Previous Chapter (on Prologue):
Sekilas Kyuhyun menyeringai dan langsung pergi tanpa bicara apapun, dan jangan lupakan Sungmin kembali fokus menatap punggung yang berkilau-kilau itu, sampai akhirnya menghilang dari pandangannya.
Sungmin segera menjitak kepalanya dan mengerut tak percaya "Aisshh..Apa yang terjadi denganku?! Kenapa tiba-tiba aku melihat punggung anak itu dengan err mesum?!"
.
.
A KyuMin Fanfiction from
Kazha KazuhaJOY
Proudly Present :
"Sexy Back?! NO !"
Warning :
Yaoi, Boyslove || Romance, Drama. Semi Humor (Failed) || Queen of Typo(s) lol *Karena Dikutuk Hae._.v* || T-M Rated || OOC banget || Evil! Kyu x Grumpy (& lil bit pervert)! Ming
Disclaimer :
KyuMin milik diri mereka masing-masing. As usually This Fic is mine.
all the stories in it purely hatched from my rotting brain, kkk
Cerita ini muncul ketika saat terbayang-bayang terus punggung Sungmin yang seksi *-*, saya hampir mimisan setiap menatap punggung itu apalagi di MV Hero *-*, namun di fic ini saya mengambil Kyu berperan dalam itu.
so
CyberCrime paper Don't allowed! Especially Plagiarizm!
.
DON'T LIKE DON'T READ!
.
Summary :
Lee Sungmin seorang mahasiswa jurusan seni yang selalu mendapati punggung seksi seorang anak SMA bernama Cho Kyuhyun di depan kursi bisnya, membuat ia menatap terus punggung itu dengan wajah melting, dapatkah cita-citanya memeluk punggung anak itu tercapai? Sedangkan Kyuhyun yang mengetahui hal itu malah dengan sengaja berlaga centil dihadapannya !
.
.
.
Background Music : Super Junior M -華麗的獨秀 (Guitar Version)~
.
.
Happy Reading & enJOY ^^~
.
.
Chapter 02: Caught off Guard!
.
.
Sungmin menghela nafasnya berkali-kali, dan entah ini untuk keberapa kalinya. Ia memperhatikan Manhwa yang tadi sempat membuatnya berimajinasi dan meradang ke dunia nyata sehingga dia terpesona dengan punggung seorang anak sekolahan tingkatan High School, ck yang benar saja.
Dia seorang anak kuliahan tingkat awal, terpesona dengan punggung seorang bocah, yang meskipun rasanya wajah bocah itu terlihat lebih tua darinya. Tapi, Sungmin benar-benar bingung, kenapa punggung anak itu masih saja terus terbayang-bayang dan membuatnya terus menerus menelan salivanya.
"Yaisshh.. Semua ini gara-gara Manhwa ini!"
Sungmin segera memasukkan Manhwa itu ke dalam tasnya dengan gusar, lalu dia menatap Eunhyuk yang duduk disampingnya. Dia sedang berdiskusi bersama teman-temannya yang lain sebagai anggota club Musik, ya meskipun ini semester awal namun Eunhyuk dan Sungmin sudah mengikuti kegiataan anggota club dan menjadi anggota yang aktif di bagian perencanaan festival.
Sungmin menggangguk sekilas, lalu menarik Eunhyuk tanpa basa-basi.
"Ya-Ya Lee Sungmin, A-ada apa?"
Eunhyuk membenarkan Syal yang tadi ditarik Sungmin dengan seketika, hari ini menurutnya Sungmin sedikit aneh, setelah bertemu di kelas Sungmin tak memarahi dirinya seperti biasa karena masalah ingkar janji lagi, melainkan langsung duduk membuka sebuah komik sampai perkuliahan berakhir hanya itu yang Sungmin lakukan. Apa Sungmin sedang mendalami karakter dari komik itu? Oke, pikirannya yang satu ini tak mungkin terjadi.
"Eunhyuk-ah~"
"Wae?"
"Eunhyuk-ah.."
"Waeyo?"
"Eunhyukie.."
"Wae tto Min?! Ada apa eoh? Jangan hanya memanggil namaku dengan sepelan itu."
