Akhirnya update juga. Author hampir aja kekeringan ide. Tapi berkat sudah semedi di Gunung Merapi selama kurang lebih 3 hari 3 malam. Langsung dapat ide lagi deh. Buat yang OC, sebagian akan muncul di chapter berikutnya. Oke, ini balasan untuk yang sudah meripiu chap1 nya.

play me 'til noon : Ide bagus juga buat yang "s'uke". Pengen sih. Tapi ntar Author malah ga nahan buat bikin adegan aneh2 lagi. Mesum mode : on.

Orange-Maple : Nah, penasaran kamu sudah teratasi di chap2 ini.

kagetsukiGo : Jika ingin tahu jawaban kamu benar ato salah silahkan baca chap2-nya ini ya.

X-tee : Yeah, Author juga sulit ngebayangin kalau sampai kejadian kaya gitu.

VongoLa ArcobaLeno : Author merasa terhormat sebagai yang pertama menyutradarai Anda sebagai OC. Yang ini ceritanya dah dibikin lebih banyak kok. Wah, saran kamu bener juga ya. Ya udah, ntar OC-nya dibagi jadi dua bagian kok.

NejiDemon : Sekali lagi arigatou untuk rikuesnya ya. Yah, toh kamu gak bisa nolak jadi OC. Kan kamu yang rikues fanfic ini. –evil grin- digetok ama Aozora . Ngomong-ngomong, jangan peluk saya sampai sesak ya. Ntar kalau saya tepar, fic ini ga ada yang lanjutin donk.

witchan : Thanx 4 review.

Azumi Uchiha : Yah, terkadang Neji juga pengen lebay donk. Walau hanya di fanfic.

titanicgedekers7 : Thanx. Buat OC-nya kamu bisa nulis nama ama perannya ga? Klo gak, biar Author yang tentuin.

Yuuichi93 : Ok. Ok. Tenang saja masih ada lowongan kok. Kenapa NejiSasu? Silahkan bertanya pada Aozora. Author sih ikut-ikut aja. -Langsung kabur-

.cho.4.chocolate.luv. : Yup. Author juga gak nyangka Neji seorang stalker. Oh ya, tolong sertakan nama, gender ama ciri-ciri OC-nya donk. Klo enggak ntar Author yang tentuin.

Disclaimer : Pengennya sih diakuin punya saya. Tapi ntar di kejar-kejar sama om Masashi lagi.

Warning : OOCness, shonen-ai.


Story Tale mode : on

Masih ingatkah kalian dimana terakhir kali kisah ini kita tinggalkan?

Jika iya mari kita lanjutkan kisah ini. Melihat apa yang akan para tokoh kesayangan kita lakukan. Sudah terlalu kita tinggalkan mereka di tengah dinginnya angin malam. Kalau saja tidak segera kita lanjutkan dikhawatirkan mereka akan terus di sana, membeku hingga sakit flu hingga akhir zaman. Atau lebih tepat yah, hingga Author lanjutkan.

Jika kalian semua sudah tidak ingat seperti apa kisah ini, silahkan baca ulang lagi chapter1-nya. Sudah Author sediakan jalan untuk kembali ke sana.

Story Tale mode : off

TENG! TENG! TENG! TENG! TENG! TENG!

Serentak Neji dan Sasuke tersadar saling melepaskan diri. Mengutuk dalam hati, mengenai lonceng yang berbunyi tanpa peduli apa yang sedang terjadi di antara dua anak manusia itu.

'Ya ampun. Nasibku jelek banget. Padahal sudah 1 mikrometer lagi. Kenapa malah lonceng itu berbunyi sih? Nasib, nasib. Jadi teringat sebuah lagu tempo doeloe. Yang lagunya seperti ini ... Begini nasib jadi bujangan...Kemana-mana sial melulu... Ga pernah dapet-dapet pasangan...Gara-gara aku jajan sembarangan oh oh...', Neji akhirnya malah nyanyi-nyanyi gajebo di dalam inner-nya.

(a/n: Woi, Neji jadi yang di depan kamu itu sekarang siapa donk? Malah lirik lagunya salah lagi.)

