Hai…hai ketemu lagi di chapter keduaku…maaf ya kalo semakin lama fic ini makin ngaco dan ngelantur...hehehehe.

Aku sengaja langsung update dua chapter, kenapa kemarin Cuma chap 1 yang ditampil, soalnya aku kurang pede sam fic aku yang jelek ini.

Buat yang udah review makasih ya....mau jawab review dulu

Tamaru ariki :

Duh....jangan panggil aku senpai ya,, panggil dhitta aja. Jadi malu sendiri nih jadinya (ditimpuk).

Nih dah ku update! Langsung dua loh....

Chrissaberyl Akiko :

Makasih ya buat sarannya. Kalimat ' dalam urusan cinta tak ada satupun dari mereka yang jauh dari kata setia ' maksudnya anggota SG itu rata-rata ga setia. Hehehe maaf ya kalimat ku ga jelas. Sakura jadi tokoh utam kayaknya iya...

Satu lagi, di fic ini image Naruto sebagai cowok yang selalu ceria kuubah (ditonjok). Maaf ya...bagi fans Naruto. Terus image Sasuke yang dingin kuubah jadi agak cerewet (dichidori). Dan satu lagi klan Uchiha masih lengkap, tidak ada pembantaian.

Jadi selamat membaca dan review ya!!!!!!!!!

Summary: " Ternyata senyuman itu, bisa menipu orang juga ya? Akan kuingat itu.."

" Buktikan bahwa pesonamu itu bisa menaklukan semua perempuan...Jangan hanya berkhayal kau bisa memilikinya!"

Disclaimer : Naruto masih punya Masashi Kishimoto tapi...Sasuke punyaku..!!!(dichidori lagi)

The Shinobi Gank

Chapter 2 Pembalasan

Seikat bunga mawar yang tertata rapi didalam vas membuat ruangan yang bisa dibilang mewah ini, menjadi agak berwarna. Sensasi keharumannya tetap bertahan dibawah terpaan sinar matahari, dan suhu ruangan yang sejuk. Warnanya yang merah pekat membaur dengan dinding yang berwarna cream lembut dan warna karpet yang senada. Susunan-susunan ornamen-ornamen dan perabotan berkelas khas Eropa klasik serasa menyambut siapa saja memasukinya. Hanya ada satu kata yang mampu menggambarkan ruangan ini " Indah ".

Dan yang lebih lagi ruangan mewah ini terdapat disisi kanan gedung Universitas ternama di Tokyo. Yang seakan disiapkan untuk para orang-orang penting. Atau menurut pengakuan makhluk yang ada didalamnya ruangan ini memang khusus dibuat untuk mereka, para putra dari pengusaha terkenal dunia dan sebagai penyumbang dana terbesar dalam setiap acara kampus. Dan yang dimaksud dengan mereka adalah anggota Shinobi Gank

" Hei..Naruto..bagaimana hubunganmu dengan Hinata? Apa masih berjalan mulus?" tanya seorang pria tampan berambut emo , pewaris dari Uchiha Corp yang bergerak di bidang makanan, dan memiliki lebih dari12 cabang toko roti mewah yang tersebar di tiga kota besar Tokyo, Kyoto dan Osaka. Dia adalah tak lain dan tak bukan Uchiha Sasuke.

" Jika didunia ini semua perempuan bersifat seperti Hinata, mungkin kalian akan tahu bagaimana menyenangkannya menjalin hubungan dengannya..termasuk kau Sasuke " Jawab Naruto sambil memasukan satu potong cokelat yang dibawa Kiba.

" Maksudmu? " Sasuke sedikit tidak mengerti

" Hinata itu polos dan lugu... bahkan saking polosnya, kau bisa mempermainkannya!" Naruto menyeringai.

" Kau ini tidak hari tanpa memainkan perempuan!" Kiba angkat bicara. " Hei-hei kalian ini kenapa selalu berpikiran negatif padaku, kalau kalian pikir aku akan melepaskannya. Kalian semua salah besar!" Naruto mulai bicara serius.

" Kau mencintainya Naruto?" Sasuke mulai tertarik dengan arah bicara Naruto.

" Cinta? Mungkin semua itu bisa terjadi " ucap Naruto dan kali ini ia masih mempertahankan seringai dibibirnya.

