu memilih kabur saat itu juga. Karena Kyuhyun dengan seringaian khas devil bukanlah pertanda baik. Percayalah, Kyuhyun tak pilih-pilih dengan korbannya.
Seketika lapangan basket dipenuhi dengan jeritan heboh yang bukan karena Changmin berhasil memasukkan bolanya ke ring. Tetapi jeritan heboh penuh dengan keterkejutan dan rasa jijik dari para fans Changmin. Namja tampan itu melihat para fans-nya lari kocar-kacir menghindari berliter-liter air yang tumpah ruah dari atas. Changmin mengernyitkan dahinya bingung lalu melihat sumber air tersebut. Dia mendongak menuju lantai dua di mana selang-selang air berukuran besar terus mengucurkan air berwarna keruh agak kehitaman. Seketika Changmin dapat mencium bau busuk yang dapat membuat muntah saat itu juga. Dia yakin itu pasti air limbah dari pembuangan kantin sekolah.
Namja tampan itu mencoba mencari pelaku di lantai dua tetapi tak menemukan seorang pun. Kini perhatiannyanya kembali ke para yeoja yang sudah kalang kabut memasuki gedung terdekat. Mungkin mereka mencari toilet.
"Apa-apaan ini?" celetukan Minho ditanggapi gelengan bersamaan dari seluruh anggota tim basket.
Gara-gara insiden itu latihan basket terhenti tentu saja.
"Kasihan fansmu, Min," sahut Yoochun prihatin sembari menepuk bahu Changmin.
Changmin mengedikkan bahunya, "Aku tak peduli sebenarnya. Tapi, ini agak,…aneh, hyung,"
Yoochun tak tahu harus menanggapinya bagaimana. Dia hanya menggangguk.
Changmin mengedikkan bahunya lagi tak mau ambil pusing. Dia berpikir jeda sesaat ini bisa untuk memanfaatkan kesempatan menghapus dahaganya. Namja tampan itu menggerakkan kepalanya ke pinggir lapangan untuk melihat Kyuhyun. Seketika itu juga Changmin tersenyum lebar penuh humor mendapati ekspresi kekasihnya. Dia menggelengkan kepalanya sembari terkekeh. Namja tampan itu telah mendapatkan tersangka insiden lapangan basket sore ini.
"Kenapa, Min?" tanya Yoochun heran mendapati Changmin tiba-tiba tertawa.
"Tidak apa-apa, hyung," jawab Changmin ringan masih dengan senyumannya yang tampak terhibur dengan ulah kekasihnya.
'Dasar setan kecil!'
.
.
ChangKyu
.
.
Changmin sangat bersyukur rumah kekasihnya hari ini kosong oleh penghuninya. Tak ada seorangpun kecuali dia dan Kyuhyun tentu saja. Semenjak Ahra menikah beberapa bulan lalu, Kyuhyun menjadi satu-satunya anak di rumah kediaman keluarga Cho. Tentu Noona kekasihnya itu sekarang akan menetap tinggal bersama suaminya. Sedangkan orangtua Kyuhyun masih sibuk mengurus usaha guest house yang baru berjalan setengah tahun ini. Akhirnya meninggalkan Kyuhyun sendirian di rumah. Sesekali memang ibu kekasihnya akan di rumah untuk beberapa waktu demi memastikan rumah beres.
Tentu saja itu memudahkannya sedikit 'bermain' dengan Kyuhyun. Mengingat kembali insiden tak terduga di lapangan basket sore tadi. Changmin tak bisa membiarkannya tentu saja. Bukan karena kasihan pada para fansnya. Namja tampan itu tak peduli. Dia hanya ingin memanfaatkan kesempatan. Ha! Otak jenius-cerdik-nya yang terselubung dengan rencana-rencana iblis tak akan membiarkan kesempatan mengerjai namja manisnya karena ulah tak terduga tersebut. Dia tidak lupa kekasihnya juga mempunyai taraf kejahilan hampir menyerupai dirinya. Tapi sekali lagi, Changmin tetaplah rajanya. Ah! Kata bermain memang akan menjadi sangat menyenangkan malam ini. Seringaian Changmin sebenarnya lebih menyeramkan daripada Kyuhyun.
Changmin melihat Kyuhyun keluar dari dapur dengan nampan berisi dua gelas jus jeruk dan setoples cookies. Namja tampan itu bisa melihat ekspresi kegembiraan dan sedikit sisa-sisa ekspresi penuh kepuasaan. Alasan apalagi, Changmin tentu dengan mudah menebaknya.
"Silahkan menikmati," ucap Kyuhyun sembari merebahkan tubuhnya di samping Changmin. Namja manis itu segera mengambil jus jeruknya dan meminumnya dalam beberapa tegukan.