Eunhyuk segera menjauhkan tubuhnya dari Sungmin dengan kesal, sedangkan Sungmin hanya tersenyum meringis, entah ini harus ia katakan atau jangan tapi hal ini sangat mengganggunya.
Sungmin kembali menarik tubuh Eunhyuk dan berbisik. "Hyuk, bagaimana kalau aku mulai menjadi mesum sepertimu?"
"Mwo?! Apa yang kau katakan Min? Kau mulai mes-mmpphhh"
Sungmin segera membungkan mulut Eunhyuk yang siap menyebarkan kata-kata yang menuduhnya mesum di depan anggota club ini.
"Pelankan suaramu monyet tengil! Aku'kan hanya bilang 'kalau' saja!"
Eunhyuk segera melepas bungkaman tangan Sungmin dan tersenyum nakal dengan apa yang baru saja dia dengar. Hei, Lee Sungmin itu temannya sejak dari masa High School, dan sepertinya dia memang sangat polos layaknya Kelinci putih yang Sungmin pelihara, mudah dibohongi dan tak menyukai hal-hal berbau yadong, berbanding terbalik dengan dirinya yang akut pada hal yadong.
Dan jangan salahkan kalau Monyet tengil ini shock, karena ini pertama kalinya Sungmin menanyakan bahkan memperumpamakan bahwa dirinya itu mesum.
Eunhyuk menyikut-nyikut Sungmin, berusaha menggodanya. "Ahaha, kalau itu terjadi tentu saja aku senang karena mempunyai teman untuk menonton video xxx koleksiku~"
"M-mwoya! Itu mengerikan! Aku tak sudi! B-bukan itu maksudku."
Sungmin menatap horror Eunhyuk membayangkan dia harus menonton hal-hal 'nista' seperti itu, apakah kata mesum akan selalu Eunhyuk kaitkan dengan video xxx miliknya?
"Lalu apa? Palli katakan padaku Min!"
Melihat Ekspresi penasaran Eunhyuk, sejenak Sungmin berpikir untuk menceritakan kemesuman yang tadi pagi dia alami, tapi Eunhyuk pasti akan menertawakannya karena dia terjangkit gejala terpesona aneh pada anak sekolahan.
Akhirnya Sungmin berdiri dan mengambil tasnya. "A-ah akan aku ceritakan lain kali saja, aku harus segera pulang membantu Sungjin!"
"Ya Lee Sungmin, cepat katakan padaku! Lagipula masih ada yang harus kita diskusikan! Jangan melarikan diri!"
Sungmin yang sudah diambang pintu menemukan seorang anggota lainnya yang baru saja datang dengan senyuman khas ikan Mokpo, lalu dia bersembunyi di belakang orang itu. "Aku katakan lain kali saja! Aku tak bisa ikut, aku serahkan saja semuanya pada Donghae. Annyeong!"
Sungmin segera berlari ketika Eunhyuk ingin mengejarnya, jika saja disana tidak ada Donghae yang menghalangi jalan Eunhyuk. Lalu menarik Donghae tangan Eunhyuk kembali menuju tempat duduknya.
"Kalian ini setiap hari bermain seperti anak kecil! Kajja kita rapat!"
"Tapi…Ming, kau membuatku penasaran!"
.
Sexy Back?! NO !
Kazha KazuhaJOY
.
Sungmin menarik nafasnya sebentar setelah berlari dari kampusnya hingga Halte bus, untung saja tadi ada Donghae jika tidak mungkin dia sudah di berondongi pertanyaan penasaran dari Eunhyuk dan mau tak mau ia harus menjawab sahabatnya itu.
Sungmin yang sudah menaiki bis segera menyamankan duduknya ketika bus mulai berjalan, lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Sungjin, mengabarkan bahwa sebentar lagi dia akan segera sampai di Kona Beans. Sebuah café yang di kelola Ibunya, namun sesekali dia dan Sungjin bermain dan membantu disana.
Ini sudah sore, pasti Café mulai ramai dan Sungjin pasti sedang kerepotan disana.
"Hai bocah aneh kita bertemu lagi!"