Lain lagi inner-nya Sasuke walau intinya sama (hancurnya tapi agak waras-an sedikit lah.) seperti Neji, 'Aduh, kenapa bunyi loncengnya sekarang sih. Tadi kan dikit lagi kan nyampe. Hhhhh, kapan lagi bisa dapet kesempatan seperti itu. Oh, mengapa... aku begini?'

(a/n: kayanya dua orang ini memang jodoh deh. Sok keren di luar. Hancur di dalam. Sama-sama pecinta lagu jadoelnya Koes Plus lagi. Tapi sekarang tolong, CEPATLAH SADAR! Kalau tidak, ceritanya tidak bisa lanjut.)

Setelah keduanya kembali normal.

"Sasuke-chan, tadi itu lonceng yang menandakan pukul 6 sore tepat ya?" tanya Neji.

"Eh, sepertinya begitu. Biar kulihat arlojiku..."

"Aku rasa tidak perlu. Jangan-jangan di arlojimu ini tertera pukul 5 lewat 35 menit lewat 2000 detik lagi. Malahan, nanti jadi repot menghitungnya. Harus dibagi 60, ditambah 35 dan bla bla bla bla. Capek kan menjelaskannya nanti Sasu-chan," keluh Neji.

"Oh, ya sudah kalau maumu begitu, Neji-kun."

"Hmm... Ngomong-ngomong tadi aku tepat waktu untuk menemuimu kan?"

"Apa? Oh iya tentu saja."

"Ah, kalau begitu ayo kita berangkat Sasu-chan. Kau bilang kalau tempat-entah-apa-namanya-itu, yang akan kita tuju lumayan jauh kan?"

"I-iya. Ayo kita berangkat sekarang."

Kedua orang itupun berangkat. Hanya saja Neji heran mengapa Sasuke diam saja selama perjalanan. Apa jangan-jangan, Sasuke jadi marah padanya gara-gara insiden lonceng tak tahu diri itu?

"Hmm... Sasuke."

"Hn."

"Kok dari tadi diam saja. Kau marah padaku ya?"

"Eh? Tidak kok. Aku tidak marah padamu. Apa yang membuat kau berpikir seperti itu."

"Er, habis sepanjang perjalanan ini kau diam saja sih. Kupikir kau marah padaku gara-gara insiden lonceng yang tadi."

Mendengar hal itu disebut-sebut kembali, wajah Sasuke kontan saja langsung memerah.

"Tenang saja. Mana mungkin aku marah padamu hanya gara-gara masalah itu," jawab Sasuke. 'Aku marahnya sama lonceng tak tahu diri itu. Berbunyi tak lihat-lihat waktu.'

"Kalau begitu kenapa kau diam saja dari tadi Sasu-chan?"

"Aku hanya sedang berpikir dari tadi Neji-kun."

"Mengenai?"

"Yah, kalau kuberitahu nanti, jangan marah padaku ya."

"Tentu saja. Mana mungkin aku memarahimu hanya karena kau bertanya padaku."

"Er, kenapa tadi sewaktu di Konoha kau duduk di pos penjagaan dan tidak menghampiriku saja? Padahal aku kan sudah datang dan ada di hadapanmu."

"Ya ampun, Sasu-chan. Jadi dari tadi itu yang kau pikirkan. Sampai-sampai kau diam dan membuatku takut saja dari tadi."

"Ya. Aku penasaran," sahut Sasuke.

Neji menghela napas, "Sudah jelas sekali kan Uchiha Sasuke-chan." 'Dan asal kau tahu saja. Suatu saat nanti akan kuubah namamu menjadi Hyuuga Sasuke.'

Sasuke mengangkat sebelah alisnya, "Bagiku, masih sangat buram Hyuuga Neji-kun."

"Baiklah. Baiklah. Akan aku jelaskan sampai kau mengerti kalau begitu."

"Aku mendengarkan."

"Kau bilang kita bertemu di depan gerbang Konoha. Pukul 6 tepat kan."

Sasuke mengernyitkan dahinya, "Iya. Lalu?"

"Nah, saat itu masih pukul 5 lewat 35 menit lebih 'puluhan' detik kan? Kalau aku menghampirimu, berarti aku tidak melakukan sesuai dari yang kau minta."