"Kau tampak bahagia dan, -puas, sayang?" Tanya Changmin lalu meminum jusnya.
"Hah?" Kyuhyun mengernyitkan dahinya.
Namja manis dengan mata caramelnya itu melanjutkan dengan kekehan ringan.
"Tentu saja! Kau pasti juga tahu alasannya," jawab Kyuhyun cuek lalu meletakkan gelasnya. Dia lalu meraih remote control dan menekan tombol power untuk melihat acara televisi malam ini. Hanya sekedar untuk mengisi suara rumahnya yang sunyi. Setelah menemukan posisi bersandar yang nyaman di bahu Changmin, Kyuhyun memilih-milih beberapa chanel televisi.
Changmin meminum kembali jusnya.
"Kau mengakuinya tanpa perlu aku menginterogasimu, hmm,"
Changmin mengucapkannya sembari mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun. Namja manis itu tersenyum. Mata caramelnya melihat mata Changmin yang berwarna sehitam langit malam.
"Aku merasa bangga dengan perbuatanku. Makanya aku memamerkannya padamu,"
Changmin ikut tersenyum lalu mengacak-ngacak surai madu Kyuhyun. Kadang dia tak habis pikir dengan kekasihnya ini. Kyuhyun bisa dibilang kembarannya dalam berbagai hal. Dari jalan pikiran yang tak mudah ditebak hingga tingkah laku mereka yang sama-sama iblis-kata para korban kejahilan mereka-.
"Kenapa kau diam, Minnie?" tanya Kyuhyun lalu mendongakkan wajah Changmin yang masih melihatnya.
Seketika namja manis itu memajukan bibirnya.
"Jangan-jangan kau tak suka aku mengerjai para fans-mu itu, hah?" pertanyaan lanjutan dengan penuh tuduhan itu keluar dari bibir Kyuhyun yang mulai merajuk.
Changmin merasa perlu menghela nafasnya. Kekasihnya ini kembali berspekulasi lagi.
"Apakah aku bilang aku tak suka?" tanya Changmin balik.
Kyuhyun kini mengerucutkan kedua belahan bibirnya.
"Habisnya kau diam saja, sih…"
"Kau itu jangan terlalu cepat menyimpulkan," sahut Changmin cepat.
"Aku hanya penasaran. Memangnya mereka berbuat ulah apa padamu, hingga kau mengerjai mereka?"
Changmin bersuara rendah di dekat telinga Kyuhyun. Okay! Saatnya Changmin melemparkan kail. Tinggal menunggu ikan memakan umpan.
Kyuhyun melebarkan matanya secara refleks dengan pertanyaan tak terduga dari Changmin. Dia belum mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan itu. Dia hanya berpikiran ingin membanggakan hasil kejahilannya pada fans Changmin. Mana mungkin dia mau menjawab pertanyaan Changmin. Yang ada Changmin akan tertawa keras-keras dan tersenyum sombong dengan pengakuannya.
'Akhirnya kau terpikat dengan ke-maskulinanku, Baby Kyu! Tak perlu menyangkal, aku memang tampan dan seksi, Baby!'
Itu adalah kalimat laknat yang Kyuhyun harap tidak akan pernah keluar dari mulut Changmin.
Namja manis itu menggulirkan mata caramelnya ke arah yang tak akan bersirobok dengan mata sekelam malam milik Changmin. Bisa ketahuan alasannya. Kyuhyun tak meragukan kemampuan Changmin membaca gesture tubuhnya. Kekasihnya ini memang terlalu mengenal dirinya dan Kyuhyun merutuki hal itu.
"Hei, sayang, kenapa kau diam saja?"
Changmin makin merendahkan suara tenornya yang terdengar makin berat. Kini tubuh Kyuhyun telah masuk dalam dekapan lengan berotot milik Changmin. Namja manis itu meringis gemas karena otaknya yang biasa cerdik itu terasa tumpul sekarang. Changmin dan pesona maskulinnya memang membahayakan untuk kinerja otaknya.
Akhirnya Changmin gemas juga karena kekasihnya masih malu-malu menjawab. Namja tampan itu menyentuh dagu kekasihnya lalu menghadapkan wajah yang masih menggembung dengan pipi memerah itu ke wajahnya. Changmin terkekeh ringan melihat Kyuhyun tak mau melihatnya.
"Hei, hei, hei, kau mau cara halus atau kasar, hmm?" tawar Changmin.
Kyuhyun menyadari wajahnya telah bertranformasi menjadi strawberry matang sampai ke telinganya mendengar tawaran Changmin.
"Y-Yang mana saja, a-aku tak akan mengaku!" jawabnya penuh kegugupan.