Sebuah suara bass menginterupsi dan memaksa dirinya untuk meninggalkan kegiatannya sejenak lalu memandang pemilik suara itu. Sungmin langsung membulatkan mata foxynya ketika mengetahui siapa yang tengah menyapanya dan juga duduk tepat di kursi yang ada di depannya, Sungmin merasa de javu.
Hah.. Sungmin duduk dengan lemas.
Anak yang seharian ini menjadi pusat pikirannya, ah tidak maksud Sungmin punggungnya. Ia sekilas menelan salivanya ketika dia mengingat lagi punggung itu, karena saat ini sang pemilik punggung itu tengah menghadapnya .
Kyuhyun—nama anak itu kalau Sungmin tidak salah dengar tadi pagi—, menyeringai melihat Sungmin hanya terdiam seperti memikirkan sesuatu, lalu menyentil dahi Sungmin dengan jahil. "Ya, bocah. Apa kau sedang mencoba mengingatku? Masa kau lupa? Kita baru bertemu saja tadi pagi."
Sungmin mengurucutkan bibirnya dan menatap Kyuhyun dengan tajam. "Kau ini terlalu percaya diri eoh! Dan berhenti memanggilku bocah, Anak berwajah evil! Kenapa kau tidak duduk saja dengan benar!"
Sungmin merutuki dirinya, kenapa dia harus bertemu dengan anak ini lagi. bukankah tadi saat dia naik, Sungmin merasa tak ada anak yang berseragam sekolah terlebih anak bertampang menyebalkan ini? Oke, lupakan sekali lagi Sungmin dari tadi hanya fokus antara melarikan diri dari kejaran Eunhyuk, menghubungi Sungjin dan terlebih otaknya yang membayangkan punggung Kyuhyun.
"Kenapa? Bukankah kau itu memang bocah? Tak perlu menyangkal seperti itu bocah aneh." Kyuhyun menyeringai menggoda Sungmin tanpa berniat sedikitpun berbalik.
Sedangkan Sungmin mendengar hal itu ingin sekali melayangkan tas jinjingnya yang berisi buku-buku tebal ke kepala Kyuhyun, benar-benar tak tahu sopan santun anak berwajah menyebalkan ini!
"Yaissh..Kau ini tak lihat aku membawa buku-buku setebal ini? Kau itu seharusnya memanggilku hyung, arra!"
"Apa maksudmu dengan buku-buku tebal? Lalu memanggilmu hyung? Yang benar saja..Hahaha."
Sungmin melongo tak percaya, anak itu malah tertawa berbahak-bahak. Hei bahkan Sungmin sudah menampakkan raut wajah mengerikan (versinya), menatapnya dengan tajam dan bersiap memukul kepala anak itu dengan salah satu buku yang lumayan tebal dan berat, kenapa anak itu malah kegirangan tertawa seperti dirinya itu merupakan bahan lelucon dari pertama mereka bertemu.
"Y-ya bocah evil kenapa kau tertawa eoh?!" tanya Sungmin gusar, namun Kyuhyun tetap saja tertawa sambil sesekali mengintip ekspresi wajah Sungmin lewat mata sipitnya.
"Yaishh..Berhenti tertawa! Telingaku sakit mendengar tawa setanmu!" Cibir Sungmin sambil menutup telinganya.
Hei Sungmin itu jujur! Tawa bocah evil ini memang mengerikan, sebenarnya Sungmin sedikit takut mendengarnya. Dan beruntunglah di dalam bis ini sekarang hanya ada dirinya, Kyuhyun dan tentunya Supir bis yang pura-pura fokus menyetir, Sungmin bertaruh bahwa Supir bis ini juga aneh dan ketakutan.
Kyuhyun menghentikan tawanya sejenak, lalu menunjuk wajah Sungmin dengan geli. "Kau ini benar-benar aneh, bocah! Pertama kau ini tidak mau di panggil bocah, kedua kau ingin dipanggil hyung. Haha," Aneh sekali menurutnya, ada saja bocah yang tak mau mengakui dirinya bocah, terlebih anak ini. Bukankah dari wajahnya saja dia tampak manis dan polos semacam bocah secondary school. "Apa kau begitu ingin dianggap orang dewasa, bocah? Jelas-jelas kau ini—"
Bugg!