"Kalau tidak salah, aku kan hanya meminta kau supaya tidak datang terlambat. Soalnya perjalanannya lumayan jauh. Kalau seperti itu kau tidak datang terlambat kan. Malahan kepagian," jawab Sasuke. Dia benar-benar bingung dengan cara pikir Neji.

"Nah itu dia Sasu-chan. Aku datang kepagian. Sedangkan kau memintaku datang menemuimu pukul 6 tepat kan. Tepat, Sasu-chan. Setahuku di dalam kamus, itu berarti tidak terlambat dan juga tidak kepagian. Tapi benar-benar tepat. Tidak kurang ataupun lebih semenit pun."

Fakta 2 : Neji memiliki language-complex. Dimana dia benar-benar memperhatikan dan menerjemahkan ucapan seseorang kata demi kata mendekati atau malah terkadang sama persis, arti kata tersebut seperti yang tertera di dalam kamus. Dan seringkali membuat orang bingung bicara dengannya. Karena harus memilih kata-kata yang luar biasa tepat agar dia bisa memahami benar-benar apa yang dimaksud orang tersebut.

Mendengarnya Sasuke hanya bisa melongo. 'Ya ampun Neji-kun. Pantas saja nilai bahasamu waktu di Akademi dulu selalu naik turun. Saat ujian mengartikan suatu kalimat selalu dapat nilai yang rendah. Tapi saat ujian sinonim kata, malah dapat nilai yang tinggi. Pantas saja, patokannya kamus sih.'

"Apa kau sudah mengerti kenapa aku tadi seperti itu Sasu-chan?" tanya Neji lembut.

"Er, ya. Tapi lain kali tidak usah sampai seperti itu. Kalau aku sudah datang, kau temui saja aku." (a/n : Wah, Sas, dah ada rencana buat ke depan neh?).

"Selama, kau memintaku untuk berjanji yang berarti seperti itu, akan aku lakukan, Sasu-chan."

"Hm.. Oke." 'Wah, bakalan susah deh. Salah-salah kalau nantinya aku gunakan kata-kata yang bisa berearti lain, dia mengertinya berbeda dengan apa yang aku maksud lagi. Nasib dapat pacar yang mengidaplanguage-complex. Tapi tidak apa-apa sih. Yang penting Neji keren dan perhatian.'

Saat berpikir seperti itu, tanpa sadar muka Sasuke lagi-lagi mendadak memerah. Sampai-sampai Neji jadi bingung sendiri. 'Eh, Sasu-chan kenapa ya? Kok mukanya mendadak jadi merah gitu? Jangan-jangan dia mendadak sakit ya?'

"Sasu-chan."

"..."

"Sasu-chan."

"..."

"SASU-CHAN!"

"Akh, iya. Ada apa Neji? Jangan berteriak seperti itu. Membuatku kaget saja."

"Habis dari tadi kupanggil-panggil tidak menyahut."

"Oh, gomen. Aku tidak dengar."

"Wajahmu kenapa merah begitu? Kau sakit ya?"

"Ap-... Tidak kok. Tidak. Mungkin kau saja yang salah lihat." (a/n : iya Neji, matamu kan sudah katarak-an. -di-jyuuken Neji-. Jadi pasti salah liat -ngebela Sasu-.)

"Kau yakin?"

"Iya. Aku yakin."

Neji hanya memasang wajah curiganya, "Benar?"

"Iy- Eh, lihat kita sudah sampai," beruntung untuk Sasuke, sebelum didesak lebih jauh oleh Neji, mereka sudah sampai ke tempat tujuan.

Begitu melihat tujuan mereka, Neji langsung diam. Seolah tidak percaya apa yang dilihatnya, "Sasu-chan, kau yakin ini tempatnya?"

"Yap. Tidak salah lagi."

-Tbc-


Akhirnya chapter ini tamat...

Akhirnya Author ngebikin readers penasaran lagi...

Akhirnya Author masih ngebuka lowongan OC untuk :

1.Fans Sasuke (sekitar 1-2 orang)

2.Pengunjung restoran (sekitar 1-2 orang)

Jangan lupa nama, gender ama ciri-cirinya ya...

Sampai ketemu di chap berikutnya.

Ja ne minna-san!