Suasana hening sejenak, sampai ada suara ketukan pintu. Tok...tok...

" Kupikir tempat ini bukan rumah yang bisa menerima tamu" kata Shikamaru dengan nada malasnya.

" Hei...Naruto, cepat buka pintunya!" perintah Kiba seenaknya.

Dan diluar dugaan Naruto menuruti apa yang dikatakan Kiba, padahal biasanya dia paling malas diperintah. " Siapa?" dibukanya pintu itu.

Dilihatnya sesosok gadis yang ia kenal. Gadis itu sangat cantik, rambutnya berwarna pink sebahu, dan tubuh indahnya dibalut kaus berwarna merah marun senada dengan bando dan tas tangan pink yang ia yang ia kenakan. Bawahannya hanya celana panjang berwarna hitam ketat sehingga memperlihatkan lekuk indah kakinya. Penampilannya sederhana namun manis. Merasa dirinya menjadi pusat perhatian Naruto, yang melihatnya dari atas kebawah, ia tersenyum manis.

Ralat, bahkan bukan hanya Naruto yang memperhatikannya tapi juga Sasuke dan Kiba. Shikamaru..? sama sekali tidak tertarik dengan pesona wanita lain kecuali Temari. Memang diantara semua anggota SG hanya Shikamaru yang setia dengan Temari yang sudah jadian lima bulan dengannya. Ia berpikir Temari adalah cinta terakhirnya(lebay).

" Sakura-chan..." Naruto masih terpesona melihat penampilan gadis bernama Sakura itu.

" Halo..Naruto-kun " jawab Sakura sambil melempar senyum. Dan lagi-lagi senyum yang manis...manis sekali.

" Heh..hehehe..." Naruto sedikit malu-malu melihat senyum Sakura. Dan....

" BUG..." satu pukulan keras mendarat di pipi mulus Naruto..sampai-sampai ia jatuh terlempar ( pernah liat Sakura mukul Naruto di serial aslinya kan? Ya kira-kira kaya gitu...). Melihat Naruto dipukul, Sasuke dan Kiba tersentak kaget, tapi akhirnya malah cekikikan melihat Naruto kesakitan. ' rasakan itu Naruto...ayo pink pukul saja Naruto terus' inner Sasuke berbicara dan mendukung Sakura. Sedangkan Shikamaru hanya mendengus keras "merepotkan".

Perlahan Naruto mulai bangkit dan menyadari ada darah segar mengalir di ujung bibirnya. " Ternyata senyuman itu, bisa menipu orang juga ya? Akan kuingat itu.." Naruto menyeringai. Melihat tingkah Naruto, rasanya Sakura mau meledak, namun kali ini masih bisa ditahan.

" Kau tak perlu mengingat senyumku tadi Naruto-kun, karena sebaiknya kau ingat wajah yang telah memukulmu ini" Sakura tak mau kalah, ikut menyeringai dan memberi embel-embel –kun pada nama Naruto. " Oh...jadi Sakura-chan kau pikir aku akan mengadu ke orang lain dan bilang kalau kau telah memukulku?" Tebak Naruto, sambil memegang dagu indah gadis itu.

" Hmm...kalau dilihat dari dekat, kau cantik juga ya Sakura-chan!" puji Naruto dan lagi-lagi kata-katanya berbuah satu pukulan keras di pipinya lagi dan satu tendangan di perutnya. " Setidaknya katakan itu pada gadis lain...dan berharaplah rasa sakit ditubuhmu itu dapat mewakili sakit hati milik Hinata...! dasar brengsek!" ucap Sakura yang berhasil mengenai hati Naruto. Seperginya Sakura dari ruangan itu, Sasuke dan Kiba tertawa puas melihat sahabatnya itu dipukuli oleh seorang gadis yang sepertinya tidak mereka kenal.

" Sial!!!!" umpat Naruto. Tangan kanannya berusaha untuk menghentikan pendarahan di ujung bibirnya sedangkan tangan kirinya memegang perut yang ditendang Sakura dan merebahkan tubuhnya di sofa.

" HWAHAHAHA...ternyata Hinata bisa menyewa tukang pukul juga, untuk menghukummu Naruto..!" sindir Kiba disela tawanya. " Diam kau..Sakura itu bukan tukang pukul bodoh, dia sahabat baik Hinata! " bantah Naruto . Sasuke dan Kiba masih terus mentertawakan keadaan Naruto yang babak belur.