"Argghh..Apa yang kau lakukan-rrggh! Kenapa kau memukulku dengan buku super tebal itu! Astaga kepalaku."
"Aku ini memang orang dewasa dan aku merupakan mahasiswa Inha University semester 1! Jika kita bertemu lagi dan kau masih memanggilku bocah, awas saja!"
Sungmin segera berdiri dan berjalan ke depan untuk segera turun meninggalkan anak bertampang menyebalkan itu. Sungmin tidak bisa mentolerir jika ada dongsaeng yang tak sopan apalagi orang asing seperti anak bernama Kyuhyun itu, seseorang yang tak ia kenal dan langsung bersikap tak sopan dan menyebalkan dihadapannya. Meskipun begitu..
Ia juga merasa sebal karena punggung..Astaga kenapa ia masih saja membayangkan punggung anak menyebalkan itu!
"Kenapa tidak menungguku?"
Sungmin segera melirik horror ke pinggirnya. Ya tuhan..Kenapa anak ini mengikutinya, Sungmin berdecak kesal. "Kenapa kau turun? Mau meminta maaf padaku eoh?"
Kyuhyun segera mendahului langkahnya dan berhenti tepat dihadapan Sungmin, lalu tersenyum jahil. "Harusnya kau yang minta maaf karena kau telah memukul kepalaku ini, bocah! Ja.."
"Ya! Kenapa masih memanggilku bo..cah.." Perkataannya seketika menggantung selaras dengan suaranya yang memelan, seketika langkah Sungmin pun terhenti.
Punggung anak itu..
Setelah berkata seperti tadi, Kyuhyun segera berjalan mendahului Sungmin. Dan tentu saja itu membuat Sungmin bisa menatap punggung yang terlihat menawan dan berkilau-kilau di matanya saat ini. Beriringan sambil memaksakan langkah kakinya, Sungmin tak berkedip sedikitpun untuk memandang punggung Kyuhyun. Tangannya terulur ke udara layaknya sedang menggapai punggung itu, kenapa rasanya ia kembali ingin menyentuh punggung itu dan memeluknya.
Seketika Sungmin menunduk dan menarik tangannya dari udara yang menurutnya seperti orang bodoh. Ia menjitak kepalanya lalu mengintip isi tas jinjingnya.
'Tuhan jangan siksa aku untuk menjadi mesum seperti ini, apa aku dikutuk gara-gara aku menertawakan Chaegyoung di Manhwa ini.' tangisnya dalam hati.
Sungmin memejam matanya sejenak lalu membukanya kembali memperhatikan punggung Kyuhyun yang terlihat berbelok masuk ke sebuah café yang sangat ia kenal. Sungmin mengerjap sebentar kemudian tersenyum aneh.
"Apa yang dia lakukan di café eomma?"
.
.
.
"Jangan terlalu banyak bergerak Jin-ah~"
Sungjin menghela nafasnya dengan jengah, lalu berbisik. "Hyung mau sampai kapan kau bersembunyi di balik badanku? Hyung menyusahkanku untuk berlaku cepat melayani pesanan pengunjung!"
Sungmin berdiri sebentar dan memeluk adiknya dari belakang dengan nakal. "Hehe..Sudah diam saja dongsaengku, jangan terus-terusan bertanya."
"Seharusnya hyung membantuku, lihat pengunjung bertambah banyak."
Sungmin hanya berjongkok sambil menampakkan aegyo-nya untuk membujuk sang adik. Bibirnya mengerucut lucu dan matanya berbinar-binarnya layaknya kucing yang minta dikasihani.
"Yaishh...Hyung tak seharusnya kau memunculkan ekspresi seperti itu disini." ujar adiknya merasa kelimpungan dan frustasi melihat Sungmin bertingkah seperti itu.
Sungmin tersenyum mengindahkan ucapan Sungjin, dan kembali berbungkuk untuk mengintip seseorang, oke baiklah sepertinya bukan seseorang tapi tepatnya punggung seseorang dari balik ketiak sang adik. Yap, betul sekali Sungmin sedang mengintip punggung Kyuhyun, si bocah menyebalkan yang sedang duduk bersama sang ibu.