"Haa….kau memang selalu menarik, Baby Kyu! Baiklah…"
Changmin mencium bibir Kyuhyun yang masih sedikit merengut. Sekedar menempelkannya saja lalu mencium perlahan-lahan bibir lembut itu.
"Kau yakin tak mau mengaku?" tanya Changmin di sela-sela mencium bibir Kyuhyun.
Namja manis itu menutup matanya lalu menggeleng yakin.
"Aku senang kalau begini,"
Changmin akhirnya mengakhiri sesi ciuman ringannya dan menggantinya dengan ciuman dalam. Bibirnya melumat penuh bibir Kyuhyun. Namja tampan itu menyesap dengan rakus bibir kekasihnya yang perlahan memerah. Bibir Kyuhyun memang terlalu lembut untuk diperlakukan dengan biasa saja. Kyuhyun tak melakukan perlawanan. Dia hanya mengikuti permainan Changmin selain menikmati ciuman mereka.
Setelah bermain dengan kedua belahan bibir Kyuhyun, Changmin mulai membelai bibir bawah Kyuhyun untuk meminta akses ke dalam bibirnya. Dengan senang hati Kyuhyun menyentuh lidah Changmin dengan lidahnya lalu seolah menuntun lidah Changmin untuk bermain di dalam mulutnya. Changmin menyeringai dengan respon Kyuhyun. Dia mulai mengusap secara perlahan tubuh namja manisnya. Lembut dan berirama. Tangan Changmin naik menuju tautan kancing kemeja Kyuhyun. Perlahan melepas tautan-tautannya dan mulai membelai tubuh Kyuhyun.
"C-Chwang! J-ja-ahh! Jangan di sini –aah-bodoh!" ucap Kyuhyun di sela desahannya. Bibirnya masih didominasi bibir Changmin yang membuatnya kesulitan berbicara.
Changmin melepaskan ciumannya.
"Aku tak peduli~" sahut Changmin lalu kembali menyerang Kyuhyun.
"Yah!"
.
.
ChangKyu
.
.
"Hei, kita sudah seperti ini dan kau belum memberitahukan alasannya, Baby Kyu,"
Changmin melukis pola-pola abstrak di bahu Kyuhyun yang tak tertutupi apapun. Kyuhyun mengerang kesal karena perlakuan Changmin itu membuatnya geli dan kembali terangsang.
Namja manis itu menarik selimut hingga menutupi bahunya.
"Aku tak mau mengatakannya!" pekiknya dari balik selimut.
Changmin memeluk Kyuhyun yang bersandar pada tubuhnya. Dia mengeratkan pelukannya sebelum mencium perpotongan leher kekasihnya.
"Hah…kau memang keras kepala. Tapi sebenarnya aku juga sudah tahu,"
Seketika Kyuhyun melebarkan mata caramelnya.
"Aku tahu kau cemburu dengan para fansku. Aku memang seksi, sih. Yah, mau bagaimana lagi? Makanya kalau kau tidak ingin kalah aksi dengan mereka. Tunjukkan rasa cintamu di publik,"
Kyuhyun makin menenggelamkan wajahnya ke dalam selimut. Sesungguhnya dia kesal dengan pernyataan narsis Changmin. Tapi itu kenyataan. Kyuhyun merutuk jengkel sekarang.
Changmin mengintip dari balik poni Kyuhyun. Dia tertawa senang.
"Aku membentuk tubuhku salah satunya juga untuk menyenangkanmu, Baby," lanjut Changmin sembari meletakkan dagunya di bahu Kyuhyun.
"Untukku?" tanya Kyuhyun yang suaranya agak terredam selimut.
"Iya. Memangnya untuk siapa lagi?"
Kyuhyun mengubah ekspresinya menjadi penuh senyuman lalu membuka selimut yang menutupi wajahnya. Dia melihat wajah Changmin.
"Memang harus untukku! Kan kekasihmu aku!" sahut Kyuhyun lugas.
Changmin tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
"Lalu apa maksudnya ini kalau kau sudah tahu, Minnie? Huh! Aku rugi~" rajuk Kyuhyun menyadari dia terjebak dengan pertanyaan Changmin. Kalau Changmin sudah tahu alasan dia mengerjai para fansnya. Lalu kenapa Changmin harus mengancamnya? Namja manis itu memukuli tubuh Changmin merasa dipermainkan.
"Hahahaha…." Changmin tertawa benar-benar keras sekarang.
.
.
END
I feel sorry about my another fic. I'm not in mood for write. But I learned that I should continue all of my fic. Cause I can't keep my ego, but I have to finish my responbility. Thanks for support! I'm trying