" Kurasa, Sakura melakukan ini atas dasar kehendaknya sendiri " Shikamaru mulai mengeluarkan analisanya.

" Maksudmu apa, Shikamaru?" tanya Naruto tak mengerti.

" Kau sendiri yang bilang kan kalau Hinata itu sangat polos. Hinata itu bukan tipe orang yang suka melampiaskan kemarahannya, mungkin seandainya dia marah, dia cuma melampiaskannya dalam hati atau bercerita dengan orang yang ia percaya. " jelas Shikamaru.

" Jadi Hinata bercerita pada Sakura sahabatnya. Dan Sakura yang kesal dengan Naruto, mencoba untuk membalas Naruto? " Sasuke yang sudah berhenti tertawa, mencoba memahami apa maksud Shikamaru.

" Kemungkinan besar apa yang dikatakan Sasuke itu benar. Karena menurut penilaianku setelah beberapa kali melihat dan berbicara dengan Sakura, Sakura itu memang tegas dan cenderung lebih melindungi orang yang lemah. Dan satu fakta lagi, Sakura adalah satu-satunya gadis dikampus ini yang tidak menyukai kita. Jangankan menyukai, tertarik pun tidak. " Jelas Shikamaru lagi dan kali ini panjang bin lebar.

" Yang kutahu dari gadis itu hanya, dia itu salah satu dari lima mahasiswa yang mendapat beasiswa dari Universitas ini dan juga satu fakultas denganmu Shikamaru" Kiba mengeluarkan informasi.

" Apa mungkin, karena terlalu sibuk dengan pelajaran, gadis itu jadi tidak mau ambil pusing dengan apa yang kita lakukan?" Sasuke berpendapat, karena sebenarnya dalam hatinya, Sasuke tertarik dengan gadis sederhana berambut pink itu.

" Bukan, aku sudah mengenal Sakura sejak jadian dengan Hinata. Memang dia itu tidak terlalu suka dengan kita karena kita terlalu sering memainkan perasaan perempuan. " bantah Naruto disela rintihannya. Tidak bisa dipungkiri kalau pukulan dan tendangan Sakura membuat pipi dan perutnya itu jadi sakit.

" Kalau memang Sakura tidak menyukai kita, kenapa juga kita ambil pusing untuk memikirkannya?" Kiba mulai bosan dengan arah bicara sahabat-sahabatnya.

" Bagaimanapun juga image kita sebagai penakluk wanita akan jadi luntur jika ada satu wanita yang justru tidak menyukai kita di kampus ini, dan lagi pula Sakura telah memukulku sampai seperti ini!" Naruto mulai serius dengan nada bicaranya dan tak lupa sambil menunjuk pipinya yang lebam.

" Huh..wanita itu memang merepotkaaaan!" keluh Shikamaru. " Lalu apa rencanamu sekarang Naruto?"

" Kalau Sakura berpikir setelah ia melakukan semua ini, aku akan melepaskan Hinata? Dia salah besar. Karena sampai kapan pun aku tidak akan melepaskannya. " Naruto bertekad.

" Kau ini, padahal kau sering jalan dengan perempuan lain. Tapi malah tidak mau melepas Hinata! Dasar egomu itu terlalu besar!" Ejek Kiba yang membuat Naruto kesal.

" Hei Uchiha!" panggil Naruto. Yang dipanggil hanya bergumam 'Hn". " Buktikan bahwa pesonamu itu bisa menaklukan semua perempuan...Jangan hanya berkhayal kau bisa memilikinya!" Naruto menantang Sasuke yang tekekeh mendegar tantangan sahabatnya itu.

" Baik, akan kubuat ia hanyut dalam pesona Uchiha..."

End Chapter 2

Kyaaaaaaaaaaa....kali ini giliran Naruto sama Sasuke yang bakal beraksi..Gimana kelanjutannya? Baca aja di Chap 3. Kritik dan saran masih aku tunggu lewat review. Makasih juga buat yang sudah review.

Bocoran di Chap 3, Hinata mulai dilema dengan keputusannya sendiri. Sedangkan Sakura mulai hanyut dalam pesona SG yang sesungguhnya. Lanjutannya ada di chapter3...........!!!!!!!!!!!!!!!!!