Ya, saat Sungmin melihat Kyuhyun berbelok memasuk Kona Beans, Sungmin tak tahu rasanya sangat bahagia. Ia segera berlari lewat pintu belakang café dan bersembunyi dibalik mesin kasir, tepatnya dibalik tubuh Sungjin dan beruntungnya kata sang adik, Kyuhyun sudah dipesankan cemilan dan Americano oleh ibu Kyuhyun, jadi ia tak perlu takut akan ketahuan oleh Kyuhyun.
Kyuhyun yang duduk menyamping bisa saja melihat Sungmin sedang mengintip Kyuhyun dari bawah ketiak sang adik, jika saja Kyuhyun mempunyai insting yang tinggi. Sungmin sesekali mendengus, kenapa Kyuhyun tidak duduk dengan benar dan membelakanginya saja, dengan begitu'kan Sungmin bisa leluasa memperhatikan punggung yang menggoda itu.
'Dasar bocah menyebalkan!' umpat Sungmin dalam hati.
Hei meskipun Sungmin menggilai atau ya bisa dikatakan sekarang mulai terobsesi dengan punggung Kyuhyun, tapi ia benar-benar hanya berpikiran pervert terhadap punggungnya dan sedikitpun rasa sebalnya terhadap sang pemilik punggung itu tidak hilang seperti kejadian di bis tadi.
Sungmin menggigit bibirnya tak percaya dan entah untuk keberapa kalinya ia menelan salivanya dengan susah payah. Di ujung sana Kyuhyun membuka jas sekolahnya dan perlu diingat Kyuhyun membuka jas sekolah itu dengan gerakan memikat menurut Sungmin, sehingga akhirnya punggung itu sekarang hanya berlapis kemeja baby blue yang terlihat pas dengan punggung itu.
Sungmin menggeleng-gelengkan kepalanya dengan panik. 'Andwae, aku sangat ingin menyentuh punggung itu!'
Tiba-tiba Sungjin membawanya berjongkok ke bawah meja kasir itu. Sungmin sedikit kesal dengan adiknya ini, kenapa dia mengganggu aktivitasnya yang sedang memperhatikan punggung Kyuhyun, Sungjin tidak akan tahu bahwa punggung itu sangatlah menggoda~
Lain dengan Sungjin, sepertinya ia sedikit khawatir dengan sang kakak, lalu ia menatap Sungmin yang ekspresi wajahnya nampak aneh. "Hyung kau sangat aneh hari ini, katakan padaku kau ini kenapa?"
Sungmin menggeleng-geleng gugup, bagaimanapun adiknya ini tak boleh tahu bahwa dirinya hari ini mendadak mempunyai pikiran mesum. Pasti adiknya ini akan sangat shock dan tak percaya, karena ia saja tak percaya kalau dia mulai selalu melting kalau melihat punggung Kyuhyun.
"Hyung, kau bukan pembohong yang pintar." tatap Sungjin menyelidik sang kakak.
Sungmin berusaha mengalihkan topik, ia pura-pura terkejut dan menunjuk ke atas. "Ah..Pengunjungnya semakin banyak Jin-ah, kau tahu harus segera menangani mereka."
"Hyung.."
Sungmin menghela nafasnya dengan berat, ya memang sangat berat. Baiklah, harusnya Sungmin tahu bahwa adiknya ini sangat perhatian terhadapnya, melampaui perhatian dirinya untuk sang adik sehingga apapun yang terjadi atau ada hal kecil apapun yang aneh dari dirinya, Sungjin harus mengetahuinya.
"Sebenarnya hyung sedang memata-matai punggung seseorang. Dan kau tahu Jinnie, itu baru terjadi tadi pagi sehingga membuat hyung selalu bereaksi aneh terhadap punggung orang itu, jadi—"
"Sebentar hyung, memata-matai punggung?" Sungjin menyerngit tak mengerti. "Apa aku tidak salah dengar hyung? Dan bereaksi aneh? Aku sungguh tidak mengerti hyung.." ujar Sungjin frustasi.
Sungmin tersenyum meringis, jemarinya tak henti-hentinya membuat bentuk bulatan di lantai.
"Tadi pagi dan sebelum kesini hyung bertemu dengan seseorang di bis, dan orang itu yang tadi hyung tanyakan. Kau tahu hyung tiba-tiba merasa menjadi err mesum."
"M-mwo? Hyung mesum?!"
"Sstt..Pelankan suaramu Jinni!" Sungmin menempatkan jari di bibirnya, mengisyaratkan agar Sungjin jangan berteriak.
Dan mana mungkin Sungjin tidak berteriak, jika dia mendengar kakaknya ini mengucapkan kalimat yang tidak mungkin diucapkan oleh seorang Lee Sungmin. Kata-kata yang menunjukkan dirinya adalah seorang yang mesum! Ayolah kakaknya ini pasti bercanda, lagipula orang yang Sungmin maksud itu bukankah seorang namja kurus pucat yang tadi dia tanyakan?
Sungjin masih saja menatap Sungmin dengan sedikit shock. "Kenapa hyung bisa berpikir, kalau hyung itu mesum? Apa hubungannya dengan punggung orang tadi?"
Sungmin sedikit berbinar saat kembali membayangkan punggung Kyuhyun. "Meskipun anak itu menyebalkan dan tidak sopan karena memanggil hyung dengan sebutan bocah, tapi setiap kali melihat punggung anak itu rasanya hyung ingin sekali menyentuh dan memeluknya, entahlah rasanya juga terlihat menggoda Jinni~"
Sungjin menyerngit tak percaya mendengar penuturan kakaknya ini, seketika dia berdiri dan menunjuk orang yang Sungmin tanyakan tadi.
"Hyung jadi mesum gara-gara terpesona punggung anak itu?! Astaga apa aku —mmphh"
Sungmin segera berdiri dan membungkam mulut adiknya yang tiba-tiba berteriak. "Kubilang pelankan suaramu Jinni, jangan berteriak!"
Orang yang Sungjin tunjuk ternyata ada di depan mereka, dan sepertinya akan memesan sesuatu. Namun memperhatikan tangan orang yang tadi berteriak menunjuk dirinya, terlebih melihat Sungmin ada di hadapannya dia jadi mengerti apa yang terjadi.
Orang itu tersenyum menyeringai, saat melihat Sungmin menoleh dan terkejut melihat dirinya, tampak sangat lucu dimatanya layaknya kelinci yang tertangkap basah sedang bersembunyi.
"Aku mengantri untuk memesan dari tadi dan tak sengaja mendengarkan pembicaraan kalian. Rupanya ada bocah aneh yang bersembunyi dan memata-matai punggungku."
"B-bocah evil.."
"Haha menyenangkan sekali mendengar ucapanmu tadi, bocah aneh."
Sungmin merasa harga dirinya entah pergi kemana, dan tak tahu harus berkata apa. Apa anak ini benar-benar mendengar semuanya? Tapi melihat Kyuhyun si bocah menyebalkan itu tersenyum puas ke arahnya dan menatapnya dengan geli, bisa dipastikan kalau dia mendengar semuanya dan Sungmin tak bisa menyangkal lagi.
Andwae!
.
.
.
To Be Continued
(Complete and finishing writing on 3.34 PM. May, 27 2014.)
*ada yang masih ingat fic ini._.?*
Saya tidak akan banyak bicara lagi, cukup dengan ribuan kata di atas saja ^^
so, gimana dengan chapter ini?
Ming ketahuan oleh Kyu~kkk
Btw Happy0137Day :3 XD
Terima kasih karena KyuMin telah membuat tanggal ini menjadi begitu special. Manis juga romantic sesuai dengan perjalanan cinta kalian~~
kkk~
Jadi intinya yang mau aku kasih pesan adalah KyuMin itu jjang dengan genre apapun :3 /pernyataan macam apa ini?._./
at last, semoga KyuMin melalui hari ini dengan romansa ala mereka ~~~
See next chap minna :D
Berkenan meninggalkan jejak minna?:)
